NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Sang Pembalap

Terjerat Cinta Sang Pembalap

Status: tamat
Genre:Komedi / Cintapertama / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:324.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nofiya Hayati

Dimohon jangan spam like dan komen karena bisa menurunkan performa karya. Terima kasih.

'Cinta gila' sebuah label yang selalu tersemat cantik pada seorang Jesslyn. Dia mengejar, menggoda, dan bahkan menguntit demi menggait hati seorang pemuda tampan tapi terlampau dingin bernama Jeaven.

'Aku ingin menjadi istrimu' kalimat ini bahkan sering berselancar mulus dari bibir mungil Jesslyn semenjak kecil. Namun penolakan Jeaven selalu diterimanya.

Kecewa? Tentu saja. Apa lagi bagi Jesslyn yang sedang dimabuk asmara.

Menyerah? Ah! Lemah! Jesslyn tidak akan mudah menyerah. Kendati Jeaven sering membuat hatinya patah.

Namun, sebuah insiden tidak terduga merubah semuanya.

"Anggap saja kejadian semalam tidak pernah terjadi. Segera hapus dari ingatanmu," ucap Jeaven dengan aura dingin setengah menitah.

"Bagaimana bisa kau berkata seperti itu setelah merenggut keperawananku?" Jesslyn sangat marah.

~~
Spin of:
Pernikahan Kontrak Jeff Dan Jenn
Cintamu Menjadi Can

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nofiya Hayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengagum Rahasia

"Hai, Verlin. Sudah lama tidak bertemu." Jennis yang pertama menanggapi sapaan Verlin.

Verlin tersenyum manis dan ramah. "Bagaimana dengan kesehatanmu?"

"Aku baik, seperti yang kau lihat."

"Syukurlah." Wanita berparas anggun itu menoleh ke arah Jesslyn yang sedari tadi tak bersuara.

Ia sebenarnya menyadari tatapan tidak suka Jesslyn yang terpampang samar-samar di depan mata. Akan tetapi, dia mencoba memaklumi saja, karena tahu bahwa wanita itu selalu cemburu akan keberadaanya di sekitar Jeaven, si tuan muda.

"Hai, Jesslyn. Apa kabarmu? Kau masih saja cantik." Verlin masih berusaha bersikap baik, menciptakan suasana nenjadi lebih hangat.

Memaksa bibir untuk tersenyum sebagai tanggapan, kendati Jesslyn sering merasa tidak nyaman melihat keberadaan Verlin di sekitar Jeaven, tapi dia juga tidak mungkin mengumbar rasa tidak sukanya hanya karena atas nama cemburu. Ditambah lagi selama ini wanita yang bekerja sebagai manajer pribadi Jeaven itu selalu bersikap baik dan sewajarnya saja.

Hah! Rasanya ia memang tidak punya hak untuk protes.

Jeaven melirik ke arah arloji mahal yang menghiasi pergelangan tangannya, merasa heran karena kedatangan Verlin terlalu pagi menurutnya. "Apa ada hal penting lainnya hingga kau datang lebih awal?"

"Tentu saja. Sebelum menyapa kalian di sini, tadi aku terlebih dahulu menemui tante Jenny untuk mengantar titipan minuman herbal dari ibu pengasuh panti, sekalian aku juga ingin melepas rindu kepada keluarga Allison," jelas Verlin.

Bukan untuk mencari muka, tapi memang begitulah adanya. Sosok Verlin juga sudah dianggap seperti keluarga. Jadi sudah wajar jika wanita itu terlihat cukup dekat dengan semuanya.

"Kalian berdua nanti mau ke mana?" Tanya Jesslyn yang sudah sangat hafal bahwasanya Verlin memegang jadwal kegiatan Jeaven selama cuti musim MotoGP.

Verlin sudah membuka sedikit bibirnya untuk kembali menjawab, tapi terurungkan karena Jeaven tiba-tiba menyela.

"Aku pikir kau tidak perlu tahu jika hanya untuk berulah lagi," ucap Jeaven dingin.

"Aku ikut ya, janji akan bersikap anteng dan hanya duduk manis." Jesslyn membujuk. Terus terang ia tidak rela membiarkan Jeaven dan Verlin pergi berdua.

"Aku tidak mengijinkan."

"Please ...." Jesslyn masih merayu, memasang mimik puppy eyes.

"Jesslyn." Pria tampan itu menatap datar wajah Jesslyn yang masih mengemis ijin darinya.

"Iya."

"Sebaiknya kau urus saja ponselmu itu. Berisik sekali," saran Jeaven karena benda pipih milik Jesslyn itu sedari tadi menjerit minta dijamah.

Usai itu Jeaven melirik ke arah Jennis, si adik. "Bukankah kau juga harus bersiap-suap kuliah?" Imbuhnya lagi untuk mengingatkan sebelum melenggang pergi dari sana dan diikuti Verlin.

"Jess, apa kau baik-baik saja jika aku tinggal duluan?" Jennis bertanya dengan perasaan berat hati.

"Tidak apa-apa, aku juga sebentar lagi akan pergi." Jesslyn menjelaskan.

"Ya sudah."

"Kyaaaak! Jennis, kau ini benar-benar ya!" Sembur wanita itu setelah Jennis dengan usil mencium pipinya tanpa permisi.

Ingin marah tapi pemuda itu sudah kabur duluan. Meski dari kejauhan gelak tawa puasnya masih terdengar.

Jesslyn gegas melihat ke arah ponselnya dan melihat nama Monica tertera di sana.

"Halo?" Sapa Jesslyn terlebih dahulu dan mulai mendengarkan.

"Apa kau gila?! Ini sudah jam berapa dan kenapa belum datang juga? Apa kau lupa kalau hari ini akan ada rapat penting perihal pembahasan desain produk baru bersama tuan Presedir?" Sembur Monica dari balik sambungan telepon, membuat Jesslyn reflek menjauhkan ponselnya dari telinga.

"Iya iya! Aku akan segera meluncur ke kantor!" Sembur balik Jesslyn lalu mematikan secara sepihak panggilan telepon.

Dilihat jam digital yang menghiasi layar ponsel, dan di saat itu juga kedua matanya seketika membola. "Ya Tuhan ... aku sudah terlambat 10 menit. Alamat aku bakal ditelan bulat-bulat sama Presedir."

Wanita blonde itu langsung mengambil langkah cepat untuk mengejar waktu, keluar dari mansion Willson dan kembali ke kediamannya sendiri. Cukup melelahkan memang, meski dua bangunan megah itu terletak bersebelahan, tapi luas halaman yang harus dilewati setara dengan 10 bangunan rumah berukuran standart.

"Permisi Nona Jesslyn."

Ayunan tungkainya tiba-tiba terhenti kala seorang security yang berjaga di depan gerbang menyapa dan mendekatinya.

"Iya, Pak Bavol. Ada apa?" Balas si nona muda sembari mengatur napasnya yang masih tersengal-sengal.

"Ini, Nona. Paketan untuk anda baru saja datang beberapa saat yang lalu." Bavol mengulurkan sebuah bingkisan tanpa nama pengirim kepada anak majikan besarnya itu.

"Ah? Terima kasih, Pak." Jesslyn langsung menerima benda tersebut dan kembali berjalan menuju bangunan rumah.

Di dalam kamar, Jesslyn masih menyempatkan diri untuk melihat isi bingkisan yang selalu ia terima setiap minggu itu. Kedua sudut bibirnya tertarik ke atas, membentuk sebuah senyuman saat sebuah benda imut kesukaan terpampang di depan mata.

"Cantik sekali ... kali ini dalam bentuk gantungan kunci." Jesslyn menatap kagum sebuah dream catcher berhias manik-manik mungil dan bulu angsa putih tersebut.

Ia lanjut membaca sebuah kertas kecil yang berada di dalam kotak.

Meski musim salju tiba, jangan resah. Malammu akan tetap ditemani mimpi indah. Percayalah.

Usai membaca tulisan tersebut, Jesslyn memutar leher ke salah satu sudut ruang kamarnya yang luas. Hingga ratusan dream cacther yang menghiasi dinding menyapa tatapan matanya.

"Siapa kau sebenarnya?"

Bersambung~~

1
falea sezi
mati aja si jenis baru sandungan bgt deh
Amber wong
😅😅😅😅😅
Amber wong
Keren ceritanya, bahasanya bagus dan teratur, Semangat Thor, lanjutkan karyamu yg baru dan lebih seru lagi💪💪💪🥰🥰🥰
Nofi Kahza: makasih ibuk..🥰
total 1 replies
Amber wong
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Amber wong
😅😅😅😅, ngga mau lepassss
Amber wong
Ngga sengaja, kasihan cwe'nya di anggap kasap mata😁😁😁😁
Amber wong
Lucu amat sih/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
mama Al
wah kek nya aku banyak ketinggalan kalau udah up lagi
mama Al: Alhamdulillah baik kak
total 2 replies
Adinda Aqueena Khalisa
akhirnya yg di tunggu" up juga,, makin penasaran sama kelanjutannya, semangat terus ya Thor n di tunggu update an selanjutnya Jagan lama" ya Thor 🤭🤭
Nofi Kahza: makasih ya kak Adinda. Nanti jam 11 dah up lgi kok🥰
total 1 replies
𝕴𝖇𝖚𝖓𝖞𝖆 𝖆𝖓𝖆𝖐-𝖆𝖓𝖆𝖐
wah dobel² ini rejekinya🤲,
𝕴𝖇𝖚𝖓𝖞𝖆 𝖆𝖓𝖆𝖐-𝖆𝖓𝖆𝖐: sama-sama kak...
semangat terus💪☺️
total 2 replies
Sinn
huaaaa gw ampe nangisssss.. tanggu jawab lu thorrr/Cry/
Nofi Kahza: Maaf ya, Kak😁
total 1 replies
Ayuwidia
Kamu harus kuat, Jen. Aq yakin, Jeaven bakal selamat
Ayuwidia
woahhhh jangan2 Jenny juga akan melahirkan dedek bayi nya
Ayuwidia
up lagi, Kakak
Hikmal Cici
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Adinda Aqueena Khalisa
aaaa,,, akhirnya yg di tunggu" up juga kemana z kak, gimana kbrnya kq Bru muncul
Nofi Kahza: Maaf ya Kak baru bisa balas. Di real life ada bnyak kendala soalnya🥲
total 1 replies
Antyrahmawati
astaga thor lama kali.aku bolak balik selamat datang kembali ya thor
Nofi Kahza: maaf ya kak.. dan terimakasih masih bersedia baca kisah Jeaven🥰 aku baru aja up kak..
total 1 replies
Antyrahmawati
lama kali thor rindu aku tuh
Nofi Kahza: maaf ya, baru bisa bls komenmu/Scowl/ akunkun GK bisa dibuka kak..
total 1 replies
𝕴𝖇𝖚𝖓𝖞𝖆 𝖆𝖓𝖆𝖐-𝖆𝖓𝖆𝖐
Berdoa saja semoga jeaven baik² saja Jess
𝕴𝖇𝖚𝖓𝖞𝖆 𝖆𝖓𝖆𝖐-𝖆𝖓𝖆𝖐
apa kabar Thor.?
lama sangat baru nongol😊
Nofi Kahza: makasih ya kak.. aku juga rindu ma para pembacaku. meski cm segelintir tp kalian berharga🥰
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!