NovelToon NovelToon
Ameera

Ameera

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:3.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Qinan

Bacaan khusus dewasa (***)

Ameera, gadis polos yang pura-pura tegar. Sedangkan Awan pria mesum yang sangat terobsesi dengan Ameera.

Bagaimana cara Awan menghadapi Ameera yang teramat polos, segala cara ia gunakan agar berhasil memiliki gadis itu.

Apa setelah menjadi kekasih mereka akan berakhir bahagia? tentu saja belum, karena mereka harus berjuang mendapatkan restu dari kedua orangtua Awan.

Kisah cinta mereka begitu mengharukan, ada perjuangan dan penghianatan di dalamnya.

Yuk baca AMEERA sebuah cerita cinta yang di adaptasi dari kisah nyata yang tentunya di sisipi kehaluan ala Author.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qinan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Niat buruk Fajar

💥Berhentilah menyebrangi lautan untuk orang yang bahkan tak mau melompati genangan air untukmu💥

"Lagipula kenapa kamu tidak pacaran sama Awan saja sih, sepertinya dia suka sama kamu." saran Rangga yang langsung membuat Ameera menatapnya.

"Jangan becanda Ga, mas Awan memang baik pada semua orang." sangkal Ameera.

"Dasar Oneng, coba peka sedikit. Apa kamu tidak melihat dari cara dia menatapmu atau memperhatikan mu itu sudah membuktikan kalau dia suka sama kamu. Lagipula Awan jauh lebih baik daripada si Fajar sialan itu, Awan lebih cakep, pintar dan kaya tentunya." nasihat Rangga.

"Aku tidak ingin berspekulasi Ga, selagi mas Awan tidak mengutarakannya, aku anggap perhatian dia hanya sebatas sahabat seperti kamu." sahut Ameera dengan polos dan itu membuat Rangga sedikit kesal.

Sementara itu setelah menyelesaikan pekerjaannya bersama pak Mario, Awan segera berlalu ke kantin karena perutnya sudah keroncongan.

Namun saat baru masuk ia nampak terkejut saat melihat Ameera sedang di suapi oleh Rangga.

"Sialan kamu Ga, dasar modus." gerutunya, kemudian ia berjalan mendekati mereka.

Ehmm

Dehemnya hingga membuat Ameera dan Rangga menatapnya. "Baru datang bro ?" sapa Rangga.

"Hm." sahut Awan dengan kesal, setelah itu ia segera memesan makanan.

Meski berada satu meja, Awan nampak makan dengan diam. Ia menahan emosinya karena cemburu.

"Kamu sakit gigi mas ?" tanya Ameera saat Awan tak mengindahkannya.

"Hm." sahut Awan sembari mengunyah makanannya.

Sementara itu, Rangga yang tahu Awan sedang cemburu nampak menahan kekehannya. Sepertinya mengerjai laki-laki itu sangat menyenangkan.

"Habiskan minuman mu, Mir." Rangga menyodorkan minuman ke hadapan Ameera.

"Terima kasih, Ga." sahut Ameera dengan mengulas senyumnya dan itu membuat Awan semakin meradang.

"Jam makan sudah selesai, cepat kembali ke kantor." tegas Awan kemudian sembari beranjak dari duduknya.

Ameera yang terkejut dengan sikap sinis Awan langsung ikutan berdiri, kemudian berlalu mengikuti pria itu.

Keesokan harinya.....

Ameera yang tidak tahan dengan gunjingan teman-temannya di kantor, ia segera mendatangi Fajar yang sedang berada di dapur yang ada di mess tersebut.

Fajar nampak menegang saat melihat Ameera, kemudian ia hendak pergi namun Ameera langsung menghentikannya.

"Jangan seperti banci mas, mas sudah dewasa nggak usah menghindar sana-sini seperti anak kecil. Ayo kita bicara dan selesaikan masalah kita." ucapnya, kali ini ia akan bersikap tegas.

"Diantara kita tidak ada masalah, jadi tidak ada yang harus di bicarakan." sahut Fajar menatap Ameera.

"Tentu saja ada, aku dengar kabar bahwa mas sudah mutusin aku. Kenapa Mas nggak ngomong langsung sama aku? kenapa ke orang lain? mas tahu sendirikan orang-orang yang mas ajak ngobrol itu mereka semua membenciku ?" protes Ameera.

"Kita bisa ngomong baik-baik kok, kalau mas memang mau kita putus. Kita bisa putus baik-baik, jangan seperti ini." imbuhnya lagi, walau hatinya sedikit tercubit.

Meski awalnya ia tidak mempunyai perasaan apapun pada laki-laki itu, tapi karena terbiasa bersama ia mulai menyayanginya.

"Kita nggak akan putus, kita tetap baik-baik saja seperti biasanya." tegas Fajar masih dengan menatap Ameera.

"Mana bisa seperti itu mas, mereka menyalahkan ku atas kandasnya hubungan kita dan mas harus bertanggung jawab." desak Ameera dengan emosi.

Fajar nampak mendesah kesal. "Kamu pernah mikirin perasaanku nggak ?" ucapnya mulai emosi .

"Maksud mas apa ?" Ameera tak mengerti.

"Kamu terlalu manja dan kekanakan, Meera. Apa kamu yakin nanti bisa hidup bersamaku ?" sahut Fajar yang masih tak di mengerti Ameera.

Ameera sadar, dirinya memang manja bahkan memasak pun dia tidak bisa tapi bukan berarti kekurangannya itu bisa di jadikan alasan.

"Mas, kita bicara masalah hubungan kita bukan tentang kekuranganku." rutuk Ameera.

"Baiklah jika kamu tidak ingin di bilang manja, sekarang minum air putih ini? yang lainnya saja bisa minum air ini, kenapa kamu nggak bisa? apa karena kamu anak orang kaya jadi maunya di manja terus ?" Fajar menyodorkan gelas di tangannya yang berisi air putih.

Air yang di ambil dari mata air sekitar kantornya tersebut memang biasa di konsumsi oleh karyawan di sana, kecuali Ameera.

Gadis itu selalu saja muntah-muntah setelah meminumnya dan itu menjadi pergunjingan seantero mess.

Semenjak itu Ameera selalu mengkonsumsi air mineral kemasan, lalu kenapa itu di permasalahkan toh dia membelinya menggunakan uangnya sendiri.

Ameera nampak memucat menatap gelas tersebut, tangannya gemetar saat menyentuhnya.

"Kenapa? takut? sudah tidak usah di minum dasar manja, semua orang bisa minum itu tapi kenapa kamu tidak bisa? bukannya itu aneh dan mengada-ada ?" cibir Fajar.

"Ya Allah apa ini akan menjadi akhir hidupku? padahal aku masih ingin menikah ya Allah." gumam Ameera dengan polos.

Setelah itu ia langsung meneguk segelas air putih tersebut hingga tandas, ia melakukannya bukan demi pria yang tak menghargainya itu tapi ia ingin menunjukkan dirinya bukan anak manja bahkan dulu ia rela meninggalkan keluarganya agar bisa mandiri di kota orang.

Selang beberapa menit Ameera merasakan pusing bercampur mual, ia merasa seperti dejavu saat baru pertama datang ke messnya dulu.

Waktu itu ia juga mengalami hal yang sama saat mengkonsumsi air di messnya tersebut.

Merasa tidak bisa menahan, Ameera segera berlari menuju wastafel.

Wajahnya nampak pucat dan tak berapa lama kemudian ia terjatuh ke lantai.

"Meera." teriak Fajar, ia segera berlari menolong kekasihnya tersebut dan bersamaan itu Pak Mario, Awan serta Rangga masuk ke sana.

"Ada apa ini ?" teriak pak Mario, ia nampak panik saat melihat Ameera terlihat lemah dalam pelukan Fajar.

"Maaf pak, tadinya saya becanda memberi Ameera air itu." Fajar menunjuk gelas di atas meja.

"Astaga Fajar, kalau becanda jangan keterlaluan. Kamu bisa membahayakan nyawa orang." tegur pak Mario.

"Maaf, pak." sahut Fajar.

Awan yang menatap nyalang Fajar, langsung mendorong pria itu lalu membawa Ameera ke dalam gendongannya kemudian ia segera membawanya ke rumah sakit.

Beberapa hari kemudian, Ameera yang sudah sehat segera kembali ke messnya. Ia juga mendengar jika air yang ia konsumsi waktu itu sudah di cek ke laboratorium.

Hasilnya memang tidak layak untuk di konsumsi, meski tidak terlalu berbahaya namun sebagian orang bisa saja tubuhnya tidak bisa menerima salah satunya seperti dirinya.

Semenjak kejadian itu, Fajar seakan hilang di telan bumi. Laki-laki itu sama sekali tak menunjukkan batang hidungnya dan Ameera pun sudah tak peduli lagi padanya.

Ia menyadari dan menerimanya dengan lapang dada jika masalah yang menimpanya mungkin sebagai hukuman baginya, karena waktu itu ia mendekati Fajar dengan maksud tertentu meski lambat laun ia mulai memiliki rasa.

Malam itu saat Ameera sedang beristirahat di kamarnya, tiba-tiba pintunya di ketuk. Tanpa ada perasaan macam-macam, ia segera membukanya.

"Mas Fajar ?" ucapnya dengan melebarkan matanya saat melihat Fajar sudah berdiri disana.

1
Ruwi Yah
kamu salah menilai fajar meera dia tidak sebaik yg kamu kira
Rafly Rafly
balasan yg setimpal... berbakti sana sama emak mu awan.../Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Rafly Rafly
kamu ngempeng sana sama simbok mu WAN...pria lemah syahwat saja sok belagu..
tinggal saja laki laki sampah itu merra
Rafly Rafly
nggak anak.. nggak bapak...bangke semua...di tindas perempuan diam ...
Rafly Rafly
Bimo.. Bimo..laki laki kok mulut lemess
ganti nama saja Bimoli..bibir monyong lima centi /Facepalm/
Rafly Rafly
nilai dgn senyuman...lalu..makan
nobita
rupanya papa mertuanya Ameera balas dendam
nobita
dasar mertua laknat... mulut nya pedas sekali.. bagaikan bon cabe level 50
nobita
dasar calon mertua jahat...
nobita
lucu sihh dengan sikapnya Awan ke Ameera..... bikin para readers gemes
nobita
aku mampir kak
kang seblak
itu kesalahan orang tua dlm mendidik anak,sayang anak bukan berarti harus di manja sehingga anak gk bisa apa"
Nurhasanah
yahh gini amat y ending y, 😭😭😭
Esin naufal
sad ending..
Irlindawati
Luar biasa
Ibelmizzel
lajut baca
AyuNia
keren cerita nya...
Hani Ekawati
Wkwkwkwk ..🤣
Hani Ekawati
😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆
Murniyati
menghibur n byk crita yg bisa di ambil mamfaatnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!