NovelToon NovelToon
Jalan Kultivasi

Jalan Kultivasi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Kultivasi
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: Tawaki

Xiao Lin seorang pemuda murid pelayan di sebuah sekte di bagian timur kekaisaran Angin Surgawi. terkenal sebagai sampah dan selalu di bully oleh murid lain.
Hingga suatu hari saat ia melihat teman nya hampir terbunuh. tiba tiba ia kalap mata dan membunuh murid luar tersebut. namun ia tak menyadari hal apa yang sudah terjadi.

nasib apakah yang di tanggung Xiao Lin di sekte setelah pembunuhan terjadi? mampu kah ia keluar dari masalah itu?

saksikan perjalan hidup Xiao Lin untuk menjadi kuat. membantai setiap musuh yang menghalangi jalan kultivasi nya. hanya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Di Ujung Tanduk

Udara di atas panggung batu raksasa terasa begitu pekat hingga membuat napas terasa sesak. Langit senja yang memerah keemasan memberikan latar belakang yang dramatis bagi dua sosok yang kini berdiri saling berhadapan.

Di satu sisi, Wang Chen berdiri dengan keanggunan seorang genius sejati. Jubah putih bersihnya berkibar anggun ditiup angin gunung, sementara pedang berukir naganya memancarkan aura dingin yang tajam. Di sisi lain, Xiao Lin berdiri dengan jubah abu-abu kasar yang robek di beberapa tempat. Pedang besi standar di genggaman tangan kanannya terlihat begitu polos jika dibandingkan dengan senjata mewah lawannya.

"Kau sungguh keras kepala, sampah," ucap Wang Chen dengan nada yang sangat tenang, namun matanya memancarkan kebencian murni. "Bisa melangkah sampai ke sini dengan kultivasi tingkat 2... aku harus mengakui tekadmu. Tapi hari ini, di panggung ini, impian kosongmu akan berakhir."

Xiao Lin menarik napas dalam-dalam, mengencangkan genggamannya pada gagang pedang besi. "Senior Wang Chen, kekuatan bukanlah milik satu orang saja. Saya di sini untuk membuktikan bahwa pelayan pun memiliki hak untuk berjuang."

"Hak?" Wang Chen tertawa dingin. "Di dunia kultivasi, kekuatan adalah satu-satunya hak! Tanpa kekuatan, hakmu hanyalah untuk diinjak-injak!"

WUSH!

Begitu bendera dimulainya pertarungan dikibarkan oleh diaken, Wang Chen tidak membuang waktu. Dia langsung menelan Pil Penguat Qi yang diberikan pamannya sesaat sebelum naik panggung. Dalam sekejap, aura energi di sekitar tubuhnya meledak hebat. Fluktuasi kekuatan yang mendekati Qi Gathering Tingkat 5 menyapu seluruh panggung, menciptakan tekanan angin kencang yang memaksa debu-debu berterbangan.

Syuut!

Wang Chen melesat maju. Kecepatannya begitu luar biasa hingga meninggalkan bayangan samar di udara fana.

Pedang Naga Menembus Awan!

Bilah pedang berukir naga itu menusuk lurus ke arah dada Xiao Lin dengan kecepatan yang tidak bisa diikuti oleh mata telanjang seorang kultivator tingkat 2.

Xiao Lin terkejut. Insting bertarungnya yang tajam membuatnya refleks mengangkat pedang besinya untuk menangkis.

ANGG!

Suara benturan logam yang memekakkan telinga bergaung keras. Kekuatan fisik dan Qi tingkat 4 puncak milik Wang Chen jauh melampaui apa yang pernah dihadapi Xiao Lin sebelumnya. Hantaman itu begitu kuat hingga membuat kaki Xiao Lin bergeser mundur beberapa meter di atas lantai batu, meninggalkan bekas seretan yang dalam.

Belum sempat Xiao Lin menstabilkan tubuhnya, Wang Chen sudah kembali berada di depannya. Sebuah senyum kejam menghiasi wajah tampan sang genius luar.

"Terlalu lambat!"

TRAK! BUK!

Wang Chen memutar pedangnya, gagang senjata mewahnya menghantam pergelangan tangan Xiao Lin hingga berbunyi gemertak, membuat cengkeraman Xiao Lin melonggar. Sedetik kemudian, sebuah tendangan keras berlapis Qi menghantam telak perut Xiao Lin.

"Ugh!"

Xiao Lin memuntahkan seteguk darah segar. Tubuhnya melayang di udara sebelum akhirnya jatuh menghantam lantai batu dengan keras. Rasa sakit yang luar biasa menjalar di perut dan dadanya, membuat seluruh paru-parunya seolah kehabisan udara.

"Xiao Lin!!!" teriak Ah Gou histeris dari tribun penonton. Tangannya mencengkeram pembatas kayu begitu erat hingga kuku-kukunya berdarah.

Di atas panggung, Xiao Lin dengan susah payah mencoba bangkit berdiri menggunakan pedang besinya sebagai penyangga. Tubuhnya bergetar hebat, darah hangat mengalir dari sudut bibir dan hidungnya, membasahi lantai batu di bawahnya.

Namun, Wang Chen tidak memberinya waktu untuk bernapas.

SRET! SRET! SRET!

Wang Chen bergerak seperti hantu di sekeliling Xiao Lin, melayangkan serangkaian sayatan pedang yang sangat cepat dan presisi. Dia sengaja tidak mengincar titik vital untuk segera mengakhiri pertarungan; dia ingin menyiksa Xiao Lin terlebih dahulu.

"Ini untuk tangan Wang Hu!"

SRET! Pedang Wang Chen menyayat lengan kiri Xiao Lin, darah menyembur keluar.

"Ini untuk lututnya!"

SRET! Sayatan tajam mendarat di paha kanan Xiao Lin, membuatnya jatuh berlutut dengan satu kaki.

"Dan ini... karena kau telah berani memprovokasiku!"

BUK!

Wang Chen menghantamkan kaki kirinya ke wajah Xiao Lin. Tubuh pemuda polos itu terhempas ke samping, berguling beberapa kali di atas panggung batu sebelum akhirnya terbaring diam. Wajahnya yang tulus kini dipenuhi oleh memar biru dan aliran darah yang menutup sebagian matanya.

"Hahaha! Lihat dirimu! Di mana kesombonganmu yang tadi, hah?!" Wang Chen berjalan mendekat dengan langkah santai, mengarahkan ujung pedang berukir naganya tepat ke arah wajah Xiao Lin yang babak belur. "Pelayan tetaplah pelayan. Kau hanya lumpur yang bermimpi bisa menyentuh awan."

Xiao Lin terbaring di tanah. Pandangannya bergantian antara warna merah darah dan kegelapan yang pekat. Seluruh tubuhnya terasa mati rasa, tulang-tulangnya terasa patah di berbagai tempat. Setiap napas yang dihelanya membawa rasa sakit yang membakar di dadanya.

‘Sakit... sangat sakit...’ batin Xiao Lin yang polos menangis di dalam kepalanya. ‘Ah Gou... maafkan aku... aku tidak cukup kuat...’

Rasa putus asa yang teramat sangat, rasa sakit fisik yang melampaui batas fana, dan kesadaran bahwa dia akan segera mati di tangan Wang Chen mulai menenggelamkan jiwa tulus Xiao Lin ke dalam kegelapan total.

Namun, di saat bersamaan, jauh di dalam kuil jiwanya yang terdalam...

Segel kuno yang menahan aura hitam pekat itu tidak lagi sekadar bergetar atau retak. Kali ini, akibat amarah murni dan keputusasaan luar biasa dari wadah fisiknya, segel tersebut hancur berkeping-keping di satu bagian utamanya.

Gelombang energi hitam yang sangat dingin, pekat, dan penuh dengan aura kehancuran absolut meledak keluar dari dalam dantiandirinya, mengalir deras memenuhi setiap pembuluh darah, meridian, dan sel tubuh Xiao Lin yang hancur.

"Menyedihkan... Sungguh-sungguh menyedihkan," sebuah suara dingin, yang kini terdengar sangat dekat dan nyata, bergema dengan keangkuhan yang sanggup mengguncang bumi. "Mengizinkan serangga sekecil ini menyiksamu hingga seperti ini... Kau benar-benar membuang-buang potensi tubuh ini, bocah polos."

Di luar tubuh Xiao Lin, Wang Chen mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, bersiap untuk menusuk bahu Xiao Lin untuk melumpuhkannya secara permanen. "Ucapkan selamat tinggal pada impianmu, sampah!"

Tepat saat pedang naga itu meluncur turun, tangan kiri Xiao Lin yang tadinya terbaring lemas mendadak bergerak dengan kecepatan yang melampaui batas logika manusia.

TANG!

Dua jari tangan kiri Xiao Lin—yang kini dilapisi oleh kabut hitam tipis yang sangat pekat—menjepit bilah pedang tajam Wang Chen dengan sangat presisi di udara fana.

Senyuman kejam di wajah Wang Chen membeku seketika.

1
Luthfi Aamiin
lanjutkan
bossss
🐉🐉🐉🐉💪💪💪💪
Luthfi Aamiin
wuuussss
wuss
Luthfi Aamiin
💪💪💪💪💪💪💪
🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉
👻👻👻👻👻👻
Luthfi Aamiin
jedag
jedug
🐉🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
lanjutken
🐉🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
🐉👻👰💪🗿🐙
fgjkitrcv
Luthfi Aamiin
6
🐉
🐉🐉
🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
ah
uh
kejam
kejam
Luthfi Aamiin
bantai 🐉🐉🐉
7
🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
7
pitu
bantai
🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
8
🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉
wolu
Luthfi Aamiin
11
🐉👻🐉👻🐉
Luthfi Aamiin
sedoso
10
🐉
Luthfi Aamiin
sewelas
11
hukum Konoha
👻👻🐉🐉
Luthfi Aamiin
songo
9
🐉👻
Luthfi Aamiin
wolu
8
🐉
Aman Wijaya
mantab Thor tambah lagi updatenya semangat semangat semangat
Aman Wijaya
ayo Xiao Lin tunjukkan kemampuanmu 💪💪💪
Aman Wijaya
lanjut terus
Luthfi Aamiin
rolas
12
🐉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!