NovelToon NovelToon
Mafia'S Innocent Love

Mafia'S Innocent Love

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Balas Dendam / Persaingan Mafia
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nanda wistia fitri

Xaviera Collins, gadis yatim piatu bermata hazel yang biasa dipanggil Xerra, hidup bersama bibi, paman, dan dua sepupunya.
Meski selalu diperlakukan tidak adil oleh bibinya yang kejam, Xerra tumbuh menjadi gadis ceria dan penuh semangat. Hidupnya nyaris tanpa beban, seolah ia mampu menertawakan setiap luka yang datang.

Namun, malam itu segalanya berubah.
Demi uang, bibinya menjual Xerra ke sebuah rumah bordil di pinggiran kota. Di sanalah ia pertama kali bertemu Evans Pattinson seorang mafia terkenal yang ditakuti banyak orang karena kekejamannya.

Pertemuan itu menjadi awal dari takdir gelap yang tak pernah Xerra bayangkan.
Evans, pria yang terbiasa menumpahkan darah tanpa ragu, justru mulai terobsesi padanya. Di balik tatapan dingin dan dunia yang penuh dosa, ia menemukan sesuatu yang tak pernah ia rasakan sebelumnya, perasaan ingin memiliki dan takut kehilangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nanda wistia fitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Sementara di Inggris, persiapan pernikahan antara Evans dan Xerra berlangsung diam-diam namun megah…

Kabar itu terbang jauh melewati batas kota, melewati para informan, dan akhirnya mendarat di satu tempat yang tidak disangka Meksiko.

Di sebuah vila besar yang dikelilingi penjaga bersenjata, seorang pria berambut perak sedang duduk santai sambil menyesap tequila. Pria itu tersenyum puas saat salah satu ajudannya membisikkan kabar itu.

“Evans… menikah?”

Tatapan paman Andreas melebar, bukan terkejut… tapi bahagia.

Ia tertawa kecil, meletakkan gelasnya di meja.

“Anak itu akhirnya mau juga berumah tangga,” gumamnya bangga. “Kupikir dia akan hidup menyendiri selamanya seperti aku sekarang.”

Ajudan itu mengangguk sopan.

“Apakah Tuan Andreas ingin tetap menyelesaikan urusan bisnis di sini? Atau… kembali ke Inggris?”

Andreas berdiri, mengambil mantel kulit hitamnya, wajahnya sekarang dipenuhi semangat yang jarang muncul.

“Mana mungkin aku melewatkan pernikahan keponakanku satu-satunya?”

Ia menepuk bahu ajudannya.

“Siapkan jet. Kita terbang malam ini. Pastikan semua hadiah untuk Evans tiba tepat waktu.”

“Baik, Tuan!”

Saat berjalan menuju pintu, Andreas berhenti sejenak, menatap langit Meksiko yang gelap keunguan.

“Evans… akhirnya kau memilih seseorang untuk menjadi teman hidupmu.”

Ia tersenyum kecil, penuh rasa lega sekaligus penasaran.

“Aku ingin melihat gadis yang bisa membuatmu rela mengikat diri.”

Ia melangkah keluar dengan langkah mantap, diikuti enam penjaga.

Beberapa jam kemudian, jet pribadi milik Andreas melesat menuju Inggris,membawa seorang paman yang sangat bangga dan siap mengacaukan ketenangan mansion Evans dengan kehangatan keluarga yang jarang muncul.

Dan di Inggris…

Evans sedang memeriksa rencana pernikahan dengan penuh ketelitian, ketika Ben menerima panggilan dan wajahnya langsung berubah panik"

Evans mengangkat alis.

“Ada apa?”

Ben meneguk ludah.

“Bos… paman Anda… Andreas… dia… dia datang.”

Evans membeku.

Bukan takut tapi sedikit… pusing.

“Sekarang?”

“Jet nya sudah mendarat. Dia dalam perjalanan ke mansion.”

Evans mengusap pelipis.

“Tentu saja. Dia muncul di saat paling sibuk.”

Sementara itu, Xerra di kamar, sedang memegang gaun putih sambil berpikir keras tentang hidupnya…

belum tahu kalau seorang tokoh penuh kehangatan namun galak,paman besar keluarga mafia sedang menuju dirinya.

Pagi itu, mansion Evans mendadak terasa berbeda.

Ada suara tawa dewasa yang hangat, aroma parfum maskulin yang tidak asing bagi para pelayan, dan langkah kaki berat penuh wibawa.

Xerra yang sedang duduk di ruang tengah dengan secangkir susu hangat menoleh ketika pintu utama terbuka.

Masuklah seorang pria berambut perak elegan, wajah teduh tapi karismatik, dengan senyum yang langsung meredakan ketegangan siapa pun yang melihatnya.

Paman Andreas Pattinson.

Begitu melihat gadis mungil yang duduk di sofa, Andreas langsung menyapa dengan lembut.

“Ah… kau pasti Xerra.”

Suaranya dalam, hangat, seperti suara ayah yang sudah lama tidak ditemui.

Xerra berdiri tergesa.

“Sa....saya… iya, om.”

Andreas mendekat tanpa ragu, meraih kedua tangan Xerra dan menggenggamnya penuh empati.

“Terima kasih sudah mau tinggal di rumah keponakanku yang keras kepala itu.”

Xerra terkejut tidak ada tekanan, tidak ada intimidasi seperti yang ia bayangkan dari keluarga besar mafia. Hanya ketulusan.

Andreas duduk di sampingnya.

“Aku tahu Evans bisa… menakutkan,” katanya sambil terkekeh pelan. “Wajahnya dingin, ucapannya pendek, emosinya jarang terlihat.”

Xerra mengangguk pelan.

Point itu semua benar.

“Tapi,” Andreas melanjutkan, menatap Xerra dengan lembut, “anak itu sebenarnya sangat penyayang. Dia hanya tidak tahu bagaimana cara mengekspresikan cintanya.”

Xerra menunduk, memegang cangkirnya erat.

“Om… aku belum benar-benar siap untuk menikah. Semua terasa cepat…”

Andreas tersenyum sabar.

“Kupahami. Tidak ada gadis yang tidak panik jika tiba-tiba diminta menikah oleh pria seperti Evans.”

Xerra menahan tawa kecil,benar juga.

“Tapi dengarlah, nak…”

Andreas meraih bahu Xerra, mengusapnya lembut layaknya keluarga sendiri.

“Kalau kau memberi sedikit ruang di hatimu… hanya sedikit… kau akan melihat sendiri betapa besar cinta Evans padamu.”

Xerra mendongak.

“Maksud om…?”

“Evans memilihmu,” kata Andreas pelan tapi mantap. “Dia tidak pernah memilih sembarangan. Jika dia ingin menjagamu… berarti kau sangat berharga baginya.”

Xerra merasakan sesuatu menghangat di dadanya.

“Jika kamu belum bisa menerima pernikahan ini,” lanjut Andreas, “cobalah pelan-pelan. Tidak perlu terburu-buru mencintainya. Cukup izinkan dia mendekat.”

Xerra menggigit bibirnya, tersentuh.

“Om… aku… selalu takut. Jika om Evans marah, kalau dia tiba-tiba berubah… atau jika suatu hari dia meninggalkanku…”

Andreas menepuk kepalanya dengan lembut.

“Evans tidak akan meninggalkanmu. Percayalah. Anak itu tidak pernah menginginkan siapa pun sebelumnya. Kau… yang pertama baginya.”

Xerra terdiam.

Jantungnya berdetak lebih cepat tapi bukan karena takut, melainkan perasaan yang sulit ia jelaskan.

Di rumah ini ia merasa aman.

Mudah diterima.

Di sampingnya, Andreas tersenyum hangat.

“Jadi bagaimana, Xerra kecil? Mau coba membuka sedikit saja pintu hatimu untuk Evans?”

Xerra menunduk… tersenyum kecil untuk pertama kalinya sejak semua kekacauan ini dimulai.

“Aku… akan mencoba, om.”

“Bagus sekali.” Andreas mengusap puncak kepala Xerra.

“Evans beruntung mendapat gadis sepertimu.”

Di luar pintu, tanpa mereka sadari…

Evans berdiri diam, menyandarkan bahunya ke dinding.

Ia mendengar semuanya.

Senyum tipis muncul di sudut bibirnya senyum yang sangat langka.

Ia yakin Xerra mungkin benar-benar bisa menjadi miliknya.

Dan Xerra?

Ia akhirnya memantapkan hati.

Pernikahan itu… bukan lagi sekadar paksaan.

Ia ingin mencoba… dan mungkin, suatu hari… mencintai Evans sepenuh hati.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!