NovelToon NovelToon
Terikat Dengan Cinta Atau Takdir

Terikat Dengan Cinta Atau Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:884
Nilai: 5
Nama Author: Ulfa Zahra

Ardian dan kebahagiaan nya.
Kembali berkumpul dengan putrinya serta menikah dengan wanita yang merubah dirinya menjadi pria dengan pribadi yang baik, membuatnya sangat bahagia walaupun cerita masalalu yang sedikit demi sedikit terbuka.
Jidan dan kisah cintanya.
Tidak sama seperti tuannya yang memilih berlabuh ke hati lain dan berdamai dengan masalalu nya. Jidan malah terjebak dengan perasaan nya yang belum benar-benar mencintai wanita lain. Seakan takdir berputar-putar ditempat nya, membuat Jidan selalu terjebak dengan perasaan sendiri, walaupun ada hati lain yang menariknya untuk beralih.
Bagaimana kisah selanjutnya? Simak yuk, biar nggak penasaran bagaimana kisah mereka selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfa Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

"Papa, bunda!" Panggil harum dengan suara riang nya sembari memasuki kamar itu."Bunda sudah bangun?" Tanya nya lagi saat berdiri di dekat tempat tidur.

Melihat Harum mata Nalda kembali berkaca-kaca. Hal itu membuat Harum menjadi khawatir."Ada apa bunda? Apa ada yang sakit?" tanya nya lembut menatap sang bunda dengan penuh perhatian.

"Nggak ada sayang." jawab Nalda menggeleng pelan tapi tidak dengan hati nya yang terasa sesak."Maaf sayang, bunda baru mengetahui siapa kamu nak. Jika saja dari awal aku bertemu dengan mama mu. Apakah kehidupan mu dan Mayla akan baik-baik saja." batin nya. Air matanya kembali menetes membuat tangan mungil itu terangkat lalu menghapus air mata Nalda.

"Bunda kenapa nangis? Apa papa jahat sama bunda?" tanya Harum, kembali mendapatkan gelangan dari Nalda.

"Papa tidak jahat sayang, hanya saja bunda lagi sensitif sekarang," sahut Ardian meraih tangan sang istri dan juga putri nya lalu mencium nya secara bergantian."Apa Harum tau? Sebentar lagi Harum akan menjadi kakak lagi."

"Kakak? Berarti bunda sedang hamil?" tanya nya terkejut tapi ada gurat senang di sana.

"Iya sayang." jawab Nalda tersenyum, membuat Harum memeluk tubuh Nalda dengan perlahan takut akan menyakiti nya dan juga kandungnya.

"Alhamdulillah, selamat bunda. Harum senang sekali mau jadi kakak lagi. Raffa Raffi pasti senang kalau mereka tau nanti."

Suasana yang tadi penuh tangisan dari Nalda kini berubah menjadi hangat setelah datang nya Harum di sana.

"Maaf." Lirih nya lagi dalam sela-sela pelukan Harum.

Sore yang tadi hangat kini telah berganti menjadi malam yang dingin. Suara jangkrik terdengar bersahut-sahutan menandakan kalau desa itu masih asri hingga hewan malam yang jarang terdengar di kota ada banyak di sana.

Suasana rumah itu kini terasa hening lantaran Nalda dan harum sudah tertidur beberapa menit yang lalu. Setelah mengetahui siapa Harum Nalda tak henti-hentinya meminta maaf. Padahal semua itu bukan lah kesalahan Nalda.

"Bagaimana kondisi istrimu?" tanya Fazar saat mereka duduk lesehan di ruangan keluarga.

"Alhamdulillah dia sudah lebih baik, walaupun tadi dia sempat histeris saat mengetahui fakta lain kalau ternyata Mayla adalah adiknya."

"Adik? Bukan nya adik nya sudah tiada bertahun-tahun yang lalu?" Tanya Fazar agak terkejut.

"Aku belum memastikan nya tapi kata Nalda kalau foto mereka sama dan kalung kecil milik Mayla itu milik adiknya. Tapi sampai di kota nanti kami akan memastikannya." Ardian terdiam sampai dia teringat dengan surat yang Tante nya Harum tinggalkan."Aku tau, kita bisa mencari bukti itu didalam surat yang Tante nya Harum tulis. Jika barang-barang itu dia simpan untuk mencari jejak keluarga Harum, maka surat itu bisa menjadi kuncinya."

"Kau benar, cepat ambil surat nya." suruh Fazar, membuat Ardian berdiri dari duduknya melangkah kearah kamar. Setelah mendapatkan apa yang dia cari dia kembali duduk dan membaca surat itu.

Siapapun yang membaca surat ini, tentu saya hsudah tiada. Mungkin dosa ku terlalu banyak hingga tidak pantas di maaf kan apalagi pada anak keponakan ku Harum.

Tolong sampaikan maaf ku yang terdalam untuk nya, beritahukan dia kalau aku benar-benar merasa bersalah telah melukai nya.

Aku tau anda orang baik yang bisa membantu Harum. Tolong Carikan keluarganya. Keluarga dari ibunya masih ada sementara aku bukan lah keluarga aslinya. Alessandro adalah keluarga asli sementara nama ibu nya bernama asli Eliana Nelida Alessandro.

Bertahun-tahun yang lalu ada terjadi kecelakaan bus, singkat nya aku dan keluargaku berada di bus yang sama. Entah bagaimana bus itu kecelakaan dan terjadi kebakaran tapi sebelum terjadi kami menyelamatakan nya. Dia mengalami luka parah sehingga kehilangan separuh ingatan nya.

Kami mengenal keluarga nya, hanya saja kami tidak bisa mengantar nya ke sana, itulah kenapa kami membawanya pulang ke Indonesia.

"Dari surat ini sudah membuktikan kalau Harum cucu dari mertua mu Ardian." ucap Fazar setelah membaca surat itu."Kenapa kamu terlihat tidak senang."

"Setelah keluarga istri ku mengetahui kalau harum cucu mereka, aku tidak yakin kalau keluarga istri ku akan memaafkan ku setelah ini." jawaban Ardian tentu berhasil membuat kening Fazar mengerut."Kamu tau kan bagaimana pertemuan ku dengan ibu nya Harum?"

"Tentu, dan aku menganggapmu sebagai pria brengsek dan bajingan."

"Besok aku akan memberitahukan ke Nalda soal ini."

"Bicaralah pelan-pelan. Ingatlah istri mu sedang mengandung saat ini." Ucap Fazar mengingatkan.

"Tentu Fazar, aku tau itu."

Bersambung…..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!