NovelToon NovelToon
TEROR PARAKANG

TEROR PARAKANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horror Thriller-Horror / Iblis / Kutukan / Roh Supernatural / Tumbal
Popularitas:65.2k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Kisah ini berasal dari tanah Bugis-Sulawesi yang mengisahkan tentang ilmu hitam Parakang.

Dimana para wanita hamil dan juga anak-anak banyak meninggal dengan cara yang mengenaskan. Setiap korbannya akan kehilangan organ tubuh, dan warga mulai resah dengan adanya teror tersebut.

Siapakah pelakunya?

Ikuti Kisah selanjutnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Interogasi Polisi

Andi Anni tercengang mendengar ucapan sang ibundanya. "Maksud, Ammak. Kalau semua ini karena ilmu parakang yang dimiliki oleh istrinya,?" ucapnya dengan nada gemetar.

Ia kembali bergidik ngeri saat membayangkan peristiwa malam itu, dimana melihat sosok mengerikan diatas plafon rumahnya dengan sosok berbulu hitam dan mata merah menyala, disertai gigi taring tajam yang mencuat.

Andai saja ia tertidur malam itu, maka habislah ia.

"Tentu saja, dan ammak yakin kalau semua kekayaannya itu dari ilmu hitam istrinya," wanita itu semakin berapi-api dalam pendapatnya.

"Apakah amaak tidak dapat menyadarkan abang?" tiba-tiba Andi Anni memberikan saran.

"Kalau abangmu disadarkan, apakau kau mau menggantikannya sebagai tumbal?" Andi Lalo kembali bertanya.

Sontak saja hal itu membuat Andi Anni tersentak kaget. Ia bergidik ngeri membayangkan hal itu jika sampai terjadi.

"Dia sudah menguasai jiwa abangmu, dan jika kita mengusiknya, maka bukan hanya saja dirimu, tetapi anak dalam kandunganmu, Ambo, ammak, dan juga Bombang." Andi Lalo menatap dengan nanar pada luar jendela. "Mungkin berkorban satu orang itu lebih baik, daripada mengorbankan semuanya, sebab jika hal itu sampai ammak lakukan, maka Abangmu juga akan mati bunuh diri jika sampai dipisahkan darinya," ucap wanita itu dengan raut wajah sedih.

"Lalu mengapa tempo hari ammak ingin mereka bercerai? Jika akhirnya abang tak dapat hidup dari istrinya," protes Andi Anni.

Ia masih ingat benar saat sebelum malam pengusiran Andi Enre, sang ammak meminta pada abangnya untuk menceraikan Daeng Cening, bahkan memaksa.

"Masa itu, pengaruhnya belum begitu besar, masih bisa diselamatkan, sedangkan saat ini, parakang itu sudah memakan korban, dan kekuatannya sudah bertambah besar," Andi Lalo terlihat sangat berputus asa.

Sontak saja hal itu membuat Andi Anni tergugup. Jika begitu, apakah tandanya mereka harus benar-benar memutuskan hubungan dengan abangnya.

Wanita muda itu terlihat tampak gusar, dan perlahan meninggalkan sang ibunda, lalu memilih masuk ke dalam kamarnya.

****

Andi Enre tiba dirumahnya. Terlihat mobil Inafis berparkir didepan rumah Takko, dan Polisi masih memeriksa sejumlah saksi, termasuk Puang yang pertama kali mengajak warga untuk menyambangi rumah Ella dan menyebarkan adanya Parakang.

Pria itu dimintai keterangan didepan rumah duka tersebut.

Andi Enre menghentikan motornya, dan ia merasa penasaran saat melihat Puang menjelaskan apa yang terjadi malam itu, sehingga ia mencurigai jika Ella adalah parakang.

"Malam itu saya melihat anjing terus melolong panjang dan ada bau busuk seperti comberan sedang diaduk-aduk," ucap Puang dengan jujur. "Karena anak saya seminggu yang lalu mati secara mengenaskan, maka saya menduga jika pelaku pembunuhannya adalah Parakang, dan itu adalah Ella," ucapnya dengan keceplosan.

"Polisi yang mencatat semua jawaban Puang tersentak kaget. "Hah! Anak napak juga menunggal mengenaskan?" tanya polisi dengan rasa curiga.

Sedangkan Andi Enre menghampiri mereka karena merasa sangat penasaran.

Puang mendadak merubah raut wajahnya dengan sangat sedih. , dan menundukkan kepalanya.

"Mengapa bapak tidak melaporkan kematian anak bapak pada Polisi, bisa jadi itu kasus pembunuhan?" Polisi mendesak Puang untuk berkata jujur.

Daeng Cening ya masih duduk dijok motor mendengarkan dengan seksama.

"Saya sangat panik, takut, dan juga sedih saat mengetahui anak saya meninggal dengan luka parah dibagian perutnya, dan kondisinya sama.seperti Ella, hilang organ tubuhnya," ucap Puang dengan lirih, perlahan bulir bening jatuh disudut matanya.

"Saya tidak melaporkannya ke Polisi, sebab tidak mungkin akan ditanggapi, apalagi kalau sampai dimintai uang buat mengusutnya" ia menimpali kembali ucapannya.

"Jangan gitu lah, Pak. Tidak semua polisi seperti itu. Kita digaji oleh rakyat, dan siap melayani masyarakat, apakah kasus kematian anak bapak mau dibuka? Karena kita tidak tahu, bisa saja ini kasus penjualan organ tubuh manusia yang lagi marak terjadi dan memiliki jaringan internasional, lalu dijual ke negara yang bernama salah satu bunga khas yang sering ditanam dimakam,"

Puang mengangkat wajahnya, lalu menggelengkan kepalanya. "Tidak, Pak. Saya tidak mau makam anak saya dibongkar, biarkan ia tenang disana," ucapnya dengan tegas.

"Ya, kalau begitu terserah bapak. Tetapi saya akan membawa bapak sebagai saksi, karena yang pertama kali memanggil warga ke rumah ini," Polisi menetapkan Puang sebagai saksi.

Sesaat mereka melihat Andi Enre yang terlihat serius mendengarkan keduanya sedang tanya jawab, lalu seorang Polisi lainnya mencatat semua keterangan yang dinyatakan oleh Puang Lajo.

"Maaf, Bapak ini siapa, ya?" tanya Polisi lepada Andi Enre.

"Saya tetangga baru disini," jawab Andi Enre dengan jujur.

Polisi menatap rumah Andi Enre, dan tenru saja sangat berhadapan tepat. "Bapak saat kejadi pengepungan sedang berada dimana?"

"Saya sedang bekerja, dan.baru pulang saat rumah ini sudah sangat ramai,"

Polisi mengamati Andi Enre, tidak ada kebohongan diwajahnya, tetapi mereka melirik pada Daeng Cening yang sedari tadi diam memperhatikan mereka.

"Wanita itu siapa?" tunjuk Polisi pada Daeng Cening.

"Dia istri saya." Andi Enre melirik sang istri yang terlihat santai duduk diatas jok motor

Entah mengapa Polisi itu tertarik untuk memintai keterangan dari Daeng Cening, sebab bagaimanapun, dia adalah tetangga yang berada tepat dirumah Ella.

Siapa saja bisa dicurigai, termasuk orang terdekat, yaitu Takko sang suami, tetapi pria itu berada dicafe saat kejadian, dan LC yang menemaninya juga menjadi saksi, serta CCTV yang memperlihatkan waktu kepulangan Takko.

Maka, tetangga terdekat harus menjadi saksi dari kematian Ella.

Polisi bernama Sadya itu menghampiri sang wanita, lalu berusaha menjabat tangannya.

Dengan santai Daeng Cening menyambutnya, tapi siapa sangka, dalam jabatan itu, sang wanita membacakan mantra yang dapat meluluhkan hati sang Polisi.

"Duppa mata iru mata, iru maduppa ri mata." saat kedua mata mereka beradu pandang dan berjabatan tangan, sang polisi merasakan getaran yang aneh menjalar didalam hatinya.

Ia yang tadinya datang untuk menginterogasi sang wanita, justru bertanya hal lain yang tidak ada hubungannya dengan kematian Ella.

"Maaf, Bu, boleh tau siapa namanya,?" tanya sang Polisi.

"Daeng Cening, Pak," sahut wanita itu dengan ramah.

"Wah, keturunan bangsawan ternyata, nama yang bagus, dan artinya sama dengan wajahnya, manis mempesona," ucap sang Polisi yang seperti orang ngelantur.

Mendengar istrinya dipuji oleh sang Polisi, sontak saja membuat Andi Enre merasa cemburu.

Ia bergegas menghampiri sang istri. "Maaf, Pak. Kami masih ada urusan dirumah," ucap Andi Enre dengan hati panas, kemudian mendorong motornya untuk pergi memasuki halaman rumah.

Sedangkan salah satu Polisi yang mencatat keterangan Puang Lajo yang dianggap ada hubungannya dengan kematian Ella.

"Pak, jika saya amati, sepertinya korban saat sebelum meninggal sedang mengintai sesuatu dibalik dinding kamar mandi, terutama comberan, dan ia terkejut, lalu terpeleset, dan terjatu, itu analisa saya,"

"Jika itu analisamu, apa yang dilihatnya dicomberan sampai ia terkejut?" tanya sang Polisi yang menjadi komandan dalam kasus penyelidikan kematian Ella.

1
FiaNasa
semoga itu penolongmu phuang yg dikirim Tuhan untukmu
V3
semoga seseorang yg datang itu adalah Sanro Tungke 🤗
V3
mati sdh si walang sangit ,kini puang sdh bebas beroperasi tnpa ada yg mengendalikan nya
V3
pembalasan puang lebih kejam yaa daeng 🤣
kini mlh Daeng yg di seret dan di hakimi warga , bahkan mau di bakar jg ,, seperti yg pernah terjadi PD Daeng Cening 🤣
V3
akhirnya si Andre di buru jg oleh si parakang puang ,,, dg hati nya yg teramat sakit akibat pengkhianatan nya mereka 😤
smg si walang sangit jg bisa mati di tangan puang lewat bantuan Sanro Tungke 🤗
V3
puang dengar kan apa yg di katakan oleh mereka ,,,, bahwa mereka itu mmg hanya ingin memanfaatkan mu saja ,, kamu yg mjd iblis dan kamu jg yg membunuh tp kamu TDK bisa menikmati jerih payahnya mu sndri ,,, mlh hanya membuat mereka semakin kaya 😏😏😤😤😤
V3
laaah baru nyadar mmg kau Puang kalau si walang sangit mmg hanya memanfaatkan mu saja untuk membuat nya kaya raya 🤣
psti Romy menemukan sidik jari nya puang jg 🤣
V3: hp aku baru sehat kak ,, skrg dh gak nebeng lg di hp anak-anak.
kan aku sdh lama muncul di parakang , kak.
walaupun kemarin-kemarin nebeng hp anak aku ttp baca novel kok , kak
total 2 replies
Reni
puang datangi santri tungke biar dibantu lepas
Desyi Alawiyah
Semoga ada yang menolongmu Puang, semoga Allah memberikan kesempatan kamu untuk bertobat...

Siapa itu yang datang menemui Puang... 😒
neni nuraeni
lnjuttt
kinoy
tobat puang tobat ..biarin ditangkap polisi jg asal jgn JD iblis aj kau
Nurr Tika
seru lanjut thor
Desyi Alawiyah
Kira-kira Puang setelah ini gimana yah? Dia bertobat atau melanjutkan jalan sesatnya 😩
kinoy
end jg si Welang..g tau nih gmn si puang ending y
Reni
habis sudah pembuat masalah tinggal puang
Reni
kapokkkkk nggak kau walang sangit akhirnya kejayaan runtuh juga dasar
tehNci
Inikah akhir kisah Daeng Welang? Kalo Daeng Welang mati, gimana nasib si puang? Siapa yg bisa membebaskannya dari pengaruh ilmu parakang? Oh iya, Daeng yg dulu menghancurkan parakang Cening ya .. Puang jangan dulu mati yaa, hrs ada yg bersihin nama Daeng Cening, wlpn Ceng tetep pernah salah
FiaNasa
sebenarnya tidak bisa juga menyalahkan warga,Karna perbuatan daeng Welang ini sudah keterlaluan Lo,menghancurkan hidup dua gadis.belum lagi perbuatannya pada phuang..tp juga tidak dibenarkan main hakim sendiri sih,,antara logika & emosi ini mah😅
Nurr Tika
lanjut thor,,,,, ceritanya bagus
FiaNasa
puas banget aq si daeng Welang udah diketahui belangnya sama warga,,sayangnya tuduhan daeng Welang menjadi parakang itu masih meleset Lo wahai para warga..lebih tepatnya si Welang pelaku dibalik layar sedangkan tokoh utamanya yg jadi parakang itu malah berbaur dg kalian,,ayo bakar saja si Welang nih kek kalian memperlakukan Cening waktu itu, biar dia modyar ko'it binasa wes
FiaNasa: wadoyyyyy...😂😂😂banyak jamur Brati dibadannya
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!