Cover by, Canva
" Saat kamu pertama kali melakukannya dengan wanita itu. Apakah dia masih perawan?".
" iya... ".
" Baik, terima kasih. Aku sudah paham, aku pamit dari hidupmu. Permisi".
Kesetiaan yang harus di bayar dengan Pengkhianatan.
Sakitnya sampai ke tulang, sesaknya memenuhi rongga di dada.
Untuk apa bertahan,
bila nyatanya cinta itu sendiri yang memberi luka.
Memilih pergi adalah keputusan terbaik.
Deg..
Berusaha sembuh dari sakitnya pengkhianatan,
takdir justru mempertemukan dengan masa lalu, yang juga pernah menorehkan luka yg begitu dalam.
Akankah menemukan cinta baru? atau Haruskah kembali dengan cinta lama?
Temukan jawabannya di Karya pertama ku
" Haruskah, kembali ? ".
karya yang di adaptasi dari kisah nyata seorang Wanita yang luar biasa.
Selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NalaLa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11
Segala aku bersujud di depanmu
Tak akan mampu menghapus luka itu
Raga beringas ini memang harus di Hukum
maaf
Kanendra Wardhana
Saat Nendra membuka pintu rumah nya,
Ia mendapati Sarah tertidur di sofa besar itu,
Nendra yg begitu merindukan Sarah langsung
Duduk di sebelah Sarah sambil terus mengelus pipi gembil nan mulus milik istrinya..
Tatapan sendu Nendra yg terus di tujukan untuk istrinya yg masih setia terlelap dengan cantik, tangannya beranjak menyentuh kulit Sarah yg masih menyisakan ruam kemerahan akibat perbuatan keji nya semalam,
Membuat hati Nendra terasa sakit nyeri, dia membayangkan betapa kesakitannya Sarah saat kulit nya terkena air panas..
Tanpa terasa Nendra meneteskan air matanya
Hingga mengenai kulit tangan Sarah..
" Mas, sudah pulang .. maaf aku ketiduran.
Mas kenapa ? Sakit? Kok nangis gini ?". Tanya Sarah yg bingung melihat suaminya menangis.
" Aku minta maaf sayang, aku bajingan aku brengsek.. lihatlah akibat emosi yg tak dapat ku bendung kamu menjadi seperti
Ini. Pasti sakit kan sayang ?". Jawab Nendra menangis sambil memegang tangan Sarah.
" Ya sudahlah Mas, lain kali tolong kendalikan emosi mu ya, karena segala sesuatu yg ada sangkut pautnya dengan emosi pasti hasil nya akan buruk dan Semoga kamu tidak mengulangi nya lagi".
Sarah yg tak tega melihat Nendra kacau dan menangis memilih menurunkan ego nya agar hubungan nya kembali harmonis.
" Kamu boleh membalas perbuatan ku sayang, ayo siram aku juga dengan air panas dari shower. Aku ingin merasakan yg sama seperti kesakitan mu sayang".
Sarah yg mungkin sudah lelah dan tak tega melihat Nendra, langsung memeluk suami nya dan berkata,
" Sudah mas sudah.. jangan begini aku sedih melihat keadaan mu menangis begini.. lupakan kejadian semalam kita mulai lagi dari awal ya ?? Mau kan ?". bujuk Sarah
Nendra yg terlalu senang langsung mengangguk dan memeluk erat istri cantiknya..
Setelah adegan maaf memaafkan,
Nendra meminta Sarah untuk tidur di kamar mereka lagi, Sarah mengiyakan supaya hubungan mereka membaik lagi.
Pagi menyapa...
Nendra tengah menikmati sarapan yg di buat Sarah, sedangkan Sarah masih beres-beres di dapur.
Setelah selesai sarapan,
Nendra langsung pamit kepada istrinya sambil mecium mesra kening Sarah dan berlalu berangkat ke kantornya.
Sarah yg melihat masih pukul 7 pagi,
Terlihat santai-santai sambil menyiram tanaman hias di belakang rumah nya.
Sarah hanya menanam bunga2 hias dan beberapa kaktus yg mudah perawatannya sekaligus mempercantik rumahnya.
Tepat pukul 8 pagi lebih,
Sarah sudah berada di dalam mobil menuju ruko catering nya.
Sesampainya di ruko,
Sarah langsung melakukan pekerjaan nya seperti biasa,
Hari ini catering Sarah menerima 100 pax lunch box dari dinas pemerintahan di kota nya.
Rosma yg melihat kulit Sarah memerah sedikit ada rasa kawatir kepada perempuan yg di anggap adiknya sendiri itu,
Namun untuk sekedar menanyakan Rosma masih sungkan, dan berharap Sarah baik baik saja.
Waktu terus berlalu
Detik menit jam berterus berjalan
Tak terasa sudah hampir 5bulan setelah kejadian kelam itu terjadi.
Hubungan Sarah dan Nendra menjadi semakin harmonis dan mesra.
Laki-laki yg menjadi akar masalah hubungan mereka merenggang pun tak nampak mengganggu Sarah lagi.
Sarah merasa lega akan hal itu.
Dan tanpa di sadari pula,
Hubungan keakraban Nendra dan Windi juga semakin melebihi batas hubungan rekan kerja.
Mereka terlalu asik dan nyaman akan keakraban mereka, mulai dari mengobrol, makan siang bersama, bahkan pernah beberapa kali mereka makan malam berdua dan sempat merayakan ulang tahun Windi beberapa saat lalu.
Nendra menganggap itu biasa saja,
Dia beranggapan Windi sebagai partner kerja yg sejalan dengan visi misi nya.
Namun lain dengan Windi,
Dia begitu nyaman bersama Nendra yg dewasa, bijaksana, juga cerdas itu.
Dia seolah menemukan sosok ayah yg telah lama meninggal kini kembali lagi.
Windi seolah melupakan status Nendra yg telah beristri, dia hanya menjalani apa yg dia rasakan nyaman dan tenang bersama Nendra.
Bahkan bisik bisik sesama rekan kerjanya pun tak ia hirau kan. Yg penting dia bahagia.
" Eh, si Windi itu tahu nggak sih kalau Pak Nendra udah Nikah ?". Bisik Ema salah satu karyawan
" Tau lah, Ma. Orang beberapa kali istri pak Nendra ke sini ngantar makan siang". Jawab Cindy karyawan lainnya.
" Tapi, kenapa dia terus aja nempel sama pak Nendra. Dulu dulu nggak ada lo karyawan modelan si Windi.. apa mentang-mentang dia pinter trus pilihan dari kantor cabang utama makanya gitu?
" Husst.. apa sih lo? Dah lah Ma biarin aja, mau ada hubungan atau nggak urusan mereka ntar yg kena getahnya juga mereka.. selama kita kerja sesuai rules dah aman jangan ikut ikut lah". Jawab Cindy yg tak mau tahu itu..
Ketika Ema hendak menjawab kata kata Cindy,
Tiba tiba Windi berdiri di hadapan mereka sambil bersendekap tangan di dadanya dan berkata,
" Ngomongin gue lo pada ? Kurang kerjaan, kerja yg bener jangan cuma bisa gosip sama dandan aja, pantes aja uda tua jabatan rendah ternyata cuma gini kerjaannya". Ejek Windi
" Iyaa maaf mbak Windi, kita tidak mengulangi lagi maaf". Cindy yg tidak ingin masalah semakin rumit langsung meminta maaf kepada Windi, Ema yg hendak menjawab langsung di injak kakinya oleh Cindy. Alhasil Ema dengan sebal langsung duduk dan pura pura mengerjakan laporan di komputer.
Windi langsung berlalu setelah Cindy meminta maaf kepadanya.
Ema langsung memarahi Cindy,
" Lo apa apaan sih, Cin. Malah minta maaf sama cewek nggak bener itu ? Enak aja dia ngatain kita nggak terima gue".
" Kan gue uda bilang nggak usah ikut campur, makanya tadi gue langsung minta maaf ke dia,
biar nggak ada ribut-ribut gitu males gue malah jadi ribet ntar. Dan lo diem nih makan gue ada cemilan. Diem diem diem oke?". Putus Cindy yg hanya di tanggapi dengan cemberut oleh Ema.
Kini Nendra dan Windi sedang makan siang bersama dengan driver mereka di salah satu warung bakso langganan Nendra dan Sarah semasa pacaran dulu.
Windi yg menyukai bakso, begitu terpuaskan akan bakso langganan Nendra itu.
" Mas, baksonya enak banget ya.. gak nyangka lo warung kecil gini tapi bakso nya mantab langganan Mas ya ?". Tanya Windi sambil memakan bakso nya.
" Iyaa, istri ku yg lebih dulu langganan di sini. Trus aku di ajak kesini Eeeehh... malah jadi langganan dari pacaran sampek sekarang. Kamu suka ya ? Emang enak banget bakso di sini".
Entah mengapa jawaban Nendra membuat Windi merasa tidak suka, ketiKa Nendra mengucapkan kata Istri. Padahal memang Nendra sudah beristri lalu apa yg salah ? Tentu itu salah hati Windi.
Tak ingin menanggapi ucapan Nendra,
Windi memilih diam saja. Sampai mereka kembali ke kantor
Sesampainya di kantor...
Windi langsung menuju meja kerja nya,
Nendra yg tak menyadari perubahan sikap Windi hanya diam saja dan langsung masuk keruangan nya.
Sampai pukul 6 sore.
Nendra bersiap pulang,
Namun saat hendak keluar kantor ia melihat Windi menangis di meja kerja nya, sedangkan kantor sudah sepi.
Nendra berinisiatif mendatangi Windi dan bertanya,
" Wind.. ada apa ? Kamu kenapa menangis? Kamu sakit ?".
Windi masih diam saja dan terus sesenggukan
" Wind, ada apa hem ? Ini sudah malam kamu belum pulang dan nangis gini ? Ada apa ? Coba bicara ? Kamu ada masalah ?". Tanya Nendra sekali lagi.
Bukan menjawab namun Windi malah langsung berdiri dan memeluk Nendra .
Nendra yg kaget dan tak siap hampir terjatuh kebelakang saat Windi memeluknya.
Nendra berusaha melepaskan pelukan Windi, namun Windi mengeratkan pelukannya.
Setelah beberapa saat,
Windi pun bicara,
" Aku cemburu
Aku nggak suka saat kamu ngomongin istri kamu,
Aku .. a..ku...bingung..
Aku.. cinta sama kamu saat pertama kita ketemu..
Aku uda coba ilangin rasa ini, tapi aku nggak bisa.
Aku nyaman sama kamu Nendra..
Tolong balas cinta aku". Ucapan Windi yg panjang lebar dan blak-blakan itu membuat Nendra tidak bisa berkata kata.
Dia mengira Windi wanita asik modern yg supel biasa berteman dengan pria.
Tapi ia keliru.
Windi menyalah arti kan bentuk keakraban mereka selama ini.
" Wind... Aku minta maaf kalau keakraban yg terjalin selama ini kamu salah mengartikan nya.
Aku sangat mencintai istri ku
Aku tidak mungkin dan tidak akan pernah membalas cinta mu. Rasa cinta tidak salah, Wind.
Tapi yg salah keadaan... Kamu datang tak tepat waktu, aku telah beristri.
Dan maaf tolong mulai sekarang kamu hapus rasa mu itu. Kita bisa menjadi teman baik.. tolong ya Wind..".
Setalah mengucapkan kata kata tsb Nendra langsung keluar kantor dan bergegas pulang, ia sudah tak menghiraukan Windi yg menangis sambil memanggil namanya.
Ia hanya ingin segera bertemu istri cantiknya itu saja.
Sesampainya di rumah..
hii perkenalkan ini karya pertama ku,
ini kisah nyata yg aku tulis ulang sehingga lebih menarik dengan persetujuan narasumber yg sangat luar biasa.
semoga kalian suka ya,
maaf mungkin ada typo dimana mana
mohon di maklumi.
Jangan Tap Like nya juga Love
dukung aku agar semangat selalu.
selamat membaca..
enjoy it ...
Be healthy ...😍😘💜💛❤️
😡😡😡
Biar gila juga tu Papanya Narendra,kan dia yang dukung anaknya karena Sarah gak hamil2 juga.
Biar stres mereka gak punya keturunan seumur hidupnya.
😡😡😡
bagaimana kalo tuan danu tahu sekarang sarah sedang hamil anak el, menyesalkan?
kasian kan