NovelToon NovelToon
CINTA Yang Salah?

CINTA Yang Salah?

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:93.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Wati Charoline H.

Mengisahkan tentang seorang kakak yang memendam perasaannya terhadap adiknya.

Seorang Ma Jiaqi pemuda pendiam, yang menyimpan rasa cintanya terhadap sang adik selama lebih dari sepuluh tahun. Perasaan itu seakan terus tumbuh seiring berjalannya waktu yang selama itu juga menyebabkan dirinya harus melewati rasa sakit yang Ia pendam.

"Apa benar bahwa kakak menyukaiku?"

"Maafkan kakak."

"JAWAB PERTANYAANKU!" Teriak Wati saat mengetahui semua fakta.

Sehingga ... pada suatu hari sang adik mengetahui tentang perasaannya. Jawaban apa yang akan sang kakak berikan? Apakah Jiaqi akan memberitahu tentang perasaannya? Atau bahkan sebaliknya?


Juga beberapa dari sahabatnya yang mengalami permasalahan CINTA yang mereka lalui.

"Pergilah dari hadapanku! Aku tak butuh kau berada di kehidupanku."

"Dewi sebegitu benci kah kamu terhadapku?"


"Ben j-jangan terlalu kasar! Ini sa-sakit."

"M-maaf aku terbawa suasana."

Penasaran? Yuk ikuti terus cerita ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wati Charoline H., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekerasan.

Saat di perjalanan pulang Jiaqi dan Wati tidak langsung menuju rumah, mereka berdua masih mampir ke sebuah toko Es Krim yang selalu mereka datangi saat Wati Menginginkannya. Letak toko itu masih tidak terlalu jauh dari sekolah mereka.

"Kamu mau pesan Es Krim apa dek...?" tanya Jiaqi.

"Aku, mau es krim coklat ini kak," kata Wati sambil menunjuk-nunjuk gambar es krim coklat yang ingin ia pesan pada Jiaqi, Jiaqi pun mengangguk mengerti

"Bak... Saya mau pesan es krim coklatnya ini dua ya," ucap Jiaqi pada pelayan yang ada di sana.

"Baik, dua es krim coklatnya ya mas, kak. Mohon di tunggu sebentar," ucap pelayan itu lalu pergi.

"Kak Jiaqi pesan rasa coklat juga...? Bukannya kakak suka rasa vanila ya?" tanya Wati.

"Kakak hanya pengen mencoba rasa lain," jawab Jiaqi.

Beberapa Menit kemudian es krim yang mereka pesan pun akhirnya datang.

"Silahkan di nikmati es krim coklatnya," ujar pelayan tadi setelah meletakkan pesanan mereka.

"Terimakasih bak," ucap Wati tersenyum. Mereka pun menikmati pesanan es krim yang mereka pesan dengan lontaran candaan yang membuat sang adik tertawa-tawa.

Jiaqi hanya menyunggingkan senyumannya saat melihat senyuman sang adik.

Jiaqi menggelengkan kepalanya saat melihat Wati yang belepotan saat memakan es krimnya. Jiaqi mengambil beberapa tissue untuk mengelap bibir adiknya yang belepotan, "Hehehe... Belepotan ya kak?" ucap Wati cengengesan.

"Makannya pelan-pelan dong makannya," ucap Jiaqi yang sedang mengelap bibir adiknya.

Degh...

Jiaqi segera menghentikan aktivitasnya yang mengelap bibir Wati, "Kenapa kak?" tanya Wati saat melihat kakaknya tiba-tiba terlihat gugup.

"Ah, ti-tidak apa-apa," ucap Jiaqi gugup, dirinya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Kakak ke toilet dulu ya! Kamu tunggu disini sebentar!!" Jiaqi segera menuju toilet saat mendapat anggukan kepala dari Wati.

Di dalam toilet...

"Haaah, kenapa aku tidak bisa menahannya." Jiaqi menyentuh dadanya yang tak berhenti berdetak kencang.

________________________________

"Wati...?"

"Lho!! Dimas kamu ke sini juga?" ucap Wati saat Dimas sahabatnya menyapanya di toko itu.

Dimas menduduki dirinya di salah satu meja di samping sahabatnya, "Iya, soalnya mau ngerjain PR tadi yang pak Sontoloyo kasih itu!! Eh, btw kamu kesini sendiri Wat?" laki-laki itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling saat melihat Wati hanya duduk sendiri di toko itu.

Wati dengan cepat menggeleng, "Enggak, aku bareng sama kak Jiaqi kok."

Dimas hanya ber-Oh saja.

"Lho!! Dimas kenapa kamu ada di sini?" tanya Jiaqi yang tiba-tiba muncul.

"Eh, kak Jiaqi. Iya nih kak... Aku mau ngerjain PR," Dimas pun menunjukkan PR yang mau ia kerjakan pada Jiaqi.

"Kamu gak mau ngerjain juga dek?" tanya Jiaqi pada Wati yang tengah sibuk dengan es krim yang ia makan, "Enggak!! Aku mau mengerjakannya di rumah aja sama kakak," ucap Wati santai sambil memainkan matanya pada sang kakak yang membuat Jiaqi tersenyum geli.

"Bilang aja kamu terlalu bodoh, makanya ngandelin kak Jiaqi terus," cerocos Dimas yang mendapat pukulan kecil dari sang sahabatnya.

"Auw, sakit Wati...," Dimas melototkan matanya ke arah Wati yang terlihat tidak tau akan tatapan itu.

"Habis, kamu sih cari gara-gara aja," Wati menghampiri Dimas yang kesakitan untuk mengusap lengan laki-laki itu sebagai pertanda maaf.

***

"Kenapa kamu pulangnya lambat! Kemana saja kamu!" suara berat memenuhi sudut ruangan besar yang hanya terdapat tiga orang saat itu karena sang mama sudah terkapar di lantai. Seorang gadis yang mendapat pertanyaan hanya menunjukkan wajah datarnya, "Sekolah!"

"Kalau orang tua bicara itu harus sopan!! Dari mana saja kamu hah?" bentak pria yang tengah berdiri dari tempat duduknya.

"Sejak kapan anda peduli dengan saya yang pulang atau tidaknya? Bukankah anda terlalu sibuk dengan perempuan lain?" ucap Dewi seraya meninggalkan tempat itu menuju kamarnya.

"Jangan jadi anak kurang ajar kamu!" ujar pria yang terlihat geram dengan jawaban anaknya, "Dewi!!" teriaknya sang ayah.

Dewi segera mengunci pintu kamarnya saat dirinya telah sampai, gadis itu segera membanting tubuhnya pada ranjang yang telah menjadi tempatnya sejak kecil. Namun tiba-tiba saja pintu kamarnya di gebrak paksa oleh ayahnya yang membuat pintu itu terbuka lebar dan menatap gadis itu tajam. Dewi yang melihat tatapan mata sang ayah hanya menampakkan wajah datarnya, dan segera mendudukkan dirinya pada ranjang yang ia tempati.

Dewi hanya melirik sang ayah yang menghampirinya dengan mengepalkan kedua tangannya, Dewi menghela nafasnya saat sebuah tangan telah mendarat di pipi tirusnya.

Pyaaarrr!!

Gadis itu tersenyum saat menyentuh pipinya sekilas yang sudah mengeluarkan sedikit darah, "Apakah sudah puas!! Setelah memukul ibu, lalu kau melanjutkan kemarahanmu padaku karena ibu tak bisa melawan?" gadis itu menghela nafas panjang lalu berkata, "Heh, ibu memang terlalu bodoh! Bodoh karena sudah menikahi seorang pria brengsek yang tak memiliki hati sepertimu,"

Pyaaarrr!!

"Tutup mulutmu!! Kalau bukan karena aku, kamu tidak akan ada di bumi ini!!" ucap sang ayah setelah kembali melayangkan sebuah tamparan untuk anak gadisnya yang kini pipinya memerah.

Dewi mengusap air matanya yang menetes, ia tak ingin terlihat lemah di depan orang yang selama ini di bencinya.

Dewi pun berdiri dari tempat tidurnya menatap wajah pria di depannya, "Anda sepertinya sangat bahagia sekali jika menyiksa kami berdua keluargamu, upss... Sepertinya bukan begitu! Karena aku sama sekali tak memiliki seorang ayah! Aku justru lebih senang jika aku di lahirkan tanpa seorang ayah!" ucap Dewi penuh penekanan di akhir kata. Lalu berlalu keluar kamar.

...

"Dewi...?"

"Kak Yoonikha, kakak ngapain disini?" ucap Dewi yang melihat ke arah pintu kamarnya.

"Ah, ini... Kakak bawakan ini untuk kamu dan juga tan-... Dewi...? Kenapa pipi dan bibirmu berdarah?" Yoonikha terkejut melihat wajah adik sepupunya yang terlihat lebam. Pandangannya teralihkan saat ayah Dewi menghampiri keduanya tepatnya hanya mengarah pada Dewi yang langsung di hujani pukulan keras untuk gadis di hadapannya, "Om...!! Om apa apaan sih! kenapa tiba-tiba memukul Dewi! Dia salah apa?" ucap Yoonikha tidak percaya pada apa yang di lihatnya.

"Jangan ikut campur kamu! Minggir!!! Aku mau memberinya pelajaran pada anak tak tau diri ini!" bentak ayah Dewi pada Yoonikha yang mencoba menghalanginya, "Om!! Om gila ya!! Dewi ini anak om, sebesar apapun masalahnya dia tetap anaknya om, om tidak boleh memukulnya!!! Ayo dek kamu ikut kakak aja!" Yoonikha pun membantu Dewi yang sudah terkapar di lantai atas pukulan ayahnya yang brutal.

"Adek tunggu disini dulu ya, kakak mau ke supermarket mau beli beberapa bahan makanan dan beli obat untuk lukamu," ucap Yoonikha saat sampai di parkiran dan berniat turun dari mobil, tapi Dewi memanggilnya, "Kak Yoonikha, bisakah aku ikut kakak ke dalam?" tanya Dewi saat menahan tangan kakak sepupunya.

"Tapi luk-"

"Aku juga ingin membeli sesuatu juga kak." potong Dewi dan menatap Yoonikha dengan tatapan memelas, "Baiklah...," ucap Yoonikha.

Mereka pun akhirnya keluar dari mobil dan menuju ke supermarket yang lumayan besar itu.

"Dek, kakak mau mencari bahan makanan di situ... Setelah kamu selesai mencari barang yang ingin kamu beli, kamu langsung ke sana ya!" ujar Yoonikha yang diangguki oleh gadis itu.

Dewi pun sedang mencari beberapa snack yang di inginkannya, saat sedang memilih-milih seseorang tak sengaja menabraknya dan membuat snack yang ia ambil menjadi berjatuhan, "Ah, maaf aku tidak senga--" ucapan itu terpotong saat melihat wajah cantik Dewi.

Deg...

Dewi melirik ke arah orang yang menabraknya dan segera mengambil snack yang telah berserakan, "Emm... Lain kali hati-hati!" ucap Dewi dan segera pergi dari tempat itu.

"Hei! Tunggu!! Namaku Edwin, kalau boleh tau namamu siapa?" tanya pria itu saat Dewi telah agak menjauh darinya, meskipun Dewi mendengar ocehan pria itu tapi gadis itu tak peduli, ia justru tak ingin mendengarkannya.

"Dia tidak menjawab ya...?" gumam pria yang nyebutnya Edwin itu. Entah kenapa saat melihat wajah gadis itu Edwin merasa memiliki rasa pada gadis datar tadi. Meskipun pada akhirnya ia tak mendapatkan nama gadis itu karena gadis itu mengabaikannya. Tapi pria itu nampak heran pada wajah gadis itu yang nampak memerah dan sedikit mengeluarkan darah, "Apakah dia di pukuli...?" imbuhnya kembali.

"Edwin... Kamu sedang apa disini? Ayo kita ke tempat game!" seseorang menepuk bahu Edwin dan membuat pemilik bahu menolehkan kepalanya pada orang yang menepuk bahunya, "David... Kenapa?"

"Kau tidak mendengarku? Aku bilang ayo kita ke tempat game!" ucap David temannya.

"Ah, o-oke."

"Kamu kenapa sih?" tanya David yang melihat temannya malah terlihat bingung.

Edwin hanya menggeleng, "Aku tidak apa-apa, hanya saja tadi aku tidak sengaja menabrak seseorang."

"Oh gitu... Yaudah yuk!!" kedua laki-laki itu pun pergi dari tempat itu, begitu juga dengan Dewi dan Yoonikha.

***

"Auw...," Dewi menahan sakitnya saat Yoonikha mengobati luka di bibirnya, "Maaf dek...," ucap Yoonikha.

Dewi menggeleng, "Tidak kok kak... Justru aku yang meminta maaf karena sudah merepotkan kak Yoonikha."

"Dek... Sebenarnya ada apa Antara kamu dan ayahmu? Kenapa dia tiba-tiba memukulmu seperti itu?" yang di kasih pertanyaan hanya terdiam, seperti sedang memikirkan sesuatu. Lalu beberapa saat gadis itu tersenyum ke arahnya, "Aku tidak apa-apa kak, ayah hanya main-main saja denganku karena aku sedang belajar bela diri. Emm, seperti itulah cerita sebenarnya kita gak betulan bertengkar kok." Dewi langsung menundukkan kepalanya, Yoonikha yang mendengar pengakuan Dewi, justru gadis itu meragukan ucapan adik sepupunya. Ia merasa bahwa Dewi sedang menutupi sesuatu.

🍃🍃🍃

GOL!!!

Tim Jiaqi (skor 10) & Tim David (skor 09).

Sorakan penonton yang memenuhi sudut ruangan basket yang menyoraki tim Jiaqi.

"Kak, kita menang!" ucap Dimas yang langsung memeluk Jiaqi dengan erat, yang dipeluk hanya diam tak berniat membalas pelukan sahabatnya adiknya itu.

Bug!!!

Jiaqi memegangi kepalanya saat sebuah bola basket mengenainya, "Woi!! Apaan kamu main lempar-lempar bola ke arah kak Jiaqi, maksudnya apa?" teriak Dimas tak terima saat kakak sahabatnya di lempari bola oleh musuh rivalnya. Iyah... Mereka bertanding melawan David yang juga merupakan satu kelas, karena David tak ingin menjadi satu tim dengan Jiaqi. Alhasil David membentuk timnya sendiri dan memilih bertanding dengan Jiaqi satu kelasnya.

"Heh, bocah kerempeng!! Sebaiknya kamu diam!" Dimas mengepalkan tangannya saat David telah berada di depannya. Jiaqi yang melihat tangan sahabat adiknya langsung memegang bahu Dimas dan menyuruhnya untuk mundur.

"Ada apa?" tanya Jiaqi dengan wajah datarnya.

David tersenyum, "Jangan terlalu percaya diri dulu, aku memang sengaja mengalah karena aku kasian padamu," ucapnya dan segera meninggalkan Jiaqi yang terdiam mencerna kata-kata David barusan.

'Apa maksudnya dari pertanyaan itu?'

Bersambung...

Jangan lupa tinggalkan like, komen dan rate kalian ya... Agar aku bisa lebih semangat lagi dalam buat cerita ini, Terimakasih. 😍💗💗

1
Susilla Wati
gantung ternyata. salah pilih judul klo gini ./Facepalm/
arfan
up
Na Watwat🌻
👍
Yurika23
Semangat n sukses slalu buat author,

Mohon maaf, ijin promo ya thor. Ada suka cerita perang epik dng MC yg punya bnyk pasukan..mampir yuk di novel sy " penguasa dua benua" moga suka..
Syee Aashiqui
Hai kak🙋mampir juga yuk di novel pertama ku mencari cinta sang pewaris tahta mohon dukungannya ya terimakasih 🙏💕
Kasmida Kasmida
tidak rela tamat ya thor, kasihan ma jiaqi....cinta nya begitu tulus ama wati❤❤❤❤❤
Kasmida Kasmida
up lagi thor seru cerita nya
Heryadi
untuk author sedikit kritik ceritanya gantung, tidak tuntas semua permasalahan dalam yg ada diantara semua tokoh baik itu tokoh utama maupun peran pendukung dan terlalu banyak pemeran sampingan yg kurang berpaedah,, tapi tetap apresiasi dengan karya mu cukup menghibur dalam mengisi waktu luang ku..
semangat semoga dengan sedikit kritikan bisa memotivasi penulis untuk menjadikan karya yg lebih baik.. aminn
Nenk Febrya
mana kelanjutannya
Sin Cera 😉
anjim gak tuh upil beneran masuk 😂🤣🤣
Sin Cera 😉
okee jadi mari kita simpulkan ending dr novel kak wati.
1. akhirnya wati tau klo jiaqi bukan kakak kandungnya.
2. sera sama tony akhirnya pisah.
3. dewi meninggoy, cowoknya jadi sad boy.
4. menik mencoba menerima ben.
5. whidie nikah sama cowoknya.
btw berarti yg happy ending cma si whidie dong yg lainnya sad ending and open ending 😭😖
Elkuna
paling ngena kata2 nya tony eh ttg istri, bener kali tuh 😗
paling menarik peehatian kata2 patkay coklat, masa upil disamakan sm cinta 🤣🤣🤣
Elkuna
astage, kok gantung? author patkaynya jd pengen ku bawa ke comberan!!
Na Watwat🌻
udh tamat dik ? 🙄
Na Watwat🌻
cntk2 smua 😆
Ival Vander
gk terima udh tamat aja berasa ceritanya belum kelar thor 😭
Daniel Akbar
ada kelanjutannya kah nanti?
Daniel Akbar
aku gak mau thor
Daniel Akbar
tamat thor? knp cepat sekali sih 😭
Ival Vander
Kok sudah tamat? itu masih berlanjut ke season 2 kah thor?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!