Baru beberapa jam menginjakkan kaki di kota kelahirannya, Sienna sudah harus menerima perlakuan tidak mengenakkan dari orang yang dicintainya.
Malam itu jadi malam yang panjang dan tak terlupakan baginya, juga bagi Akshan yang merupakan kakak dari sahabat baiknya.
Gadis itu pun menghilang bagai ditelan bumi. Hingga suatu malam pula, Akshan menemukannya dalam keadaan sangat berbeda. Dan oh, siapa lelaki dan 2 anak itu?
Mohon dukungannya, ini karya pertamaku. Kritik dan saran yang membangun terbuka lebar di kolom komentar. Selamat membaca!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adalynn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hamil?
Akshan's POV
'Kacau! Semuanya kacau karena ulahku! Kalau saja aku tak menyentuhnya, semua ini tak akan pernah tejadi!' Aku terus menggerutu dalam hati, di sepanjang perjalanan menuju bandara untuk menemui Sienna.
"Kak? Kakak?! Itu udah ijooo.. ayo jalaaannn!" teriak Tania membuyarkan lamunanku. Aku kembali melajukan mobilku.
"Kakak gak bawa apa-apa?"
"Enggak, gak perlu"
"Kakak yakin berbuat sejauh ini?"
"Ya!"
"Tapi ini seharusnya jadi malam pertama kakak sama kak Rana.."
"Ya"
"Terus kenapa sekarang kita malah ke bandara? Penerbangannya juga masih besok sore.."
"Ya.."
"Jangan ya ya ya ya terus kak! Sebenernya lu kenapa sih?"
"Nyetir dulu dek, nanti gue cerita sama lu. Sabar!" Tania langsung terdiam.
Sejujurnya aku tak tahu apa yang harus aku ceritakan pada Tania, tentang Sienna? Awal kami bertemu? Tentang hubunganku dengannya? Oh ayolah, tanpa diceritakan pun Tania sudah mengetahui hal itu. Tapi bagaimana tentang awal aku tertarik pada Sienna? Hal gila apa yang membuatku jatuh dan kembali jatuh pada segala pikiran tentang Sienna, ku rasa Tania tidak tahu itu.
Aku kecewa pada diriku sendiri, kenapa aku begitu bodoh? Kenapa dengan mudahnya aku mabuk dan tak bisa mengendalikan tubuhku sendiri. Hal yang sangat tidak mungkin, aku hanya minum beberapa gelas dan langsung tumbang! Benar-benar tidak masuk akal!
Dan atas segala kebodohanku itu, aku telah menghancurkan kehidupan seorang gadis yang bahkan mungkin telah menganggapku sebagai kakak. Aku tahu dia menyukaiku, tapi aku sangat yakin bahwa itu hanya bentuk rasa kagum saja.
Aku kira Sienna hanya mencintaiku layaknya seorang penggemar terhadap idolanya, atau sebagai kakak karena kami memang sudah dekat sebab dia adalah sahabat adikku. Keadaan Sienna yang merupakan anak tunggal pun pasti sangat menginginkan sosok seorang kakak.
Kenapa takdir seolah mempermainkan kami? Tuhan seharusnya mengetahui dengan baik bahwa aku mencintai Sienna, dan ternyata gadis itu juga sama-sama mencintaiku, tapi kenapa harus dengan jalan seperti ini aku mengetahuinya?
"Kak, yakin kita nginep disini?" tanya Tania saat mobil yang ku kemudikan berhenti tepat di depan sebuah hotel dekata bandara.
"Iyah, bawa barang-barang lu, kita harus cepet masuk"
"Ok"
Dengan sedikit berlari Tania mecoba mengikuti langkahku menuju lift. Aku sudah memesan dua kamar untuk kami malam ini. Tentu hal itu sangat diperlukan agar perjalanan kami aman dan lancar esok hari. Kami pun masuk ke kamar yang aku pesan untuk Tania.
"Hmmm sebenernya gue bingung sih mau cerita apa sama lu dek. Jadi gue persilakan lu buat nanya gue duluan"
"Okay, kalau gitu gue yang nanya dulu ya kak. Jawab jujur!" tegas Tania dengan mata melotot dan telunjuk yang diarahkan ke wajahku. Ku jawab dengan anggukan.
"Pertama, kenapa sekarang lu sok peduli banget sama Sienna? Padahal biasanya kan.. lu... biasa ajaa.."
"Kok sok sih dek? Emang gue peduli sama dia!"
"Ya kenapa sampe segininya? Lu baru nikah tadi lho kak, harusnya lu nikmatin masa-masa awal pernikahan lu sama kak Rana, dan sekarang ini malem yang harusnya ditunggu-tunggu setiap pasangan yang baru nikah!"
"Ya karena gue gak suka sama Rana!"
"Terus karena kakak gak suka sama kak Rana, lu bisa ninggalin dia seenak jidat lu aja di malam pertama kalian? Dan lu jadiin gue sama Sienna jadi kambing item, gitu?"
"Gak gitu, dek.. tapi gue beneran harus ketemu sama Sienna.."
"Nah, ini yang dari tadi jadi pertanyaan utama gue, kenapa lu malah di sini, sekarang, bela-belain demi besok berangkat ke Jerman?!"
"Karena Sissy, Tan! Sienna!"
"Kenapa Sienna? Lu gak pernah ya kayak gini!"
"Ya karena Sissy hamil!"
"Yang hamil Sienna, kenapa lu yang repot ngejar dia ke Jerman!?"
Lama aku terdiam, bingung harus menjawab apa. Tania pasti akan sangat terkejut bila tahu apa yang sesungguhnya terjadi antara aku dan Sienna. Pastinya juga dia akan sangat kecewa padaku. Tapi aku harus bertanggungjawab atas apa yang aku lakukan.