Raffi & Syila💙
Kisah cinta rumit yang di jalani dua orang remaja SMA.
Awal nya kisah mereka hanya di landasi oeh perjodohan dari orang tua mereka.
Namun siapa sangka karena perjodohan tersebut, timbul rasa cinta di hati ke dua nya.
Namun sikap dingin dan cuek Rafi mampu menutupi Rasa cinta nya kepada Syila.
bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Apa saja halangan dan ritangan yang di hadapi dalam mempertahankan hubungan mereka?
dan bagaimana Akhir dari kisah cinta mereka?
silahkan baca:👇
🄺🄴🅃🄾🅂 🄳🄸🄽🄶🄸🄽 🅅🅂 🄶🄰🄳🄸🅂 🄼🄰🄽🄹🄰
pemanis cerita ada di part 44 (possessive rich man 7) yah...
*Semoga kalian suka yaa...
kalau ada salah koment nya jangan pedes pedes yah😅
babay😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fithry fifhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 12
Gadis cantik dengan ekpresi lesu nya ini terduduk di sopa putih di butik itu. terlihat di sampingnya ada Rafi dengan wajah datarnya. dan di hadapannya pula ada Lia dengan wajah ceria dan bahagianya.
"Yaudah tante kesana dulu ya, sayang! kamu disini aja sama Rafi!" ucap Lia kepada Syila dengan mata yang menatap putra nya sekilas.
Setelah kepergian Lia, Syila menoleh ke arah Rafi dengan wajah cemberutnya.
"Ka, aku ga mau di tunangin, aku masih kecil ka... aku masih pengen sekolah... aku masih pengen bebas...," rengek Syila manja.
"Ngapain bilang sama gue? bilang sono sama mamah!" ucap Rafi datar.
"Ya tapi kan ka...."
"Ga usah ngebacot... jalanin aja sih, apa susahnya?" jawab Rafi sinis.
"Terus sekolah kita gimana?"
"Ck bego banget sih lo jadi orang! ini tuh tunangan Syila bukan nikahan! ya, sekolah tetep jalan lah!" jawab Rafi kesal.
"O iya ya, ka, ko aku baru kepikiran ya?" ucap Syila polos.
sedangkan Rafi...
laki laki itu hanya mendengus kesal.
"Ko bisa ya mamah mau tunangin gue sama ni cewe oon bin bego?" ucap Rafi membatin.
"Ga usah ngebatin."
"Sotoy."
"Biarin."
"Ga jelas."
"Ka Rafi! aaahhh, berantakan!" jerit gadis itu, syila...
saat Rafi mengacak ngacak rambutnya dengan gemas.
"Jelek lo."
"Enak aja cantik gini juga."
"Iya cantik... kalau di lihat dari monas pake sedotan! muka buriq aja bangga...," ejek Rafi
dan kemudian pergi dari hadapan kekasihnya yg menatapnya kesal.
"Isss.... ka Rafi nyebelin banget sihhh!" ucap Syila cemberut.
"Mampir dulu yuk, ka!" ajak Syila pada Rafi saat mobil Rafi telah terparkir di halaman rumahnya.
"Males."
"Isss... ayo dong ka! kaka udah lama loh ga mampir."
"Gua ngantuk mau tidur!"
"Ya udah tidur aja dulu di sini... ga baik kalau pas nyetir kaka nya ngantuk. nanti nabrak lagi. terus kalau kaka mati gimana? aku jadi janda dong!" ucap Syila dengan wajah tanpa dosa nya.
"Janda pale lu! mikirnya ke jauhan lo mah! yaudah ayo!" ucap Rafi kesal.
dan dengan pasrah laki laki itu pun menuruti permintaan kekasihnya. sedangkan Syila, gadis itu sudah bersorak girang.
Di ruangan tamu yg terkesan sangat luas dan besar ini, telihat 2 orang laki laki tampan dengan mata elang yg saling menatap tajam. terlihat tatapan permusuhan diantara keduanya.
"Cie tatap tatap an jatuh cinta ntar!"
suara seorang gadis yang baru datang dengan nampan berisi 1 gelas jus jeruk itu membuat ke dua insan itu teralihkan. keduanya menatap gadis itu dengan tajam. sedangkan yang di tatap malah nyengir ga jelas.
"Nih ka di minum!" Ucap Syila dengan meletakan gelas berisi jus di meja di hadapan kekasihnya, Rafi.
dan kemudian gadis itu pun duduk di sebelah laki laki yang bernama lengkap 'Ari Irham' kaka laki laki nya.
'Eh....'
Syila terpenjat kaget saat kaka nya, Ari mengibaskan rambut yang menutupi lehernya. dan kemudian tatapan laki laki itu pun beralih ke laki laki tampan yang berada di hadapannya.
"Udah berani lo ya sama ade gue!" ucap Ari sinis dengan tatapan tajamnya.
"Lu ga tau kronologi masalahnya. jadi ga usah ikut campur!" ucap laki laki itu, Rafi yang juga tak kalah sinis.
"Oh jelas gue harus ikut campur,...Syila ade gue, dan gue lebih berhak atas dia."
"Tapi di sini gue sama Syila yang ngejalanin hubungan nya. dan lo jangan terlalu ikut andil masalah gue sama ade lo!"
"Cih ga usah so deh lo! ngaku aja kalo lo cuman manfaatin Syila doang, kan? halah basi!"
"Terserah lo mau ngomong apa... gue ga perduli!"
"Rafi... Rafi... lo pikir gue bego? kalau ga man...."
"Stoooppp!"
Omongan Ari terhenti saat terpotong oleh jeritan adiknya. sedangkan Syila, gadis itu hanya menatap kesal ke dua laki laki tampan ini. niatnya ingin memperbaiki hubungan diantara keduanya. ia sengaja memaksa Rafi untuk mampir karena memang kebetulan kaka nya Ari tengah berada di rumah. jarang jarang kan soalnya kaka nya itu biasa tinggal di apartemen. dan ini mereka malah pada ribut,
"Kalian ini bisa ga sih baikan sebentar aja? ga usah berantem mulu! inget kata pepatah, 'benci beda tipis sama cinta.' "
Rafi, laki laki tampan ini menatap Ari dengan nyalang. kaka laki laki dari kekasihnya ini. entahlah ia heran dengan takdir mengapa ia bisa memacari adik dari musuh terbesarnya sendiri? ya, dia dan Ari bermusuhan sejak kelas 10 entahlah apa penyebabnya... hanya mereka yang tau. di tambah lagi antara SMA highschool dan SMA garuda memang sudah lama saling bermusuhan.
"Putusin Syila dan urusan kita akan kelar!" ucap Ari singkat namun bermakna.
"Jangan harep!" jawab Rafi santai dan kemudian ia pun berlalu pergi dari hadapan Ari yang menatapnya sinis.
'Ceklek'
Rafi membuka kamar bernuansa pink milik kekasihnya. Ia mengedarkan pandangannya ke segala penjuru. namun, tidak terlihat gadis itu. tapi terdengar percikan air di area kamar mandi. dan ia berpikir gadis itu sedang mandi. dengan langkah gontai Rafi berjalan ke arah sopa di kamar gadis itu. ia melepaskan jaketnya yang masih membungkus seragamnya. ya, iya belum sempat pulang dan berganti baju.
'Ceklek'
Baru saja Rafi memejamkan matanya. namun Suara decitan pintu membuat ia lebih tertarik mengalihkan pandangannya ke arah suara.
dan terlihat kekasihnya yang baru keluar dari kamar mandi yang hanya menggunakan handuk putih di atas lutut. yang membuat paha mulusnya terekspos jelas. dan jangan lupakan rambut gadis itu yang di gulung sehingga membuat leher jenjang gadis itu yang penuh bercak kemerahan begitu klop dengan kulit putihnya.
Syila gadis itu berjalan melewati Rafi dengan santai. satu di pikiran Rafi, kalau gadis itu tidak menyadari keberadaan nya disini.
Rafi memicingkan matanya saat gadis itu akan membuka handuknya, dan ....
"Aaaaaaaa"
"Ka Rafi!" ucap gadis itu, Syila dengan wajah kagetnya.
Ia menatap seluruh tubuhnya dan kemudian bernapas lega.
"huh untung belum kebuka!" ucap Syila dengan tangan yang mengelus dadanya.
"Ka Rafi ngapain di sini? aku lagi pake baju juga!" Tanya Syila sinis
"Ya kalau mau pake baju, pake baju aja sih ga usah ribet," ucap Rafi santai membuat gadis itu menatapnya kesal.
"Gila!"
*******************************************