NovelToon NovelToon
Aku Dia Dan Dirimu

Aku Dia Dan Dirimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Nikah Kontrak
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Erny Su

"Aku tidak pernah memaksa siapapun untuk mencintai ku, dan jika pun cinta segitiga ini tetap harus berlanjut maka aku akan pastikan bahwa aku akan menjadi pemenang nya. apapun yang terjadi nantinya." ucap Daisy yang sudah putus asa karena tidak bisa melepaskan diri dari cinta yang terus membelenggu nya.

Dengan luka dan tetes air mata gadis cantik itu melanjutkan langkahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erny Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Sampai saat Daisy keluar dari dalam kamar mandi, Aksa yang sejak tadi menunggu dirinya pun menatap kearah Daisy yang kini memalingkan pandangannya sambil bertanya. "Dimana koper milik saya?"ujar Daisy.

"Barang-barang mu mungkin sudah diantar ke rumah mu honey, disana ada bi cece, dia bekerja di rumah mu untuk saya."ucap pria tampan itu.

"Bagaimana bisa, lalu bagaimana dengan saya?"ujar Daisy .

"Kamu bisa gunakan semua yang ada disini, itu semua milikmu."ucap Aksa yang kini berjalan menuju pintu walk-in closed.

"Anda mungkin punya segalanya tapi tidak bisa berbuat seenaknya seperti ini!"ujar Daisy.

Langkah Aksa pun langsung terhenti seketika itu, dia pun berbalik menatap wajah cantik itu lekat-lekat."Seharusnya kamu bersyukur karena dicintai oleh saya. Karena diluar sana banyak wanita yang berlomba-lomba untuk mendapatkan simpati dari saya."ucap Aksa.

"Ya, anda benar tuan tapi itu bukan saya, dan saya rasa anda juga tidak serius dengan cinta anda, karena yang saya tau anda tidak pernah puas dengan satu wanita. Buktinya anda bisa bermesraan dengan wanita mana saja yang anda temui."ujar Daisy yang kini hendak kembali ke kamar mandi untuk mengambil pakaian nya itu.

"Kamu tidak tau tentang saya lalu bagaimana kamu bisa menilai saya seenaknya seperti ini?"ujar Aksa yang kini terlihat sangat kesal.

"Heh, masih tidak sadar rupanya."ujar Daisy yang kini melanjutkan langkahnya, namun seketika itu tubuhnya melayang di udara saat Aksa mengangkat tubuh ramping itu dengan sekali gerakan.

"Ahh... Lepas apa yang anda lakukan lepaskan saya!"ujar Daisy berteriak.

"Saya ingin mengajari mu bagaimana untuk lebih mengenali saya."ucap Aksa yang kini melempar Daisy keatas ranjang.

"Hey tuan saya peringatkan jangan macam-macam sudah cukup selama ini saya bersabar atas perlakuan anda yang semena-mena ini, sekarang tidak lagi saya bahkan sudah mengetahui semuanya dan sekarang saya kasih tau anda bahwa saya bukan wanita bodoh yang bisa anda permainkan seperti wanita di luar sana. Saya bahkan tidak pernah tertarik pada anda karena anda bukan tipe saya..."ujar Daisy yang kini membuat Aksa lebih marah lagi karena rasanya sungguh sangat menyakitkan mendengar perkataan Daisy saat ini.

"Apa kamu pikir saya akan menyerah begitu saja Daisy, bahkan meski kau tak mencintai saya seumur hidup mu, saya tidak akan pernah berhenti mengejar mu dan tidak akan pernah melepaskan mu apalagi membiarkan mu dekat dengan pria lain cam kan itu!" ujar Aksa yang langsung menindih tubuh Daisy dan mencium bibir manis itu dengan paksa.

Daisy hanya bisa menangis tanpa suara saat Aksa semakin tidak terkendali saat ini, bahkan pria itu hampir saja membuka bathrobe nya jika saja bel pintu rumah itu tidak berbunyi secara berkala.

Seketika tatapan mata Aksa terlihat sangat datar."Tunggu disini dan jangan coba-coba untuk keluar kamar sebelum berpakaian." ucap nya setelah meninggalkan tanda kepemilikan di leher jenjang Daisy.

"Agh.....!!" teriak Daisy, tapi sayang teriakan itu tidak bisa didengar oleh tuan Dimitri yang kini datang bersama asisten pribadinya itu.

Ternyata kamar itu kedap suara, Daisy pun langsung bergegas memasuki walk-in closed, matanya terbelalak saat melihat semua yang ada disana.

Bagaimana bisa Aksa menyiapkan semuanya itu untuk Daisy dan jika Daisy bisa percaya begitu saja maka Aksa salah, Daisy bahkan tidak memilih deretan pakaian dengan berbagai model tersebut.

Dia hanya mengambil pakaian dalam, kemudian memilih t-shirt yang seharusnya milik Aksa dan dia menggunakan itu sebagai pengganti daster rumahan yang sering ia pakai milik sang Mama karena nyatanya tubuh Aksa yang tinggi dan tegap itu jauh lebih besar dari tubuh Daisy yang kini menggunakan t-shirt kebesaran milik Aksa yang sampai menutupi paha atas nya.

"Dad Daisy tidak disini!"ujar Aksa yang kini mencoba menghentikan langkah sang ayah agar tidak masuk kedalam kamar.

"Apa kamu pikir daddy bodoh boy, ingat boy mungkin kamu bisa bermain-main dengan wanita manapun diluar sana tapi tidak dengan Daisy. Dia sudah seperti putri daddy dan daddy tidak ingin kau merusak masa depan nya."ujar tuan Dimitri yang kini membuka paksa kamar itu.

Tuan Dimitri pun melihat handphone Daisy yang sangat ia kenali tergeletak dan hancur di lantai, pria itu yakin bahwa Daisy memang ada disana dan itu adalah bukti bahwa Aksa telah memaksa gadis itu untuk berada disana.

"Dad aku mencintai Daisy tolong batalkan perjodohan itu, Aksa juga rela tidak diberi sepeserpun harta milik daddy asal Aksa bisa hidup bersama Daisy."ucap Aksa yang kini mendapatkan tatapan mata lekat-lekat dari sang daddy.

"Apa kau sadar dengan ucapan mu itu boy?"ujar tuan Dimitri yang sarat akan makna.

Disini Aksa tidak punya pilihan lain selain menuruti keinginan ayah nya itu, karena sekali saja ia menolak bahkan hidupnya akan hancur lebur bahkan dia tidak akan pernah bisa melihat Daisy lagi untuk selamanya.

Daisy yang kini terdiam di tempatnya saat melihat perdebatan antara ayah dan anak nya pun sadar bahwa ia tidak mungkin berada di samping Aksa seperti yang dikatakan oleh pria itu, saat dia tau bahwa tuan Dimitri tidak akan pernah merestui cinta Aksa terhadap dirinya.

"Uncle,"lirih Daisy yang kini membuat kedua pria berbeda generasi itu menoleh kearah Daisy yang kini sudah siap dengan tas Selempang wanita miliknya.

"Daisy,"ucap tuan Dimitri yang kini melirik kearah Daisy dan Aksa secara bergantian.

"Tidak uncle ini tidak seperti yang uncle pikirkan, kak Aksa hanya memberikan saya tumpangan semalam saya pulang mendadak dari hotel karena tidak nyaman di tempat baru tanpa Mama tapi ditengah jalan ban mobil Daisy gembos beruntung kak Aksa lewat jadi Daisy terpaksa menumpang dan karena sudah hampir pagi kak Aksa bilang mengantuk dia tidak bisa mengantar Daisy pulang ke rumah jadi Daisy terpaksa menginap disini, kakak sudah berbuat baik maaf membuat uncle repot."ucap Daisy yang hanya dibalas anggukan kepala pelan.

"Ayo ikut uncle pulang Jeny bilang sudah menyiapkan dress pesta untuk mu, agar kalian bisa mendampingi Aksa saat acara pertunangan berlangsung."ujar tuan Dimitri dengan sengaja.

"Tidak uncle, maaf Daisy tidak bisa hadir, rencananya malam ini Daisy akan menemui kerabat Mama yang ada di luar kota."ujar Daisy yang kini pamit pergi.

Sementara Aksa sendiri mengepalkan tangannya kuat-kuat, bagaimana bisa semua itu terjadi. Dia tidak ingin Daisy pergi meskipun hanya satu detik saja.

...*****...

Malam pun tiba, Daisy masih mengurung diri di dalam kamar sang Mama yang kini gelap gulita dan hanya ada sinar bulan yang masuk dari celah-celah gorden yang tidak tertutup sempurna itu.

Sejak siang hari tadi Daisy bahkan tidak berhenti menangis meskipun saat ini tangis nya hanya isakan kecil yang hampir tidak terdengar, Daisy tidak bahkan tidak menyalakan lampu rumah nya dan tidak ada bi Cece yang Aksa bilang tadi siang, rumah itu sepi dan barang-barang Daisy entah dikirim kemana termasuk mobil sang Mama yang kemarin malam asisten pribadi Aksa bawa.

Daisy bahkan tidak tau jika saat ini Aksa dilarikan ke rumah sakit, tempat sebelum acara pertunangan itu dimulai, Aksa dengan sengaja memakan makanan yang membuat dia alergi hingga membahayakan nyawa nya demi menggagalkan pertunangan itu.

Tapi jangan dikira tuan Dimitri akan membiarkan nya begitu saja, bahkan selang tiga puluh menit setelah Aksa mendapatkan pertolongan dan kondisi nya sedikit membaik, pria itu langsung berkata bahwa pertunangan akan segera dilakukan di tempat pesta atau mereka langsung dinikahkan di rumah sakit.

Aksa tidak bisa berkutik lagi, dia pun menyetujui pertunangan itu dalam kondisi yang tidak baik-baik saja dia bahkan tetap dituntut harus terlihat sempurna.

Aksa masih melirik ke sekeliling ruangan ballroom hotel yang kini sudah dipenuhi oleh para tamu undangan dan juga para pelayan hotel yang kini hilir mudik menjamu para tamu dengan membawa berbagai jenis minuman atau makanan yang mereka susun di meja-meja prasmanan yang ada di sana.

Dan Aksa yang sudah berulang kali melirik memperhatikan seluruh ruangan tersebut untuk mencari keberadaan Daisy pun hanya bisa menelan rasa kecewanya, karena sampai saat acara pertunangan itu akan segera dimulai Daisy masih tidak terlihat batang hidungnya.

Jeny kini sudah berdiri disamping Tiana yang merupakan sahabat nya yang akan dijadikan sebagai tunangan palsu Aksa saat ini.

"Dia benar-benar tidak hadir, Dy aku bersumpah tidak akan pernah melepaskan mu seumur hidupku meskipun kau hanya bisa ku jadikan wanita simpanan ku seumur hidup ku."gumam Aksa dalam hati.

Hadirin yang berbahagia, sekarang kita sambut pasangan yang saat ini akan mengikat janji setia sampai hari bahagia yang sesungguhnya itu datang untuk keduanya, inilah dia tuan muda Aksa Dimitri dan nona Tiana Anderson!"ujar mc yang kini membuat Aksa mematung di tempatnya saat melihat wanita yang kini berjalan kearahnya ternyata bukan Tiana sahabat Daisy melainkan Tiana yang berprofesi sebagai model dan putri dari Narendra Anderson rekan bisnis tuan Dimitri.

Aksa masih menatap lekat kearah Tiana teman Daisy yang kini hanya menggelengkan kepalanya, sementara Jeny terlihat fokus pada ponselnya saat ini dia terlihat mencoba untuk menghubungi seseorang tapi mungkin tidak berhasil terlihat dari raut wajah kecewa nya itu.

Sementara Daisy masih berada di dalam kamar sang Mama yang kini terlihat begitu sepi seperti hati Daisy saat ini.

Daisy pun berusaha untuk memejamkan mata dibalik selimut tebal milik sang Mama dengan aroma tubuh nya yang khas saat dia masih hidup, karena Daisy belum mau mengganti seprai atau apapun yang pernah ibunya gunakan sebelum kepergiannya.

Daisy bahkan belum sempat membereskan barang-barang sang Mama yang mungkin akan dia sumbangkan sebagian dan sebagian lagi akan dia gunakan.

Daisy pun akhirnya terlelap dalam tidurnya setelah hampir pukul dua malam tepat saat pesta pertunangan itu selesai dan para tamu undangan pun pulang.

Sementara Aksa yang kini berada didalam kamar hotel tidak sedikitpun ia istirahat meskipun untuk memejamkan mata sejenak saja, hatinya masih dipenuhi amarah sekaligus rasa sakit karena dia tidak bisa memiliki Daisy seutuhnya saat ini dan hanya akan menjadikan nya sebagai yang kedua itupun jika semua berjalan lancar.

Tepat pukul enam Aksa langsung mandi dan bersiap, bukan untuk berangkat ke perusahaan tapi tentu saja untuk mencari Daisy di rumah nya.

Aksa yakin Daisy berada di rumah nya saat ini, dia pun bergegas menghubungi Kris untuk mengantar mobil gadis itu kerumah nya agar Aksa punya alasan untuk datang setelah apa yang terjadi pada mereka kemarin.

Meskipun Aksa tidak membutuhkan alasan untuk bisa bertemu dengan Daisy karena gadis cantik itu juga tau apa alasan dia menemui nya.

Daisy sendiri saat ini sudah bersiap untuk berolahraga dengan pakaian olahraga yang biasa ia gunakan yaitu celana legging panjang dengan atasan tanktop dan saat ini dia menguncir rambut yang panjang itu ala ekor kuda.

Wajah sembab nya masih terlihat jelas tapi tidak mengurangi kecantikan nya saat ini dia sudah memasuki ruang gym pribadi meskipun hanya ada beberapa alat olahraga yang biasa ia gunakan.

Yang pertama ia lakukan saat masuk kedalam ruangan tersebut ia memasang headset bluetooth di kuping nya, Daisy pun melakukan stretching terlebih dahulu sebagai pemanasan setelah itu ia pun berlari di papan treadmill nya, dia tidak tau bahwa saat ini ada dua orang yang kini memasuki rumah nya tanpa permisi meskipun mereka bukan maling, tapi mereka adalah Tiana sahabatnya dan juga Aksa yang meminta tolong pada Tiana meskipun dia harus merogoh kocek untuk bisa datang ke rumah itu tanpa izin pemiliknya yang tengah mereka panggil sambil mereka cari kesana kemari karena tidak ada sautan saat mereka panggil.

Sampai saat Tiana melihat adanya bekas kompres mata di atas nakas yang ada di lorong yang menuju ke tempat gym pribadi.

Aksa pun mengikuti langkah Tiana yang kini terus berjalan sambil memanggil Daisy yang ternyata sedang berolahraga di treadmill tersebut.

"Oh my God ni anak kalau ada maling dia sudah kehilangan semuanya."ucap gadis cantik itu sambil memasuki ruang gym.

Daisy yang melihat kedatangan mereka dari dinding kaca yang ada di depan nya pun langsung mengakhiri olahraga nya yang kini sudah membuat dia bercucuran keringat hampir di sekujur tubuhnya.

"Sayang kamu ini keterlaluan bagaimana kalau ada maling heh....?"ujar Tiana yang kini dibalas gelengan pelan sambil mengusap keringat diwajahnya itu.

"Kalian berdua datang sepagi ini, maaf kemarin malam aku tidak bisa datang karena tidak enak badan."ucap Daisy.

"Sayang papah kira kamu tidak dirumah karena papah panggil-panggil kamu tidak menyahut."ucap pria paruh baya yang menghampiri mereka.

"Hmm... Tentu saja aku dirumah lalu dimana lagi aku tinggal."ucap Daisy yang masih bersikap ketus seperti saat itu.

"Sayang papah minta maaf, saat itu kamu datang papah sedang di luar, boleh papah bicara, oh iya mereka teman mu?"ucap tuan Wijaya lagi.

"Ya, dia Tiana dan ini tunangan nya."ucap Daisy yang kini berjalan lebih dulu meninggalkan mereka bertiga yang kini mengikuti langkah nya.

"Besok adalah hari ulang tahun mu, papah ingin kita merayakan nya bersama adik-adik mu."ucap tuan Wijaya yang kini terus mengikuti langkah Daisy sampai ruang makan dimana Daisy mengambil air dingin dalam kemasan botol dari kulkas.

Gadis cantik itu langsung meneguk air putih dingin itu tanpa peduli pada mereka yang kini menatap kearahnya.

"Sayang kamu kasih dia minum, jangan biarkan dia berdiri terus nanti dia marah."ucap Daisy pada Tiana.

1
Syamsiar Samude
bingung ceritaxthor knpa Aksa dibikin jatuh hati sama daesy pdhl sdh mw brtunangan malas rasax lanjut baca bila sll bikn greget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!