Menikah karena di jodohkan tak membuat Rinjani membenci suaminya. Yang ada Rinjani dengan mudah mencintai Pria yang di jodohkan oleh mendiang Ayahnya. Pria yang bernama Akbar itu mampu membuat Rinjani jatuh cinta sedalam-dalamnya dalam waktu singkat. Kelembutan dan perhatian Akbar mampu membuat cinta Rinjani kian dalam pada suaminya
Hingga pada malam anniversary mereka yang kedua. Akbar membawa kado yang membuat Rinjani seperti kehilangan sebagian nyawanya.
Akbar membawa seorang wanita hamil beserta anak kecil. Bak di hujam anak panah tepat di relung hatinya Akbar memperkenalkan wanita bernama keyra itu adalah istri pertamanya dan anak kecil itu adalah putrinya.
Apakah yang akan Rinjani lakukan saat mengetahui kebenaran yang ada??
Apakah Rinjani memilih bertahan dalam rumah tangga yang sedari awal telah berpondasi kebohongan??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Yunus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Duda??
"Daddy pegel!!" keluh anak kecil yang duduk di samping Rinjani, ahh Rinjani jadi tersadar jika ada anak kecil di antara mereka
" Oke kita kembali baring!!"
" Boleh Rania baring di sisi dia??" gadis kecil itu menunjukan ke arah Rinjani dengan tangan mungil nya
" Tidak boleh menunjuk orang dewasa dan menyebutnya dengan dia saja baby oke!!" Pria itu menasehati putrinya dengan lembut dengan tutur bahasa yang mudah di mengerti oleh anaknya
" Boleh panggil Tante!! nama Tante Rinjani, siapa nama anak cantik ini??" Rinjani membuka suaranya, mencoba mengakrabkan diri dengan gadis kecil yang sangat cantik di sampingnya
" Tante?, Aku Rania! apa boleh Rania berbaring di sini ??" iba Rania dengan mata Zamrud berkilaunya
" Tentu saja, masih sangat cukup , Tante juga tidak suka berbaring sendirian!!" maksud hati Rinjani ingin menghibur Rania tetapi justru di tanggapi lain oleh Pria di sampingnya.
" Setelah ini Anda pasti akan tidur seorang diri, kecuali anda menerima pinangan saya!!"
Rinjani mengira Pria asing itu tak akan membahas ajakan konyol yang di lontarkan barusan, tetapi Rinjani salah, pria itu seolah mengajukan keinginannya secara sungguh-sungguh
" Daddy sakit!!" tiba-tiba saja gadis kecil itu terisak , Rinjani melihat pria asing itu dengan sigapnya meluruskan kaki kecil sang putri, tangan besarnya mengelus tungkai kecil itu dengan lembut
" Rania kenapa??" Rinjani memberanikan diri bertanya
" Rania terlahir dengan kekebalan tubuh yang cacat, sayangnya itu baru diketahui setelah Rania menginjak usia 3th, sudah setahun terakhir Rania sering bolak balik dirawat karena sampai saat ini kami belum menemukan pendonor sum-sum tulang belakang yang cocok!"
" Apa Anda tidak bisa mendonorkan untuk Rania??" Rinjani bertanya penasaran
" Sayangnya aku tidak bisa!" jawab Pria itu sedikit miris
" Semua anggota keluarga ku sudah memeriksa kecocokan nya, tetapi tak satupun ada yang cocok, Andai Saya bisa menemukan keluarga istri saya mungkin saja di antara mereka ada yang bisa menolong Rania!!"
Rinjani dapat melihat ketidak berdayakan Pria tampan yang memiliki mata indah itu
Rinjani terenyuh, mungkinkah Ibu Rania sudah tiada?? apa mungkin pria yang saat ini duduk tenang di sampingnya seorang duda??
Tangan mungil itu melingkar di perut Rinjani, Rania tak terusik dengan percakapan Rinjani dan daddy-nya
Mata Zamrut itu menatap sang buah hati yang tidur nyaman memeluk wanita malang yang baru di temuinya, ada rasa haru saat menatap anaknya memeluk tubuh seorang wanita, seolah putrinya menginginkan sosok Ibu yang bisa memberinya kasih sayang
" Maaf soal Rania!!" Pria itu menatap Rinjani ramah
" Tidak masalah, Anda bisa istirahat!!"
" IYa, Saya akan segera kembali!" Pria itu berjalan meninggalkan tempat tidur Rinjani tetapi baru beberapa langkah dirinya membalikkan badannya
" Tolong fikirkan tentang lamaran Saya, saya tidak sedang mengoda Anda!!" setelah mengucapkan itu pria itu berjalan keluar tanpa menoleh sedikitpun ke belakang.
Rinjani mengelengkan kepalanya tak percaya
Apakah Pria barat cenderung memaksakan kehendaknya??
____________________
" Sayang tolong segera ceraikan istri mudamu, dia jahat sayang karena dia anak kita_ "
Keyla menangis meraung di dekapan Akbar membiarkan kata-kata nya mengantung
Akbar menanggapi ucapan sang istri dengan anggukan antusias
" Secepatnya akan mas urus, Mas sudah menalaknya, kamu harus tenang Sayang!!" Akbar menciumi puncak kepala Keyra lembut
Hati Akbar saat ini begitu terluka, anaknya harus tiada, Bapaknya pun tiada, bahkan keadaan ibunya pun kritis, bagai teriris-iris hati Akbar setelah ucapan talak itu keluar dari mulutnya
Akbar menyesalkan mengapa talak itu harus di jatuhkan pada Rinjani
Bahkan diam-diam Akbar selalu menatap nanar tangan nya yang di gunakan menampar, menjambak bahkan mendorong tubuh ringkih Rinjani Hinga wanita malang itu berdarah-darah
Apa kabar Rinjani sekarang?? apa keadaan nya baik-baik saja??
Emosi sudah membutakan mata hati Akbar hingga tega melukai Rinjani sedemikian rupa, Tangan yang tak pernah sekalipun di gunakan menyakiti orang lain telah ternoda dengan perbuatan kejinya pada istri nya sendiri
" Mas Akbar kok melamun?!" Keyra merengek manja
" Sayang kamu tidur ya!! Mas mau jengukin keadaan Ibu!!"
" Kan ada Rinjani yang jaga Ibu! Mas disini saja temani aku!"
Senyum miris itu timbul di bibir Akbar, bahkan Akbar tak tahu dimana istri keduanya saat ini?? bagaimana keadaan nya?? Akbar sama sekali tidak tahu
" Kalian jaga!! , segera kabari jika terjadi sesuatu!!" intrusi Pria dengan tubuh tegap
" Mari!" Pria yang tak lain adalah asisten Pria bermata Zamrut itu mempersilahkan bos nya memasuki lift menuju lantai dasar
Pria bermata Zamrut itu melepas jasnya menyisakan kemeja putih lengan panjang yang menutupi tubuh berotot nya
Nama Pria itu adalah Nurry al-biru, Pria blasteran yang menjabat sebagai CEO salah satu perusahaan ternama di Indonesia
" Apa keadaan Nona baik-baik saja??" Asisten Nurry bertanya khawatir, masalah insiden yang menimpa Rania tak diketahui nya karena tadi dirinya mewakili Nurry untuk menghandle rapat.
" Hmmm, Sudah ku patahkan tangan-tangan tak berguna mereka!!" jawab Nurry dingin penuh emosi
Asisten Nurry hanya menelan ludah kasar, wajah Nurry memang rupawan, dirinya juga sangat dermawan, tetapi jika ada yang melanggar aturan atau membuat perasaan nya sebal Nurry bisa berubah menjadi sosok yang menyeramkan
Terlebih jika menyangkut putri semata wayangnya, Rania sudah kehilangan sang Mama di saat usianya baru tiga bulan, Kematian istri tercinta dengan tiba-tiba membuat Nurry sangat terpukul
Pria periang dengan kepribadian sopan dan suka bergurau itu berubah menjadi pria dingin dan pendiam
Wanita yang dinikahi Nurry adalah Wanita yang hidup sebatang kara, Membuat keluarga Nurry begitu tak menyetujui hubungan Nurry dan Mendiang istri nya yang bernama Kirani Mandala
Kematian Kirani yang mendadak tanpa sakit membuat Nurry mencurigai keluarganya, tetapi akhirnya Nurry mengetahui fakta bahwa sang istri mengidap kanker Darah dari buku diary mendiang istrinya, membuat Nurry semakin terpukul Karena merasa tak bisa menjadi suami yang baik untuk istrinya sampai-sampai sang istri sakit pun Nurry tak tahu, dari situ Nurry mulai menutup diri, memfokuskan hidupnya hanya pada buah hatinya Rania biru
" Rania saat ini tidur dengan seseorang yang mengingatkan ku pada Kirani, ada beberapa bagian wajahnya yang begitu mirip dengan Kirani, terlebih tatapan matanya yang tulus!!"
Asisten Nurry menyerngit , bukankah Kirani sebatang kara??
" Ayo cepat!, Aku harus segera kembali kerumah sakit!!" Nurry memberi perintah pada sang sopir agar menambah kecepatan mobil nya.
Nurry menyandarkan kepalanya di kursi mobil membayangkan wajah Rinjani wanita yang telah menyelamatkan Putri nya, bukan tanpa alasan Nurry tiba-tiba menawarkan sebuah pernikahan hati Nurry merasa sosok Rinjani memiliki daya tarik yang besar untuk nya
Mengingat siksaan yang di lakukan pria kejam itu pada Rinjani membuat dada Nurry bergemuruh, jika saja Nurry mengenal lebih dekat Rinjani ingin sekali Nurry membuat perhitungan pada pria yang berani mengangkat tangan nya pada wanita selemah Rinjani
Nurry menggunamkan nama Rinjani, Wanita malang yang di sakiti Suaminya dengan tanpa belas kasih
Mengingat Rinjani ada bayang-bayang Kirani yang menelusup. apakah di antara mereka ada hubungan??
Sampai kematian mendiang istrinya Nurry belum bisa menemukan asal-usul keluarga Kirani, keinginan sang istri di sepanjang masa hidupnya ingin menemukan keberadaan keluarga nya.
mwereka nikah trus sibouonh deh sm ansel ke inggris. ajuh dr wereng pengerat itu...