Sherly Lee adalah wanita cantik yang harus rela tinggal sendirian setelah kekasihnya meninggalkannya. Padahal selama ini ia hidup bersama kekasihnya selama tujuh tahun. Didalam kegalauan dan kesedihannya, datanglah pria tampan yang tinggal di depan rumahnya.
Tora Sin pria tampan yang tinggal berseberangan dengan Sherly Lee. Tora Sin adalah seorang polisi yang ternyata menyukai Sherly Lee sudah lebih dari sepuluh tahun. Sejak mereka bertemu di sebuah kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orang tua Sherly Lee.
Tora Sin selalu berniat menjaga Sherly Lee, dan mendapati kenyataan bahwa Sherly Lee tinggal bersama kekasihnya selama tujuh tahun. Disaat Sherly Lee ditinggalkan kekasihnya. Disaat itu pula Tora Sin ingin masuk dalam kehidupan Sherly Lee.
Bagaimana kisah antara Sherly Lee dan Tora Sin. Ikuti ceritanya dalam novel "Diakah Jodohku."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13
Ario dan Darko mampir ke rumah Tora. Mereka masuk tanpa mengetuk karena sudah tahu Tora tidak mengunci pintu. Mereka terkejut saat melihat Tora berantakan. Ruangan itu dipenuhi kaleng bir, ini pertama kalinya kedua sahabatnya melihat Tora kacau seperti ini.
Ario menggeleng. "Apa pak inspektur kita kali ini kalah dengan seorang wanita?" tanyanya.
"Entahlah. Tapi pak Tora benar benar kacau." jawab Darko.
Mereka saling membantu membersihkan ruangan, waktu sudah pukul 5 pagi. Tiba tiba pintu kamar atas terbuka, Sherly keluar dari kamarnya dan turun kebawah.
Sherly terkejut saat melihat kedua rekan Tora. "Ya Tuhan kalian mengejutkanku. Apa yang kalian lakukan di pagi buta seperti ini?" tanyanya.
"Kau mau kemana nona Sherly, pagi pagi begini?" tanya Ario.
"Tentu saja aku akan kembali ke rumah. Setelah aku pikirkan, aku tak ingin merepotkan Tora, dan juga kami baru kenal. Tak mungkin kami tinggal bersama." jawab Sherly.
"Lebih baik kau tunggu sampai Tora terbangun, ia sepertinya mabuk." ujar Ario.
Sherly menggeleng. "Tolong sampaikan terima kasihku padanya. Aku pulang sekarang. Jangan terlalu mengkhawatirkan aku, aku sudah biasa tinggal sendiri. Aku akan mengganti sandi pintu rumahku, jadi takkan ada lagi yang bisa masuk kesana tanpa izin." jawab Sherly sambil keluar dari rumah Tora.
Ario dan Darko sama sama menghela nafasnya. "Kita tinggal menunggu saja, macan ini akan terbangun dengan amukannya." ujar Ario.
"Aku akan mandi dulu, setelah itu aku akan menyiapkan sarapan." ujar Darko. Ario hanya mengangguk.
*****
Pria itu sangat berantakan, apa yang ia lakukan? bukankah ia masih mengkonsumsi antibiotik, mengapa malah mengkonsumsi alkohol. Dasar pria bodoh. pikir Sherly saat sudah sampai di rumahnya.
Sherly masuk ke kamar mandinya, ia membersihkan tubuhnya. Saat ia menyentuh bibirnya. Ia teringat kembali saat Tora menciumnya, tubuhnya sangat panas jika mengingat itu. Tapi ia mencoba melupakannya karena mungkin itu kesalahan keduanya. Sherly bersiap siap berangkat kerja. Ia tidak ingin hari ini absen kerja lagi.
Sherly masuk kedalam mobilnya. Ia akan membeli sarapan di dekat kantornya saja. Beberapa jam kemudian, Mega sangat terkejut dengan kedatangannya.
"Kau gila Sher, kau belum sehat. Dan seingatku hari ini kau masih izin kan?" ujar Mega.
"Aku bosan di rumah, lebih baik aku kerja saja." jawab Sherly.
Mega mendekati wajahnya dan melihat bekas cekikan Ferdinan. Mega bergidik ngeri. "Pria sialan, jika saja sampai kau kenapa kenapa, aku yang akan membunuhnya." ujar Mega kesal.
Sherly terkekeh. "Aku justru takut dengan kata katamu." jawabnya.
"Kau sangat beruntung memiliki tetangga seorang polisi, jika tidak entahlah." kata Mega.
"Kau benar Meg, aku sangat beruntung. Malam itu aku benar benar takut, aku tak tahu mengapa setelah putus Ferdinan berubah menjadi pria jahat." ujar Sherly sedih.
"Tuhan sangat menyayangimu Sher, Tuhan memisahkan kalian berdua sebelum kau menikahinya." kata Mega.
Sherly mengangguk. "Aku terkejut saat tahu kebenaran bahwa ia adalah seorang preman. Bahkan pimpinannya. Ya Tuhan, mengapa aku begitu bodoh." ujarnya tidak percaya.
Mega mengelus pundak Sherly. "Akan ada hikmah di balik semua masalah Sher, aku juga sangat terkejut saat melihat berita pagi ini. Bahwa pimpinan preman sadis mesuji tertangkap dan saat aku melihat wajahnya ternyata itu Ferdinan. Aku sebenarnya berniat ke rumahmu setelah pulang kerja, tapi ternyata kau sudah masuk." ujar Mega.
Sherly mengangguk. "Aku juga sama Meg, sangat terkejut dengan berita itu. Aku terlalu polos saat Ferdinan memanfaatkanku." jawabnya.
"Semalam kau tidur dimana? Aku menelpon nomor rumahmu tak ada yang jawab, ponselmu juga tidak aktif, apa kau sudah tertidur pulas?" tanya Mega.
"Aku tidur di rumah pak Inspektur, ia ingin aku dibawah perlindungannya. Pria yang sangat perhatian. Ponselku mati dan tertinggal di rumah. Tapi tadi pagi aku kembali ke rumah sendiri." Sherly menjelaskan.
"Mengapa kau kembali? Pak polisi itu benar, komplotan Ferdinan masih berkeliaran. Pria itu tertangkap karenamu, pasti anak buahnya sedang mencarimu." ujar Mega.
"Kau menakutiku Meg, tapi ia pria lajang. Aku tak mungkin tinggal bersamanya." jawab Sherly.
"Jadi pak Inspektur itu masih lajang? itu sangat bagus buatmu Sher. Kau juga dulu tinggal bersama Ferdinan, kalian sama sama lajang. Kau lupa ini sudah zaman modern, tinggal bersama itu sudah hal yang biasa." Mega mengingatkan.
"Itu berbeda Meg, aku dan Ferdinan memiliki status pacaran. Sedangkan aku dengan Tora, tak memiliki hubungan apapun." ujar Sherly.
"Karena ia pria lajang, jadikanlah ia pasanganmu." goda Mega.
"Omong kosong, ia memiliki wanita yang dipujanya selama 10 tahun. Aku tak mungkin bisa masuk di kehidupan mereka." ujar Sherly.
"Benarkah? Bodoh sekali wanita itu. Seorang Inspektur mengejarnya selama itu, tapi tidak diterimanya." ujar Mega.
"Wanita itu tidak bodoh, tapi pak Tora yang bodoh." jawab Sherly.
"Maksudmu?" tanya Mega.
Sherly hanya tertawa. "Sudahlah, aku mau bekerja bukan bergosip." jawab Sherly.
"Sialan kau membuatku penasaran." ujar Mega cemberut.
Sherly hanya menanggapinya dengan terkekeh.
*****
Tora terbangun dan mendapati sakit kepala luar biasa. "Akhirnya kau bangun juga pak, minumlah sup pengarmu." ujar Ario.
"Sialan, jam berapa ini?" tanya Tora.
"Jika aku tidak salah sudah jam 10 pagi." jawab Ario.
Tora terkesiap dan bangun tiba tiba membuat kepalanya semakin berdenyut. "Brengsek, kenapa aku melakukan ini?" tanya pada diri sendiri.
Ario dan Darko hanya terdiam. Mereka hanya saling berpandangan.
"Dimana Sherly?" tanya Tora.
"Ia kembali kerumahnya." jawab Ario.
"Apa? Kalian membiarkannya." bentak Tora.
"Ya Tuhan, kau kira kami berhak mencegahnya. Ia wanita keras kepala Tora." jawab Ario.
Tora bangun sambil memegang kepalanya. Ia menuju pintu keluar. "Kau mau kemana pak Inspektur?" teriak Ario.
Tora tak memperdulikannya lagi. Ia langsung menuju rumah Sherly. Kemarahannya memuncak setelah tahu Sherly kembali ke rumahnya.
Ario dan Darko hanya melihatnya yang berjalan sambil sempoyongan menuju rumah Sherly. "Dasar pria gila, sampai ia menangis darah pun takkan bisa bertemu Sherly. Wanita itu pergi bekerja." ujar Ario.
"Mengapa kau tak mengatakannya tadi?" tanya Darko.
"Apa kau tidak lihat, aku baru mengatakan Sherly kembali saja kemarahannya sudah memuncak. Biarkan saja dulu." jawab Ario sambil terkekeh.
Keduanya hanya memandangi Tora yang terhuyung huyung ke rumah Sherly. Pria yang mereka kenal sangat tegas dan berwibawa, kini berubah menjadi pria lemah yang terintimidasi oleh seorang wanita.
*****
Maaf atas keterlambatan up.
Happy Reading All... 😘😘😘
iyah Thor berasal dari daerah Sumatera ya?
jadi bayangin Tora Sudiro thor🙄🙄🙄🙄aku ganti Ray aja deh biar bacanya GK kebayang sama Tora Sudiro 😂