NovelToon NovelToon
Gadis Hina

Gadis Hina

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:537
Nilai: 5
Nama Author: KheyraPutri

Reina Wulandari,seorang gadis yang terpaksa harus menjual dirinya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan sang nenek. Dia anak yang pintar namun sayang kepintarannya tidak dia manfaatkan dengan baik dan justru harus terjerumus ke dalam hal yang tidak seharusnya dia lakukan. Bagaimana kisahnya mari ikuti ceritanya.
( Hanya cerita fiktif belaka jadi tolong jangan hina karyaku ya 🙏 tolong komentar dengan bijak dan ambil hal yang baik saja ).

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KheyraPutri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ingin Menyudahi

" Mama lagi nggak nafsu nak" Jawab Rita lemah.

" Tapi mama harus makan lalu minum obat." Ucap Bramasta memaksa dan terus menyodorkan sesendok nasi di depan mulut mamanya.

Mau tidak mau Rita pun membuka mulutnya dan mengunyah makanannya dengan perlahan.

" Gitu dong yang pinter makannya ya jangan bandel." Ucap Bramasta tersenyum melihat ibunya yang cemberut.

" Emang mama anak kecil di gituin langsung luluh." Ucap Rita ketus tapi sedetik kemudian dia tertawa.

" Iya sekarang mama yang gantian jadi anak keci." Abraham tersenyum karena melihat ibunya sudah bisa tertawa.

" Oh iya Bram gadis tadi namanya siapa ?" Tanya Rita di sela-sela kunyahannya karena sudah sangat penasaran.

" Yang tadi nolongin mama waktu pingsan ?" Tanya Bramasta pura-pura lola.

" Ya iya lah masak iya bi Inah di bilang gadis. Mama kan hanya bertemu 1 gadis tadi." Jawab Rita yang jengkel dengan anaknya.

" Hehe...sabar dong jangan marah-marah gitu nanti cepet tua. Namanya Reina ma," Jawab Bramasta.

" Sepertinya dia anak baik,sopan lagi. Kamu kenal sama dia nak ?" Tanya Rita yang begitu antusias.

" Mmm...di bilang kenal sih ya kenal ma cuma nggak terlalu dekat. Kenapa memangnya ma ?" Tanya Bramasta balik.

" Nggak papa sih kok kamu kayak sudah akrab aja dengannya." Ucap Rita menyelidik. " Besok ajak ke sini nak buat makan malam ucapan terimakasih" Suruh Rita sambil meminum air putih.

" Iya ma,yang penting mama sehat dulu nanti coba aku ajak Reina,tapi kalau malam kasian neneknya sendirian di rumah ma." Ucap Bramasta yang mengingat ada nenek Sri kalau mau mengajak Reina makan malam.

" Dia tinggal sama neneknya to ?" Tanya Rita heran.

" Iya ma ibu sama ayahnya sudah meninggal,dia anak yatim piatu." Jawab Bramasta dengan sendu.

" Kasian sekali dia ..." Ucap Rita yang ikut prihatin." Kamu ajak neneknya aja sekalian aja besok Bran pasti mau." Suruh Rita lagi.

" Iya ma, aku coba tanya dulu ke Reina ya bisa nggak nya" Ucap Bramasta lembut lalu menaruh piring yang sudah kosong. Ya ibunya begitu antusias sampai tidak sadar sudah menghabiskan makanannya.

***

Di lain tempat Reina sudah sampai di rumah. Dia pun masuk ke dalam rumah dan menaruh belanjaannya di meja ruang tamu lalu mendudukkan bokongnya di kursi ruang tamu.

Nenek Sri yang kebetulan habis mandi pun menghampiri cucunya yang sepertinya sangat lelah.

" Kok udah pulang nak baru juga jam 11 ?" Tanya nenek Sri saat sadar belum waktunya Cucunya pulang sekolah.

" Gurunya ada rapat nek jadi di pulangkan lebih awal" Jawab Reina lalu beranjak menyalami tangan neneknya lalu duduk lagi.

" Ow gitu, sepertinya capek banget kenapa ?" Tanya nenek Sri memperhatikan Reina.

" Iya nek,tadi nolongin mamanya kak Bramasta pingsan di minimarket nggak sengaja ketemu pas aku mau beli sabun mandi." Jawab Reina menceritakan kejadian yang membuatnya lelah.

" Waduh,terus-terus gimana sekarang keadaannya nduk ?" Tanya nenek Sri terlihat khawatir.

" Nggak tau nek,waktu Reina antar pulang sih belum sadar dan dokternya juga belum datang,Aku langsung pamit pulang karena aku belum jadi belanja." Jawab Reina sambil menghela nafas.

" Oh ya udah cepet makan gih kalau kamu laper." Suruh nenek Sri lalu beranjak dari duduknya ingin masuk ke kamar.

" Iya nek" Ucap Reina yang juga beranjak dari duduknya dan menuju ke kamar untuk ganti baju.

Sampai di dalam kamar Reina menaruh tasnya di meja belajar dan dia pun menuju lemari untuk mengambil baju ganti, Reina mengambil kaos oblong dan celana jeans yang panjangnya bawah lutut. Setelah berganti pakaian Reina menuju meja makan dan makan sendirian dengan hening.

Setelah kenyang makan dia menuju ke kamarnya kembali dan mengambil ponselnya dari dalam tas. Banyak sekali notifikasi pesan masuk dari Ryan,yoga dan nomer baru sepertinya kak Bramasta tadi. Reina pun membuka pesan 1 per satu.

[ Ryan : ketemuan yuk di tempat biasa,lusa kan kita sudah ulangan pasti kamu akan sibuk belajar ] .isi pesan  dari Ryan sekitar 30 menit lalu.

Reina pun membuka pesan lagi dari yoga yang merupakan teman laki-lakinya yang juga jadi langganannya saat ingin di pu*skan. Sudah sekitar 2 Minggu yoga tidak menghubunginya sepertinya sedang sibuk dengan skripsinya. Biasanya dia hanya akan menghubungi saat dia sedang ada masalah. Tak ayal Reina sering mendapatkan kekerasan saat sedang berhubungan dengannya karena yoga sangat kasar.

[ yoga : ayo ketemu Re,aku tunggu jam 2 di dekat hotel xxx ] begitu isi pesan dari yoga.

Sebenarnya Reina malas dengan yoga pasti badannya akan memar dan remuk karena kebrutalannya. Namun kalau dia tidak di temui dia selalu mengancam ingin menyebarluaskan vidio yang diam-diam yoga ambil saat sedang berhubungan dengannya. Jadi Reina takut,mau tidak mau dia menurut saja.

Reina pun membalas pesan dari Ryan dulu kalau besok dia akan menemuinya karena saat ini Reina harus menemui yoga terlebih dahulu.

Dan tinggal 1 pesan lagi dari nomer baru tadi. Reina pun membukanya dan tersenyum saat membaca isi pesannya.

[ new number : tes... tes apakah nomer ini benar punya Reina ? ] begitu isi pesan itu.

[ new number : saya Bramasta,kalau benar tolong di balas ya...hehe ].

" Ada-ada saja kak Bramasta ini." Gumam Reina lalu membalas pesan dari Bramasta.

[ Reina : iya kak,benar aku Reina ]. Begitu balasannya.

Setelah membalas semua pesan Reina langsung bersiap-siap,dia hanya mengambil jaketnya dan membenahi rambutnya yang agak berantakan dan memakai lipglose lagi,lalu sedikit parfum karena dia tidak mandi.

Keluar dari kamar Reina bertemu neneknya yang berada di teras.

" Loh mau kemana nduk baru juga pulang." tanya nenek Sri heran.

" Oh Reina mau fotocopy buku nek sebentar." Jawab Reina berbohong." maaf ya nek" ucap Reina dalam hati.

" Kenapa tadi nggak sekalian nduk ?" Tanya nenek Sri yang kasian dengan cucunya pasti lelah.

" Tadi bukunya lupa nggak di bawa nek,ya udah aku berangkat dulu ya. Mungkin nanti juga pulang agak sore langsung mau jalan-jalan refreshing biar lusa bisa mengerjakan ulangan dengan mudah...hehe" Ucap Reina sambil meringis.

" Kamu ni ada-ada saja,ya sudah hati-hati di jalan jangan ngebut." Ucap nenek Sri mengingatkan cucunya setiap kali ingin keluar.

" iya nek... assalamualaikum." Pamit Reina menyalami neneknya dan berangkat.

Saat di perjalanan Reina melihat jam tangannya masih jam setengah 12. " Apa sebaiknya aku temuin kak Ryan saja ya." Gumam Reina yang langsung menghentikan motornya di pinggir jalan yang agak sepi lalu mengirim pesan ke Ryan kalau dia menuju ke tempat biasa sekarang.

Ryan yang mendapatkan pesan dari Reina bingung sekaligus senang karena bisa bertemu Reina lagi. Kebetulan setiap hari Ryan berada di sana setelah sekolah, tempatnya nongkrong sekaligus menghibur diri.

--->>>

1
hanawati sumaharjana
bafhs utk mengusi wkt
hanawati sumaharjana
menarik utk trs diikuti smp tamat nih
Dewi KheyraPutri: terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!