NovelToon NovelToon
ISTRI KONTRAK AKTOR TAMPAN

ISTRI KONTRAK AKTOR TAMPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Cerai / Diam-Diam Cinta / Nikah Kontrak / Model
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: ARSYILA qirani

Rafael Adinata, adalah aktor terkenal yang terjerat skandal memalukan dengan aktris pendatang baru.

Rafael terpaksa menikah dengan wanita biasa demi menyelamatkan reputasinya. Gita Larasati, seorang editor buku yang hidupnya sederhana. Dengan terpaksa menerima tawaran Rafael pernikahan kontrak dengan sang aktor demi melunasi hutang keluarga.

Sebuah pernikahan dimulai, tanpa cinta hanya sebatas hitam diatas putih.
Mampukah Rafael dan Gita menjalani pernikahan kontrak mereka yang penuh liku-liku? berpisah setelah masa kontrak habis, atau justru saling jatuh cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARSYILA qirani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 12 : Skandal dan Ancaman

Gita masih memegang kertas kecil itu dengan tangan gemetar, bibirnya terkatup namun sorot matanya memiliki seribu makna.Kalimat "semoga cepat sembuh" terasa seperti ancaman dari pada perhatian. Sedangkan Rafael berdiri disampingnya sambil memasukkan satu tangannya ke saku celana.Tatapannya jatuh pada nama yang tertulis di bagian bawah kertas itu

Arjusena.

Rahang Rafael mengeras samar, ada rasa yang tidak bisa dijelaskan Rafael yang sangat mengganjal hatinya.

"Siapa Arjusena?" tanya Rafael dengan nada dingin. ia mau tak peduli tapi penasaran. Gita menggigit bibir bawahnya, ia bingung harus menjelaskan bagaimana.sedangkan di kepalanya sendiri begitu banyak pertanyaan.

"Orang kantor." jawab Gita akhirnya. Mata Rafael menyipit.

"Kenapa orang kantor kamu bisa tahu rumah aku?" Tanya Rafael tegas. Gita menatap Rafael lalu menunduk ia gelagapan, harusnya tadi ia jawab tidak tahu saja.

"Ak....aku...juga gak tau" Gita terbata sambil meremas kertas kecil itu.

"Aku tidak peduli itu siapa. Tapi aku tekankan, jaga privasiku." Mata Rafael mengintimidasi, ada penekanan di setiap ucapannya. Dan Gita merasa bersalah, ia melihat Rafael pergi hingga punggung Rafael menghilang. Kepalanya pening kembali. Memang Arjuna sialan!

Perjalanan di lokasi syuting memakan waktu lama. Waktu seakan melambat seperti pikiran Rafael. Ia hanya melihat kendaraan macet di sepanjang jalan.

"Andra, Lo harus awasi si Gita!" kata Rafael, matanya masih menatap jalan lewat kaca mobil.

"Emang kenapa Gita?" tanya Andra yang masih fokus menyetir.

"Tadi pagi dia dapat paket dari teman kantornya...laki-laki. Gue gak pengen orang luar tau alamat tempat tinggal gue." lanjut Rafael dingin.

"hah...kok bisa? Oke gue akan urus." kata Andra sambil mengangguk. Rafael lalu diam, Andra juga tidak ingin membuka pembicaraan ia tau Rafael sedang sangat marah sekarang.

Sesampainya di lokasi syuting semua sudah sangat sibuk. Ada yang membawa kabel, menyiapkan lighting, menyiapkan kamera, sedangkan sutradara mengawasi pekerjaan para kru. Rafael berjalan santai, ia mengeratkan resleting jaketnya lalu memasukkan kedua tangan ke saku jaket.

"Rafael langsung ganti kostum di ruang rias ya." Itu Anton sang sutradara, badannya pendek dengan rambut bergelombang dan kacamata tebal itu menunjuk ke ruangan yang harus Rafael tuju.

Langkah Rafael terhenti, saat melihat seseorang berdiri di samping pintu kamar rias. Perempuan dengan rambut panjang dan dress peach tersenyum sumringah. Rafael mengerutkan keningnya.

"Ngapain kesini?" tanya Rafael heran.

"Kenapa gak boleh, aku cuma mau dukung teman aku aja." Rachel gadis itu berkata dan menekankan kata teman. Rafael hanya menghela nafas.

Rachel berjalan mendekat. "Aku bawain kopi favorit kamu." Rachel menyerahkan cup kopi hangat pada Rafael.

Rafael menerima karena memang ia belum ngopi pagi ini. Rafael meminumnya sesuai seleranya. Ternyata Rachel masih ingat seleranya.

"Aku masuk dulu mau ganti kostum. Kamu tunggu aja disana." Rafael menunjuk tempat duduk kru.

"Ah....enggak, aku masih ada urusan. Ini aku juga bawain bekal buat kamu. Sekalian cemilan kamu pasti suka." Rachel menyerahkan tas warna hitam kepada Rafael.

"Thanks, pasti aku habiskan." kata Rafael, nampaknya mood Rafael membaik. Andra mengamati interaksi mereka.

"Yaudah, sana kerja."Rachel mengibaskan tangannya.

"Kayaknya Lo harus kurangi interaksi sama Rachel, tidak boleh ada skandal lagi Rafael." Andra mengambil alih tas yang di berikan Rachel tadi.

"Santai sih." jawab Rafael. Andra berdecak.

Proses syuting berjalan lama dan cukup melelahkan, karena syuting di puncak suhu udara membuat Rafael harus memakai pakaian dan jaket berlapis. Makanan dari Rachel sudah habis sedari tadi. Tapi kini perutnya mulai lapar lagi. Rafael memutuskan berjalan berkeliling lokasi syuting dan juga villa yang ia tempati.

Sebagian kru masih berkumpul di gazebo taman belakang villa. Ada yang minum kopi, main ponsel bahkan ada yang bergosip untuk melepas penat.

Langkah Rafael melambat saat namanya disebut.

"Lo tau nggak, cewek yang Dateng nemuin Rafael sebelum syuting mulai."

Rafael berhenti tanpa suara. Lalu berhenti di balik tembok dekat pohon palem. Tidak terlihat oleh mereka.

"Tau tau yang pake dress peach kan, wah gila sih cantik banget." jawab perempuan rambut keriting itu menanggapi.

"Kira-kira siapa Rafael ya?" rambut keriting dan dua temannya lagi mengangkat bahu.

"Itu Rachel gak sih, dulu penyanyi cilik yang terkenal terus kecelakaan terus gak bisa nyanyi lagi."

"Oh iya inget, pantesan kok kayak familiar." mereka terus bergosip.

"Eh tapi jujur ya, Rafael lebih cocok sama si Rachel dari pada istrinya. Lo lihat live acara pernikahan mereka kan. Biasa banget orangnya." dan teman lainnya mengangguk setuju. Rafael yang mendengar mulai mengepalkan tangannya, alisnya bertaut.

"Iya sih kayak gak selevel gitu sama Rafael." tawa kecil terdengar .

Rafael terdiam namun rahangnya mengeras.

"Kalau aku jadi Rafael sih-"

"Kalau jadi Rafael kenapa?" Rafael berjalan dari balik tembok dengan sorot mata ingin menghajar. Mereka gugup dan menunduk.

"Kenapa gak di lanjutin? Sini ngomong sama gue kalo isti gue gak selevel." kata Rafael penuh penekanan.

"Kita cuma bercanda..." gadis berambut merah itu angkat bicara.

"kalian pikir istri gue lelucon? Rafael melipat tangannya di dada.

"Ma...maaf mas Rafael, kita salah." si rambut kriting akhirnya. Lalu Andra datang entar dari mana.

"Ada apa Rafael?" Rafael menoleh Andra lalu berjalan lurus tanpa menjawab.

***

Genap satu Minggu Rafael keluar kota, satu Minggu pula Gita tinggal sendiri di apartemen. Ia bekerja seperti biasa, Arjusena sedang tugas luar kota jadi hidup Gita aman sejenak.

Gita baru saja pulang kantor, ia melemparkan tubuhnya ke tempat tidur. Gita dan membuka aplikasi pesan pada ponselnya. Ia menekan nama Rafael, selama di luar kota tak satupun pesan Gita terima dari Rafael. "Apa gue aja ya yang kirim pesan?" pikir Gita.

Gita berulang kali menghapus ketikan di layar ponselnya. "Masa nanya kabar, lagi apa? Basi, udahlah gak jadi aja." Gita bimbang, ia menutup layar ponselnya lalu membuang ponselnya asal.

Tak lama setelah itu suara kunci elektronik di buka. Gita segera bangkit. Itu pasti Rafael pikirnya, ia merapikan baju kerjanya yang belum ia ganti.

Gita berdiri tidak jauh dari pintu. Masuklah Andra dengan menenteng tas dan koper di tangannya diikuti Rafael dengan kacamata dan hodie hitam dengan resleting terbuka. Ada satu orang lagi, seorang perempuan berjalan di belakang Rafael. Rachel. Gita tersenyum kecil, merasa menyesal memikirkan Rafael.

"Sudah pulan." ucap Gita basa-basi.

"Ya....huh capek banget, git.... bisa ambilin air mineral tiga yang dingin." perintah Andra. Andra, Rafael dan Rachel duduk di sofa secara bersamaan. Gita mengerjapkan matanya saat Rachel memerintahkan Gita untuk mengambil minum.

"Punya tangan sama kaki kan, ambil aja sendiri. Gue juga baru pulang kerja." ucap Gita sewot, lalu berjalan kekamar.

Gita mencebik liat kelakuan Rachel yang bagaikan putri itu. "Lagian ngapain sih dia ngintilin Rafael Mulu, kayak kutil aja!" gerutu Gita. Sambil melepas pakaiannya lalu bersiap mandi.

Gita mengeringkan rambutnya dengan handuk, kegiatannya terhenti saat sebuah pesan masuk di ponselnya

08577xxxxx

Malam git,

Lagi apa?

Aku lagi kangen berat sama kamu,

Sampai ketemu besok dikantor.

Lagi, Arjusena berulah lagi. Gita memejamkan matanya bibirnya mengatur. Neraka kembali datang besok. Pikir gita

1
Tutik Wahyuni
lanjut
deathnote
lanjut💪
Rabiah Hamid
lanjut
Agatha soul
aku mau dong di tawarin begitu, asal ganteng🤣
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
ya Tuhan situasi mavam apa itu😄
mama Al
lah nyimpan kodok git
T28J
kok gampang banget sih, harusnya ada konflik disini🤔
T28J
jadi gimana ceritanya, lebih bagus kayaknya kalau di jelaskan
T28J
emaknye aje heran 🤣🤣🤣
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
dari tadi nyuruh Gita mulu, ya, heran
arsyila putri
siap kak, terima kasih.🙏🙏
T28J
berapa yang ditransfer tuh?
Ibu Rasyidd
kak, setiap awal kalimat di usahakan huruf kapital kak💪
Vibiappoline
Akal akalan si maya inimah
Agatha soul
scandal di balas scandal, beeuuhhh
mama Al
Git, kamu gimana sih. masa suruh perempuan lain bangunin Rafael.
mama Al
siram aja pake air segayung
Emi Sudiarni
Lanjut kita kak, kren bngat
Nyai Aksara 👩‍🦯
Wih, siapa ya apa pacarnya?
EvhaLynn
curigaan banget ya Gita .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!