NovelToon NovelToon
Maafkan Aku Istriku

Maafkan Aku Istriku

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:294.4k
Nilai: 5
Nama Author: frangki s

Tak sengaja Rena melihat suami nya sedang bersama dengan seorang wanita, padahal dia sedang dalam kondisi hamil 3 bulan, dari awal sebelum menikah dia sudah mengatakan bahwa dia paling tidak suka di bohongi, dan suami nya mengiyakan permintaan nya.

Namun setelah melihat apa yang di lakukan suaminya Rena pergi dan berniat untuk menuntut cerai. Rena adalah gadis bercadar yang kecantikan nya hanya di perlihatkan kepada suaminya, dia tidak pernah membenci seseorang, tapi dia paling benci di bohongi apa lagi itu suami yang di cintai nya.

suaminya sudah berusaha untuk membuat Rena kembali dan percaya, namun semua sia - sia. tiba - tiba datang seorang gadis berjilbab yang Rena lihat waktu itu bersama suami nya. gadis itu melemparkan sebuah kunci kepada Rena, sambil menangis dia mengatakan.

"jika kamu ingin mencari kebenaran ambil kunci ini, jika tidak buang lah, namun jangan pernah membenci nya, karena Malaikat pun akan membencimu walaupun kau berbakti kepada orang tua mu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon frangki s, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 Cemburu

Dawa segera menghabiskan sisa teh di gelasnya, Baru saja dia mau berdiri, Terdengar bunyi Motor Kawasaki ninja berwarna Merah memasuki halaman Pesantren.

Kamu bawa saja gelasnya kedalam, Kayaknya kita kedatangan tamu lagi, Ucap Dawa kepada gadis itu. Gadis itu pun segera pergi sambil membawa gelas yang di berikan Dawa.

"Assalamu'alaikum." Seorang pemuda seumuran Dawa mengucapkan salam, Pria itu tinggi Putih dengan penampilan yang keren.

"Waalaikum'salam' Mau cari siapa Mas?"

"Dara nya ada?"

Mendengar nama yang di sebutkan pria itu, Dawa tiba-tiba kesal. Ada rasa cemburu di Hati nya.

"Siapa Pria ini ya..? Apa pacar nya Dara?" kata Dawa dalam Hati.

"Ada Mas' Tunggu di sini ya, Saya panggil dulu." Kata Dawa berusaha tenang. Namun wajah nya terlihat seperti Orang yang sedang menahan emosi.

"Iya Mas' Makasih sudah merepotkan kan." Kata pria itu yang menyadari perubahan di wajah Dawa.

"Sisil."

"Iya kak."

"Kamu panggil Dara."

"Baik Kak."

Dara pun datang menemui Dawa.

"Ada apa ya Kak' Kakak manggil Dara?"

Dara kaget melihat wajah Dawa yang sekarang, Dawa yang biasanya selalu tersenyum tiba-tiba berubah seperti orang yang sedang menahan amarah.

"Iya' Itu pacar kamu datang. Ingat jangan lama - lama bicara nya, Tidak enak di liat yang lain, Apalagi Ustadz jafar tidak ada."

Kata Dawa yang segera pergi meninggalkan Dara yang heran dengan ucapan Dawa. Karena setahu Dara dia tidak memiliki seorang pacar. Dara pun menemui Pria itu di pondok.

"Kamu datang kok tidak kabarin aku sih Don?" Kata Dara sambil memukul Pria itu.

"Aku sengaja kasih kamu kejutan, Kalau kasih kabar lebih dulu kan bukan kejutan namanya." Kata Doni sambil mencubit hidung Dara.

"Nih ada oleh - oleh buat kamu, Aku bawakan yang banyak, Biar kamu tidak stres belajar nya." Kata Doni sambil memberikan Tas yang berisi banyak cemilan.

"Wah makasih banyak ya Don' Kamu sudah repot - repot bawakan aku cemilan."

"Eh Don' Tadi kamu bilang apa sama Kak Dawa, Kamu ngaku pacar aku ya..Soalnya wajah Kak Dawa kok jadi kayak Orang yang lagi marah."

"Perasan aku tadi tidak bilang apa - apa, Aku cuma bilang mau ketemu kamu, Cuma itu saja kok. Mungkin dia cemburu kali." Kata Doni menebak-nebak.

"Ah masa iya' Kamu bisa saja." Kata Dara dengan malu - malu.

"Kamu suka ya sama dia..?" Timpal Doni lagi.

"Dara hanya senyum - senyum."

Sementara Dawa yang melihat dari balik Kaca, Merasa cemburu melihat kedekatan Dara bersama Pria itu.

"Kalau begitu aku balik dulu ya Dar?"

"Iya' Makasih loh sudah bawakan aku Cemilan. Jangan lupa titip salam ku sama Om dan Tante di Rumah."

"Iya itu pasti."

Kata Doni sambil berjalan menuju Motornya. Dara dan Doni adalah saudara sepupu. Ayah mereka berdua adalah saudara kandung. Makanya mereka berdua terlihat begitu dekat. Semenjak Dara masuk Pesantren mereka berdua sudah jarang bertemu dan ini adalah pertemuan mereka yang pertama.

***

Mobil yang di kendarai Usman akhirnya sampai di Pesantren. Arkam segera turun dan mengambil Kopernya di dalam bagasi Mobil. Sementara Rena lebih dulu turun dari Mobil dan langsung masuk kedalam Kamarnya.

"Usman' Nanti kamu tunjukan Kamarnya Arkam."

"Iya Abi."

Sebenarnya dia tidak mau, Namun apalah daya, Usman tidak bisa membantah. Arkam yang mendengar perkataan Abi Rena langsung bertanya.

"Bukannya saya tinggal sama Rena? Kan saya calon Suami nya, Biar lebih kenal lagi sama Rena." Kata Arkam tanpa memikirkan perkataan nya.

"Kamu memang calon Suami Rena, Tapi kalian kan belum sah jadi Suami Istri. Jadi untuk sekarang kamu tinggal nya di samping Kamarnya Usman." Kata Abi Rena menjelaskan.

"Oh iya ya' Maaf Abi saya lupa." Kata Arkam sambil memegang kepalanya.

"Dawa sini sebentar." Panggil Usman.

"Iya Kak."

"Kamu tolong bawakan bawaan nya Arkam dan kamu ikut kami kedalam."

Arkam yang mendengar apa yang di katakan Usman hanya bisa mengikuti perintah nya. Mereka bertiga pun berjalan kedalam pondok tempat Usman tinggal.

"Sekarang ini Kamar kamu, Kalau ada yang kamu butuh kan, Hubungi saja Dawa. Nanti dia yang akan membantu kamu di sini."

"Iya Mas." Kata Arkam.

Dalam hati nya berkata.

"Ini Orang dari pertama ketemu kayak tidak suka dengan kehadiranku. Aku kan calon Suaminya Rena. Anak pemilik Pesantren, Kenapa dia yang jadi atur atur aku sih. Seharusnya aku di perlakukan istimewa di sini."

Setelah memberikan Kunci Kamar ke Arkam, Usman dan Dawa berjalan keluar. Di jalan Dawa bertanya.

"Itu siapa Kak Usman? Apa dia guru baru di sini?" Tanya Dawa.

"Calon Suaminya Kak Rena." Kata Usman dengan nada sedih.

Dawa pun kaget mendengar apa yang barusan Usman katakan.

"Kasihan Kak Awan. Apa aku memberitahu nya saja ya." Kata Dawa dalam Hati.

Mengingat apa yang di katakan Awan tadi membuat Dawa merasa iba. Apalagi setelah mengetahui kalau selama ini Awan mencari Rena.

***

Sehabis Sholat Isya Abi Rena memanggil Arkam dan Rena ke Ruang tamu.

"Abi kasih waktu 2 jam kalian untuk berbicara di depan, Agar kalian lebih saling kenal lagi."

Rena dan Arkam hanya mengiyakan perintah Abi nya. Mereka berdua pun segera keluar dan duduk di bangku. Arkam pun memulai pembicaraan.

"Rena! Sebenarnya aku tidak tahu harus memulainya dari mana." Kata Arkam bingung.

Mendengar itu, Rena pun akhirnya bicara.

"Mas Arkam tahu kan tugas seorang Suami?"

"Kalau itu sih Mas tahu Ren' Seorang Suami kan harus bekerja untuk mendapatkan penghasilan dan di berikan kepada Istrinya." Jawab Arkam.

Mendengar jawaban singkat dari Arkam Rena pun kembali berbicara tanpa melihat wajah Arkam.

"Seorang Suami itu Mas! Bukan hanya bekerja mencari nafkah untuk keluarganya. Namun seorang Suami harus selalu menyayangi Istri, Keluarga serta menjaga dirinya dari perbuatan maksiat. Apa Mas Arkam bisa menjalankan nya?"

Arkam hanya bisa diam mendengar perkataan Rena.

"Insha Allah aku bisa Rena. Aku akan berusaha semampu ku asal kamu bahagia."

Rena yang mendengar perkataan Arkam kemudian melanjutkan perkataan nya.

"Apa Mas Arkam ikhlas menikah dengan ku?"

" Apa Mas Arkam sudah punya kekasih?"

Mendengar 2 pertanyaan sekaligus dari Rena, Sontak membuat Arkam kaget. Ada sedikit rasa takut di Hati nya.

"Kenapa bertanya begitu Ren...?"

"Aku hanya tidak mau setelah kita menikah nanti ada Perempuan yang datang menggangu Rumah tangga ku.Seumur hidup aku hanya mau menikah satu kali. Dan aku tidak mau membuat Abi ku malu ataupun merasa bersalah karena sudah memilih kamu sebagai calon Suamiku."

Kata Rena dengan tegas.

Baru pertama kali Rena bersikap tegas seperti ini, Mungkin dia seperti itu karena tidak ingin Rumah tangga nya hancur.

Arkam hanya berkata.

"Tidak mungkin aku menikahi kamu kalau ada Perempuan lain. Bukti nya sekarang aku mengajukan Cuti agar bisa bertemu dengan kamu."

Arkam bekerja di sebuah Perusahaan BUMN milik Pemerintah. Dia menempati Jabatan yang memiliki gaji yang lumayan besar.

"Alhamdulillah kalau memang seperti itu." Kata Rena dengan perasaan yang sedih.

Mereka berdua pun melanjutkan pembicaraan mengenai aktivitas mereka hingga waktu yang di tentukan Abi nya selesai. Rena kembali ke Kamar dan Arkam dengan berat hati kembali ke Kamarnya.

Sebenarnya dia masih ingin berlama - lama berbicara dengan Rena, Namun waktu nya sudah habis. Sudah timbul perasaan cinta di Hati nya.

Di dalam Kamar Arkam menatap ponsel nya. Dalam Hati dia berkata.

"Aku harus memutuskan Putri. Semoga saja dia mau mengerti."

Sambil mencari nama Putri di ponsel nya, Arkam mulai mengetik beberapa kalimat.

"Putri Sayang! Maafin aku ya..." Kayaknya kita harus putus, Soalnya Ayah ku sudah menjodohkan aku dengan Anak sahabatnya dan 2 Minggu lagi aku menikah. aku harap kamu mengerti.

SEND........

1
Rosidah Wiswanda
Luar biasa
Ida Siswati
seru ceritanya
Shifa Burhan
muak lihat wanita kayak rena, dia susah sekali memaafkan suaminya, suami dia buat kayak pengemis minta maaf, dia ungkit terus kesalahan suami,, dia tenang sekarang mudah dimaafkan dan biasa pada suami seakan dia tidak buat salah, perempuan egois kayak gini tidak pantas diperjuangkan
Shifa Burhan
malas kalau pemeran utama wanita mudah dimaafkan

tapi kalau pemeran utama pria harus mengemis dan menderita baru dimaafkan

kalau sudah begini dimana keadilan yang harus ditegakkan
Shifa Burhan
kenapa muak aku lihat rena sok mengajarkan dia saja kebaperan dengan lelaki lain
Lina RA
kek@ agak gimana gitu, dikit2 mencium kaki
Lina RA
emg benaran boleh mempelai laki2 nya diwakilkan?
kok g pernah dgr,
boleh kasih penjelasan lbh akurat, atau vid ulama y membahas@?
Sri Wahyuni
sdah bnyk baca crta novel yg s istri y dri pesantren tpi pda sabar dan sopan lah ini s rena amit2 dech
Sri Wahyuni
sgala sesuatu itu hrs d hadapi dngn sabar jngn pke emosi yg menurut mu bner d liat blm tentu bner knyataan nya..anak ddikan pesantren ko bgty mudah blng kata tabu cerai
Amsya
bukan muhrim peluk peluk
re
,Nah kenapa dengan Rena
Nyi Nur
g rela bgttt y ko tamat,walou pun bab ny sedikit tp puasss,sukses selalu 😘😘😘😘😘😘😘
Kamsiayati Yati
bagus alur cerita nys
amelia rahmi
hmm itinya komunikasi
Rara_Octa
masak Wanita sholehah,,Anak kyai pemilik Pesantren kek gtu cara ngomongny????pdhl itu sama suami sndiri..meski dia tersakiti tpi g selayakny dia berkata² kasar kek gtu..seakan dia g berpendidikan serta g punya akhlak & moral sbgai anak kyai.
Rofi'ah Suhendra
seneng sama ceritanya Thor
gk rela kayaknya nya klo ud end😔😢
frangki sahari: maaf kak' soalnya jari - jari saya udah pedis, mau di istrahatkan dulu sebentar. soalnya nulisnya hanya lewat aplikasinya langsung. terima kasih ya kak 😄🙏
total 1 replies
Sudi Abil
thor maaf ..maaf bngt bkn tdk paham sifat dan watak manusia itu berbeda beda gt jg tingkat pengetahuan atau ilmu nya tp...maaf lg nih klo orng sudah bercadar khususnya di indonesia tingkatan ilmu agamanya biasanya udah di atas rata2 paling tdk pengendalian diri dan emosinya baik trus orng yg berpegang pd agama dan syariat islam wanita tdk akan mudah melangkahkan kaki ke luar rmh ninggalin suaminya sebelum bertanya sm suami tdk cuma dngn asumsi sendiri
blm tau ke benaran yg pasti sikapnya begitu ke suami dr segi mn solehanya thor...sorry...
frangki sahari: makasih komentar kak' terima kasih sudah mampir😄
total 1 replies
Rofi'ah Suhendra
kenapa awan
Nur Haini
alhamdulillah akhir y happy endingp💪🏻💪🏻💪🏻💖💖💖💖sekebooon ditunggu up selanjooot y
niktut ugis
bagus ceritanya Thor
banyak kejutan" dari masing"tokoh tentang jati dirinya
pokok nya keren alur ceritanya
frangki sahari: terima kasih kak atas komentarnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!