Jackly Ellesmere Zloty- dia adalah pamanku yang galak dan posesif. Tapi, dia selalu menuruti permintaanku. asal tidak bersangkutan dengan satu orang yang begitu di bencinya. yaitu.. Papa.
~BillbyImona
Tidak hanya kami.. semua orang pasti bertanya-tanya siapa sebenarnya Billby itu?
~tigabujangprancis
#family drama with romcom
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon whimsy quinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
So Close, Yet So Far
Aku.. aku kayaknya hamil deh" balas billby tergagap. Ucapannya seketika Membuat semua orang disana saling tatap dengan wajah shock
"Apa?" Jack memegang dadanya yang tiba-tiba terasa sesak. Detik berikutnya ia langsung ambruk dan pingsan ke lantai Tanpa ada yang menahannya. Karena saat ini fokus semua orang hanya tertuju pada billby.
Apakah billby habis di perk*sa?
Itulah yang ada di pikiran Jack sebelum ia hilang kesadaran. Tidak hanya Jack, semua orang yang ada di sana juga memikirkan hal buruk yang sama
•••
Saat ini keluarga xanzho, zloty, dan teman-teman jiza sudah berada di rumah sakit. Namun mereka masih diliputi kepanikan . Menunggu penjelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi pada putri kecil keluarga mereka itu.
Butuh perjuangan luar biasa untuk membujuk billby. Tadi gadis itu terus berteriak histeris setiap kali ada yang mendekati nya. Susah sekali untuk membujuk gadis itu agar bisa di bawa ke rumah sakit. Mereka sempat kesulitan membawanya ke rumah sakit, bukan karena Billby menolak berobat, melainkan karena ia sama sekali tidak mau disentuh. Benar-benar situasi yang rumit.
Untunglah, setelah melewati drama panjang, mereka akhirnya berhasil membawanya. Saat ini, mereka sudah berkumpul di koridor rumah sakit. Bolivia dan Angel tampak sibuk mondar-mandir karena saking gelisahnya
Yah.. akhirnya berhasil juga. Karena saat ini mereka sudah ada di koridor rumah sakit. Bolivia dan Angel sibuk mondar mandir saking gelisah nya.
Sesekali mereka menatap cemas ke arah kamar yang billby tempati saat ini. Tidak sendirian, Jack juga ada di dalam sana. Entah pria itu sudah sadar dari pingsan nya atau belum.
Hingga akhirnya yang di nanti nanti pun tiba. Pintu tersebut terbuka, menampilkan seorang dokter yang langsung menghampiri mereka.
Dokter tersebut membuka masker nya lalu tersenyum menenangkan
Bolivia langsung menggenggam tangan si dokter dengan erat "anak sama cucu saya gimana dok? Ada apa sebenarnya?"
Si dokter menurunkan tangan bolivia dengan lembut "anak ibu tidak apa-apa.. hanya pingsan sebentar karena terlalu terkejut. Sekarang sudah sadar dan baik baik saja -"
"Terus cucu saya gimana dok?" Potong bolivia yang tampak sangat tidak sabaran
"Cucu ibu juga baik baik saja. Tadi sempat sakit perut karena gejala awal mau haid. Sebaiknya ke depan lebih menjaga pola makanan agar ketika datang bulan tidak terlalu nyeri. Kalau mau melihat pasien silahkan" ujar sang dokter sambil memberi isyarat dengan ibu jari nya ke pintu ruangan
Segera saja seluruh anggota keluarga yang ikut mengantar Jack dan billby berhamburan memasuki kamar yang sudah di tunjuk oleh si dokter tadi
Dan yang mereka dapati di dalam sana justru keributan antara om dan keponakan. Ya, Jack sedang marah marah karena merasa di bohongi oleh billby.
Ia sudah tidak berbaring di kasur lagi melainkan duduk di sebuah kursi yang ada di dekat ranjang billby
"Enak aja.. aku gak bohong ya.. aku cuman asal bicara karena kalian semua nanya terus aku kenapa?" Bela billby tidak mau salah
"Terus kamu tau efek domino dari ucapan asal kamu itu? Kamu tahu om se shock apa?" Balas Jack berapi api
"Aku tuh.. aku tuh lagi kesakitan. Sampe aku gak sadar sama apa yang aku omongin. Otak sama Mulut ku udah gak sinkron. Om gak bisa nyalahin aku" tukas billby yang sedang rebahan di ranjang sambil memeluk bantal hangat
"Ya memang gak ada alasan lain sampe harus bilangnya kamu hamil?" Jack yang sedang duduk di kursi di sebelah ranjang billby itu tampak sangat kesal
"Udah di bilang otak sama Mulut ku gak sinkron. Aku ngomong kayak gitu bukan kuasa aku. Aku ngomong nya gak sadar"
"Lagian aku belum haid. Gak mungkin hamil" tambah billby
Hmm.. bener juga tapi, di saat panik mana ada orang berpikir selogis itu kan
Saat Jack hendak membalas ucapan billby, Bolivia langsung menghampiri nya dan menjewer daun telinga jack sekeras-kerasnya. Sampai cowok itu terjungkal ke belakang
Ajaib nya, wajah Bolivia tidak tampak bersalah sama sekali setelah melakukan itu
Perempuan itu kemudian duduk di pinggiran kasur billby, lalu mengelus kepala cucunya dengan lembut "masih sakit sayang?" Tanya Bolivia sambil tersenyum
Billby menatap sekeliling. Rame sekali. Ada jiza, dua temannya, nenek aman alias angel, juga kakek dan neneknya dari keluarga jiza.
Lalu ia beralih menatap Bolivia "udah gak terlalu"
"Syukurlah" balas bolivia lega
"Nenek khawatir banget takut kamu kenapa Napa" sambung angel yang juga ikut duduk di pinggiran ranjang billby
Dan balasan billby hanya kekehan polos yang menunjukkan kalau ia sudah jauh lebih baik
"Inget ya kata dokter, kamu harus lebih jaga makanan. Kurangin micin, garem.. terus yang minyak minyak an" ujar Jack yang sudah kembali duduk di kursinya. Laki laki itu terus-menerus mengelus pinggangnya yang terasa encok akibat terbentur lantai tadi
Hmph, sial banget. Tadi di rumah waktu billby bilang kalau dia hamil, Jack pingsan tanpa ada yang menyangganya, alhasil ia terbentur lantai. Pantatnya sudah harus mencium lantai lagi akibat jeweran maut ibunya.
"Aku dah haid belum?" Billby menatap Jack
Jack mengerutkan keningnya "loh.. ya gak tau"
"Belum kayaknya deh.. ternyata beneran sakit ya om.." ujar billby yang tiba-tiba teringat penjelasan Jack dulu waktu ia bertanya-tanya kapan dirinya akan merasakan datang bulan
"Tapi, kamu seneng gak?" Jack mengambil satu tangan billby lalu mengelus nya
"Seneng. Karena berarti aku gak bakal gepeng lagi. Aku gak bisa di ejek gepeng lagi"
Jack mengernyit bingung.
Gepeng?
Oh!
"Ada yang ngejek kamu?" Tanya Jack cukup emosi. Bisa bisanya ada orang yang berani menghina keponakan kesayangannya ini
"Bukan orang penting. Gak usah di pikirin"
"Tapi, kamu mikirin. Anak di sekolah kita?" Interogasi Jack
"Kita bisa pulang sekarang gak nek?"tanya billby menatap Bolivia sengaja mengalihkan topik
"Billby" panggil Jack sambill menggoyangkan lengan gadis itu
"Nanti coba tanya dokter dulu ya" jawab Bolivia
Billby menatap jiza yang juga sedang menatapnya "mama belum pulang?"
Jiza hanya menggeleng pelan
"Billby.." Jack mencoba menarik perhatian gadis itu lagi
"Kenapa? Om laper? Mau makan?" Billby tersenyum menatap Jack seolah olah ia tidak mengerti untuk apa Jack memanggil nya
•••
"Belum datang juga cewek itu?" Tanya river pada karyawan nya yang bekerja sebagai kasir di JR'b cafe
Karyawan? Iya.. JR'b cafe itu milik river. Jadi jelas si kasir itu karyawan nya
Lalu mengapa waktu billby membeli Boba malah River yang melayani nya. Saat itu river sedang datang ke cafe untuk mengecek kondisi secara langsung. Dan Setelah nya ia iseng menyempatkan diri untuk menjaga meja kasir.
Eh, tau tau takdir mempertemukan nya dengan billby.
Si kasir itu menggelengkan kepalanya "belum. Tapi, emangnya pasti dia bakal balik ke sini?"
River menghela napas. Betul.. tidak ada kepastian kalau billby akan mendatangi cafenya lagi. Bahkan bisa saja itu hanya menjadi harapan nya sepihak seumur hidup
River menggelengkan kepalanya saat pikiran buruk tersebut mulai menghantuinya. Semoga saja tidak
River menatap jalanan dengan pandangan lelah. Ia lelah dengan dunia. Ia lelah hidup sebatang kara di umur yang masih sangat muda ini. Ia ingin kembali ke keluarga nya. Ia ingin bertemu jiza.. dan juga anaknya..
Namun, tak lama setelah itu pandangan kosong River seketika berubah shock saat melihat sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan kafenya. Detik berikutnya, Billby tampak turun dari mobil itu bersama Angel dan Jiza- entah siapanya
Di susul oleh Jack dan terakhir ada pak supir.
Bahu river melemas. Lagi lagi kesempatan besar ada di depan mata tapi musibah besar juga ikut mengintai di waktu yang bersamaan
Tapi, lucu juga kalau river berharap bisa ketemu perempuan perempuan kesayangan nya itu tanpa Jack. Terutama billby. Karena dimana ada Jack, pasti disitu ada billby
Kini river menatap jiza, Gadis yang di cintai nya. Kalau di bilang pacar, mereka tidak pernah resmi jadian. Kalau dibilang istri, apalagi.. mereka belum menikah. Tapi ironisnya sudah memiliki anak. Calon istri? Entahlah. River sadar betapa besarnya kebencian Jack terhadap dirinya.. kemungkinannya sangat kecil untuk river bisa hidup berdampingan dengan jiza selagi masih ada Jack di dunia ini.