Noda hitam yang sudah mengotori tak akan bisa di hapus oleh waktu. Menikahi perempuan yang pernah di sakiti tidak menjadikannya terobati. Tapi justru dendam akan menjadi bumbu rumah tangga. Tapi kini ia meminta maaf dengan kedatangan dirinya yang telah bertransformasi menjadi ustadz, apakah akan ada ujung dendam?
Simak kisahnya,,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma .R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13. Mimpi buruk
"Udah udah..jangan berhantam lagi," ucap Mina menghentikan pertikaian Aisha dan anak laki-laki itu.
"Kamu juga, nama kamu siapa? jangan suka gangguin Aisha lagi!" tegas Mina menatap anak laki-laki di hadapannya.
"Aku Rizky Tante,"
"Jangan panggil Tante, ini istri Abi Athar," jelas Aisha pada Rizky.
"Saya Rizky umi," ia mengulangi kalimatnya.
"Ya sudah, Rizky..sana main dengan anak laki-laki lain, jangan ganggu Aisha," tutur Mina.
Rizky pun pergi.
"Kamu nggak pa pa kan?" tanya Mina memperhatikan Aisha.
"Nggak pa pa umi, aku udah biasa di gangguin sama dia, umi tenang aja, aku bisa jaga diri kok,"
Mina dan Aisha duduk di bangku yang tepatnya dibawah pohon taman panti. Angin berhembus pelan menyejukkan suasana hati Mina.
Tampak ia memberikan perhatian tulus pada Aisha. Mina mengelus kepala Aisha sembari memberi beberapa nasehat.
"Kita sebagai wanita harus kuat, jangan mau di rendahkan oleh laki-laki, jangan terlihat lemah, tunjukkan wajah paling berani agar mereka segan," tutur Mina.
"Iya Umi, aku akan selalu ingat kata kata umi," tutur Aisha. Ia pun merasa nyaman berada di dekat Mina.
Tiba-tiba telpon Mina berdering, ia mengangkat telpon yang ternyata dari Tante Maya.
"Mina, Tante tunggu kamu di kafe dekat rumah mu,"
"Ada apa tan,"
"Udah, datang aja," tegas Tante Maya.
"Iya..iya Tante," ucap Mina. Ia mematikan telepon dan buru-buru bergegas pergi.
"Umi pergi dulu ya, ada urusan penting," ucap Mina pada Aisha, ia pun pergi meninggalkan Aisha di taman.
***
Mina langsung menemukan tante Maya di kafe yang dimaksud, ia mencoba duduk, meski saat ini ia selalu bertanya-tanya dalam hati tentang apa yanga akan tante Maya bahas kali ini.
"Sampai saat ini kamu belum melakukan apa apa pada Athar, kali ini tolong jangan gagal lagi Mina, ingat! kamu hanya akan jadi istri sementara bagi Athar, setelah kamu membalaskan dendam, maka segera tinggalkan dia," jelas Tante Maya, kali ini wajahnya tampak serius, membuat Mina semakin penasaran.
"Iya Tante, jadi apa rencana Tante,"
"Bukan Tante yang akan buat rencana, tapi kamu Mina, ambillah setiap kesempatan yang ada, di saat kamu berpeluang membalaskan dendam mu, kamu yang tinggal bersamanya, jadi kamu yang paling tau momen yang pas untuk melakukan aksi, Tante tunggu kabar dari kamu, besok Tante mau pulang, tapi tenang aja, tante akan sering sering ke sini," jelas wanita berusia 38 tahun itu. Ia tampak fokus menyemangati Mina untuk balas dendam.
"Iya tan..Mina akan selalu ingat kata kata Tante," ucap Mina, kini ia semakin bersemangat untuk segera membalas dendam agar ia bisa meninggalkan Athar.
...*****...
Setelah usai mengobrol dengan Tante Maya, Mina bergegas kembali ke panti asuhan. Kini hari mulai sore. Mina bermaksud untuk memberikan hadiah pada Aisha sebelum ia pulang ke rumah.
Baru saja ia menginjakkan kaki di panti, di depan sudah ada pemandangan tidak menyenangkan.
Tampak Athar dan Liana tampak akrab, keduanya saling cocok saat mengobrol. Entah apa yang mereka bicarakan. Namun ini membuat Mina semakin yakin bahwa athar tak berubah sama sekali.
Liana tak sengaja menoleh ke samping, melihat mina yang berdiri memperhatikan mereka.
"Eh Mina, kamu jangan salah faham dulu ya, kami tadi cuma membicarakan anak anak, tadi Aisha juga di sini kok, tapi dia pergi sebentar," jelas Liana mengklarifikasi sebelum Mina salah faham.
Mina menunjukkan senyumnya, menunjukkan bahwa ia tak keberatan. "Iya aku tau kok," ucap Mina.
Athar tampak khawatir Mina akan cemburu. "Mina..maaf ya, bukan maksud aku untuk berduaan dengan Lia, aku hanya.."
"Iya..iya..aku tau kok, ayok pulang," kata Mina memotong pembicaraan Athar.
"Lia..aku pamit ya, titip anak anak, Assalamualaikum," ucap Athar pada Liana.
"Waalaikumussalam," jawab Liana sembari menatap langkah Athar dan Mina yang semakin jauh.
Ia tak sadar air matanya menetes, melihat laki-laki yang sudah lama ia cintai dalam diam bergandengan dengan perempuan lain.
"Andai aku yang ada di posisi Mina," batin Liana sedang matanya berkaca-kaca meratapi dirinya yang putus pengharapan dari laki-laki yang di cintai.
...****...
Malam hari, Athar tampak membaca buku sambil minum kopi di ruang tengah. Sedangkan Mina tertidur di kamarnya. Tak biasanya Mina tidur secepat itu.
Dalam tidurnya sebuah mimpi tentang peristiwa yang ia alami saat SMA kembali muncul dalam mimpinya.
Suasana gelap dan pengap, tikus berserakan di ruangan itu yang tak lain adalah gudang sekolah. Mina tak kuat menahan gerahnya di gudang itu. Lelah ia menjerit meminta tolong, namun tak ada yang mendengarnya.
"Tolong ..tolong saya...Athar, aku mohon buka pintunya," jerit Mina yang suaranya semakin pelan karena kelelahan. Dengan teganya Athar sengaja mengunci Mina dengan tikus tikus di gudang tersebut.
"Itu hukuman buat orang yang tidak tau diri, dasar penjilat!" suara Athar dari luar. Isak tangis Mina tak tertahan lagi, tubuhnya semakin lemah.
Tiba-tiba ia tersadar dan terbangun dari mimpi buruknya. Mina menangis menyadari ini hanya mimpi. "Astaghfirullah..untung ini cuma mimpi,", ucap Mina, ia begitu takut jika ini kembali terjadi padanya.
Mimpi buruk selalu hadir dalam mimpinya, perlakuan Athar beberapa tahun lalu terlalu sulit dilupakan hingga hal tersebut selalu menghantui tidur Mina.
Mina menghapus air matanya, kini ia semakin terpancing untuk membalaskan dendamnya.
Di sisi lain Athar tengah asyik membaca, tiba-tiba terdengar suara benda jatuh di teras rumah. Ia kemudian berdiri dan melangkah melihat suara janggal di telinganya itu.
Sampailah di teras, Athar mengecek sekitarnya, namun tidak ada apa-apa.
Mina yang baru keluar melihat Athar sedang berdiri di luar. Mina mengambil sebuah kayu tiang bangku yang rusak. ia berniat memukul Athar dari belakang.
ia memberanikan diri, meski hatinya sering kali menolak keinginannya, namun tetap saja dengan tangan gemetar ia bersiap memukul Athar.
Seberapa keras pun ia berusaha, tetap saja air matanya menetes, rasanya ia tak sanggup untuk bertindak kriminal.
Namun tiba-tiba lampu mati. Suasana gelap.
Plak..
Suara pukulan keras terdengar jelas di telinga Mina. Ia tak melihat jelas bahwa Athar terkena pukulan dahsyat. Bayangan hitam baru saja melintas dari hadapannya. Lampu segera menyala setelah bayangan hitam menghilang. Mina tak melihat jelas siapa orang itu.
Namun setelah lampu menyala, Mina panik melihat Athar pingsan di lantai. Segera Mina membuang kayu di tangannya, "Athar..aku nggak ngapa ngapain kamu, kenapa kamu jatuh," Mina spontan menangis, entah mengapa ia begitu takut melihat Athar tergeletak di lantai seolah Mina telah melukainya. Padahal Mina belum melakukan apa pun.
Makasih Thor..
aku tunggu karyamu yang lain..