NovelToon NovelToon
Azura And The Lost King

Azura And The Lost King

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Misteri / Fantasi
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: HikmahToo

Di hari pertama penobatannya sebagai Raja Lunaventia, Leonard Anvincet Hills menghilang tanpa jejak.

Saat membuka mata, ia tidak lagi berada di istana, melainkan di kamar seorang gadis bernama Azura.

Bagi Leonard, dunia ini benar-benar gila.

Kereta berjalan tanpa kuda.
Air mengalir dari dinding.
Orang-orang berpakaian aneh.
Dan yang paling keterlaluan, semua orang menganggapnya gila saat ia mengaku sebagai seorang raja.

Sementara Leonard mati-matian mencari jalan pulang ke kerajaannya, Azura justru harus menghadapi pemuda keras kepala yang selalu berbicara dengan bahasa bangsawan dan menganggap semua teknologi modern sebagai sihir.

Hari demi hari, pertengkaran mereka berubah menjadi kedekatan yang tidak pernah mereka duga.

Namun di balik hilangnya Leonard, tersimpan rahasia besar yang dapat mengubah dua dunia sekaligus.

Ketika kesempatan untuk kembali akhirnya muncul, apa yang akan dipilih seorang raja?

Takhtanya...

Atau gadis yang berhasil mencuri hatinya?

up rutin. 06:00

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HikmahToo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

keheningan di meja makan

Mereka masih dalam posisi yang sama, saling menatap dalam.

Leon menyadari satu hal, warna mata Zura begitu indah jika dia melihat dalam jarak sedekat ini.

Zura terus memperhatikan struktur wajah Leon.

Hidung mancung, alis tebal, bibir seksi yang sedikit terbuka, serta mata biru cerah yang mampu mengunci mata, juga menghipnotis Azura, sehingga dia enggan mengalihkan pandangannya.

"Apa kau tidak ingin bangkit?"

Seru Leon datar.

Azura tersentak, dia buru-buru berdiri.

Membuang pandangan salting.

Lalu menatap tajam Leon dengan bibir berkedut.

"Lo... Ngapain pegang gue lama-lama? Cari kesempatan ya?!"

Sentak Zura, matanya tak mampu menatap pemuda itu.

Alis Leon sedikit menukik, dengan rahang mengeras.

"Jika aku tak menolong mu, mungkin kau akan jatuh, bukankah harusnya kau berterima kasih?"

Sahut Leon, matanya menatap tak suka, tapi detak jantungnya belum stabil.

"Gue gak butuh pertolongan Lo!"

Ucap Zura, matanya sekilas melirik Leon, dan pergi dengan kaki menghentak.

Leon menghela napas pelan, gadis itu memang selalu membuatnya kesal.

Namun entah kenapa, sudut bibirnya justru terangkat tipis.

Azura pergi ke kamarnya, dia terus memegangi kedua pipinya yang terasa hangat.

Menutup pintu dengan keras.

Lalu membanting tubuhnya ke atas kasur.

Menekan kepalanya ke atas bantal.

"Kya...."

Teriaknya tertahan.

Dia mengangkat wajah dengan nafas tidar teratur.

"Ganteng banget!...."

Gumamnya, dia merasa seperti ada ribuan kupu-kupu yang menggelitik di perutnya, sehingga dia tak bisa berhenti untuk tertawa.

" Fix...gue ketularan virus gilanya Leon! Kyaa..."

Gumam Azura sebelum membenamkan kembali wajahnya pada bantal.

Menepuk-nepuk kedua pipinya.

"Ihk... Gue kenapa sih? Kok gue jadi gini"

Gumamnya gemas sendiri.

Dia duduk tegak di pinggir kasur, seraya menyimpan bantal di pangkuannya.

Bibirnya kembali menyunggingkan senyumnya.

Wajah Leon yang dekat dengannya terus berputar di kepala.

Tak tahan, Azura melempar bantal ke udara, lalu bantal tersebut mengenai wajahnya.

Puk..

"Aww"

Dia mengucek matanya yang sedikit merah, karna terkena ujung sarung bantal.

Mengambil bantal itu dan memukul-mukulnnya gemas.

"Iiihk... Gue kenapa?"

Tengah malam Leon masih belum tidur, dia terus memikirkan keadaan lunaventia setelah kepergiannya, juga memikirkan bagaimana cara supaya dia bisa pulang ke istana.

Dia duduk termenung di pinggir kasur, sesekali menelisik setiap sudut kamar.

'sebenernya, aku ada di dimensi mana? Mengapa aku tidak pernah tau jika ada kehidupan bebas seperti ini'

Tangannya memijat kening.

Semakin dia pikirkan, semakin pusing kepalanya.

'apa di sini ada penyihir? lalu cermin itu,'

Teringat akan hal itu, Leon segera beranjak, berjalan pada cermin lemari, dan terus menatap bayangannya.

Dia menyentuh, mengusap, juga mengetuk-ngetuk.

Tapi cermin itu tidak memunculkan sesuatu, seperti cermin kerajaan yang membawanya sampai ke sini.

Dia maju selangkah lebih dekat, menarik nafas dan membuangnya perlahan.

Matanya tertutup, perlahan tangannya menyentuh cermin dengan pelan.

Setelah menunggu, tidak terjadi apa-apa.

Dia kembali membuka mata lalu menatap pantulan dirinya tajam.

Tapi ada yang aneh, pantulan dirinya terlihat menyeringai seram.

Leon mundur tersentak.

Kemudian pantulan dirinya itu menggerakkan bibirnya.

"Lo ke sini bukan tanpa alasan!"

Ucap pantulan dirinya di cermin.

Leon membolakan matanya sempurna.

"Siapa kau?!"

Tanyanya tajam.

Namun, dirinya di dalam cermin malah tersenyum menyeringai, dan tertawa keras, menatap tajam Leon yang berdiri takut.

"Ha ha ha ha!"

Leon mundur, alis nya menukik tajam.

"Siapa kau sialan?!"

Teriaknya nyaring.

Namun dirinya di cermin terus tertawa keras, seperti sedang menertawakan dirinya.

Nafas Leon memburu, kepalanya mendadak sakit.

"Ha ha ha ha!"

semakin keras suara tawa yang dia dengar, semakin sakit telinganya.

Bahkan kini telah meneteskan darah, Leon menyentuhnya sedikit, menatap terkejut pada darah di tangannya.

Dia menutup kedua telinganya.

Menggeleng-gelengkan kepala.

" Ti-Tidak!"

Nafasnya memburu, dadanya seperti di hantam oleh gada yang begitu besar, tapi suara tawa yang berasal dari cermin tidak berhenti, malah semakin keras.

Leon terus menggelengkan kepala.

" TIDAK!!..."

Leon langsung terbangun dari tidurnya, nafasnya memburu, keringat menetes dari pelipisnya, bahkan kini pakainya sudah di basahi oleh keringat.

Pandangannya langsung teralihkan pada Farida yang membeku di ambang pintu.

Entah sejak kapan dia ada di sana.

Lalu matanya melirik cermin.

Tidak ada apa-apa di sana.

Dia mengusap wajah kasar, berusaha menetralkan nafasnya.

Melirik Farida yang masih terdiam di ambang pintu.

"Ada apa?"

Tanyanya dingin.

Farida sedikit tersentak, tersenyum tipis.

"Tuan udah manggil buat sarapan"

Sahutnya.

Leon mengangguk singkat, setelah Farida kembali menutup pintu, Leon langsung beranjak mendekati cermin lemari.

Memperhatikan pantulan dirinya.

Kali ini tidak ada yang aneh, orang di cermin hanya mengikuti gerakannya.

Dia menghela nafas lega.

"Ternyata aku hanya bermimpi, tapi mimpi itu sangat aneh"

Gumamnya pelan.

Sarapan kali ini terlihat lebih tenang.

Hanya terdengar suara denting sendok dan air mengalir di dapur.

Leon tidak banyak mengkritik pakaian Azura.

Azura juga hanya fokus makan dengan fikiran berkelana.

Monica perlahan mulai menerima kehadiran Leon di rumahnya.

Yang merasa suasana aneh adalah Jody.

Dia terus menatap wajah mereka satu-persatu.

Excel masih tidur, tadi malam dia rewel entah kenapa?

Sampai Jody dan Monica kewalahan.

"Makanan kalian enak kan?"

Celetuk Jody.

Mereka menatap Jody serentak, lalu mengangguk.

Mendapati itu, Jody sedikit menarik diri.

'ada yang aneh sama mereka'

Batin Jody heran, sekaligus agak seram mendapati mereka terdiam seperti itu.

Zura fokus makan, dia masih belum sanggup untuk menatap Leon, entah kenapa, tapi kejadian semalam, hampir membuatnya gila.

Karna wajah dekat Leon terus muncul di kepalanya, membuat dia terus menggeleng-gelengkan kepala.

"Kenapa Zura? Pusing?"

Tanya Jody, heran saja melihat Azura terus menggelengkan kepala.

Zura melirik kiku.

"Enggak pih, aku- aku berangkat dulu"

Zura sedikit melirik Leon, setelahnya pergi lebih dulu ke sekolah.

Jody mengangguk singkat.

"Mamih mau bawa Excel ke rumah sakit, papi gak usah ikut, tolong dia aja buat cari rumahnya"

Monica menunjuk Leon.

Jody mengangguk singkat, dia menatap Leon yang masih makan dengan pelan.

'dia mempunyai tata Krama yang bagus, bahkan cara duduknya sangat sempurna'

Bersambung...

1
lin sya
leon aj tkut ngadepin kebar bar an azura, gmna sm steve, mnunggu detik2 azura pertemuin leon dan steve, biar identitas mereka kebongkar klo prlu tes dna🤭
lin sya
azura lo bar2 bnget, selain mulutnya yg pedes, dan kelakuannya yg bar2, lo bsa beladiri gk🤭
HikmahToo: gak bisa🤣 dia cuma bisa adu Jambak sama asu mulut
total 1 replies
woiielah
terus berkarya teman, jangan dengar orang lain yang tidak mendukungmu. karna kita para pembaca yang suka akan selalu mendukungmu. strong never
HikmahToo: aaahhhh, makasih🥹 komentarmu membuat aku semangat lagi buat nerusin nulis.
total 1 replies
woiielah
Azura sok kalem banget kalo ada Rafael🤣
HikmahToo: namanya juga kecintaan
total 1 replies
woiielah
gak heran Excel cerewet, Monica sama
HikmahToo: iya, turunan wkwk🤣
total 1 replies
woiielah
dari awal karakternya gak berubah tiba-tiba, tetep galak gak sama siapa aja👍🤣
HikmahToo: iya, kan aku suka cewek galak. wkwkkw
total 1 replies
lin sya
hrsnya tdi azura rekam atau foto mukanya steven biar bsa bedain ada 2 atau hnya 1🤭 , ini sftnya bar2 skli, lain kali klo ada keberuntungan ktmu steve ajak aj kerumah ktmu leon sklian ktmuin sm maknya😄
HikmahToo: yang pasti, jangan lupa like nya✨
total 4 replies
MayAyunda
lanjut kak
MayAyunda: siap kak
total 2 replies
lin sya
gw rasa azura cuma tertarik sm rafael bkn perasaan cinta, coba leon dan azura saling menyadari perasaan masing2, bisa jdi ya mereka bneran pacaran🤭
Libra95
mampìr guys.
main2 ke krya lu juga ya kalen🙏
HikmahToo: kebetulan aku lagi baca kisah razira 🤭 makasih udah mampir
total 1 replies
lin sya
siapa rhiana thor?
klo nnti smpai rmh joddy mnta ajarin pke hp buat komunikasi, ajarin google map juga sama belajar mengenal dunia modern biar cpt adaptasi , untung leon bsa beladiri
HikmahToo: sip👍 aku bakal perkembangin karakter dia
total 3 replies
lin sya
azura klo sm rafael kyk kucing jinak, paling nnti ribut lgi klo leon ditinggalin, hrsnya ajarin pke hp biar nnti klo kesasar bsa nlpon om jordi, kan dimall mna tau arah jlnan🤭
HikmahToo: Rafael mah kesayangan nya katanya kak🤣
total 1 replies
lin sya
klo misalnya ya leon bsa pulang kedunianya trus bsa balik kezaman modern lgi, ajak azura biar tau kehidupannya yg blm canggih jd gk dibilang norak mulu klo skp leon aneh atau serba gk tau💪
HikmahToo: kesel nih kyknya sama Azura 🤣
total 1 replies
lin sya
klo leon kembaran steve, shafira ibu kandung mereka dong didunia kuno sm moderm, klo iya smga bsa berkumpul,dan zura sm leon siapa tau brjodoh, smga
HikmahToo: semoga aj yak kak, ikutin terus. makasih udah mampir👍
total 1 replies
gendiz
semangat lanjutkan menulisnya 💪 kalau sempat mampir baca karyaku juga ya
HikmahToo: iya kak✨ makasih udah mampir
total 1 replies
MayAyunda
mampir tor
HikmahToo: makasih kak🙏😍
total 1 replies
HikmahToo
guys jangan lupa kasih bintang nya ya, maacih
MayAyunda
lanjut kak
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
semangat buat penulis 💚
HikmahToo: makasih ka✨
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!