NovelToon NovelToon
Pesona Duda Anak Satu

Pesona Duda Anak Satu

Status: tamat
Genre:Romantis / Ibu Pengganti / Cintamanis / Duda / Romansa / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:131.5k
Nilai: 5
Nama Author: muliyana setia reza

Dikhianati kekasih dan juga sahabat sendiri adalah hal yang paling menyakitkan bagi seorang Gea Anastasya. Gadis 24 tahun itu sangat syok melihat secara langsung pengkhianatan dari dua orang yang sangat ia percayai.

Rasa kecewa Gea membuatnya mati rasa terhadap pria manapun, sampai akhirnya ia tak sengaja bertemu dengan Duda anak satu yang berhasil mematahkan janji Gea pada dirinya untuk tidak membuka hatinya kepada siapapun.

Mau tau cerita selanjutnya? Langsung klik subscribe yaaa!!! ❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon muliyana setia reza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 12 : Tawaran Radit

3 Bulan Kemudian.

Gea mulai putus asa dengan kehidupan yang ia jalani. Sudah berbulan-bulan dirinya menjadi pengangguran karena belum juga mendapatkan pekerjaan yang cocok untuk dirinya.

Sebenarnya beberapa hari yang lalu Gea sudah mendapatkan pekerjaan yang menurutnya cocok untuk dirinya, namun ternyata gaji di tempat itu tak sesuai dengan apa yang diharapkan Gea sehingga Gea memutuskan untuk tidak melanjutkannya.

“Beb, jangan sedih dong.” Radit mencoba membujuk kekasihnya agar tidak sedih.

“Radit, apa yang aku lakukan ini adalah untuk kehidupanku sendiri. Aku sangat membutuhkan pekerjaan, namun kenapa sangat sulit sekali mencari pekerjaan yang cocok untukku,” ujar Gea sedih.

“Aku ada cukup modal untuk membuka usaha. Bagaimana jika kamu kuberi modal dan membuka usaha yang kamu inginkan?” tanya Radit menawarkan uangnya untuk dijadikan modal usaha Gea.

Gea cukup terkejut dengan tawaran Radit pada dirinya. Gea tahu kalau Radit memiliki uang yang banyak dan Radit juga sejak kecil sudah hidup serba kecukupan.

“Aku nggak bisa, Radit.” Gea tanpa pikir panjang menolak tawaran Radit kepada dirinya.

“Jangan langsung menolak tawaran baikku ini, Beb. Kamu bisa kok pikirkan baik-baik tawaran ku ini dan cobalah untuk berunding dengan orang tuamu. Bisa jadi mereka setuju dengan tawaran ku,” tutur Radit.

“Ok. Aku akan mencoba mendiskusikan ini kepada Ayah dan juga Ibu,” balas Gea lirih.

Di tengah perbincangan yang cukup seru, Intan datang menghampiri keduanya seraya membawa minuman dingin untuk keduanya.

Suasana hati Gea seketika berubah menjadi kusut sesaat setelah melihat Intan yang tiba-tiba muncul.

Intan setelah meletakan minuman dingin itu, bergegas pergi tanpa meninggalkan sepatah katapun.

“Kamu masih berhubungan dengan wanita itu, Radit?” tanya Gea kesal seraya beranjak dari duduknya dengan niatan ingin segera pergi dari tempat itu.

Kenapa Intan harus muncul? (Batin Radit)

“Beb, kamu jangan salah paham ya. Aku bisa jelaskan semuanya, sekarang kamu duduk dulu. Tenangkan dulu pikiran kamu,” ucap Radit berusaha membujuk Gea agar tenang.

“Aku mau kamu pecat wanita itu sekarang juga,” tegas Gea yang merasa kehadiran Intan diantara mereka akan kembali menjadi pemicu kekasihnya untuk selingkuh.

“Kalau itu yang kamu inginkan, maka saat ini juga aku akan memanggil Intan dan memecatnya langsung didepan kamu,” balas Radit.

Sebelum Radit hendak memanggil Intan, Gea berubah pikiran dan meminta Radit untuk tidak memecat Intan. Gea ingat kalau Intan adalah tulang punggung keluarga karena harus membiayai ketiga adiknya yang masih sekolah.

Mendengar bahwa Gea tak ingin Intan dipecat, tentu saja membuat Radit bernapas lega. Radit tentu saja tidak ingin kehilangan Intan yang sering memuaskan dirinya.

Perbincangan kembali dilanjutkan, sampai akhirnya Gea memutuskan untuk pulang karena hari sudah sore.

“Ayo aku antar kamu pulang, Beb!” Radit bersiap untuk mengantarkan kekasihnya pulang.

“Nggak usah, Radit. Aku bisa pulang sendiri.” Gea menolak niat baik Radit untuk mengantarkan dirinya pulang ke rumah.

“Iya aku tahu kamu memang bisa pulang sendiri, tapi sebagai cowok tentu aja aku nggak bisa membiarkan kamu pulang sendirian. Aku antar ya!”

Gea tetap bersikeras dengan keputusannya yang menolak untuk diantar oleh Radit.

Radit mengiyakan keputusan Gea dan mencoba mencium bibir Gea sebagai tanda perpisahan, akan tetapi keinginan Radit itu langsung ditolak oleh Gea. Gea tidak mengizinkan Radit untuk mencium bibirnya.

Radit merasa kesal dengan penolakan Gea, namun sebisa mungkin Radit menahan diri untuk tidak marah atas penolakan Gea terhadap dirinya itu.

Gea pun pergi dengan memakai jasa ojek online karena menurut Gea memakai kendaraan roda dua lebih cepat daripada roda empat.

Sesampainya di rumah, Gea tak langsung menceritakan tawaran Radit kepada orang tuanya. Gea lebih dulu membersihkan diri dan tak lupa memakan masakan Sang Ibu tercinta.

Usai makan, Gea duduk bergabung di ruang keluarga bersama orang tuanya yang lebih dulu bersantai seraya menonton TV.

“Ayah, Ibu! Ada yang ingin Gea sampaikan,” ucap Gea serius.

Kedua orang tuanya yang tengah serius menonton TV, seketika itu meng OFF-kan TV dan ingin tahu hal apa yang ingin disampaikan oleh Putri semata wayang mereka.

Gea mulai menjelaskan tawaran Radit kepada dirinya dan Gea juga meminta pendapat dari kedua orang tuanya tentang niat baik Radit tersebut.

Jika Ibu Sri setuju dengan tawaran baik Radit, lain halnya dengan Sang Ayah. Ayah Budi nampak tak setuju karena menurutnya itu tidaklah benar. Mengingat Radit dan Gea belum juga ada pembahasan perihal pernikahan.

“Bukankah dia gentleman? Kalau iya, bawa dia kemari untuk menemui Ayah. Kalau dia memang berniat serius sama kamu, suruh dia datang ke rumah bersama dengan keluarganya,” tegas Ayah Budi yang menginginkan sebuah pernikahan jika Radit berani memberikan modal usaha untuk Putri kesayangannya, itu artinya Radit harus serius dengan hubungannya bersama Gea.

Gea tak mengira jika Sang Ayah justru membahas soal keseriusan Radit terhadap dirinya, lagipula ia belum siap jika menjalin hubungan lebih serius dengan Radit dalam waktu dekat.

“Ayah, Gea masih ingin menikmati masa muda Gea. Gea belum siap jika harus menikah di usia yang terbilang masih sangat muda,” balas Gea setenang mungkin.

Ayah Budi tersenyum puas mendengar jawaban putrinya. Rupanya Ayah Budi sepemikiran dengan Gea dan sedikitpun tak mempermasalahkan keputusan Gea.

Ibu Sri yang mendengar keterangan putrinya, tersenyum lega seraya mengacungkan jempol tanda bahwa Ibu Sri setuju dengan apa yang diucapkan oleh Gea.

“Ayah, Ibu! Gea mau keluar sebentar ya. Gea mau membeli lipstik,” ucap Gea karena baru ingat bahwa lipstik favoritnya sudah habis.

“Ayah antar ya,” sahut Ayah Budi yang ingin mengantarkan putrinya pergi membeli lipstik.

“Boleh deh!” seru Gea.

Ayah dan Anak itu pun pergi ke salah satu store terdekat.

Sesampainya di store yang dimaksud, Gea tak sengaja berpapasan dengan Intan.

Intan tanpa rasa bersalah dan tak tahu malu dengan santainya menyalimi Ayah Budi dengan senyum ramahnya.

“Hallo, Pak Budi! Apa kabar?” tanya Intan menyapa Ayah Budi.

“Alhamdulillah baik, kamu apa kabar? Sudah lama ya tidak main ke rumah,” balas Ayah Budi dengan ramah.

Gea yang kesal memilih untuk lebih dulu masuk ke dalam store tanpa ingin menyapa Intan.

“Intan, Bapak langsung ke dalam ya,” ucap Ayah Budi yang segera menyusul putrinya.

Intan tersenyum puas melihat Gea yang kesal karena dirinya menyapa Ayah Budi.

“Gea lagi kesal ya sama Ayah?” tanya Ayah Budi lirih.

“Nggak kok,” sahut Gea singkat seraya memilih lipstik mana yang hendak ia beli.

“Gea sama Intan lagi marahan ya?” tanya Ayah Budi memastikan.

Gea hanya diam tak merespon pertanyaan Ayah Budi dan Ayah Budi pun tak lagi menanyakan perihal Intan.

1
Isabela Devi
bahagia selalu
Isabela Devi
seharusnya ican titipin di rumah neneknya dulu
Indah Lestari
sek tak nangis d sek nyesek ini lo
Evi Lusiana
knp gk cri cara biar ican d titipin sm kakek nenekny dlu thor
Isabela Devi
ya kalo jodoh ga akan lari
Isabela Devi
bunga aja yg ngeyelan kan dr awal Hasan bilang bahwa kamu bunga saya anggap seperti adik kandung sendiri, tidak lebih dari itu, tp bunga bebal gimn
Isabela Devi
seharusnya dari awal bunga Uda tau bahwa Hasan ga suka sama dia
Isabela Devi
itulah perjuangan yg ga sia sia 💪 Gea
Isabela Devi
yalah org Hasan lho ga mencintai mu bunga ko di paksa 🤦
Isabela Devi
bunga bunga kan Hasan Uda bilang dia hanya anggap kamu sebagai adik gimana sih
Isabela Devi
mantebs gea
Isabela Devi
hadan juga pasti ada rasa, cuma saat ini dia pikir Gea ga suka sama duda anak 1 itu
Isabela Devi
bunga kamu itu ga di pelukan tau
Evi Lusiana
dr awal hasan udh blg nganggep bunga cm sbg adik,bunga ny aj yg maksain jd sakit ati sndri nymp ngomong kasar k ghea itu bkn cerminan wanita yg tahu agama
Isabela Devi
orang ga py etika kaya bunga itu
Isabela Devi
bunga bunga emang kamu sarjana terus bisa segalanya, cowok juga tau kali mana yg tulus dan tidak
Isabela Devi
bunga pasti sakit hati itu
Isabela Devi
hahaha Hasan jatuh cinta😆
Isabela Devi
aneh bangat bunga, kan Hasan Uda anggap kamu sebagai adiknya dan kenapa hrs maksa sih bunga, ada ada aja🤦
Evi Lusiana
ahhh gue baper thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!