NovelToon NovelToon
My Bule Husband

My Bule Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Nikahmuda / Nikahkontrak / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:20.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Novia Butera

Seorang gadis miskin yang terjebak dalam kehidupan duda kaya berdarah Jerman. Bukan atas keinginan Naina mau menikah dengan duda yang super dingin dan cuek ini. Tetapi keadaan dan juga rasa terima kasih yang membuatnya mau tidak mau menerima pernikahan tersebut.

Awalnya Naina pikir hidupnya akan tenang setelah menikahi bule berstatus duda ini. Namun Naina salah besar!

Suaminya bahkan tidak pernah memandangnya sebagai istrinya sedikit pun. Bule dingin itu menganggapnya hanya sebagai baby sitter putranya yang sudah berusia tujuh tahun

Tidak hanya itu, Steven, putra sambungnya, juga tidak pernah menganggap dirinya sebagai ibu sambungnya.

Semuanya begitu rumit baginya, menghadapi dua makhluk dingin yang setiap harinya mengolok-olok dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novia Butera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertahanan Diri

Setelah makan siang yang menegangkan itu, Naina buru-buru naik ke mobil jemputannya. Sebelumnya dia sudah pamit pada Chris, mencari berbagai alasan. Dia diam-diam mencari tempat aman dari pandangan Chris, agar tidak ketahuan. Naina masih harus menjemput Steve dari sekolah.

Naina terlambat sepuluh menit karena pertemuan itu. Steve pasti sudah menunggunya.

Dan benar saja, Steve sudah menunggunya. Anak kecil itu melemparkan tatapan tajamnya pada Naina.

"Steve, maafkan aku. Aku punya sedikit urusan di kantor. Ayo pulang." ucap Naina, lalu menggenggam tangan Steve.

"Jangan menyentuhku! Dasar miskin!" Steve menyingkirkan tangannya, lalu masuk begitu saja ke dalam mobil. Naina yang sudah terbiasa ikut masuk ke dalam mobil.

"Bagaimana sekolahmu hari ini. Semua baik-baik saja kan?" tanya Naina, yang sebenarnya khawatir dengan Steve. Beberapa hari yang lalu, Naina sudah menemui wali kelas Steve, agar lebih memperhatikan Steve dari kejahilan teman-temannya.

Sebenarnya Naina ingin menuntut orang tua dari anak-anak yang merundung Steve, tetapi Steve masih tidak bisa diajak kerja sama.

"Apa pedulimu?!" ucapnya sarkas.

"Tentu saja aku peduli. Sekarang kamu adalah tanggung jawabku." ucap Naina.

"Tapi kamu bukan Mamaku yang bisa seenaknya mengaturku!"

"Memangnya kapan aku bilang kalau aku Mamamu?" balas Naina membuat Steve mendelik kesal. Steve memalingkan wajahnya, malas bicara dengan Naina.

Saat di lampu merah, mobil berhenti. Naina membuka kaca mobil, mengambil uang lima puluh ribuan, lalu memberikan pada pengamen anak kecil di jalanan.

"Makasih Bu." ucap anak kecil itu dengan wajah berseri-seri. Uang yang Naina berikan itu sudah cukup untuk makan dua hari ini

"Sama-sama sayang. Semoga Tuhan selalu melindungimu." ucap Naina sebelum menutup kaca mobil.

Semua itu tidak luput dari pandangan Steve. Namun dia hanya acuh. Dan tepat saat memalingkan wajah ke luar, ada pengamen kecil di sana.

Steve menatap anak kecil itu, sangat kumal dan menyedihkan. Entah apa isi hati Steve, dia malah memalingkan muka. Enggan memberikan sedikit bantuan pada anak kecil tersebut. Memang Steve kaya akan harta, tetapi hatinya miskin nurani.

Setelah mengantar Steve pulang, Naina kembali lagi ke kantor. Kembali bekerja seperti biasa. Seperti itulah kegiatan Naina setiap harinya. Mengantar Steve sebelum kerja, lalu siang harinya menjemput Steve ke sekolah.

Dan hari ini, jadwal Naina cukup padat. Setelah ikut beberapa pertemuan dan meeting, dia juga harus membuat laporan, dan harus selesai hari itu juga.

Beruntung Naina dapat menyelesaikan semuanya dengan cepat. Dia bisa pulang pukul delapan hari ini. Sampai di rumah, setelah mandi, Naina masih belum bisa tenang.

Dia masih harus membuat susu untuk Steve sebelum tidur. Akhir-akhir ini, ada kemajuan baik dari Steve. Anak itu sudah tidak lagi merengek pada Oma dan Tantenya untuk dibacakan cerita sebelum tidur. Sepertinya Steve mulai sadar, bahwa dirinya sudah diabaikan oleh mereka. Tetapi tidak sadar akan kehadiran Naina yang selalu perhatian padanya.

Setelah memastikan Steve tidur, Naina kembali ke kamar. Reygan belum pulang membuatnya lebih bebas di kamar ini. Naina belum hendak tidur. Dia masih harus menyusun agenda jadwal Chris untuk satu minggu ini.

Selama di rumah ini, sudah banyak perubahan yang Naina lakukan. Seperti tata letak perabotan dan bertambahnya beberapa barang. Tidak ada yang protes akan apa dia lakukan. Di kamarnya juga, Naina menambahkan sebuah meja kecil untuknya bekerja.

Tidak lama kemudian, pintu kamar terbuka. Reygan pulang. Naina melirik sebentar, lalu kembali fokus pada pekerjaannya.

Tidak biasanya. Kemarin-kemarin, Naina masih menyambutnya dengan menyapanya, tetapi tidak pernah dihiraukan. Namun kali ini, Naina terlihat acuh. Sibuk dalam dunianya sendiri.

Reygan juga sama acuhnya. Pria itu meletakkan tas kerjanya di meja yang satunya. Membuka kemejanya sambil masuk ke dalam kamar mandi.

Dering teleponnya mengganggu Naina yang tengah fokus. "Kak Chris."

"Halo Kak."

"Halo adikku sayang. Kamu lagi ngapain?" tanya Chris.

Naina menggeser laptopnya lebih jauh, mengambil posisi duduk lebih santai.

"Ini lagi nyusun jadwal Kakak."

"Udah makan?"

"Udah kok Kak."

"Tidurnya jangan lama-lama. Setengah jam lagi, kamu udah harus tidur. Ok?"

Naina melihat jam, setengah jam lagi pukul sepuluh. "Ok Kak. Udah ya Kak. Naina kerja dulu lagi, biar cepat siapnya."

"Iya adikku sayang. Good night."

"Night too Kak."

Naina menutup teleponnya, dia terkejut saat melihat Reygan berdiri tidak jauh darinya.

"Astaga." pekiknya. Reygan malah biasa saja. Pria itu sudah memakai piyamanya.

"Aku baru tahu atasanmu sangat perhatian padamu." ucap pria itu tiba-tiba dengan wajah datarnya.

"Hah?" Naina bingung.

Senyum sinis terbit di wajah Reygan, "Bagaimana rasanya bekerja dengan bos perhatian seperti itu? Menyenangkan bukan?"

"Maksud bapak apa?" Naina bertanya karena merasakan ada sindiran dalam pertanyaan itu.

"Kamu terlalu pandai berpura-pura Naina." untuk kedua kalinya Reygan menyebut namanya. Sempat membuat Naina berdesir. Berdesir dalam artian merasakan sinyal berbahaya akan panggilan itu.

"Tapi sayang sekali. Aku tidak bisa tertipu akan sifatmu itu."

Naina bengong, berusaha mencari maksud Reygan.

"Aku tidak keberatan sama sekali dengan apa yang kamu lakukan di luar sana. Tapi setidaknya kamu bisa jaga batasan. Bisa-bisa kamu dan bosmu itu melakukan hal di luar batas seperti siang tadi. Tidakkah kamu membayangkan apa kata orang jika bukan aku yang melakukan pertemuan itu? Nama baikku akan tercoreng." cecar pria itu.

Naina kini mengerti, "Tapi tidak ada yang tahu bahwa aku adalah istrimu Pak." balas Naina membuat Reygan terdiam.

Reygan ingat saat pernikahan mereka, Rudi hanya mengundang beberapa kolega yang sangat dipercayai saja. Jadi tidak ada yang tahu bahwa Reygan sudah menikah.

Reygan menyipitkan matanya, kehabisan kata-kata.

"Setidaknya hargai pernikahan ini. Kamu tidak pantas bermesraan dengan pria lain di hadapanku." pria itu tidak habis akal.

"Tapi Anda juga melakukan hal yang sama Pak!" balas Naina tegas. "Saya rasa Anda masih belum lupa bagaimana mesranya Anda dengan sekretaris Alena bukan?"

Dan Reygan benar-benar kehabisan kata-kata untuk memojokkan Naina.

"Dengar ini baik-baik Pak Reygan yang terhormat. Jangan mencela saya sedangkan bapak juga melakukan hal yang sama. Saya tidak juga tidak keberatan akan apa saya yang bapak lakukan. Dan saya juga sangat tahu batasan. Sebaiknya Anda harus mencari tahu kebenarannya, sebelum mencela saya!"

TBC

1
~"queen:)✧◝(⁰▿⁰)◜✧
wakakakkak!!! terus panasin lagi si kW!! buat aku lebih puas!!! aing kurang puas wehh!!!
ngaca lah dikit,sok sokan mo nyuruh nyuruh dia sendiri aja sama!! bahkan lebih buruk, kekasih!!👿😈
~"queen:)✧◝(⁰▿⁰)◜✧
masih dengan ini "🖕"
~"queen:)✧◝(⁰▿⁰)◜✧
bentuk kesal ku ke ni suami "🖕"
sudah kau punya istri seindah itu bak bidadari turun kayangan Masih aja lu ya SAIPUL!!!👿
~"queen:)✧◝(⁰▿⁰)◜✧
aku GK terlalu demen novel si, tapi menikmati banget gua disini, puas sama anak dan suami nya😈😈 **bucin lah kalian**
falea sezi
emang bner salah qm kan Steve secara g langsung qm itu bkin mama jalang mu dket ma papa mu dengan kedok makan siang jalan2 anak g tau trima kasih
falea sezi
papa mu menyakiti mama mu jg karena km Steve yg sllu ngajak mak mu makan sama papa mu itu sok jd korban pdhl lu itu biang nya steve
falea sezi
maless ujungnya balikan
~"queen:)✧◝(⁰▿⁰)◜✧: yaelah mbak, itu mah kuasa author
total 1 replies
falea sezi
anak nya mana katanya hamil
falea sezi
aneh Steve aja jg nyebelin skg sok sok an nyari naina wong qm aja misahin kaina ma bapak ku makan ma mama mu yg jalang sama papa mu g kasian ma naina moga g balik Thor g sudi q
~"queen:)✧◝(⁰▿⁰)◜✧: menurut ku dia kan waktu itu masih bocah walaupun kelihatan peka tapi sama aja Masih anak kecil jadi mana ngerti dia soal masalah orang dewasa, pemikiran anak kecil kan polos, apa yg dilihat menurut dia yg dia pahami. udah si intinya anak kecil steve mana ngerti, sama juga posisi sebagai anak kurang perhatian, Mak kandung aja ninggalin, bapak nya GK becus
total 1 replies
3sna
kn udh liat potony ,y kali lupa
Anonim
Jangan kartun thor
Anonim
Yang ini keren
Nabila Cantika
bule koq manggil nya bibi Thor..kenapa GK Tante aja
Popi Putri Ny Rizal
Luar biasa
Kita Masak Kita Makan
hadirrr
Omi Rohimah Omi
Luar biasa
Rina Arie
Lumayan
Anjelie Sharma
nah gtu donk bisa jwb
Elly Rasmanawati
kasian Naina.. banyak orang yg jahatnya..
Elza Septina
jangan yg cartoon lah ga keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!