NovelToon NovelToon
SISTEM. Selir Buangan

SISTEM. Selir Buangan

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: saadahrafael

Lun Xi seorang yang wanita yang memiliki dua pekerjaan, yaitu menjadi dokter dan pembunuh bayaran. Hingga suatu ketika, dirinya harus merenggang nyawa lantaran terpeleset kulit pisang dan mengakibatkan mati dan jiwanya terombang ambing di sebuah dimensi lain.

Dan saat ingin mencari jalan untuk kembali, sebuah suara membuatnya terkejut dan ternyata itu adalah sebuah suara dari pria tua kerdil berambut putih dan memiliki jenggot putih panjang. Pria itu dari sebuah sistem yang mengikutinya lewat sebuah kalung liontin berwarna hijau yang di belinya di sebuah pelelangan bawah tanah. Hingga akhirnya pria tua memberi pilihan untuk bereinkarnasi atau jiwanya terombang-ambing di dimensi tak berujung. Karena tidak ingin sendirian, akhirnya Lun Xi memilih reinkarnasi ke tubuh seorang selir buangan bernama Lun Xiang, seorang selir yang tidak berguna dan bodoh dalam segala hal.

Mempukah Lun xi merubah semuanya hingga mendapatkan cinta sang kaisar dan membuang cap sebagai wanita bodoh tak bergun

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saadahrafael, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membunuh Gorila Api dan Beberapa Pendekar

"Rasakan ini, rasakan…!"

Boom….

Boom….

Duuar….

Duuar….

Lun xiang melempar granat itu terus menerus membuat gorila terkena ledakan dan terluka.

Goar…..

Raung gorila itu keras karena tubuhnya terluka. Namun semua itu tidak dibiarkan begitu saja gorila mengamuk. Lun xiang kembali melempar. Namun kali ini bukanlah granat, melainkan bom. 

Lun xiang melempar bom itu. Gorila menangkis dengan tangannya. Dan bom itu meledak.

Boom….

Duuuar…..

Ledakan begitu besar menghantam tubuh, membuat tubuh gorila terpental menabrak pohon dan membuat pohon di sekitar tempat itu terbakar. 

Lun xiang yang melihat tersenyum menyeringai. Dia berlari dengan kecepatan tinggi, melompat ke sana kemari dan saat dekat dengan gorila, Lun xiang melempar bom terakhirnya tepat mengenai dada.

Boom….

Duaar….

Lun xiang melompat menjauhi ledakan itu.  Dia mengeluarkan sebuah panah, panah beracun yang mematikan.

Lun xiang menarik anak panah, dan melepaskan nya.

Anak panas melesat menembus gumpalan asap yang mengepul. Dan..

Jleeb….

Anak panah menancap tepat di kening Gorila. Tempat dimana kelemahan gorila itu berada.

Saat asap itu menghilang. Kini tubuh gorila besar itu sudah tergeletak tak bernyawa. Semua orang yang menyaksikan terkejut. Dalam pikiran mereka, bagaimana cara wanita itu membunuh gorila api tersebut. Seperti tidak percaya tapi kenyataan itu lah yang terjadi.

Lun xiang mendekati, melompat ke arah gorila api. 

"Ambil dua tanduk yang ada di dahinya, aku akan memberikan poin kontribusi yang dapat kau tukarkan," ucap pria tua sebagai pemandu Sistem.

Lun xiang tanpa menunda langsung memotong tanduk itu dan memberikan pada pria tua.

Ting….

"Misi tersembunyi. Anda berhasil mendapatkan tanduk kristal api dan berhak mendapatkan 300 poin kontribusi. Anda juga menyelesaikan misi yang berikan sistem, mengambil buah darah dan mendapatkan 250 poin kontribusi.  Total keseluruhan poin yang di dapat hari ini adalah 550."

"Anda memiliki hutang terhadap sistem dan otomatis akan terpotong. Kini sisa poin milik anda adalah 300 poin kontribusi."

"Apa….!!!" Lun xiang lemas. Poin yang semula banyak kini tinggal separuh. Nasib yang tidak menguntungkan.

"Kenapa kau lemas seperti itu. Kau mendapatkan buah darah, jadi tidak rugi untuk mu. Kau bisa meningkatkan kekuatan dan menjadi kuat. Jadi jangan tunjukkan wajah menyedihkan mu itu di depan ku,"

Lun xiang memutar matanya, malas berdebat. Dia berjalan untuk meninggalkan tempat itu, melanjutkan perjalanan. Namun saat dirinya hendak pergi, beberapa pendekar lainnya yang melihat langsung menghadangnya, meminta nya untuk menyerahkan buah darah.

Lun xiang uang melihat mengeritkan kening. Apa yang mereka lakukan? Kenapa menghentikan nya.

"Mau apa kalian?"

"Serahkan buah darah itu, maka kami akan melepaskan mu,"

"Jika tidak?"

"Terpaksa kami akan membunuh mu,"

"Membunuh ku? Hahahaha….apa kau tidak melihat tadi bagaimana aku membunuh Gorila api yang bahkan kalian tidak mampu menghadapinya. Jika kalian ingin merasakannya, aku tidak keberatan."

Para pendekar itu saling pandang. Mereka memang tahu betapa dahsyat dan mengerikan nya benda itu. Mungkin saja jika mereka yang mendapatkan serangan tersebut, tubuh mereka akan hancur seketika. 

Walaupun takut, tapi mereka tidak akan melepaskan buah darah berada di tangan wanita asing. Apapun yang terjadi, mereka harus mendapatkannya.

"Berikan buah itu, dan jangan membuat kami marah. Kami tidak akan segan membunuh mu saat ini juga."

"Majulah jika kalian berani." Tantang Lun xiang. Dia tidak akan segan membunuh mereka. Dia akan membeli beberapa bom lagi untuk menghancurkan tubuh mereka jika mereka berani mengeroyoknya.

"Benar-benar cari mati."

Lun xiang meminta mister x mengeluarkan bom asap, tak lupa beberapa granat. Seringai muncul di bibirnya, siap membuat mereka terkapar dan mati di tangannya.

Mereka maju untuk menyerang. Lun yang tidak memiliki tingkatan kultivasi tentu saja tak mau menyerang langsung. Dia tidak ingin mati konyol.

Lun xiang berlari menghindari serangan tersebut.

Syut

Duuar….

Satu tebasan pedang menghantam ke arah Lun xiang. Lun xiang yang melihat melompat dan memutar tubuhnya menghindari serangan itu, membuatnya berhasil menghindari serangan itu.

"Heh, apa hanya ini kekuatan kalian? Heh, lemah," Lun xiang menghina, membuat merasa marah dan kesal.

Saat mereka bersamaan  maju, Lun xiang melempar beberapa bom asap ke arah mereka. Mereka yang mengira itu benda yang memiliki ledakan besar, menghindari, namun saat bom asap mengenai tanah, asap mengepul dengan tebal mengelilingi mereka. Membuat pandangan mereka terganggu.

"Sial! Apa yang di gunakan wanita itu? Kenapa asap ini begitu tebal." Kesal mereka mengibas-ngibaskan tangannya, mencoba menghilangkan asap tersebut.

Lun xiang memakai sebuah kacamata anti asap sambil bibirnya menyeringai.

Lun xiang melempar pelan garnat di tangannya, siap di lemparkan ke arah mereka semua.

Heh…mati saja kalian,"

Syut….

Lun xiang melempar granatnya di asap itu dan….

Boommm

Duaar….

Ledakan membuat meraka terpental dan keluar dari asap itu, menabrak pohon di sekitar.

Uhuk…uhuk…

Beberapa dari mereka memuntahkan seteguk darah.

"Dasar wanita sialan! Ku bunuh kau"

Mereka menyerang. Walaupun terluka mereka tidak menyerah dan itu membuat Lun xiang kesal.

Lun xiang meminta Mister X untuk menunjukan senjata tajam. Pilihannya jatuh pada senjata pisau pendek yang menjadi keahliannya. 

"Heh, jangan harap setelah ini kalian lolos dari ku,"

Lun xiang memutar pisau pendekar itu, dan setelah itu melompat maju menyerang satu persatu dari mereka.

Syuut…

Boom…

Duuaar…

Lun xiang dengan tubuh lentur dan cekatan mampu menghindari setiap serangan itu.

Trang….

Pisau dan pedang itu saling beradu. Seringai muncul di bibirnya saat saling berhadapan dengan jarak dekat dengan musuhnya.

"Taburkan bubuk cabai ke matanya," perintahnya pada pria tua.

Syur.  

"Aah…pediiih…apa ini?"

Teriaknya mengucek matanya yang terasa pedas. 

Tidak membuang kesempatan, Lun xiang berlari dan mencekal tangan itu menarik tubuh itu membuat dirinya kini berada di belakang tubuh pria tersebut.

Sraaak….

Leher itu tergores dan pria itu langsung mati.

"Heh, siapa lagi yang ingin mati?"

Lun xiang kini terlihat seperti dirinya dulu, yang tidak segan membunuh musuhnya.

Lun xiang kembali berlari, menghampiri mereka. Lun xiang juga membeli cambuk mempermudahnya untuk menangkap mereka.

Ctaar….

Tubuh seorang berhasil di tangkap. Lun xiang menarik, dan tubuh musuhnya otomatis bergerak ke arahnya.

"Lepaskan aku sialan!" Teriak wanita itu. Lun xiang malah menyerangai dan…

Cuuus….

Pisau itu menembus jantung wanita tersebut dan membuatnya langsung mati.

Lun xiang menyerang dengan berbagai trik membuatnya kamunya berhasil mengalahkan mereka, yah walaupun harus mengeuras poin kontribusi nya. Tapi itu tidak masalah asalkan bisa membunuh mereka itu hak yang sepadan.

Kaisar Yu Feng dan Yan Chen benar-benar tidak percaya dengan semua yang di lihatnya. Selir Lun xiang yang lemah dan bodoh, mampu mengalahkan gorila api dan beberapa pendekar sendirian. Sungguh menyatakan yang tidak masuk akal. 

1
Nanik S
coba dulu
Lina Mei
bagus dan menarik
Aar Arnadi
ampe sini gue msh lanjut tp klau klemar klermer ap menye menye tokohny kedepannya gue bhaay
Nia Sukirno
selir ny msh virgin semua....wkwk
Rino Wengi
dari awal bab sampai tamat Lun Xiang belum pernah bertemu atau ngobrol sama orang tuanya Jendral Lun Pao... seakan akan dia sebatang kara 🤔🤔🤔.. tapi endingnya tetap bagus 👍👍👍
Rino Wengi
apakah kaisar tidak punya mata mata sehingga banyak yg mau berkhianat masih santai santai?
Rino Wengi
misinya nggak berguna nggak ada hadiahnya
Rino Wengi
nama ranah kultivasinya aneh
Rino Wengi
kan punya selendang buat hilang..
Rino Wengi
waktu istrinya disiksa sampai mati nggak peduli, setelah pergi marah... kaisar bego
Rino Wengi
berarti para selir nggak pernah di anu
Rino Wengi
sistem anjing memang... bukannya mempermudah malah bikin emosi
Saras Tika
kamunya apa thor
pinpin
pengen bonus eps pas ada anaknya
Nurhayati Lubis
suka lanjut thor 💪🏻👍🏻
Neneng Zakiyah
ya allah...sy doakan smoga author mendapatkan dan membuka pintu rezeki yg luas..Aamiin yra..semangat thor...🥰
Neneng Zakiyah
author semangat y...padahal sy suka cerita nya keren..bagus tdk bertele2 cerita nya..satset..satset..luv sekebon deh..🥰🥰💪💪
bakpao
/Good//Good/
Neneng Zakiyah
kereeenn..
Neneng Zakiyah
waahh kaisar yg nolongin niihh...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!