Entah apa yang Alice pikirkan, sungguh dia sadar dengan apa yang dia perbuat dan bahkan tau seluruh dunia dan alam semesta pun menentangnya.
Tapi Alice tidak peduli, karena hatinya selalu tenggelam dalam cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CEMBURU
" bangun sayang.. "
" eeemmm "
Perlahan Alice membuka matanya.
" ayo keburu kesiangan "
" aaa ah Cloud aku malas mau berangkat kuliah " ucap Alice dengan manja.
" oh apa kau sudah setuju punya anak dari ku ?? kita bisa coba tidur seharian di sini "
Mendengar itulah Alice tersentak kaget.
" gak! eemm jangan dulu "
" ya sudah buruan bangun, kita ada kelas hari ini "
Cloud menarik selimut Alice.
" gak mau.. "
Alice menarik selimutnya kembali menutupi badannya.
" Alice kau mulai bandel ya "
Tiba - tiba Cloud menggendong Alice dengan selimutnya juga.
" ehh cloud kau mau bawa aku kemana.. ?! "
" aku akan memandikan anak kucing "
" kita mandi berdua ??! "
" tentu saja "
" iya.. iya.. aku gak malas lagi, biarkan aku mandi sendiri..!! "
Muka Alice memerah.
" hahahaha tak apa kucing kecil ku yang manis "
Yang benar saja Alice sangat malu di mandikan oleh Cloud tapi Cloud sudah keburu mengunci pintunya agar Alice tidak kabur.
Dengan jelas dia pasti melihat seluruh tubuh Alice, Alice pun tertunduk malu.
" kenapa harus malu, memang kau ini punya ku kan ? "
" tapi..! "
" kita ini bukan manusia Alice, kita sudah di takdirkan bersama "
" hah iya... iya... "
Alice menjitak jidat Cloud.
" au sakit ! "
" Cloud kau memang iblis yang nakal "
Cloud tersenyum.
" terimakasih pujiannya "
...****************...
Alice dan Cloud keluar dari mobil, seperti biasa semua orang melihat kedatangan mereka.
Mereka masuk ke kelas seperti biasa, semua berjalan semestinya hingga waktu istirahat pun tiba.
Waktu istirahat Alice dan Luna langsung pergi ke kantin.
" Alice kau mau minum apa ? "
" aku mau yang coklat "
" ini "
" terimakasih.. "
Luna membelikan Alice minuman, suasana di kantin itu cukup ramai hingga sebagian berdesakkan.
Bruukk
" aah maaf... maaf "
Alice tidak sengaja menabrak seseorang dan minumannya tumpah di baju orang itu.
Alice sangat panik, dia segera membersihkan pakaian orang itu dengan lengan bajunya.
" maafkan aku, aku tadi tidak melihat.. "
Tiba - tiba dia memegang tangan Alice.
" sudah tidak apa- apa ini hanya sebuah baju "
Suaranya lembut dan merdu.
Alice mendongak ke atas, dia tersenyum pada Alice dan mereka pun saling pandang.
Dia manis sekali
Alice menundukkan kepalanya.
" hei baju mu juga ikut kotor... " ucap laki-laki itu.
" ooh ah tidak, tidak apa- apa kok "
Dia menggandeng Alice membawanya ke meja dan mengambil tisu, dia membersihkan lengan baju Alice.
Alice menatapnya, dia pun melirik Alice, Alice langsung membuang pandangannya.
" sekarang sudah bersih.. "
" eemmm maaf ya padahal aku yang menabrak mu "
" tidak apa - apa "
Laki-laki itu tersenyum manis pada Alice.
" ooh kau Alice kan murid baru yang terkenal itu..? "
" hah aku tidak seterkenal itu " ucap Alice dengan canggung.
" ooh ya kenalin aku Sin "
Sin menjulurkan tangannya, Alice meraihnya.
" boleh kah aku menjadi teman mu?? "
" ooh tentu saja.. "
" terimakasih.. aku harap kita bisa lebih akrab lagi.. " ucap Sin ramah.
" tapi sekarang aku sudah harus pergi.. "
" oh iya baiklah "
" sampai berjumpa lagi.. "
Sin melambaikan tangannya ke Alice, Alice melihatnya berjalan pergi.
" Alice!! "
Alice tersentak kaget.
" itu tadi kak Sin..?! wah beruntung sekali kamu, aku seumur-umur belum pernah menjabat tangannya, dia sangat tampan dan manis, dia adalah ketua kelas musik suaranya sangat merdu, uu uuhhh Alice aku sangat iri..!! "
Alice hanya tersenyum kepada Luna.
" itu tadi hanya kebet... "
Tiba-tiba Alice tersentak kaget.
Sejak kapan Cloud ada di sana..??!
Cloud bersandar di pintu dan menatap tajam kearah Alice, pandangannya sangat menakutkan, sepertinya dia marah.
" Alice kau kenapa.. ?? " tanya Luna yang melihat Alice mematung.
Perlahan Cloud berbalik dan keluar dari ruangan itu.
" Alice...?! "
Alice tersentak kaget.
" kau kenapa ?? kenapa tiba - tiba berkeringat ?? "
" aahh tidak.. tidak apa- apa, sudah ayo kita makan.. "
" hmmm baiklah aku juga sudah mulai lapar "
...****************...
Jam masuk Cloud tidak ada.
Kemana dia... ???
Tiba - tiba handphone Alice berbunyi dan ternyata itu panggilan dari Cloud.
" permisi pak, boleh saya izin sebentar saya tidak enak badan..? "
" baik Alice kamu boleh keluar.. "
" terimakasih pak "
Alice keluar kelas dan langsung mengangkat telfon dari Cloud.
" Cloud ada apa?? "
" temui aku di atap gedung "
Cloud mematikan telfonnya.
" huh... "
Seketika napas Alice berat, dia tau jika Cloud sedang marah, mau tidak mau Alice pun berjalan ke atap gedung.
Cloud dia itu terkadang dia seperti anak kecil yang manis dan manja tapi terkadang dia juga seperti monster yang tak punya perasaan, haa ah.. kenapa dia itu seperti bunglon !!
Sesampainya di sana terlihat Cloud sedang tiduran, Alice menghampirinya.
Merasakan kedatangan Alice perlahan Cloud membuka matanya dan duduk.
" Cloud kenapa kau ? "
Tiba - tiba Cloud menarik tangan Alice ke pangkuannya.
" Cloud apa yang kau lakukan ?! "
" eeeehhhhmmm "
Cloud tiba-tiba mencium Alice, kali ini bibir Alice terasa perih lalu dia menggigit leher Alice.
" ah Cloud sakit !! "
Cloud melepaskan gigitannya, darah segar Alice mengalir keluar, Cloud langsung mengelap darah itu.
" Cloud apa yang kau lakukan ?! "
" aku membuat tanda "
Alice kaget, dia melihat lehernya terukir pola aneh berwarna hitam.
" ini.. ?? "
" tanda jika kau adalah milik ku.. "
Alice menatap Cloud dalam.
" Alice aku memang berjanji padamu untuk tidak membunuh siapapun tapi bukan berati aku tidak bisa mematahkan kaki dan tangannya, aku ini sangat pencemburu Alice "
Cloud mengangkat dagu Alice.
" jagalah sikap mu disini "
Tatapan Cloud tajam ke mata Alice, dengan jantung yang berdetak kencang Alice pun mengangguk perlahan.
" tidak ada yang boleh mendekatimu, menyentuh mu, melihat mu, bahkan jika mereka berani mendekati mu maka sama saja mendekati ajal mereka dan kau akan jadi malaikat maut mereka..! "
" tidak Cloud jangan sakiti siapapun.. " ucap Alice dengan menangis.
Alice takut jika Cloud melukai banyak orang, perlahan Cloud mengusap air mata Alice.
" jika kau bersikap baik maka semua akan baik- baik saja sayang "
" iya aku akan bersikap baik "
Cloud mengelus kepala Alice dengan lembut.
" Cloud aku mencintai mu..? "
Cloud tersenyum sepertinya Alice berhasil membuatnya tidak marah lagi.
" iya sayang aku tau.. "
Mereka berpelukan, faktanya memang Alice sangat mencintai Cloud.
wkwkwkwk
maap aku gemer halu