Kebahagiaan Ayu dan Queen terenggut saat nyawa sang mama meregang nyawa di meja operasi karena melahirkan adik mereka.
Derita Ayu dan Queen di mulai saat ayah mereka Aditya menikah dengan Lisa dan tak lama dijebloskan ke penjara karena fitnah yang dilakukan oleh Rudi mantan pacar Lisa Ibu sambung mereka.
Sikap Lisa yang manis sebagai ibu sambung berubah menjadi iblis yang menakutkan buat Ayu dan Queen karena hasutan Rudi hingga membuat nyawa Queen melayang karena kekejamannya.
Kematian Queen dan siksaan yang dilakukan Lisa dan Rudi merubah sifat Ayu 180 derajat menjadi seorang pendendam, dan introver kepercayaannya terhadap orang lain luntur. Tidak ada lagi kasih sayang dalam kamus Ayu. Puncak dari semua ke kebiadaban Lisa dan Rudi adalah saat Ayu hampir di perkosa Rudi dan kepergok Lisa.
Rudi berdalih dia rayu oleh Ayu, seketika hal ini membuat Lisa kalap dan hampir membunuh Ayu.
Ayu berusaha kabur dan bertemu seseorang yang akan merubahnya untuk balas dendam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perginya Kesayangan
Waktu sudah menunjukkan pukul 09.30 siang saat Lisa bangun dan keluar dari kamarnya. Lisa langsung menuju ruang makan di mana sudah tersaji sarapan untuknya berupa sandwich berisi omelet dan juga segelas juz Apel kegemarannya.
Lisa mulai menyantap sarapannya, dan saat manik matanya melihat semangkok bubur di atas meja makan dia baru ingat kalau Ayu menitipkan Queen padanya.
"Astaga! Lupa gue sama bocil itu." gumam Lisa sambil menepuk keningnya lalu mengambil bubur itu dan berjalan menuju kamar Queen.
Kamar terasa hening bahkan tarikan nafas pun tak terdengar, Lisa melihat Queen sedang terpejam dengan sedikit senyum di bibirnya. Tangan kanannya menjulur terkulai hampir menyentuh lantai.
Lisa meletakkan semangkok bubur yang ada di tangannya di atas meja samping tempat tidur Queen, dia memperhatikan wajah Queen yang putih pucat tanpa darah lalu Lisa menunduk memperhatikan tangan Queen yang terkulai lemas dan mengambil tangan itu.
"Gak mungkin! Gak mungkin dia mati secepat ini!" ucap Lisa panik dengan wajah pucat sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya kalau Queen sudah tidak bernyawa lagi.
Lisa meletakkan dua jarinya tepat di lubang hidung Queen dan dia tidak merasakan adanya hembusan nafas, begitu juga saat jari telunjuk dan tengahnya meraba urat nadi yang ada di leher dan lengan Queen sama sekali tidak menunjukkan adanya tanda kehidupan di sana.
"Queen bangun! Jangan bercanda! Ayo bangun buka matamu!" teriak Lisa seperti orang gila mengguncang-nguncangkan tubuh Queen yang sudah tak bernyawa.
Lisa putus asa saat tidak ada respon sama sekali bahkan Lisa sempat melakukan resusitasi jantung paru (CPR) tapi tubuh Queen yang sudah dingin tak merespon sama sekali. Dalam keadaan panik Lisa lalu mengambil handphonenya di kamar dan menelepon Rudi.
"Rud- Rud anak it-itu mati. Gue harus gimana huhuu," suara Lisa gemetaran di sela tangisnya karena panik.
"Tenang! Maksudmu apa? Jangan bicara sambil menangis aku tidak tahu maksud perkataanmu Sayang."
""Queen mati Rud, hiksss. Semalam dia sempat panas tinggi mungkin karena tidur di luar dan kena hujan, Aku takut disalahkan dan ditangkap polisi kalau sampai mereka tahu Aku yang menyuruh mereka tidur di luar." ucap Lisa panik dengan suara gemetaran begitu juga tangannya yang memegang HP.
"Sudah jangan panik, sebentar lagi Aku akan ke rumahmu.' saut Rudi langsung menutup teleponnya.
Lisa mondar-mandir di depan kamar Queen yang setengah terbuka, setiap melihat mayat Queen yang terbujur kaku di atas ranjang bulu kuduknya langsung berdiri merinding dan rasa takut memenuhi pikirannya.
"Lisa! Lisa!" Panggil Rudi begitu masuk dalam rumah Aditya.
"Rud," suara Lisa dengan mata berlinang dan wajah penuh ketakutan.
Rudi langsung memeluk Lisa untuk menenangkannya.
"Aku takut Rud, Aku benar-benar takut. Aku tidak membunuhnya, Aku baru bangun tidur dan begitu Aku masuk ke kamarnya dia sudah tidak bernyawa. Aku bukan pembunuhnya." rancau Lisa tak ingin disalahkan atas kematian Queen.
"Hssttt, tenanglah dan jaga ucapanmu. Jangan sampai ada yang curiga atau bertanya-tanya tentang keluarga ini karena kepanikan mu. Mengerti? Jadi bersikaplah bersedih secara natural agar mereka bersimpati padamu." bisik Rudi di telinga Lisa.
Apa yang dikatakan Rudi benar menurut pikiran Lisa. Lisa menarik nafas panjang untuk menguasai kepanikan yang melanda dirinya.
"Silakan Dok. Tolong diperiksa dengan seksama apakah benar anak itu sudah meninggal." pinta Rudi yang datang bersama seorang dokter.
Dari hasil pemeriksaan dokter penyebab kematian Queen selain karena demam tinggi dan kejang sebelum meninggal juga ada penyebab lain, dokter menjelaskan kepada Lisa dan Rudi bahwa Queen meninggal karena kasus Sudden Unexplained Death of Child (SUDC) atau Kematian Mendadak Anak yang Tidak Dapat Dijelaskan.
Dokter lalu menuliskan surat keterangan kematian yang ditanda tanganinya lalu menyerahkan surat itu kepada Lisa sebelum pergi meninggalkan rumah Aditya.
"Hiiiii hiksss hiksss, Aku harus bicara apa sama mas Adit. Kenapa semuanya mendadak, kenapa nasib sial ini terus menimpaku sejak Aku menikah dengan Mas Adit hiksss hiksss hiksss." keluh Lisa di antara isak tangis.
"Sudah tenanglah, sekarang Aku akan pergi ke rumah Pak RT dan melaporkan tentang kematian Queen sambil menyerahkan surat ini." kata Rudi terlihat tenang.
"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Lisa bingung dengan situasi ini.
"Hubungi pengacara Aditya dan bilang padanya agar mengabarkan kematian Queen pada Aditya, dan jangan lupa beritahu pihak sekolah di mana Queen bersekolah. tunjukkan wajah sedih dan berduka mu untuk menarik simpati para pelayat yang akan datang kemari." perintah Rudi sebelum pergi menuju rumah Pak RT.
Sejak kematian Queen diumumkan melalui pengeras suara di mushola membuat warga sekitar rumah Aditya kaget dan juga heboh. Mereka bertanya-tanya, apa penyebab kematian Queen yang mendadak karena sejak kematian Nirmala rumah keluarga Aditya sering tertutup rapat dan kedua anaknya jarang bermain dengan anak-anak di lingkungan rumah tinggal mereka.
"Perasaan nggak denger ada yang sakit di keluarga itu, apalagi si kecil Queen. Ini kok tiba-tiba mendadak Queen meninggal, sakit apa ya?" celotehan seorang warga yang penasaran penyebab kematian Queen.
"Dan perasaan juga udah lama nggak pernah ketemu sama Mas Aditya sejak dia menikah lagi sama sahabat almarhum istrinya." timpal warga yang lain mulai rame menggunjing.
Sementara beberapa orang bapak-bapak mulai memasang tenda di depan rumah Aditya dan juga bendera kuning di sudut jalan gang menuju rumah Aditya. Beberapa orang pelayat mulai berdatangan suasana rumah Aditya pun mulai rame oleh datangnya para pelayan termasuk para keluarga dekat, tetangga, sahabat dan juga guru serta wali murid di mana Queen bersekolah.
Ayu yang datang bersama guru kelas Queen tidak diberitahu kalau Queen sudah meninggal, Ayu hanya diberitahu kalau Queen sedang sakit dan diminta pulang secepatnya.
begitu turun dari mobil bibir Ayu terasa terkunci dan tatapan matanya nanar kala ada bendera kuning dan tenda terpasang di depan rumahnya.
Jantung Ayu terasa mau copot tapi dia berusaha untuk tenang, Ayu mempercepat langkahnya setengah berlari dia menerobos kerumunan para pelayat yang berjejer berdiri dan sebagian duduk di depan pintu pagar rumahnya.
"Siapa yang meninggal? Tante! sapa yang meninggal?!" teriak Ayu dari luar pagar rumahnya.
"Ayu tenang," seru Salma salah satu kakak Aditya.
Begitu Ayu sampai di pintu masuk rumah, pandangan mata Ayu jatuh pada sebujur tubuh mungil a yang di tutupi oleh kain batik warna gelap di kelilingi oleh beberapa orang ibu-ibu pelayat.
Deg
Detak jantung Ayu serasa berhenti dengan pandangan mata kabur karena air mata yang memenuhi kedua bola mata itu. Ayu duduk bersimpuh dengan pandangan lurus menatap sebujur tubuh mungil, perlahan tangan kanannya terulur gemetaran membuka bagian atas kain batik yang menutupi tubuh itu.
Begitu tersingkap kain itu setengah bagian wajahnya, Ayu langsung teriak histeris.
"DEDEKKKK! HUUUU...GAK MUNGKIN INI GAK MUNGKIN DEDEK! DEDEK BANGUN DEK! JANGAN TINGGALIN KAKAK!! HUUUU...!" pekik Ayu dengan tangan gemetar dan cucuran air mata menangis sejadinya memeluk tubuh Queen yang sudah tak bernyawa lagi.
Pandangan Ayu makin kabur dan ruangan terasa berputar lalu tiba-tiba dunia Ayu terasa gelap.
Bagaimana kisah pilu Ayu setelah kepergian Queen? Next ikutin episode berikutnya Kaka 🙏
duh ngeriiiii, pembully an, kekerasan, obrolan serampangan
masih ada typo
duhh anak sekarang ngerii pintar tapi gak ada norma dan atittude jadi nya gitu bisanya mbully omongan nya ngabsen Kebon binatang
dan Lisa... tunggu karmanya