Gak ada kata-kata, kecuali, sehat selalu buat semua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shanty fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TERKEJUT DADAKAN.
🐥SELAMAT MEMBACA🐥
Angin berhembus dengan pelan seolah memberi kenyamanan untuk anak muda berusia 25 tahun itu.
Abie sesekali memejamkan mata, seolah menikmati betapa indahnya dunia.
Sedangkan Shafa seolah tak mau mengalihkan pandanganya untuk terus menatap wajah Abie. Wanita itu merasa malu, sebab hampir satu bulan full, Shafa mencaci maki Abie tanpa henti. Bahkan saat Abie mengatakan bahwa foto yang dia kirim adalah real foti dia, lagi-lagi Shafa tak mempercayainya, yang ada Shafa semakin menggila untuk terus mencaci maki Habie tanpa henti.
Namun betapa terkejutnya Shafa saat Abie benar-benar menemuinya, sesuai dengan apa yang Shafa minta. Bahkan anak muda itu benar-benar membuat si Shafa terkejur luas biasa. Jantung bagai mau copot dari tempatnya, saat menatap wajah tampan Abie yang terpampang nyata.
"Kak Shafa, bolehkah aku bertanya?" Cetus Abie tiba-tiba
"Apa?"
"Apa yang membuat laki-laki tergila-gila, pada sosok wanita?" Tanya Abie lagi.
Shafa terdiam sejenak, di tatapnya dalam-dalam wajah Abie dengan seksama. "Bagiku, diam dan abay adalah sesuatu yang justru membuat laki-laki semakin ingin tau siapa kita, bahkan semakin kita tertutup semakin membuat orang lain penasaran." Jelas Shafa dengan lantangnya.
Abie tersenyum kelu mendengar jawaban itu, bahkan dia merasa bahwa Shafa tengah menyinggung dirinya, sebab bukan tanpa alasan, anak muda itu tersinggung. Karena selama kenal di dunia maya, Abie benar-benar memberikan dia perhatain lebih, hingga membuat Shafa benar-benar bahagia, namun si penulis tak pernah menunjukanya, yang ada Shafa justru terkesan cuek dan jutek.
Saat Abie dan Shafa sama-sama tengelam dalam sebuah rasa yang tak bisa di jelaskan oleh kata-kata. Dani menyapa mereka dengan gaya songongnya.
"Abie, kenapa gak bangunin gue, sih?" Dani terlihat sangat kesal. Namun expresi wajahnya seketika saja berubah saat dia melihat sosok wanita yang duduk di samping sahabatnya. "Siapa dia, Bie?"
"Menurutmu?" Abie balik bertanya.
"Kenalin, namaku Shafa!" Wanita itu mengulurkan tanganya. "Namamu Dani kan?"
"Bener sekali. Senangnya bisa berkenalan dengan wanita secantik anda." Rayu anak muda itu.
"Ciiih, di larang gombal!" Ceplos Abie spontan.
"Lah. Biasanya juga elu sama cewek-cewek begitu semua jurusnya." Jelas Dani yang langsung mendapat tinjuan pelan dari kepalan tangan Abie.
Shafa tersenyum menunjukan jajaran giginya yang berbaris rapi putih dan bersih. Wanita mungil itu sudah tau, laki-laki setampan Abie pastilah playboy kelas atas. "Terserahlah!" Gumam Shafa dalam hati.
Sedangkan Abie menatap wajah wanita itu dengan perasaan yang tak karuan. Apa yang di fikirkanya, hanya Abie sendiri yang tau.
Dani menjauhi keberadaan Shafa dan Abie, anak muda itu sibuk dengan ponsel pintar miliknya. Jepret sana, jepret sini, selfi-selfi tanpa henti. (ALAY).
Selama duduk di bawah pohon itu, baik Shafa atau pun Abie lebih banyak diam tanpa kata, mereka tak saling bicara, hanya menatap tanpa suara. (ANEH).
____
"Fotoin gue dong!" Pinta Abie seraya mendekati keberadaan Dani.
"Oke, oke." Jawab Dani santuy
Baik Abie atau pun Dani kini tengah asik sendiri, sibuk foto sana foto sini, masuk sungai, kejar-kejaran dengan ayam, elus-elus kambing. Nah begitulah kira-kira pekerjaan mereka selama di desa.
.
"Makaan, Bie!" Seru Shafa dengan sedikit berteriak. "Ajak juga temenya, ya!" Titahnya lagi seraya menyiapkan makan di bawah pepohonan yang di alasi hanya menggunakan tikar saja.
"Calon istri idaman, ya! Cantik dan pintar masak pula!" Basa basi Abie lagi.
"Hahhahahahaha. So pasti dong, kalau gak bisa masak, malu-maluin orang tua, anak prempuan wajib bisa urus dapur, biar bisa bahagiain suaminya." Jelas Shafa
Hal itu membuat Abie semakin bedecak kagum. "Bener, nih! Kalau mau cari jodoh jangan anak kota, cari yang anak desa." Batinya.
Abie dan Dani saling menikmati hidangan yang sudah Shafa siapkan. Tapi ada satu hal yang membuat Shafa berdecak heran, sebab selama mata memandang. Abie tak sekali pun mau menyentuh nasi, hanya menikmati lauk dan pauk yang ada di depanya, usut punya usut ternyata sejak masih kecil, Abie memang tak pernah sekali pun makan nasi. (Aneh mamang).
Shafa membiarkan keduanya makan di temani angin yang berhembus pelan, namun tiba-tiba saja Abie di kejutkan dengan datangnya seorang anak kecil, sekitar usia 4 tahunan.
"Bundaaaaaaaaaaa, minta duit! Mau jajan." Begitulah kira-kira, dan panggilan bunda seketika membuat Abie tersedak.
"Bu-bunda. Aapa maksudnya?" Banyak tanya memenuhi fikiran Abie.
"Ya ampun, adek. Tadikan udah nda kasih uang 5 ribu, masa iya sudah habis, oh iya, nenek kemana, kok adek pulang sendiri?" Tanya Shafa tanpa ragu pada anak kecil itu.
"Tunggu-tunggu! Dia siapa kak, imut sekali, tapi kenapa dia panggil kakak dengan sebutan sebutan BUNDA🙄?" Tanyanya.
"Dia ANAKU."
"Uhuuuuk. Uhuuuuuk. Uhuuuuuk." Seponta saja Abie dan Dani terbatuk Berkali-kali, sebab mereka sama-sama terkejut mendengar jawaban yang Shafa berikan.
"Kakak sudah MENIKAH??"
"Sudah sekitar 5 tahun yang lalu." Jawabnya lantang.
"😱... Kakak jangan bercanda😭!!!!!!!" Tampak kekecewaan yang luar biasa dari raut wajah anak muda itu.
"Siapa yang bercanda, dia memang anakku. Dek kenalan dek!" Seru Shafa kepada anaknya.
Anak kecil itu tersenyum lugu dan segera mendekati keberadaan Abie. Begitu pun Abie dia menyambutnya dengan mengulurkan tangan. "Hay adek kecil, namanya siapa?" Tanya Abie tetap ramah.
"Namaku, Adek AL."
"Hy adek AL, kenalin nama kakak Abie,"
"Hy kakak Abie," anak kecil itu menyapa dengan tingkah polosnya. (Meski 4 tahun cerdasnya sudah di atas rata-rata).
Abie pun mengusap rambut adek Al dan mencium pipinya berkali-kali, hingga membuat anak kecil itu tertawa geli. "Ini uang, buat beli jajan, karena adek Al udah mau kak Abie cium." Ucap Abie seraya memberikan uang 50 ribu untuk anak kecil itu.
Si anak kecil pun beterima kasih dan segera berlari riang, menjauhi keberadaan mereka. "Adek janjanya 3 ribu aja, sisanya nanti antar dulu ke bunda" Seru Shafa pada anaknya, yang langsung mendapatkan anggukan dari anak kecil itu.
Sedangkan Abie tertunduk lesu, bahkan dia tak mau menatap lagi wajah wanita itu. "Abie kenapa?" Shafa mendekati keberadaan anak muda itu.
"Aku kira kakak masih sendiri, ternyata kakak sudah menikah. Kenapa kakak tak memberi tahuku???"
"Laaah, Bie, kamukan gak pernah tanya." Jawab Shafa singkat.
"AKU KECEWA." Hanya itu yang keluar dari bibir Abie.
Sementara Shafa tersenyum kelu, dia tak tau apa arti di balik rasa kecewanya si Abie itu. "Kau kenapa sih?" Shafa kembali mendekati keberadaan Abie.
Abie hanya menggeleng. Bahkan setelah itu dia banyak diam dan tak bersuara. Abie menghabiskan waktu di rumah Shafa bermain-main dengan anak kecil bernama AL itu. Main kuda-kudaan, kejar-kejaran kambing, tangkap ayam, main air dan masih banyak lagi, karena adek AL juga terlihat sangat cepat akrab denganya.
Shafa memandangi tingkah si tampan itu dengan perasaan heran, dia menela'ah sikap Abie yang kecewa saat mengetahui bahwa dia sudah menikah.
Ting
Sebuah pesan masuk ke no WhatsApp Shafa, dan no itu masih baru tertera di layar ponsel miliknya.
(BENCI DENGAN TAKDIR, SEKALINYA SUKA MALAH DIA ADA YANG PUNYA😏). Begitulah kira-kira isi pesanya yang seketika membuat persedian Shafa kembali lemas.
"Bohong sekali dia!" Shafa berusaha untuk tak percaya dengan apa yang Abie katakan. "Dasar playboy!"
.
.
.
NAH LOE. GIMANA TU NANTI 🤔
🐣TERIMA KASIH🐣
bank abie maaf ya waktu itu gak sengaja kepencet unfollow jadi ilang pertemanan kita pdhal banyak yg pingin diobrolin.
Tetap semangat dan selalu positif thingking meski semua bergantung takdir yang kuasa
Semoga dipermudahkan, dikuatkan dan selalu ikhlaskan hati
Apapun serba mungkin jika Yang Kuàsa berkehendak
sepertinya ortunya jg mengingkari kenyataan🤔
kangeeeeeeeennnnn 🥰
mdh2n Abang selalu d beri kesehatan yahhh
aku gabung d GC tp baru tau segala nya hari ini 😭😭😭😭
yg sabar ka Desi buat ngasih semangat k bang BIE 💪💪💪💪