NovelToon NovelToon
[REVISI]Love By Psychopath 2 : Kembalinya Si Psychopath Cinta

[REVISI]Love By Psychopath 2 : Kembalinya Si Psychopath Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:172.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yuriko Harumi

PERHATIAN! INI ADALAH KISAH LANJUTAN DARI KARYAKU LOVE BY PSYCHOPATH 1, JADI BUAT KALIAN YANG AKAN MEMBACA KARYA INI LEBIH BAIK MEMBACA YANG SEASON 1 AGAR DAPAT MEMAHAMI CERITANYA.
.
.
.
.
Kau mencoba berlari, tapi semakin berlari semakin aku menginginkanmu kembali. Jika kau lihat ke belakang sebuah kisah kita akan terulang. Suatu keberuntungan bisa melihat sang Dewi berhasil aku taklukkan.

-Darrel

Ini adalah kisah cinta psychopath yang selalu mencari cara bagaimana agar bisa menyembunyikan cintanya. Cerita ini menunjukkan bagaimana seorang psychopath mencintai seseorang dengan sudut pandang berbeda. Tapi apakah ada perbedaan antara posesif dan cinta, menurut Darrel sama saja. Jika bisa membuat cintanya si Dea Mahesa berada di pelukannya, itulah cara dia mengekspresikan cintanya.



HALLO SEMUANYA!! Makasih yang udh mampir ke cerita author. Semoga kalian menikmati cerita dari awal hingga akhir. Jangan lupa dukung author dengan tinggalkan jejak di setiap babnya. Dan author hanya terbit di noveltoon ataupun mangatoon ya, selain itu author tak menerbitkan di apk manapun. terimakasih!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuriko Harumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 12 •LBP2• : PERASAAN

Aku mulai menggerakkan gigiku. Terus ku cekik Darrel sekuat tenagaku, sambil menahan air mata yang sebenarnya sudah banyak keluar. Tapi aku sadar bukan kesakitan yang Darrel rasakan, melainkan senyuman bahagia layaknya mendapatkan sebuah kenikmatan.

"Gila..." ucapku terus berulang-ulang, hingga aku melepaskan cekikan tanganku dari leher Darrel.

Terlihat bekas memar melingkar di leher Darrel, aku mengusapnya perlahan. Bukan karena aku menyesalinya, tapi karena seberapa Darrel menyakiti ku hingga aku lupa apa yang selalu mama katakan.

'Kamu paham akan rasa sakit, kamu paham rasanya di sakiti, tapi bukan berarti kamu juga melampiaskan rasa sakitmu kepada orang-orang agar merasakan hal yang sama dengan apa yang kau rasakan. Jika kamu melakukannya, apa bedanya kamu dengan orang jahat yang menyakiti mu sebelumnya...'

Senyumku sinis saat mengingat perkataan mama. Jujur terkadang aku menyesal di adopsi oleh keluarga baik-baik, dimana kau tidak akan bisa marah meski ke orang yang telah menyakimu. Hanya diam dan menangis, sama seperti sekarang hanya itu yang aku lakukan.

"Kenapa berhenti? Aku ingin melihat ekspresi itu sekali lagi" ucap Darrel tiba-tiba sambil menahan tanganku agar tidak melepaskan lehernya.

Aku tau Darrel itu orang gila, jika aku mengikutinya aku hanya akan menjadi gila.

Segera tanpa memperdulikan Darrel, aku hanya menarik tanganku kemudian beranjak pergi dari atas tubuhnya. Sungguh memalukan, hanya ini yang bisa aku lakukan tanpa membalas apapun.

...BRAK!...

Aku membulatkan mata seketika, saat aku akan turun dari kasur justru Darrel menerkam ku daru belakang. kedua tanganku ditekuk ke belakang, layaknya penjahat yang sedang di tangkap.

"Darrel! Sakit lah! Lepaskan aku! Setidaknya lepaskan aku karena aku tidak membunuhmu!" teriakku bertubi-tubi karena Darrel benar-benar menindihi tubuhku.

"Aku sudah bilang untuk lanjutkan, kenapa aku tidak melakukannya... Sekarang aku sudah terangsang bagaimana jika kau membantuku juga" ucap Darrel sambil berbisik ke arahku.

"DARREL!" teriakku sambil terus mencoba menggerakkan tanganku.

Justru aku semakin bergerak aku semakin merasakan kesakitan. Dan semakin pula senyum lebar Darrel tercipta. Inilah yang Darrel inginkan melihat ekspresi kesakitan, dan tangisan dari seseorang.

...kring......

Terdengar bunyi panggilan ponsel, yang tentunya bukan milikku. Dengan wajah kesalnya akhirnya Darrel melepaskan aku. Langsung saja aku berlari ke bawah, agar Darrel tidak menangkap ku lagi.

Aku tau aku tidak bisa pergi. Aku melihat arah luar hanya sebuah kaca besar dan tebal yang membatasi ku dengan dunia luar. Aku lihat pemandangan yang mengagumkan, dimana banyak rumput bergerak di hembus angin dan air danau juga bergerak karenanya.

Aku tersenyum simpul, apalagi saat melihat danau yang tenang dimana Darrel menenggelamkan aku saat pertama kali sampai di sini. Tapi dia yang berpura-pura agar menyelamatkan diriku. Jika di pikir lagi memang orang gila.

Suasana hatiku baik melihat pemandangannya, tapi tidak lama setelah mendengar suara langkah kaki Darrel yang menuju ke bawah. Terlihat Darrel yang memakai pakaiannya rapinya, serta rambutnya yang sudah tertata rapi. Tampan, aku tidak bohong sungguh tampan sekali.

Tanpa sadar aku melihatnya, hingga dia menolah dan menyadari aku sedang menatapnya.

"Apa kau sudah baikkan? Seperti kau suka dengan tehnya... Aku akan pulang cepat dan membelikan mu lebih banyak. Jadilah perempuan yang baik" itulah yang Darrel katakan sambil berjalan ke arahku, kemudian mengecup keningku.

Aku hanya memejamkan mataku. Bukan berarti aku menikmatinya, tapi aku sadar Darrel memang orang gila yang bisa saja berubah sikapnya dalam sesaat.

Sesaat kemudian Darrel berjalan pergi, tidak lupa mengunci pintu rumahnya kembali. Aku hanya melihatnya pergi, kemudian menyenderkan kepalaku di kaca tebal ini. Bahkan tidak bergeming saat aku sesekali menjedotkan diriku di kaca, memang kaca yang tebal.

Makan malam tiba tapi Darrel belum saja pulang. Aku hanya memakan mie, dengan saus pasta serta mayones di atasnya. Aku sengaja menyiapkan dua porsi, agar Darrel kembali mungkin dia akan kelaparan.

Aku menghela nafasku pelan, saat sadar apa yang aku lakukan. Mengapa aku harus memperdulikannya, bahkan saat dia sama sekali tidak peduli denganku.

Dipikir-pikir lagi sepertinya Darrel adalah orang yang sibuk. Dia selalu pergi dengan terburu-buru, dan memakai pakaian rapi saat mendapati telepon.

"Aku pasti sudah gila" kataku yang masih belum tidur karena menunggu Darrel pulang, padahal j sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.

"Ah Serah! Kenapa aku harus peduli? Mau pulang kek, gak pulang kek mana peduli, mau mati tertabrak pun aku tidak peduli!" kataku sambil marah pada diri sendiri.

Beberapa langkah aku mulai naik untuk pergi ke lantai atas, saat aku mendengar suara pintu terbuka entah kenapa aku langsung saja berlari ke bawah.

"Kau kemana saja!" kataku sambil melihat siapa yang datang.

"Dar-rel?"

1
Nining Chayumi
seru banget Thor ceritanya, mulai dari S1 sampai s2 semangat terus ya Thor 💪🏻
Cita Solichah
lovu u fulll...
Anita Nta
lanjut
Ati Sumariati
dasar darel gila
Ati Sumariati
semangat ya thor
Ati Sumariati
jadi makin penasaran lanjut thor
Nacita
msi bnyak misterinya yg blum ke ungkap sih, s darel mti pun gtau pnyebabnya apa
Nacita
pas d culik dr rumah sakit merasa tdk ekhem ekhem deh beliau itu 😂😂😂
Nacita
yah salah ngomong deh tuh 😩
Nacita
pikirannya itu loh, daras emang dasarnya gila ya... dahlah.....
Nacita
ya ampun ksian bgt sumpah jd s dea
Nacita
boleh ga sih gue congkek jantungnya a darel 😭
Nacita
haram bego, otakmu kmn sih, d gadein trus ga d tebus2 gtu?
Nacita
yaelah kena prank 😂😂😂
Nacita
percayalah, darel dan dea berhak bahagia...
Nacita
astaga dragon
Nacita
dihhhh...pemain 😩
Nacita
mungkin s darel umroh dulu 😌
Nacita
cih...dia yg nenggelemin dia juga yg nolongin, benar2 gila 😩
Nacita
knp s darel ga mati aja sih wktu d tusuk kmren 😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!