WARNING!!! cerita ini mengandung banyak kata-kata kasar ya
Masa remajaku kini hancur, bagaimana tidak diusia yang masih muda, aku sudah memiliki seorang suami.
Semua ini terjadi karena perjodohan konyol yang dilakukan oleh orang tuaku dan dia adalah KEVIN PRATAMA seorang dokter tampan yang mampu menghipnotis kaum hawa karena karismanya, akan tetapi di balik ketampanannya ada sikap dingin dan kejam yang ia lakukan.
Dan karena perjodohan ini, aku terpaksa putus dengan orang yang sangat kucintai selama 3 tahun terakhir. hubungan kami hanya berlangsung beberapa jam dan kandas ditengah jalan.
apakah yang terjadi selanjutnya?
apakah Aku akan kembali ke sang mantan atau malah jatuh cinta pada suamiku? atau bahkan mendapatkan penderitaan karena perjodohan ini?
Penasaran? ikuti kisahku 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon israningsa 08., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sudah jadi Mantan
Ketika sampai, Aku melirik kekanan dan kekiri mencari seseorang yang kukenal tapi batang hidungnya saja belum ku temukan sepagi ini
"Dita..., mereka kemana? " tanyaku bisik-bisik
"Maksud lo, David, Willy dan Lena?"
"Mmmhkk" aku mengangguk
"kalau David dan Lena sihh mungkin masih ngorok dikasurnya, maklum lahh mereka kan ada yang baca komik ada yang main game jadi pastinya mereka begadang lagi dehh, tapi kalau Willy gue sihh kurang tau ya, Ehh tapi bukannya kalian biasa datang bareng ya? Kok kali ini dia ngak sama lo ? " tutur Dita membuatku gugup.
"Gu-gue ngak tau!" jawabku was was
"Lo kok gagap ya?" tanyanya heran
"Gu-gue haus gara-gara lari kesini tadi!" acapku dengan alasan namun dia dengan mudahnya langsung percaya.
"Ohhh kalau gitu kita ke kantin aja dulu," usul Dita membuatku langsung mengangguk.
Di kantin aku melihat orang yang ingin sekali untuk ku temui untuk meminta maaf dan menjelaskan semuanya, dia Willy, aku kaget dia datang sedari pagi namun, tak mengajakku untuk berangkat bersama kesekolah. Dan yang lebih membuatku kesal adalah dia makan dengan seorang cewek cantik.
Batinku rasanya sesak sekali melihat pemandangan ini, kutekan dengan keras dadaku, tangisku rasanya ingin pecah, aku ingin sekali menghajarnya, kita baru saja putus namun dia sudah memiliki penggantiku,
Tapi apalah dayaku yang sekarang sudah menjadi koleksi mantannya.
"Willy...?, jadi lo udah dateng? Kita cariin lo dari tadi ehh ternyata lo disini nji*r" ujar Dita tapi sepertinya Willy tak memperdulikannya, sedangkan aku kehilangan kata-kata, aku hanya bisa diam membisu menyaksikan mereka, permintaan maaf yang ingin ku sampaikan kepada dia sepertinya tak penting bagi dia.
"Sayang!, kita pergi aja yuk! " ajak Willy kepada pacar barunya yang langsung dianggukan oleh dia, lalu melangkah pergi tanpa memperdulikan kehadiran kami.
Sekejam itukahh kau Willy, aku masih sangat sakit kita putus, tetapi kau..., kau sudah memanggil orang lain lagi dengan sebutan sayang!, aku membencimu sekarang" batinku.
"Wahhh (kesal), udah mulai sombong lo yahh!, baru aja punya pacar cantik udah lupa sahabat? " teriak Dita di sela-sela langkah mereka.
"Teman bang*at lo Will! " teriaknya lagi namun dia masih tak menoleh
"Sudahlahh Dita" ucapku memenangkan.
"Guee emosi banget lihat dia Sal, dia tuhh nggap kita ini sahabatnya ngak sihh?, dia main pergi aja, padahal dia lihat kita dan dia bahkan ngak nyapa?" tutur Dita tambah emosi.
"Sepertinya dia perlu dihajar Sal! "lanjut Dita dengan mengepalkan tangannya mengambil ancang-ancang.
"Dita, lo jangan ngawur dehh, sebentar lagi kita udah mau ujian..., lo mau masuk BK?"
"Ehhh iyasihhh, ngak jadi dehhh ngehajarnya gue pending dulu!" aku merasa lega karena masalah yang ku akibatkan tak perkepanjangan namun disisi lain aku merasa sangat bersalah karena persahabatan kami mungkin tak seperti sebelumnya lagi.
"Ehhh tunggu dulu, lo tadi lihat ekspresinya ngak, dia kok kayak marah banget ya sama kita? " ujar Dita membuatku tambah gugup. Kukira sahabatku yang satu ini tak akan bertanya banyak hal tetapi dia menyadari ada yang lain dari sikap willy.
"Apasihhh gue ngak lihat kok, mungkin dia lagi punya masalah sama keluarganya, lo tau kan dia itu boros jadi mungkin uang jajannya lagi dipotong! " jawabku dengan alasan.
"Enggak-ngakkk dia tuhh kalau lagi boke ngak kayak gini, kan lo tau juga dia kalau uangnya ngak ada pasti minta di traktirin sama kita! " hal ini membuatku sangat panik rasanya keringat dinginku bercucuran keluar
"Ehhhhh" aku hanya bisa tercengang oleh pertanyaan itu
"Apa jangan-jangan ada yang terjadi sama kalian dibelakang gue ya?" ucap Dita mulai curiga denganku
ga ada dewasa² nya ini novel