Raisa Maureen ditinggal mati suaminya di dalam kondisi masih prawan, lalu ia melakukan hubungan satu malam dengan kakak iparnya karena pria itu mabuk berat dan kehilangan keperawanannya. setelah menikah dengan Evan ia baru mengetahui kenapa selama ini Aditya almarhum suaminya tidak pernah menyentuhnya. Apa yang sebenarnya terjadi? ikuti kelanjutan kisah nya hanya disini!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Prettyies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kissmark
"Astaga… ini jam berapa?" Raisa langsung panik saat melihat waktu. "Aku telat berangkat kerja!"
Ia buru-buru keluar rumah, memesan taksi, lalu bergegas menuju tempatnya bekerja.
Di tengah perjalanan, sebuah mobil berhenti di dekatnya. Pintu terbuka, dan seorang wanita turun.
"Mona…?" Raisa terkejut.
Mona tersenyum tipis.
"Raisa, apa kabar?"
"Baik…" jawab Raisa canggung. "Kamu ngapain ke sini?"
"Aku mau curhat," ucap Mona santai. "Bisa kita ngobrol sebentar?"
Raisa melirik jam lagi.
"Aku harus berangkat kerja…"
Mona mengangkat alis.
"Kamu kerja?"
"Iya," jawab Raisa. "Aku bosan di rumah sendirian sejak mas Aditya meninggal."
Mona mengangguk.
"Ya sudah, ayo. Aku anterin."
Mereka pun masuk ke dalam mobil.
Saat mobil mulai berjalan, Mona melirik Raisa.
"Kamu kenapa jalannya begitu?"
Raisa langsung menjawab cepat,
"Kepleset di kamar mandi…"
Mona tersenyum tipis, seperti tidak sepenuhnya percaya.
"Oh… aku kira kamu sudah punya pacar baru."
Raisa mengernyit.
"Kenapa memangnya?"
Mona melirik ke arah leher Raisa.
"Itu leher kamu… kayak habis di gigit seseorang," ucapnya santai. "Ayo lah, ngaku aja."
Raisa langsung menegang.
"Ngaku apa?"
Mona terkekeh kecil.
"Kalau kamu sudah punya pacar baru… yang bisa memuaskan hasrat kamu diranjang kan."
Raisa langsung memalingkan wajah.
"Kamu ngomong apa sih…"
Dalam hati, Raisa mulai panik.
"Jangan sampai Mona tahu… kalau ini semua ulah mantan suaminya… mas Evan…"
"Oh iya… kamu tadi mau cerita apa?" Raisa cepat mengalihkan pembicaraan.
Mona menarik napas pelan.
"Aku tahu… selama lima bulan ini kita nggak dekat sebagai ipar," ucapnya. "Tapi, Raisa… kamu bisa bantu aku cari tahu sesuatu nggak?"
Raisa mengernyit.
"Apa?"
Mona menatapnya serius.
"Siapa perempuan yang lagi dekat sama Evan."
Raisa langsung terdiam sesaat.
"Kenapa memangnya?" tanyanya hati-hati.
Mona menghela napas, wajahnya terlihat kesal sekaligus terluka.
"Evan menceraikan aku di usia pernikahan baru satu minggu," ucapnya. "Dan selama itu… dia sama sekali nggak pernah menyentuh aku."
Raisa membeku mendengarnya.
"Menurut kamu… dia itu gimana?" lanjut Mona. "Dia memang nggak tertarik sama perempuan… atau sebenarnya dia sudah punya orang lain?"
Raisa menelan ludah.
"Dari awal kita juga menikah karena dijodohkan… jadi aku benar-benar nggak ngerti," tambah Mona pelan.
Dalam hati, Raisa mulai kacau.
"Perasaan Mas Evan itu mesum banget masa gak menyentuh Mona?" pikirnya. "Tapi ke aku… dia malah sangean banget."
Ia menggeleng pelan, mencoba menenangkan diri.
"Kamu nggak pernah tanya langsung alasannya?" tanya Raisa akhirnya.
Mona menggeleng.
"Nggak," jawabnya singkat. "Dia nggak pernah bilang apa-apa ke aku katanya kita gak cocok."
Mona menatap Raisa dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Itu sebabnya aku butuh bantuan kamu, Raisa," ucapnya pelan.
Raisa mengernyit.
"Bantuan… apa?"
Mona menggenggam tangannya sendiri, suaranya melemah.
"Aku… sangat mencintai Evan."
Raisa langsung terdiam, dadanya terasa sesak mendengar itu.
"Meskipun dia menceraikan aku…" lanjut Mona, "aku tetap nggak bisa melupakannya."
Raisa menelan ludah, bingung harus merespons apa.
"Makanya aku ingin tahu…" kata Mona lagi. "Apa sebenarnya ada perempuan lain di hidup dia… atau memang ada alasan lain yang dia sembunyikan."
Raisa memalingkan wajah, hatinya semakin tidak tenang.
Karena tanpa Mona sadari jawaban dari semua pertanyaan itu… justru ada di hadapan Mona sendiri.
Mona menatap Raisa penuh harap, matanya berkaca-kaca.
"Sa… kita sama-sama perempuan," ucapnya lirih.
Raisa terdiam, dadanya terasa sesak.
"Tolong bantu aku…" lanjut Mona pelan. "Aku cuma ingin tahu kebenarannya."
Raisa menelan ludah, tangannya mengepal di pangkuannya.
"Aku nggak mau terus hidup dalam tanda tanya…" tambah Mona, suaranya hampir pecah.
Raisa memalingkan wajah, bingung harus berkata apa.
Mona menunduk sedikit, pikirannya dipenuhi kecemasan.
"Aku harus bisa meyakinkan Raisa…" batinnya pelan. "Supaya dia mau bantu aku…"
Ia menggenggam tangannya erat.
"Anak yang ada di dalam kandungan ini… harus punya ayah," lanjutnya dalam hati, penuh tekanan.
Wajahnya menegang, ada rasa bersalah yang ia tekan dalam-dalam.
"Salah siapa juga…" pikirnya. "Evan sendiri nggak pernah memperlakukanku seperti istri…"
Ia menarik napas pelan.
"Aku cuma… mencari pelarian…" gumamnya dalam hati, mencoba membenarkan keadaan yang kini justru semakin rumit.
udah tau juga belang Aditya..
udah dengerin aja,jangan jadi orang yang sok tau gimana Aditya
udah di obok obok tiap hari msak gak mau dinikahi..
ada2 aja,kemana harga diri Mu Sa
pak David tukang kibul malah dikibulin...
anak sendiri pula pelakunya 🤣🤣🤣🤣
Cuma Raisa yang disini gak tau kelakuan Aditya