NovelToon NovelToon
Bukan Pengantin Pengganti

Bukan Pengantin Pengganti

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pernikahan Kilat / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:447.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ni R

Dibandingkan sejak kecil, di anggap sebagai anak pembawa sial dan anak tak berguna membuat kehidupan Maheera sangat menderita. Orang tua yang seharusnya memberikan kasih sayang dan perhatian justru selalu menyalahkan Maheera atas meninggalnya sang kakak yang bernama Kinara.

Kehidupan Maheera semakin menderita di saat sang kakak memberinya amanah untuk menikah dengan calon suaminya yang bernama Shaka. Sekeras apa pun Shaka dan Maheera menolak, tapi tetap saja Kinara ingin adiknya menikah dengan Shaka sebagai pengantin pengganti dirinya.

Akankah Shaka mampu mencintai Maheera seperti ia mencintai kinara? Apakah rumah tangga mereka bisa bertahan atau hancur di tengah jalan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 13

"Maheera....!" Panggil Gusti menghentikan langkah Maheera saat gadis ini ingin pulang.

"Iya, pak. Ada apa?" Tanya Maheera dengan binar mata menahan kantuk.

"Masalah gelas sore tadi tidak usah kamu ganti. Saya tahu kamu gak salah," ucap Gusti yang saat ini tengah bersandar di pintu utama cafe.

"Tapi pak, nanti bapak rugi. Tidak apa-apa kalau di potong dari gaji saya." Kata Maheera kekeh.

"Gak gak apa-apa. Ya udah, kamu boleh pulang." Ujar Gusti.

Maheera hanya tersenyum kemudian gadis ini pun pamit pulang. Butuh waktu lima belas menit berjalan kaki dari cafe menuju kontrakan.

"Maheera,...!!" Panggil Gusti kembali menghentikan langkah gadis ini.

"Sudah larut malam, masuklah. Biar saya antar kamu sekalian." Titah Gusti.

"Gak usah pak, deket kok!" Tolak Maheera.

"Udah, masuk aja. lihatlah, jangan sepi. Kalau kamu kenapa-kenapa, bagaimana?" Gusti menakuti.

Maheera memandang ke sekelilingnya yang tampak sepi, bulu kuduk gadis ini tiba-tiba saja berdiri.

"Serius pak, gak apa-apa?" Tanya Maheera yang merasa tidak enak hati.

"Iya, ayo masuk!"

Mau tidak mau Maheera masuk kedalam mobil Gusti. Bukan satu dua kali Gusti menawarkan bantuan seperti ini, sudah sering ia mengantar Maheera pulang.

Singkat cerita, satu tahun telah berlalu dan sampai sekarang tak sekalipun Maheera pulang ke kota S. Sampai detik ini juga Shaka belum menemukan Maheera.

Hubungan Maheera dan Gusti semakin akrab sampai membuat kedua teman kerjanya semakin iri pada Maheera.

"Besok libur bulanan cafe, kamu mau kemana?" Tanya Gusti pada Maheera.

"Istirahat aja pak," jawab Maheera.

"Loh, gak pergi sama Dimas?" Tanya Gusti penasaran.

"Enggak pak, Dimas mau pergi jalan-jalan sama pacarnya."

"Oh, bagaimana kalau kamu pergi sama saya?" Tawar Gusti, pria tampan ini sebenarnya sudah jatuh hati pada Maheera sejak gadis ini masuk bekerja.

"Kemana aja yang kamu mau, gimana?"

"Nanti saya pikir-pikir lagi pak."

"Hubungi saya!" Seru Gusti.

Gusti pun pergi untuk meninjau cafe miliknya yang lain. Susi yang tidak suka pada Maheera langsung melabrak Maheera.

"Dasar ganjen!" Umpat Susi.

"Siapa yang kau maksud ganjen?" Tanya Maheera kesal.

"Menurut mu siapa hah?" Sergah Susi. "Aku sudah lama mengincar pak bos. Bisa-bisanya kau mendekati dia. Heh, Maheera. Aku peringatkan ya, jauhi pak Gusti. Kalau perlu, keluar dari cafe ini."

"Wah, mulut perempuan satu ini minta di rajah." Ucap Dimas yang geram. Untung saja Dimas selalu membela Maheera apa pun yang terjadi.

Susi memutar bola matanya malas, perempuan ini beranjak pergi karena ia sudah tahu pasti kalah jika berdebat dengan Dimas.

"Maheera, sebenarnya kau dan pak Gusti sangat cocok. Aku merasa jika pak Gusti suka sama kamu." Ucap Dimas menebak.

"Ya enggaklah, mana mungkin pak Gusti suka sama aku. Lagian, aku tidak akan pacaran atau menikah." Sahut Maheera membuat Dimas kebingungan.

"Kenapa?" Tanya Dimas singkat.

"Ya gak apa-apa. Enak sendiri." Jawabnya.

Gadis yang penuh dengan luka hati ini, tiba-tiba saja teringat perlakuan kasar keluarga dan suaminya. Sejak Maheera memutuskan untuk pergi, banyak hal baru yang ia temui tentang kebahagiaan dirinya sendiri.

Sementara itu, sampai dengan hari ini Elina masih suka mengejar Shaka, memaksa pria itu untuk jadi suaminya tapi tetap saja Shaka kekeh bertahan menunggu kepulangan Maheera.

"Sudah satu tahun Maheera pergi, apa yang kau harapkan dari perempuan tidak jelas itu?" Hesti bertanya pada anaknya.

"Mah, aku telah menyakiti Maheera dengan sangat dalam sampai dia pergi seperti ini. Menurut mamah, apa aku salah jika aku menunggu dia sebab aku ingin meminta maaf dan memperbaiki semuanya?"

"Shaka, mamah hanya ingin kamu bahagia. Mamah ingin melihat kamu menikah dan punya keluarga. Jika kamu tidak menyukai Elina, tidak apa-apa. Kamu bisa mencari perempuan lain." Ujar Hesti yang mengalah.

"Selain pada Kinara, kini cinta ku telah berpindah pada Maheera. Aku dan keluarganya telah begitu kejam melukai hatinya sampai dia ingin mengakhiri hidupnya. Mah, tolong mengerti perasaan ku." Pinta Shaka dengan mata berkaca-kaca.

Hesti hanya diam, keras kepala anaknya sungguh tak bisa ia luluhkan.

"Jika Maheera sudah meninggal, tapi di mana jasadnya? Dan jika dia masih hidup, di mana dia sekarang? Shaka, mamah sudah lelah menasehati mu, nak."

Shaka tertunduk diam, setahun lamanya ia tak melihat Maheera bahkan sampai dengan detik ini Shaka selalu terbayang-bayang dengan perasaan bersalah pada istri siri-nya itu.

Senja jingga di atas bumantara, bertabur bunga di atas pusara yang telah lama mengubur cinta Shaka. Pria ini duduk sambil mengusap batu nisan Kinara.

"Kinara, dulu kau yang meminta aku untuk menikahi adik mu dan kau meminta agar aku menjaga serta membahagiakan dia. Tapi, hanya luka yang aku tancapkan dalam benaknya sampai dia pergi entah kemana. Kinara, jika kau benar-benar merestui pernikahan ini, tolong bantu aku untuk menemukan Maheera." Ucap Shaka dengan suara bergetar penuh harap.

Semesta benar-benar menghukum Shaka dengan rasa penyesalan yang begitu dalam.

"Shaka....!!" Sapa suara yang tak asing di telinga Shaka.

Shaka menoleh kebelakang.

"Pah....!" Lirihnya saat ia melihat pak Banu.

"Rindu ya sama Kinara?" Tanya pak Banu yang ikut duduk di samping Shaka.

"Aku sedang merindukan Maheera." Jawab shaka membuat pak Banu terkejut. Hati pak Banu seketika perih mana kala ia mengingat anak perempuannya yang entah berada di mana.

"Setahun sudah Maheera pergi, dia pergi membawa luka di hati sedangkan kita yang di tinggalkan hidup dalam penyesalan." Ucap pak Banu lalu ia menarik nafas panjang.

"Setahun sudah Maheera pergi, apa kita lapor polisi aja, pah?"

"Jangan," tolak pak Banu. "Papa takut jika Maheera tahu dia akan panik dan pergi lebih jauh lagi." Imbuhnya.

Shaka menghela nafas pelan, di tatapnya langit senja yang mulai gelap terasa. Sampai matahari terbenam, kedua pria ini masih betah berada di atas makam Kinara.

Tak ada kenangan manis yang di bawa Maheera selain sakit di hatinya. Tidak ada hangatnya keluarga apa lagi cinta suami yang ia dapat untuk menjadi alasan Maheera pulang. Segalanya tentang luka, hanya luka dan derita sampai Maheera pergi untuk mengejar bahagia.

"Seberapa jauh kau pergi, Maheera? Sekali saja, pulanglah. Aku telah merindukanmu, aku telah mencintaimu dalam penyesalan yang tak bisa aku jelaskan." Ucap Shaka sebelum pria ini melajukan mobilnya.

Setetes air mata kerinduan jatuh membasahi pipi, sebagai seorang laki-laki Shaka telah gagal menjadi suami meskipun pada awal ia sama sekali tidak menyukai Maheera.

1
Safitri Agus
terimakasih Thor 🙏🥰
Anonim
Saka laki2 bajungan, semoga semua diana , banu, dan saka kena karmanya lbh sakit dan tolong thor jgn buat mahera cepay kasih maaf biar mereka merasa bagaimana luka hatinya
Anonim
Pak banu, itu isi celana ya di potong aja kok anaknya di siksa diam, kalau emang anak kandung bela dong kasih peringatan sama istrinya kecuali itu anak kandubg tapi ibu sambung , biasa lebih sayang istri dari pada anak😁🤬
Rita Juwita
luar biasa...
my_
ᎪՏᏞᏆ.. ini cerita pertama yg bikin sy jd mewek bacanya... 😭😭
Andhista
💯
🧟‍♂️🧟‍♂️
banyak drama sekali ini cerita
🧟‍♂️🧟‍♂️
aneh sekali perempuan satu ini, bapaknya memohon untuk tinggal sok soan nolak, Hilih mati sok juga menangis puki lahh
Fi Fin
lah aneh ya Saka kan tau gimana jahat nya Mama Diana ke Mahira looh kok jadi ikut2an jahatin Mahera
Halimatus.s
Luar biasa
antha mom
makasih thor ceritanya bagus 👍👍
antha mom
jelas maheera kecewa ayah yang seharusnya tempat berlindung untuk anaknya tapi malah mengecewakan anaknya, dihina di caci maki sama ibu sambung nya yang notabene maheera tdk tau kalo itu ibu tiri nya, tapi pak banu TI berani membela anaknya 😭
antha mom
sayang sayang,,kau salam satu yang membuat istri mu kabur sekali pun tidak ada cinta kalau sudah menikah ya saling menerima takdir dan cinta akan tumbuh dengan berjalan nya waktu,
antha mom
ngatain pak banu dan Diana gila.
lah kamu Sakha sebutan apa yang pantas untuk mu
antha mom
Diana apa ada seorang ibu seperti mu,, orang tua yang jahat,
INtan.C.H
ceritanya kerennn,padat,singkat dan jelas
Dyah Oktina
menyelakai # menceritai thor
Dyah Oktina
maksut piala di sini apa ya thor???
Dyah Oktina
ngapain kasih kabar ya heera.. sakit hatimu dah sedalam jurang tak bertepi.. 🤭
Dyah Oktina
pengunjung thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!