Perbedaan kasta yang terlalu jauh membuat Dina hanya bisa menjadi wanita simpanan seorang CEO muda dan kaya, dapatkah ia hidup bahagia bersama irang yang ia cintai dan harapkan, meski semua menentang dan memisahkan Dina dan kekasihnya ?
Update seminggu 5x ya kalau lebih berarti aq lagi baik dan ada waktu lebih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cahaya_bintang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Baikan
Dina mengerjapkan mata beberapa kali dan sadar jika sebuah tangan besar melingkarkan di perutnya. lalu ia membalikkan tubuhnya melihat Rey yang masih asik dengan dunia mimpinya. Lelaki itu begitu lelap hingga menimbulkan suara nafas yang samar terdengar.
Ketika melihat wajah lelaki tampan itu seketika Dina ingat tentang tadi malam dimana ia disentuh Rey cukup kasar, ia juga ingat kala tubuhnya ambruk dan digendong Rey kekamar dan diselimuti, juga kata-kata Rey kalau ia harus menurut.
Terkadang Rey adalah lelaki menyenangkan dan lembut namun juga kasar bahkan bisa melakukan apapun yang ia mau. Perasaan Dina sangat kacau dan sedih juga merasakan sakit disekujur tubuhnya. Ia memaksakan kakinya untuk melangkah kekamar mandi dan membasuh tubuhnya. Ketika keluar dari kamar mandi Rey masih terlelap dan ia bergegas kedapur untuk memasak.
Rey kini sudah bangun dan bergabung dengan Dina di meja makan yang sudah tersedia berbagai macam masakan. Keheningan membentang diantara mereka hanya suara sendok dan garbu yang berdentingan, dan itu dirasakan oleh Rey karena tumben sekali Dina tidak mengatakan sepatah katapun, Rey tak tahan dan akhirnya membuka percakapan lebih dulu.
"hari ini aku akan lembur jadi kau tidak perlu menungguku". Rey mengawasi Dina yang bahkan seperti tak peduli ataupun meolehkan tubuhnya ke arah Rey dan masih fokus dengan makanannya.
" iya". Dina menjawab Rey dengan malas mengingat perlakuan Rey padanya tadi malam dimana masih menyisakan rasa sakit dan perih dibagian bawahnya.
Rey dangat kesal dengan jawaban Dina yang terdengar singkat itu, sangat ketara sekali Dina sedang ngambek, tapi bukan Rey namanya jika membujuk wanita yang ngambek.
Sepanjang hari Dina tak menghubungi Rey begitu juga sebaliknya. Jika Dina merasa cuek apakah Rey mengirim pesan atau tidak berbeda dengan Rey yang tiap beberapa menit melihat HP menunggu Dina menghubungi lebih dulu.
*******
Kini Dina sudah pulang dengan capeknya, mood-nya sedang tidak baik apalagi kala melihat belanjaan yang masih sedia bertengger di ranjangnya. Ingin rasanya Dina merebahkan diri dikasur dan hanyut dalam mimpi namun , bagaimana bisa ia melakukan itu jika banyaknya barang belanjaan yang hanya tidak kurang dari 1/4 yang baru bisa ia bereskan.
Apalagi Rey yang menyuruh untuk membereskan yang ada diluar kamarnya terlebih dahulu karena ia sangat tidak suka dengan sesuatu yang berantakan. Dan membuatnya harus tidur dikamar Rey lalu melayani hasratnya, jika ia menolak maka Rey akan marah dan melakukannya dengan kasar dan Dina sangaat tidak suka itu.
Setelah meletakkan tasnya ia bergegas mandi dan memasak. Lalu ia makan malam sendiri karena Rey bilang untuk tidak usah menunggunya. Dina melihat banyaknya belanjaan yang masih banyak bahkan ia sudah membeli 3 buah lemari berukuran besar yang dirasa cukup untuk menampung seluruh belanjaan itu.
Rey pulang kerja dan ia melihat Dina sedang merapikan belanjaan dengan wajah lelahnya. Dina menyadari jika ia sedang diperhatikan oleh seseorang dan segera menyambut Rey.
"kau sudah pulang ? aku akan memanaskan makanan kau mandilah dulu". ucap Dina dengan wajah yang terlihat tanpa ekspresi.
Rey lalu mandi dan melangkah ke meja makan, ia makan sendirian sedangkan Dina hanya minum teh digenggamannya saja.
" kau tidak makan ?" tanya Rey yang melihat Dina hanya minum teh saja.
"aku tadi sudah makan, bukankah kau bilang kalau tidak usah menunggumu ?". Dina berusaha memilih kata-kata yang tepat agar Rey tidak marah.
" iya benar". Lelaki itu melanjutkan makannya sampai habis dan mengerjakan pekerjaan kantor yang ia bawa pulang di ruang kerja. Sementara Dina yang selesai mencuci piring lalu melanjutkan merapikan belanjaan.
Rey selesai mengerjakan pekerjaan kantor dan berniat untuk kekamar merebahkan tubuhnya. Tapi ia sangat terkejut kala melihat Dina masih membereskan belanjaan. Rey melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 12 malam dan bahkan wanita itu yang Rey kira sudah tidur malah masih menyempatkan diri untuk beberes dan sesekali terlihat Dina memijat lengannya yang dirasa pegal.
Rey merasa kasihan dengan Dina yang sampai memaksakan diri seperti itu padahal ia tau jika pekerjaan Dina saja sudah membuat lelah belum lagi ia harus memasak dan kini memberekan belanjaan yang masih banyak itu.
Rey menghampiri Dina dan ikut membantu memberekan belanjaan itu, tersadar jika Rey membantu membuat Dina terdiam melihat Rey sejenak lalu kembali melanjutkan beberesnya.
"apakah kau sangat tidak ingin tidur denganku hingga memaksakan tubuhmu padahal ini sudah larut". ucap Rey yang masih membereskan belanjaan dan membuat Dina terkejut dengan kata-kata Rey dan melihat wajah Rey. Kata-kata Rey sangat sarat akan amarah yang bercapur kesedihan dan itu disadari Dina.
" bukan begitu Rey hanya saja aku rasa kita harusnya melakukannya setelah menikah". ucap Dina yang kini berubah ekspresi.
"aku akan menikahimu Dina, pasti dan aku melakukannya karena aku sangat mencintaimu, apakah kau sudah tidak mencintaiku ?". kata-kata Rey terdengar sangat tegas juga serius namun kini berubah lemah membuat Dina bingung harus berkata apa.
" tentu aku juga mencitaimu Rey tapi bisakah kau tidak menggunakan nafsumu ?". ucap Dina dengan memohon.
"kemarilah". ucap Rey yang kini Rey tampak tersenyum dan menarik tangan Dina ke pelukannya dan mengecup pucuk kepala wanita itu.
" kau tau jika cinta dan nafsu itu bedanya sangat tipis dan mereka tidak bisa dipisahkan, apalagi jika aku berada didekatmu seperti ini sangat sulit untukku menahannya". ucap Rey dan Dina yang mendengarnya langsung melepaskan diri dari pelukan Rey.
"kalau begitu kita agak jauh saja agar kau tidak bernafsu kepadaku". ucap Dina yang membuat raut wajah Rey berubah marah.
" jika kau berani menjauh dariku satu langkah saja, kau tau sendiri apa hukumannya, mengertikan ?". ucap Rey dengan tegas hingga membuat Din takut.
"kemarilah". Rey kembali menarik Dina ke dalam pelukannya.
" aku sangat mencintaimu dan tidak usah memaksakan tubuhmu lagi aku tau kalau kau sendiri sudah lelah, sekarang tidurlah dan besok aku akan mengirim orang kemari untuk membereskan semua ini". ucap Rey seraya mengusap lengan Dina dan beberapa kali mengecup puncak kepalanya.
Rey menggendong Dina ala bride style kekamar dan membuat Dina sangat terkejut.
"Rey apa yang kau lakukan cepat turunkan aku". Dina berusaha untuk turun namun Rey tak bergeming dan terus melangkah menuju kamar.
" kalau kau asal bergerak kita berdua nanti jatuh". ucap Rey kala ia menaiki anak tangga sedangkan Dina hanya bisa pasrah dan melingkarkan satu tangannya di leher Rey untuk pegangan. Mereka berdua sudah sampai dikamar dan Rey membaringkan tubuh Dina sangat hati-hati dan ia juga ikut merebahkan dirinya diranjang dan tidur memeluk Dina sambil mengecup kening Dina beberapa kali sebelum benar-benar terlelap.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
**** hay guys jangan lupa like, komen dan subsribe ya*****
happy reading
salam
cahaya_bintang
balik lagi kita... sudah berkali2 aku baca ini krna seru , sedih dan kesel juga😅
rey dan dina cintanya yg tdk bisa di ganggu..smpe brtahun2 akhirnya brtemu kembali dan berjodoh kembali
sehingga membuat dadakuu sakit.