NovelToon NovelToon
Istri Pengganti Demi Penerus

Istri Pengganti Demi Penerus

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Perjodohan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: anak org

semoga suka ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anak org, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bagian 12

Jam 05.00 pagi, Aluna sudah terbangun lebih dulu. matanya menatap ke arah kasur tempat suaminya sedang tertidur lelap di dalam selimut.

Aluna pun bangkit dari kasur tipis yang dia gelar di lantai, lalu melipatnya dan menyimpannya di lemari khusus miliknya.

ya, kalian tidak salah dengar. selama menikah dengan Aryan, Aluna tidak pernah tidur bersama. karena Aryan terus-terusan memilih untuk tidur sendiri.

Aryan tidur di kasur yang empuk dan nyaman, sedangkan Aluna tertidur di lantai dengan beralaskan kasur tipis.

lalu Aluna pun berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

setelah selesai, Aluna masih mendapatkan Aryan yang tertidur pulas di kasurnya.

Akhirnya Aluna memilih pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk suaminya.

Beberapa menit kemudian, sarapan pun sudah tersaji di atas meja.

melihat suaminya yang belum juga turun, akhirnya Aluna memutuskan untuk pergi dan membangunkan suaminya.

setibanya di kamar.

dapat Aluna lihat kalau suaminya itu masih saja terlelap di kasurnya.

"mas... bangun yuk. udah pagi ini, mas" ucap Aluna sambil mengguncangkan badan Aryan pelan.

"enghh.... nanti Bu" gumam Aryan tidak jelas

"mas... Ayo bangun. Nanti kamu telat loh kerjanya" Aluna masih berusaha membangunkan suaminya.

Tapi siapa sangka, Aryan malah menarik tangan Aluna hingga Aluna kehilangan keseimbangan dan terjatuh di atas tubuh Aryan.

dan tanpa sadar, Aryan malah memeluk tubuh Aluna erat dan menghirup aroma manis dari rambut Aluna.

Aluna melebarkan matanya, terkejut atas perbuatan suaminya sendiri.

bahkan dia juga bisa merasakan hembusan nafas sang suami yang sedang tertidur dengan tenang menerpa wajahnya.

Aluna menatap wajah tenang Aryan yang tidak terusik sama sekali akan kehadirannya.

lalu Aluna melirik ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi.

"mas... bangun, mas. nanti kamu bisa terlambat kerjanya. bukankah kamu ada meeting hari ini?" tanya Aluna sembari menepuk-nepuk pipi Aryan pelan.

"enghh" lenguh Aryan sembari membuka matanya dan menatap wajah Aluna yang sangat dekat dengannya.

hening beberapa saat. sebelum akhirnya mata Aryan melebar terkejut dan dengan sengaja dia mendorong tubuh Aluna hingga Aluna terjatuh dari atas tubuhnya.

Bruk!

"Akhh" pekik Aluna kesakitan

"apa-apaan ini! kenapa kamu peluk-peluk saya hah?!" sentak Aryan sambil menarik lengan Aluna kasar.

"mas~" pekik Aluna ketakutan

"jawab pertanyaanku tadi! kenapa kau berada di atas tubuhku hah! Apa kau pikir dengan melakukan hal seperti ini kau akan langsung membuat ku jatuh cinta padamu? jangan pernah berpikir akan hal itu. Aluna, karena nyatanya kau hanyalah manusia sampah hina yang hadir dalam hidupku, manusia rendahan, manusia yang paling aku benci, dan manusia mainan untukku Aluna!" tekan Aryan, menatap wajah Aluna tajam.

Hati Aluna hancur mendengar perkataan yang tidak pantas dari Aryan. bagaimana bisa setega itu Aryan berbicara seperti itu padanya.

"mas... aku tadi hanya ingin membangunkan kamu. tapi kamu gak bangun-bangun, mas"

"lalu t-tadi kamu yang menarik lengan aku. makanya aku ada di pelukan kamu" ucap Aluna gugup

Aryan masih menatap Aluna tajam, dia tidak percaya dengan alasan Aluna entah kenapa dia berpikir kalau Aluna sedang ingin bermain-main dengannya.

hingga sebuah deringan ponselnya mengalihkan perhatiannya. dia pun menghampiri ponsel yang ada di atas naska.

"shh... sakit banget" ringis Aluna pelan sembari memegang lengannya.

"siapkan bajuku. hari ini aku ada meeting penting yang harus aku hadiri secepat mungkin" ujar Aryan dingin, lalu berlalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

Aluna hanya menganggukkan kepalanya pelan.

Aluna melangkah masuk ke walk-in closet. di sana sudah ada banyak deretan pakaian tergantung rapi, semuanya memancarkan kesan elegan dan mahal.

jari lentiknya berhenti di sebuah black suit. kemudian dia mengambil kemeja hitam dengan dua kancing teratas yang sengaja dibiarkan terbuka. terakhir, celana bahan hitam yang senada melengkapi satu set itu.

Di ruang tamu

"mas, kamu enggak sarapan dulu?" tanya Aluna menatap ke arah suaminya yang sedang memperbaiki jamnya.

"enggak" ujar Aryan dingin sembari berjalan keluar.

"Tapi, mas.... kalo kamu enggak sarapan nanti lambung kamu bisa kumat lagi. mas, ayo sarapan dulu" Aluna mendekat ke arah Aryan yang sudah tiba di teras rumah.

"mas"

"Aish, cukup Aluna! kalo aku bilang enggak ya enggak! kamu tuli atau bagaimana sih?" ucap Aryan berlalu dari sana menuju mobilnya yang sudah terparkir di depan rumah.

lagi-lagi Aluna hanya mampu menghela nafas. ia berjalan menghampiri meja makan, menatap makanan-makanan itu yang sudah tersaji rapi di sana. harus kembali dibiarkan sia-sia.

Hingga sebuah tepukan pelan di pundaknya mengalihkan perhatiannya.

"kamu kenapa, Aluna? kok melamun?"

"Ah, aku enggak apa-apa kok, Aya" ucap Aluna berusaha tersenyum di hadapan para teman-temannya.

"yang benar? dari tadi aku lihat kamu kayak melamun gitu ada apa?" tanya Nisa menatap khawatir ke arah Aluna.

lalu pandangan Aya teralihkan ke arah meja makan yang sudah tersaji berbagai macam makanan. seketika Aya langsung paham kenapa Aluna bisa sampai seperti ini.

"Apa tuan Aryan tidak sarapan lagi Aluna?"

Aluna menggangukan kepalanya ragu.

"Aishh, itu manusia kenapa sih! kesel banget gue sama dia. coba aja kalo dia bukan tuan kita, udah gue bejek-bejek itu muka sumpah!" ucap Nisa sembari memperagakan gerakan tangannya yang seolah sedang memeras.

"Heh!" tegur Aya sambil menyenggol lengan Nisa pelan.

"Ah, Aluna... M-maksud aku bukan gitu hehehe. tadi aku refleks bilang gitu hehehe" cengir Nisa dengan wajah konyolnya.

"Enggak apa-apa kok, santai aja Nisa" ucap Aluna lembut, lalu wajahnya kembali murung.

melihat wajah murung Aluna membuat ketiga maid di sana menatapnya iba.

"Aluna, bagaimana kalo seandainya kamu bawakan saja makanan siang untuk tuan di kantor?"

"tapi aku-"

"kamu enggak usah takut Aluna. lagian kamu kan istrinya, jadi wajar dong kalo kamu datang ke sana buat ngasih tuan makan siang" ucap Aini sambil mengelus punggung Aluna untuk memberi ketenangan.

"yang dikatakan Aini benar, Aluna. gimana kalo kamu bawakan saja makan siang untuk tuan Aryan? tuan Aryan pasti akan senang, bukan?" tanya Aya menatap ketiga temannya bergantian.

"gue enggak yakin sih" jawab Nisa lirih.

"kau ini, bukannya dikasih semangat malah bikin jantungan" ucap Aya sembari memukul kepala Nisa pelan.

Aini yang melihat ulah Nisa hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.

"jadi bagaimana, Aluna? kamu mau kan?" tanya Aini menatap wajah sendu Aluna.

"hmm.... tidak ada salahnya kalo aku mencobanya, baiklah aku akan mencobanya nanti siang. semoga saja mas Aryan suka ya"

ketiga temannya yang lain tersenyum menatap ke arah wajah berseri-seri Aluna

"tuan Aryan pasti akan suka Aluna, tenang saja" ucap Aini tersenyum lebar ke arah Aluna.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!