Di dunia di mana batas tertinggi manusia hanyalah Saint Rank, Sander Duster—putra ketiga keluarga militer terkuat di Elegrand Kingdom—dianggap gagal karena tidak memiliki bakat Life Energy seperti para ksatria lain. Namun takdirnya berubah saat ia menyelamatkan seekor kucing hitam misterius di tengah badai salju.
Kucing itu ternyata adalah Behemoth, salah satu Legendary Beast pemegang Hukum Devouring yang hampir memusnahkan dunia di masa lalu.
Melalui ikatan Soul Resonance yang tak disengaja, Sander perlahan memperoleh kekuatan fisik abnormal yang melampaui logika manusia biasa. Di balik kehidupan akademi, intrik politik bangsawan, ancaman perang antar kerajaan, dan kebangkitan monster legendaris mulai mengguncang dunia.
Saat semua orang memperebutkan kekuasaan, Sander justru berjalan menuju sesuatu yang belum pernah dicapai siapa pun dalam sejarah—
God Rank, ranah sang Dewa Perang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Argo Sujendro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12: Akademi Kerajaan
Suara lonceng raksasa dari pusat kompleks akademi masih bergema samar di udara ketika kereta klan Duster menyusuri jalan utama Elegrand Royal Academy. Jalur marmer putih yang membelah kompleks tersebut membentang lurus hingga ke bangunan pusat yang berdiri megah di kejauhan. Di kiri dan kanan jalan, hamparan taman yang tertata rapi dipenuhi bunga-bunga musim semi dengan warna yang beraneka ragam. Kelopak-kelopak berwarna merah, biru, kuning, dan ungu bergoyang lembut tertiup angin, menyebarkan aroma segar yang bercampur dengan wangi rumput yang baru dipangkas. Patung-patung tokoh legendaris Elegrand Kingdom berdiri di berbagai sudut jalan utama, mengawasi setiap generasi baru yang datang menuntut ilmu di tempat yang telah berdiri selama ratusan tahun itu.
Sander Duster masih duduk di dalam kereta sambil menatap keluar jendela tanpa berkedip. Semakin jauh kereta bergerak memasuki area akademi, semakin ia menyadari bahwa tempat ini jauh melampaui semua bayangan yang pernah ia miliki. Jika Aethelgard dibangun untuk bertahan menghadapi badai salju, serangan monster, dan perang tanpa akhir di perbatasan utara, maka Elegrand Royal Academy dibangun untuk menunjukkan puncak kejayaan peradaban manusia.
Bangunan-bangunan marmer putih berdiri di berbagai penjuru kompleks. Sebagian besar memiliki kubah berlapis emas yang berkilau di bawah cahaya matahari sore. Menara-menara penelitian sihir menjulang tinggi hingga menembus lapisan awan tipis, sementara lingkaran rune berukuran raksasa terlihat berputar perlahan di sekitar beberapa struktur tertentu. Cahaya biru keperakan mengalir di sepanjang ukiran sihir yang menghiasi dinding bangunan, menciptakan pemandangan yang lebih menyerupai kota para penyihir dibanding institusi pendidikan biasa.
Di kejauhan, beberapa lapangan latihan tempur raksasa terlihat dipisahkan oleh kubah energi transparan. Dari dalam salah satu kubah tersebut terdengar suara benturan keras yang menggema hingga ke jalan utama. Gelombang energi samar sesekali beriak di permukaan pelindung saat dua sosok yang terlalu jauh untuk dikenali sedang bertukar serangan.
“Aku mulai mengerti kenapa manusia begitu bangga dengan tempat ini.” Suara Behemoth terdengar di dalam benak Sander.
Kucing hitam itu masih duduk di atas bahu kirinya sambil memperhatikan kompleks akademi dengan mata emas yang menyipit.
Sander sedikit mengangkat alis,
“Kupikir kau akan menganggap semuanya berlebihan.”
“Memang berlebihan.”
“Lalu?”
“Kali ini setidaknya mereka punya alasan.”
Sander tersenyum tipis mendengar jawaban itu. Behemoth jarang memberikan pujian kepada hasil karya manusia. Makhluk purba tersebut biasanya menganggap hampir semua hal yang dibuat manusia sebagai sesuatu yang remeh dibanding peradaban kuno yang pernah ia saksikan di masa lalu.
Untuk sesaat, Behemoth terlihat lebih serius dari biasanya.
“Tempat ini telah berdiri sangat lama.” Sander menoleh sedikit.
“Kau pernah ke sini?”
“Tidak.”
“Kalau begitu bagaimana kau tahu?”
Behemoth mendengus pelan.
“Aku bisa merasakan jejak waktu. Beberapa batu yang digunakan untuk membangun tempat ini bahkan lebih tua daripada sebagian besar kerajaan manusia yang masih berdiri sekarang. Tempat ini mungkin telah dibangun di atas sesuatu yang jauh lebih tua.”
Perkataan itu membuat Sander kembali memperhatikan bangunan-bangunan di sekitarnya. Ia memang bukan seorang ahli sejarah ataupun penyihir, namun bahkan dirinya dapat melihat bahwa sebagian struktur akademi memiliki gaya arsitektur yang berbeda satu sama lain. Beberapa tampak baru dan terawat, sementara sebagian lainnya terlihat jauh lebih tua, seolah telah bertahan melewati ratusan tahun perubahan zaman.
Sebelum ia sempat bertanya lebih lanjut, kereta akhirnya memasuki pelataran utama, keramaian yang luar biasa langsung memenuhi pandangannya.
Puluhan kereta bangsawan berjajar rapi di berbagai sisi lapangan marmer yang luasnya hampir menyamai alun-alun utama sebuah kota kecil. Lambang keluarga besar dari seluruh Elegrand Kingdom terlihat hampir di mana-mana. Singa emas, elang perak, mawar merah, pedang bersayap, hingga berbagai simbol yang bahkan tidak pernah dilihat Sander sebelumnya memenuhi pandangan.
Para pelayan sibuk menurunkan koper dan perlengkapan milik para peserta baru. Para ksatria keluarga berdiri berjaga di dekat kereta masing-masing dengan tatapan waspada. Beberapa di antaranya memancarkan aura Life Energy yang cukup kuat hingga dapat dirasakan bahkan dari kejauhan. Namun perhatian Sander segera tertarik pada para pemuda dan pemudi yang memenuhi hampir seluruh area pelataran.
Ribuan peserta baru berkumpul di sana.
Mereka datang dari berbagai wilayah Elegrand Kingdom.
Dari kota-kota perdagangan selatan yang makmur.
Dari wilayah pertanian timur yang luas.
Dari pegunungan barat yang keras.
Dari wilayah pesisir. Dari kota-kota perbatasan.
Dan bahkan dari beberapa daerah yang namanya belum pernah didengar oleh Sander sebelumnya. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia benar-benar berada di tengah generasi muda terbaik Elegrand Kingdom.
Kereta klan Duster berhenti secara perlahan.
Seorang pelayan akademi segera mendekat dan membuka pintu. Begitu lambang Frost Wolf milik keluarga Duster terlihat jelas di badan kereta, ekspresi pria itu langsung berubah lebih hormat.
“Tuan Muda Sander Duster, selamat datang di Elegrand Royal Academy.”
Sander mengangguk sopan sebelum turun dari kereta.
Saat kedua kakinya menyentuh lantai marmer pelataran utama, ia langsung merasakan puluhan tatapan mengarah kepadanya.
Awalnya hanya beberapa, kemudian semakin banyak, dan semakin banyak lagi, bisik-bisik mulai terdengar di berbagai sudut.
“Itu putra Grand Duke Duster. Dari Aethelgard?”
“Gabriel Duster punya anak seusia itu?”, “Aku dengar dia masuk tahun ini.”
Sander berusaha mengabaikan semuanya, tetapi tetap saja terasa aneh. Selama ini ia hidup di lingkungan yang mengenalnya sebagai Sander. Di tempat ini, orang-orang bahkan belum mengenalnya, namun mereka sudah mengenal nama keluarganya terlebih dahulu.
Ren Cross turun dari kereta beberapa langkah di belakangnya. Mantan prajurit perbatasan itu segera berdiri di sisi kanan Sander sambil mengamati kerumunan dengan mata tajam yang terbiasa menilai ancaman.
“Jangan terlalu memikirkan tatapan mereka, Tuan Muda.”
“Aku tidak memikirkannya.”Ren tersenyum tipis.
“Di tempat seperti ini, reputasi keluarga sering kali tiba lebih dulu dibanding pemiliknya.”
Sander memahami maksud perkataan itu, Nama Duster membawa kebanggaan, namun juga membawa tekanan yang sama besarnya.
Jika ia berhasil, orang akan berkata bahwa itu wajar karena ia putra Gabriel Duster. Jika ia gagal, maka kegagalannya akan menjadi bahan pembicaraan seluruh akademi. Tidak ada jalan tengah, Ia menarik napas perlahan sebelum kembali mengalihkan pandangan ke arah aula registrasi yang menjulang megah di kejauhan.
Perjalanan dari Aethelgard telah berakhir, Dan tanpa ia sadari, langkah pertama menuju panggung yang lebih besar baru saja dimulai.
folback aku yah ehehe