"Mo Ling'er! Kau berjanji memberiku tiga tahun!" raungnya seperti harimau yang terluka. "Sekarang baru dua tahun! Kenapa kau lakukan ini padaku! Kenapa?!"
Mo Ling'er menyeringai, tersenyum penuh penghinaan.
"Menunggumu? Hmmph!
"Kau tidak pantas!"
Kalimat itu menghantam arena seperti petir.
"Aku dulu buta karena menganggapmu istimewa," kata Mo Ling'er sengaja lantang, biar semua orang mendengar.
"Kau memang Tuan Muda Ketiga Keluarga Feng, tapi selama enam belas tahun apa yang kau raih?"
"Jiwa Bela Diriku Peringkat Enam! Aku jenius Keluarga Mo, sekaligus jenius nomor satu di antara rekan-rekan di Kota Wushuang! Sementara kau hanya Peringkat Dua, apa hakmu menyuruhku menunggu?
"Hari ini, kau juga hanya sanggup membangkitkan Jiwa Bela Diri diperingkat Dua. Perempuan saja bahkan lebih baik darimu!"
"Dasar sampah!"
Seketika hati Feng Wuchen terasa seperti ditusuk ribuan pisau.
Enam belas tahun kenangan indah mereka terlintas di benaknya. Tawa, senda gurau, janji, kebersamaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12: Kesepakatan dengan Paviliun Wanbao
"Tuan Muda Feng..."
Yu Wanxiong tampak serba salah.
Sebagai Ketua Paviliun Wanbao sekaligus seorang alkemis senior, meminta bantuan kepada pemuda berusia enam belas tahun jelas bukan hal mudah baginya.
Terlebih lagi, beberapa hari lalu ia sendiri yang mengusir Feng Wuchen.
Namun racun api di tubuhnya semakin berat.
Selain Feng Wuchen, ia tidak tahu harus mencari siapa lagi.
"Tentang racun api di tubuhku..."
Feng Wuchen tidak langsung menjawab.
Ia justru menatap Zhang Han yang masih berlutut.
Kemudian berkata datar,
"Ketua Paviliun Yu, sepertinya ada satu hal yang kalian lupakan."
Yu Wanxiong mengerutkan kening.
"Keluarga Feng tidak menyambut kalian."
Suasana aula langsung berubah.
"Bawa kembali semua hadiah itu."
"Silakan pergi."
Wajah Zhang Han seketika pucat.
"Tuan Muda Feng!"
Ia kembali bersujud.
"Saya benar-benar salah! Selama Tuan Muda bersedia menyelamatkan saya, saya sanggup melakukan apa saja!"
Xiaolan yang berdiri di samping mendengus.
"Sekarang baru mengenal takut?"
"Dulu waktu di Paviliun Wanbao, siapa yang menyuruh Tuan Muda kami berlutut dan menggonggong?"
Zhang Han tidak mampu membalas.
Yu Wanxiong juga terlihat malu.
Ia melirik Feng Qianyang, berharap Tetua Agung Keluarga Feng membantu membujuk.
Namun Feng Qianyang malah memejamkan mata.
Feng Zhengxiong dan Xiao Qingqing juga tidak ikut campur.
Masalah ini sepenuhnya mereka serahkan kepada Feng Wuchen.
Yu Wanxiong menarik napas.
"Tuan Muda Feng."
"Aku memang bersalah atas kejadian sebelumnya."
Ia akhirnya menundukkan kepala.
"Selama Tuan Muda bersedia melupakan kejadian itu, apa pun harta di Paviliun Wanbao boleh kau pilih."
Feng Wuchen menggeleng.
"Aku tidak tertarik."
Jawaban itu membuat semua orang sedikit terkejut.
Yu Wanxiong berpikir sesaat.
"Kalau begitu..."
Ia menatap Feng Wuchen.
"Bagaimana dengan satu Jurus Bela Diri Tingkat Misterius Rendah?"
Feng Zhengxiong langsung menoleh.
Bahkan para tetua yang sejak tadi tenang ikut membuka mata.
Jurus Tingkat Misterius!
Di Kota Wushuang, tidak ada satu pun keluarga besar yang memiliki jurus pada tingkatan itu.
Jika Keluarga Feng mendapatkannya, kekuatan keseluruhan keluarga pasti meningkat drastis.
Xiaolan sampai berbisik,
"Tuan Muda... itu Jurus Tingkat Misterius."
Feng Yuan juga terlihat tertarik.
Namun Feng Wuchen hanya berkata,
"Tidak perlu."
Aula langsung sunyi.
Yu Wanxiong hampir mengira dirinya salah dengar.
"Tuan Muda Feng..."
"Itu Jurus Tingkat Misterius."
"Aku tahu."
Feng Wuchen bersandar santai.
"Tapi bukan itu yang kuinginkan."
Bagi orang lain, Jurus Tingkat Misterius mungkin merupakan harta langka.
Namun dalam ingatan Dewa Naga Jahat, jumlah jurus yang jauh lebih tinggi dari itu tidak terhitung.
Bagaimana mungkin Feng Wuchen tertarik?
Yu Wanxiong mulai benar-benar bingung.
"Kalau begitu, apa yang Tuan Muda inginkan?"
Feng Wuchen tersenyum tipis.
"Anda pasti mampu memberikannya."
Yu Wanxiong merasa sedikit lega.
Selama masih berada dalam kemampuannya, berarti masalah ini belum menemui jalan buntu.
"Silakan katakan."
"Namun pikirkan baik-baik sebelum menyetujuinya."
Tatapan Feng Wuchen berubah serius.
"Kalau sudah setuju, jangan menyesal."
Yu Wanxiong diam sesaat.
Kemudian mengangguk.
"Selama kau bisa membuang racun api dari tubuhku, aku akan menyetujuinya."
"Bagus."
Feng Wuchen duduk tegak.
"Aku ingin hak untuk mengatur perdagangan Paviliun Wanbao."
Yu Wanxiong langsung membeku.
"Apa?"
Feng Zhengxiong dan para tetua juga terkejut.
"Hak perdagangan?" ulang Feng Zhan.
Untuk apa Feng Wuchen menginginkan itu?
Keluarga Feng sudah memiliki banyak toko sendiri.
Feng Wuchen menjelaskan dengan tenang,
"Semua transaksi bisnis besar Paviliun Wanbao di Kota Wushuang harus mendapat persetujuanku."
"Tapi keuntungan Paviliun Wanbao tetap milik kalian."
"Aku tidak akan mengambil satu keping emas pun dari hasil usaha kalian."
Yu Wanxiong mengerutkan kening.
"Tapi itu sama saja menyerahkan sebagian kendali paviliun kepadamu."
"Benar."
Jawaban Feng Wuchen sangat tenang.
Yu Wanxiong terdiam cukup lama.
Paviliun Wanbao merupakan hasil kerja kerasnya selama bertahun-tahun.
Menyerahkan kendali perdagangan jelas bukan keputusan kecil.
Namun...
jika racun api terus dibiarkan, jalan alkimianya mungkin akan berhenti selamanya.
Bahkan hidupnya bisa terancam.
Feng Wuchen tidak terburu-buru.
"Kalau Ketua Paviliun Yu tidak setuju, Anda boleh pergi sekarang."
Yu Wanxiong kembali menimbang.
Jika Feng Wuchen benar-benar mampu membuang racun api dan membantunya menerobos ke Alkemis Tingkat Dua...
nilai yang ia dapatkan mungkin jauh lebih besar daripada sebagian kendali perdagangan.
Akhirnya ia menarik napas panjang.
"Baik."
"Aku setuju."
Sudut bibir Feng Wuchen langsung terangkat.
"Ketua Paviliun Yu akan berterima kasih atas keputusan hari ini."
Yu Wanxiong tersenyum pahit.
"Aku justru lebih penasaran."
"Barang apa yang ingin Tuan Muda jual sampai membutuhkan hak perdagangan Paviliun Wanbao?"
Feng Wuchen hanya menjawab,
"Rahasia."
Feng Zhengxiong memandang putranya dengan semakin heran.
Ia mulai menyadari bahwa Feng Wuchen tidak pernah bertindak tanpa tujuan.
Yu Wanxiong kemudian bertanya,
"Lalu kapan racun api di tubuhku bisa dibuang?"
"Sekarang."
Mata Yu Wanxiong langsung berbinar.
Feng Wuchen berdiri.
"Tapi tidak bisa sekaligus."
"Racun api sudah menumpuk terlalu lama."
"Setidaknya perlu tiga kali pembuangan."
Yu Wanxiong segera mengangguk.
"Asalkan bisa sembuh, tidak masalah."
Zhang Han buru-buru menyela,
"Tuan Muda Feng, bagaimana dengan saya?"
Feng Wuchen meliriknya.
"Tergantung sikapmu."
Wajah Zhang Han langsung pucat.
"Kalau suatu hari aku sedang senang..."
Feng Wuchen tersenyum dingin.
"...mungkin aku akan menyelamatkanmu."
Zhang Han buru-buru mengangguk berkali-kali.
"Baik! Baik! Saya pasti akan melakukan apa pun yang Tuan Muda perintahkan!"
Setidaknya ia masih memiliki harapan.
Yu Wanxiong duduk bersila.
Feng Wuchen berdiri di belakangnya dan mulai menotok beberapa titik meridian.
Tidak lama kemudian—
Wajah Yu Wanxiong berubah.
Racun api yang selama bertahun-tahun menumpuk di dalam tubuhnya mulai bergerak.
Pembuluh darah di lengannya perlahan berubah gelap.
Asap hitam tipis mulai keluar dari pori-porinya.
"Hah!"
Yu Wanxiong menarik napas berat.
Rasa panas yang selama ini menyiksa tubuhnya berangsur-angsur berkurang.
Beberapa saat kemudian, Feng Wuchen menarik tangannya.
"Cukup untuk hari ini."
Yu Wanxiong membuka mata.
Ekspresinya dipenuhi keterkejutan.
Tubuhnya terasa ringan.
Bahkan aliran energi di meridiannya jauh lebih lancar.
"Teknik yang luar biasa..."
Ia segera berdiri dan memberi hormat.
"Terima kasih banyak, Tuan Muda Feng."
Feng Wuchen tersenyum.
"Mulai sekarang kita adalah rekan."
Yu Wanxiong menatapnya lebih dalam.
Pemuda di depannya benar-benar tidak terasa seperti anak berusia enam belas tahun.
Tenang.
Penuh perhitungan.
Dan hampir selalu berada beberapa langkah di depan orang lain.
"Kalau begitu..."
Yu Wanxiong bertanya,
"Kapan Tuan Muda ingin mulai menggunakan hak perdagangan itu?"
Feng Wuchen tidak membutuhkan waktu untuk berpikir.
"Sekarang."
Semua orang menatapnya.
Feng Wuchen kemudian menoleh kepada Zhang Han.
"Begitu kembali ke Paviliun Wanbao, putuskan semua kerja sama dengan Keluarga Yang."
Zhang Han membeku.
Feng Wuchen belum selesai.
"Dan kirim kabar ke cabang serta mitra dagang kalian di kota-kota sekitar."
"Siapa pun yang tetap bekerja sama dengan Keluarga Yang..."
Tatapannya berubah dingin.
"...tidak boleh lagi berbisnis dengan Paviliun Wanbao."
Suasana aula seketika hening.
Yu Wanxiong akhirnya memahami tujuan sebenarnya.
Feng Zhengxiong pun tersenyum tipis.
Ternyata Feng Wuchen tidak menginginkan uang.
Tidak menginginkan harta.
Tidak pula menginginkan Jurus Tingkat Misterius.
Yang ia inginkan sejak awal adalah—
Leher ekonomi Keluarga Yang.
Dan sekarang...
tangannya sudah menggenggamnya.
......................
Bersambung...