Leann Audina putri, gadis berlesung pipi dengan wajah cantik dan pintar, mendapatkan kesempatan untuk kuliah di jurusan kedokteran di salah satu universitas negri di kota x. Jalan hidupnya akhirnya mempertemukan nya dengan pengusaha sukses yang kaya raya ,ganteng tapi arogan dan berhati dingin.
perbedaan gaya hidup dan pola pikir menjadi polemik dalam hubungan mereka.
bagaimana kisah mereka? akan kah Leann bisa menakluk kan hati sang bule tampan?
cerita ini akan menemanimu dengan tawa dan kadang ada air mata..
semoga suka...terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.angela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bukan kencan
Sepanjang jalan baik Leann atau pun Daniel hanya diam.
"Kita makan dulu ya " Daniel memecah kesunyian.
"Hah? tapi tadi tuan kan sudah makan, masa udah lapar lagi? apa tuan cacingan ya?" spontan Leann menutup mulutnya. Emang ini mulut ga bisa di rem ya, suka banget keceplosan.
Daniel justru tertawa terbahak-bahak. Udah lama dia ga tertawa selepas ini. Daniel menatap sekilas wajah cantik disampingnya. Ingin sekali rasanya mencicipi bibir yang sering x berbicara pedas itu.
"Iya, tapi kamu kan belum makan malam dan kayaknya emang benar deh, aku ini cacingan, makan ga kenyang kenyang" kekeh Daniel
Leann hanya merengut digoda Daniel, memonyongkan bibirnya cemberut, membuat Daniel semakin gemas melihat Leann.
Diputuskan sepihak oleh Daniel, mereka makan di restoran cepat saji. Daniel sebenarnya malas untuk makan di tempat seperti ini, tapi karna resto ini yang paling dekat dengan asrama Leann.
Daniel memarkir mobil sport nya, sementara Leann sudah berjalan dengan cepat masuk ke dalam restoran. Ini tempat makan seperti iklan yang ada di tv, senyumnya seketika merekah. Aku mau makan ayam goreng, kentang goreng, burger, batinnya sambil menelan air liurnya.
Sementara Daniel yang baru saja keluar dari mobil, memandang kesal pada Leann. Daniel yakin, Leann berjalan duluan karena dia malu dilihat orang keluar dari mobil bersama dirinya yang dikatain Leann om-om.
"Brengs*k, kenapa aku jadi ga pede gini, ikut ikutan menganggap kalau aku udah om-om. Tampang kece gini, cewek mana yang ga mau jalan dengan ku? cuman cewek gesrek yang nolak, ya si bocah itu," gerutu Daniel menyusul Leann.
Leann sudah duduk di salah satu meja. Melihat Daniel yang masuk ke restoran, Leann melambai tangan. Daniel yang melihat justru mendatangi meja order.
Kesal melihat tingkah Daniel yang cuek padanya, Leann menghempaskan tangannya di meja.
"Apa-apaan sih si om mesum itu, malah cuekin aku, dia yang ngajak makan dia yang cuek, dasar om-om g*la"
Daniel datang membawa se-nampan penuh makanan. Leann terperangah, pasalnya semua makanan yang dia inginkan tadi ada disitu, masih di tambah ice cream lagi.
Leann tersenyum senang sekali, bak anak kecil yang dikasi mainan kesukaan. Daniel yang melihatnya tersenyum puas, bisa membuat Leann tersenyum bahagia.
"Gampang banget buat bocah ini kembali happy, cuman di sogok makanan murah aja udah se-senang itu" batin Daniel.
"Banyak banget om, apa ini bakal habis semua, but anyway thanks ya om"
"Iya, ini semua kamu habiskan biar kamu cepat gede, biar ga bocah lagi" jawab Daniel terkekeh. Leann tidak menggubris ucapan Daniel.
"Masa-bodo deh om, yang penting aku kesampaian makan makanan yang aku impi kan"batin Leann nyengir.
Leann makan dengan lahap kayak orang udah setahun puasa aja. Semua di lahap habis, bahkan saat Daniel yang menawarkan burger miliknya, disambut hangat oleh Leann.
"Tuan ga papa makan bareng dengan aku disini? ntar pacarnya marah lagi sama aku, dikira kita kencan, padahal kan ini bukan kencan" cerocos Leann yang ditanggapi hanya dengan senyuman oleh Daniel.
"Om kok ga makan? aku semua yang habiskan jadinya " celetuk Leann
"Om???"sanggah Daniel
"Eh, tuan maksud aku" koreksi Leann cepat sebelum di pelototi lebih lama lagi.
Habis makan akhirnya mereka melanjutkan perjalanan. Leann merasa aneh, kok perjalanan ke asrama semakin jauh ya dan karna makan terlalu kenyang, dia tertidur di buat dingin nya AC mobil Daniel.