NovelToon NovelToon
MY FLOWER

MY FLOWER

Status: tamat
Genre:Romantis / Anak Yatim Piatu / Menikah Karena Anak / Cintamanis / Tamat
Popularitas:8.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: zarin.violetta

Flow memiliki latar belakang hidup yang rumit. Sejak kematian ibunya, Flow melarikan diri dari sang ayah tiri yang hanya ingin mengambil hartanya saja.

Insiden yang diakibatkan oleh ayah tiri Flow membuat Jev harus menjaga Flow atas perintah sahabatnya Shane yang menjadi atasan Flow ditempat kerjanya.

Lika liku kehidupan Flow dan Jev membuatnya terpisah lama dan akhirnya bertemu kembali ketika Flow telah memiliki anak. Apakah anak itu anak Jev?simak ceritanya yaaa..
u
FEEL FREE TO READ N SKIP.. ini imajinasi otor ya.. terserah otor ceritanya mau dibikin gimana.. bikin novel ga semudah membalikkan telapak tangan..tolong hargai karya otor..klo ga menarik dari awal di skip aja..😁

ig author @zarin.violetta

(proses revisi puebi dll)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#13

Jev tertidur di sofa yang sama dengan Flow. Ketika Jev terbangun, dia tidak melihat Flow disebelahnya.

Jev mencarinya di dapur, tetapi tidak menemukannya. Lalu Flow tiba tiba keluar dari kamar mandi dengan tubuh basah kuyup dengan masih menggunakan baju semalam.

"Flow...apa yang kau lakukan?", Jev terlihat khawatir dengar kondisi Flow.

Jev menghampiri Flow dan mengambilkan handuk untuk Flow.

"Siapa kau, paman? apa kau teman mommyku?", tanya Flow dengan senyum merekah.

Jev tentu saja terkejut dengan perkataan Flow. Flow adalah tipe orang serius dan tidak suka bercanda. Jadi Jev merasa ada yang salah dengan Flow.

"Duduklah...aku akan mengambilkan baju untukmu", ucap Jev berusaha bersikap tenang.

Flow hanya mengangguk antusias.

Otak Jev masih dipenuhi oleh pikiran pikiran tentang sikap Flow yang berubah drastis.

"Ini pakailah..lalu aku akan membersihkan luka di dahimu", ucap Jev lagi.

Flow mengangguk dan mulai membuka bajunya dihadapan Jev.

"Flow..apa yang kau lakukan?masuklah ke kamar mandi..ganti baju disana okey?!", perintah Jev dengan lembut.

Flow mengangguk dan menuju kamar mandi.

Lalu Jev mengambil ponselnya dan menelepon dokter yang menangani Flow dan menceritakan apa yang terjadi pada Flow. Dan dokter itu menyarankan untuk membawa Flow ke psikiater.

Cukup lama Jev berpikir, apa yang harus dia lakukan.

'Apakah aku harus terlibat lebih jauh dengan masalah Flow? oh shit!!..jika begini aku akan semakin terikat dengannya dan tidak tega meninggalkannya dalam keadaan seperti ini, apa yang harus aku lakukan?', batin Jev.

Selang beberapa lama Flow keluar dari kamar mandi dan menghampiri Jev.

"Paman..bagaimana kepalaku bisa terluka?apakah aku jatuh?", tanya Flow.

Jev hanya bisa mengangguk.

Jev mulai mengobati luka di dahi Flow. Flow memandangi Jev dengan seksama.

"Ssshhh...sakit", kata Flow tiba tiba.

"Tinggal sedikit lagi..lain kali jangan sampai lukamu ini terkena air", ucap Jev.

Flow mengangguk dengan tetap melihat ke arah mata Jev.

"Paman tampan sekali..apakah paman pacar mommy?" , tanya Flow dengan wajah bersinar.

Selama beberapa hari bersama Flow, baru kali ini Jev melihat ekspresi Flow yang ceria.

"Bukan..aku pacarmu", jawab Jev random.

"Really?bagaimana bisa aku punya pacar setampan paman?", tanya Flow dengan ekspresi terkejut yang lucu.

Itu membuat Jev tertawa mendengar pernyataan Flow.

"Berapa umurmu Flow?", tanya Jev.

"12 tahun", jawab Flow.

Jev mulai menatap mata Flow. Tidak ada kebohongan disana. Hanya pancaran mata anak lugu yang terlihat disana.

"Apakah ini rumah paman?", tanya Flow dengan senyum merekahnya. Jev melihat lesung pipi ketika Flow tersenyum lebar.

"Bukan..ini rumah sahabatku, dan ya jangan panggil aku paman..aku tidak setua itu..panggil aku Jev", kata Jev.

Flow hanya mengangguk.

"Aku lapar", ucap Flow.

"Aku akan memesan makanan di cafe, tunggu sebentar", jawab Jev dan Flow mengangguk lagi.

"Setelah makan kita akan pergi ke dokter untuk memeriksa kepalamu yang terluka", kata Jev.

"Aku tidak suka ke dokter, paman...eh Jev..bisakah kita dirumah saja?", pinta Flow.

"Tidak bisa..kau harus tetap ke dokter", tegas Jev.

"Hmmm...baiklah..tapi setelah dari dokter aku ingin membeli eskrim..boleh?", ucap Flow.

"Hmmm..baiklah", jawab Jev.

"Yeeaayyy..thanks Jev..i love you so much...cup", Flow berteriak gembira sembari mencium pipi Jev.

1
Yulia
Ceritanya bagus,,cma d part tentang ayah tiri flow menguap begitu saja GX ada kelanjutan nya.
but... ceritanya ttp keren 👍..mksh othooor 🤗🙏
Teguh Imam
iya
Kusmiati Kusmiati
aku suka2 sekali ... semangat ka zarin..
Puspita Indahyanti
Luar biasa
Hida
dari novel pertama sampai ke 3 ini ceritanya itu2 saja berpisah saat lagi hamil ketemu di luar negeri saat ada acara,.🤭
Dewa Nara
Tali rambut?
Dewa Nara
yacht Thor 😄
ayu cantik
bagus
Sherly Vi
👍👍
Sherly Vi
omgg
Sherly Vi
👍
tanpa nama
Gini.. Wanita tegas.. D cmpkkan y d tingglkn. Untk apa mnunggu laki2 lembek yg g punya prinsip
Susanti Susanti
Luar biasa
Bunda Fiya
/Good//Good//Good//Good/
Karo Karo
👍👍👍👍👍
Cici Syafikin
baik banget
Rin chan
preeettt /Smug/
Syavira Vira
lanjut
cetom😘😘
tadi Korea kok jadi finland
Elin Erliana
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!