NovelToon NovelToon
Takdir Seorang Istri

Takdir Seorang Istri

Status: tamat
Genre:Poligami / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.4
Nama Author: Mikim17

Arga wahyutama dan Serina menjalani masa-masa pernikahan selama Lima tahun awalnya pernikahan mereka baik-baik saja sampai dimana saat Arga dan keluarganya sangat menginginkan seorang penerus namun Serina belum bisa memberikan nya, sikap semua orang berubah hingga Serina tidak lagi mengenal suaminya.

Hingga suatu hari Arga mengatakan padanya jika ia tengah menikah kembali dengan sekretaris nya sendiri membuat hati nya hancur berkeping-keping.

Di saat Serina ingin memberi kabar kehamilan nya pada Arga justru ia harus menelan pahit kehamilan nya saat Istri kedua Arga juga tengah mengandung.

Mampu kah serina bertahan dan menyembunyikan kehamilan nya sari Arga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mikim17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Persiapan dan Orang asing

Suasana di dalam mobil pribadi milik Arga terasa mencekam untuk Serina, bisa dia rasakan tatapan menghunus yang di lontarkan Arga lewat kaca langsung mengarah ke wajahnya yang memang duduk di bangku tengah seorang diri.

Kejadian beberapa saat lalu yang terjadi di kediaman Wahyutama lah yang membuat suasana menjadi seperti sekarang, Serina tau betul jika Arga sedang menahan emosi sekarang bahkan Pak Toni yang biasa mengantar dan menjemput mereka Arga usir, pria itu bilang ingin menyetir sendiri.

"Kamu sengaja kan?"

Serina menatap Arga yang melontarkan pertanyaan yang terasa seperti pernyataan itu dengan bingung. "Sengaja?" ulanginya heran.

Mobil yang mereka kendarai berjalan dengan perlahan seakan Arga sengaja mengulur waktu untuk menyidang nya.

"Tidur di Ruang tamu, padahal banyak kamar kosong di rumah mama dan papa"

Oh, sekarang Serina tau letak kemarahan Arga.

"Seharusnya Mbak tidak boleh seperti itu, jika ingin menarik simpati orang-orang lebih baik mbak mengabulkan apa yang  orang-orang rumah inginkan" Jessie menimpali perkataan Arga memojokkan dirinya.

Wanita itu menyindirnya Serina tau betul apa maksud dari perkataan Jessie barusan, seharusnya ia Memberikan penerus bagi keluarga Wahyutama, begitulah kira-kira maksud perkataan Jessie.

"Tidak Mas, tadi malam aku tidak bisa tidur jadi pindah ke ruang tamu untuk menonton TV" Jawabnya berbohong, padahal alasanya rela tidur di tempat tidak nyaman adalah karena Arga dan Jessie.

"Kamu pikir Saya bodoh? perkataan Jessie benar! kamu berniat menarik simpati yang membuat semua orang salah paham pada Jessie dan Saya! benar kan?" Sentak Arga, tanpa pikir panjang. Jessie yang merasa Arga membenarkan perkataanya tersenyum sinis.

Serina menatap Arga lewat kaca spion dengan pandangan tidak percaya se-buruk itukah Serina di mata Arga saat ini? kemarin sebelum mereka berangkat ke rumah Mertuanya Serina mengira jika hubungannya dan Arga sedikit membaik, tapi sepertinya dia salah Arga tidak berubah.

"Terserah Mas dan Jessie mau berfikir apapun, yang pasti aku sudah menjelaskan alasannya" Ucap Serina final, Wanita itu membuang wajahnya ke samping tidak ingin menatap wajah Arga yang sangat menjengkelkan menurutnya.

Mereka sampai di rumah tiga puluh menit kemudian, Arga berjalan lebih dulu bersama dengan Jessie meninggalkan Serina di belakang sana yang tengah menatapnya sendu.

"Sayang sepertinya kita harus pergi lebih cepat dari yang di jadwalkan" Gumam Serina sambil mengusap perutnya.

.

.

Hubungan Serina dan Arga akan berakhir sekarang hanya menunggu sampai surat-surat perceraian yang Serina urus dan mereka akan benar-benar selesai, entah kapan terakhir kali Serina melihat wajah suaminya itu karena Arga lebih sering mengajak Jessie untuk keluar rumah daripada harus bertemu dengan nya setiap hari.

"Terimakasih banyak Naura, entah bagaimana aku bisa mengurus Kedai tanpa bantuan mu."

'.......'

"Hem... baiklah aku tutup teleponnya"

Sudah seminggu sejak Kedai makanan  yang Serina dirikan sejak dua bulan lalu beroperasi sepenuhnya, Naura adalah karyawan pertamanya yang membantu Serina mengelola toko kecil itu, walaupun tidak besar tapi Serina sangat bersyukur saat banyak orang-orang yang menyukai kedainya.

Selama ini dia berjuang sendiri tanpa bantuan Arga, banyak sekali ketakutan yang dirasakannya apalagi ini adalah pertama kalinya Serina membuat sebuah usaha, tanpa sepengetahuan Arga. Persiapan untuk berpisah dengan Arga hampir selesai 100% hanya tinggal mengurus surat perceraian saja.

Usia kandungannya hampir menginjak Empat bulan dan perutnya yang semakin membuncit akan membuat Arga curiga, Serina harus pergi segera dari rumah ini.

"Sssh.."

Serina memijit keningnya yang tiba-tiba terasa pening, padahal waktunya membuat makan malam tapi kondisi tubuhnya tidak terasa baik-baik saja, pekerjaan berat yang ia lakukan belakangan ini membuat nya kelelahan di tambah dia juga haus mengurus Jessie yang banyak mau membuat tenaganya banyak terkuras.

"Mbak! makan malamnya belum siap? Sebentar lagi Mas Arga pulang!"

Benar saja Jessie selalu bersikap seperti nyonya rumah belakangan ini, dia hanya akan menyuruh Serina ini itu dan Wanita itu akan bersikap seolah dirinya lah yang melakukan semuanya.

"Jessie, kepala Mbak sakit"

Jessie menatap Serina tajam "Memangnya aku peduli? pokonya makan malam sudah harus sudah siap saat aku turun kebawah" perintahnya lalu berlalu pergi dari dapur.

Dengan menahan rasa sakit di kepalanya Serina mulai menyiapkan bahan-bahan untuk memasak, tidak lama kemudian makanan yang Serina masak sudah siap seluruhnya di atas meja, tepat setelah Serina mengambil air untuk minum Jessie datang sambil menggandeng lengan Arga.

"Mas pasti lelah kan? sebaiknya makan dulu"

Kepalanya yang semain sakit membuat Serina tidak terlalu memperdulikan sekitar, wanita itu baru saja akan meninggalkan dapur untuk pergi ke kamarnya sebelum Jessie memanggilnya.

"Mbak belum menyajikan makanannya loh, kenapa main pergi-pergi saja?!"

Dengan sisa-sisa tenaga yang dia miliki Serina mengambilkan makanan untuk Arga dan Jessie.

Arga tidak buta untuk melihat kondisi istri pertamanya yang tidak baik-baik saja itu, tubuh wanita yang dulunya berisi sekarang terlihat lebih kurus dari terakhir kali ia lihat, bahkan wajah yang biasanya tersenyum walaupun dia tidak peduli itupun terlihat sangat pucat.

Selesai dengan pekerjaannya Serina berniat untuk pergi, namun baru saja ia melangkah tidak sengaja kakinya menyandung sebelah kaki Jessie yang terulur.

"Akh!"

Grep!

Untung saja Arga cepat menangkap tubuh lemah Serina sebelum istri pertamanya itu jatuh kelantai.

"Mbak punya mata apa tidak sih?! kaki aku sakit nih!"

Sadar dengan posisinya yang berada di pelukan Arga membuat Serina dengan tiba-tiba mendorong tubuh besar suaminya itu menjauh.

"Maaf! a-aku tidak sengaja" Ucapnya dengan cepat

Arga yang melihat reaksi penolakan dari istrinya itu hanya menatap dengan heran, apakah Serina tidak menyukai bersentuhan dengannya sekarang?, Arga menatap tangannya yang dia gunakan untuk menangkap tubuh Serina tadi. ada perasaan asing yang membuat dadanya berdesir hebat.

Serina panik saat Arga menyentuh tubuhnya dia khawatir jika pria itu sadar dengan perubahan bentuk perutnya yang membesar.

"A-aku permisi"

Menatap kepergian Serina dengan pandangan yang tidak bisa di artikan Arga menyentuh dadanya, ada apa dengannya?.

"Mas! ayo makan"

Di tempat lain Serina duduk di kasur dengan hati-hati rasa sakit di kepalanya belum juga menghilang bahkan kali ini terasa sangat sakit.

"Astaga, ada apa dengan ku" Gumamnya lirih.

Usai meminum obat pereda nyeri Serina menutup tubuhnya dengan selimut kemudian memejamkan matanya dengan erat berharap saat besok ia bangun dalam keadaan yang lebih baik dari sekarang.

Malam semakin larut Serina sudah terlelap sejak beberapa jam yang lalu, kondisi kamarnya sangat lah gelap gulita sekarang hanya cahaya rembulan yang menyinari kamar itu.

Klek!

Bunyi knop pintu yang terbuka terdengar nyaring saking sunyi nya kamar yang Serina tempati.

Langkah kaki seseorang berjalan perlahan mendekati ranjang yang Serina tiduri melangkah jauh lebih dekat hingga tubuh yang terselimuti oleh kegelapan itu duduk di sebelah Serina yang tengah tertidur.

Lengan nya perlahan naik untuk mengusap wajah yang selama ini ia rindukan ia menyingkirkan rambut-rambut halus yang menghalangi wajah cantiknya, Serina yang memang tertidur lelap akibat efek obat yang ia minum membuatnya tidak sadar jika seseorang berani menyentuh wajahnya dalam tidur.

"Aku merindukan kalian" Ungkapnya tulus.

TBC.....

1
Alina Bams
sampah
Saya Sayekti
awas d tukar
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Heny
Hrs nya serina dicarikan jodoh
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya.🙏

Hai Kak, Baca juga di novel ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, atau klik profil ku, Terimakasih 🙏
total 1 replies
Heny
Knp alur nya begini hrs nya serina gk ketemu lg sm arga
Heny
Serina cari kebahagiaan mu sendiri pergi yg jauh
Heny
Arga gk setia
Nur Laela
p
Nurjana Bakir
jangan2 bukan anaknya arga
Nurjana Bakir
tinggalkan sj
Nurjana Bakir
deru
ani widiarti
Serina kok jadi menyebalkan dah tau mantannya suka nekad malah datangi rumahnya
lovina: hahaahh, namanya jg crita g masuk akal jd suka2 author buat cerita yg g jls,konfliknya g jls dan wanitanya nnti bego balikan...ngasal buat critanya..
total 1 replies
ani widiarti
kenapa Serina sangat bodoh...dah tau mau lepas dr Arga kenapa g pergi diam diam tanpa meninggalkan jejak ?
Vindy swecut
keren
Rismawati Damhoeri
kapan nih arganya nyesel?..
ayu cantik
suka
falea sezi
ending nya gk bgt di sakitin segitu rupa balikan astaga konslet otak nya ne cewek
falea sezi
wanita bodoh di khianati di caci maki di hina masih mau balik hmmmm
lovina: authornya kan rada2 biasa jg hasil comot dari novel lain, ya kali crita gini hasil pemikiran authornya..
total 2 replies
falea sezi
klo liat kek gini dia kn akhirnya lumpuh klo q mah buang aja laki dajjal
falea sezi
novelg jelas paling bloon
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!