NovelToon NovelToon
Keturunan Terakhir Manusia Harimau Sumatera

Keturunan Terakhir Manusia Harimau Sumatera

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Time Travel / Light Novel
Popularitas:28.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yuliana.ds

seorang pemuda remaja yang bernama Gilang, dipindahkan dari sekolah lamanya menuju sekolah baru yang berada di Sumatera.
Sumatera itu sendiri adalah tempat kelahiran asal Gilang dan orang tuanya sebelum pada akhirnya mereka pindah ke kota Jakarta.
di sanalah Gilang diuji untuk mendapatkan jati dirinya yang sesungguhnya.
pernyataan bahwa gelang bukan seorang manusia biasa, membuat gelang shock namun tidak membuat gelang depresi.
tugasnya kali ini, selain mencari jati dirinya ialah mengumpulkan semua keturunan terakhir dari inyek leluhur/manusia harimau.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliana.ds, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps12

"Heee,, udah udah. Lebih baik sekarang kalian masuk rumah, kita istirahat di rumah, oke. Gue tahu kalian pada capek, karena itu ayo kita istirahat di dalam,ngadem."

"Hhh as siap Bosh..."

Ucap mereka mendengar ajakan Gilang menuju rumah kilang yang tidak sebesar rumahnya yang di Jakarta, namun mampu menampung mungkin lebih dari 20 orang lagi.

Setelah mereka masuk ke rumah tersebut, mereka menyusun semua barang mereka ke tempat yang ditentukan oleh gilang.

Kemudian tidak lupa pula sebagian dari mereka membantu Gilang menyiapkan makanan yang akan dihidangkan oleh mereka sore ini, dan sebagiannya lagi bergantian mandi karena kamar mandi di sana hanya ada dua.

Satu di kamar mandi umum, dan satu lagi kamar mandi pribadi gilang.

Sedangkan kamar di sana hanya ada 3, satu kamar Gilang dan dua lagi adalah kamar umum ketika tamu datang atau berkunjung.

"Duh kasihan banget sih lo lang. udah tinggal sendiri, masak sendiri, beres-beres juga sendiri lagi."

Ucap salah satu teman Gilang yang membantu Gilang masak di dapurnya, yang bernama yoka.

"Hhh yah mo gimana lagi, namanya juga tinggal sendiri."

"Yang bener Lo tinggal sendiri.!?"

Sahut salah satu teman Gilang yang berada di samping Gilang yang bernama peto.

Peto adalah salah satu teman Gilang yang paling tinggi di antara mereka. peta juga memiliki satu kelebihan yang tidak teman-temannya miliki.

Yaitu mata batin. Waktu kecil ya tak sengaja membuka mata batinnya yang sejak lahir ditutup oleh orang tuanya karena peto sangat seringkali menangis di kala malam hari tanpa tahu apa penyebabnya.

Setelah dirundingkan dengan ustad terdekat rumah peto kala itu, ternyata diketahui bahwa peto itu memiliki mata batin sejak ia dilahirkan.

Kabarnya mata batin tersebut diwariskan oleh leluhur peto yang merupakan salah satu dukun di kampung tersebut dahulu kala.

Ketika umur peto berusia 8 tahun, iya tidak sengaja mengikuti suatu permainan antar anak-anak kecil lainnya, di mana peto berada di tengah-tengah dan dikelilingi oleh beberapa anak kecil teman petto tersebut.

Entah dari mana mereka mendapatkan suatu mantra yang berasal dari sobekan kertas yang mereka temukan.

Kalau itu mereka semua masih sangat kecil. usia 8 tahun, hanya tahu dan mengerti cara bermain saja.

Karena kalimat-kalimat yang berada di sobekan tersebut seperti kalimat permainan, akhirnya mereka mengelilingi peto yang berada di tengah dan dibacakanlah mantra tersebut sembari teman-temannya memutarkan tubuhnya ke peto.

Yang tidak sengaja menimbulkan akibat mata peto sangat terasa berat dan perih pada kala itu.

Alhasil peto yang masih berusia 8 tahun itu teriak dan berguling-guling di tanah memegang kedua bola matanya yang terasa sangat perih kala itu, yang membuat ia sampai sekarang telah bisa membuka mata batinnya dan terbiasa berbaur dengan apa yang ia lihat.

" Hah, iya lah. Emang sama siapa lagi kalau bukan sendiri. Sama si Kunti.!!?"

Cibir Gilang meledek peto, yang bilang tahu peto memang memiliki indra keenam mata batin tersebut.

"Hhh bukan brow. Kali ini makhluknya aneh, sosoknya seperti kakek-kakek tua, memakai pakaian berwarna putih, rapi, rambut panjang, muka ceria dan selalu tersenyum, tapi kakinya nggak ada."

Ucap itu mempertegas dan memperjelas sosok tersebut yang ia lihat.

"Oh.. si aki.."

Ucap Gilang dengan santainya sembari mengiris cabe yang ada di depannya.

"Lo tau orang tua itu?."

Tanya peta dengan penasarannya

"Haah, tempo hari dia sering datang ke sini, katanya mau bantuin gue.

Gue juga gak tahu bantuin apa, jadi gue usir deh aki-aki itu."

"Lo bisa ngelihatnya??"

Tanya salah satu teman Gilang yang bernama Argi, yang muncul dari belakang mereka sembari mengusap-usap kepalanya yang masih setengah basah tersebut dengan handuk.

"Eh,, udah di sini aja nih orang. Ngalah-ngalahin setan tahu nggak.!"

Ucap si peto, sembari Gilang peto dan yoka serentak menghadap ke belakang, ke arah Argi.

"Hahahaha... Habisnya kalian seru banget ceritanya, lagian sejak kapan Gilang juga bisa melihat hal-hal kayak gitu.?"

Sahut argi sembari menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal, dengan mencibirkan senyum yang seperti dipaksa tersebut.

"Nggak ada eh, gue gak bisa lihat kayak gituan. Kebetulan aja aki itu yang bisa gue lihat. Lagian lu hebat banget to, bisa ngelihat aki itu sejelas itu."

"Ya sebenarnya nggak terlalu jelas sih, cuman ketika kita ngucapin salam tadi kakek itu jawab salam juga. Karena dia ngejawab salam gue pikir dia baik. Gue coba senyum sama dia, eh taunya dia memperjelas wujudnya."

"Oh berarti aku itu suka damai.hhhh"

Ucap Argi yang mencairkan suasana di antara mereka.

Di sela kericuhan dan tawa yang terdengar dari dapur, tiba-tiba ada suara yang menyahut dari belakang mereka.

"Ya siapa lagi yang mau mandi silahkan, pada gantian."

Ucap suara tersebut yang mengagetkan mereka semua, yang ternyata suara tersebut berasal dari Yaya & Bona yang telah berdiri di belakang mereka.

"Aish, ngagetin kita aja Lo. Suara gede, otot gede, ngagetin lagi."

Ucap si Argi sembari mengelus-elus dadanya yang merasa kaget.

"Ya udah. yoka, peto, kalian mandi aja dulu gih.. biar mereka yang udah mandi gantian bantuin gue di sini."

Ucap Gilang yang ternyata tidak terkejut dengan suara Yaya yang mengagetkan mereka semua, entah kenapa resek terkejut bilang tiba-tiba menipis. Yang biasanya kocak, sedikit kagetan, kali ini ia terlihat sangat mendominan kepada teman-temannya.

Perubahan Gilang tersebut bukan hanya Yaya yang merasakannya, namun juga dengan yoka dan peto yang merasa ada yang salah dengan perubahan sikap Gilang.

Tapi mereka yang tidak ingin membantah perintah dari Gilang langsung meninggalkan tersebut digantikan dengan Argi dan Yaya yang membantu Gilang di sampingnya untuk menyiapkan makan sore yang sebentar lagi selesai.

"Lo ada masalah Lang?"

Tanya Yaya yang merasa simpatik kepada perubahan sikap Gilang yang tidak biasanya.

"Kagak ada, perasaan kalian aja kali. Tenang gue baik-baik aja kok, mungkin cuacanya aja yang bikin kita kayak ngerasa beda."

Yakinkan Gilang kepada Yaya yang bertanya hal mencangkungkan tersebut.

"Um.. okelah kalau gitu, kalau ada apa-apa lu bisa cerita sama kita, kita semua di sini udah jadi kayak saudara untuk loh. Apapun yang terjadi sama lo selagi kita semua masih bisa bantu, maka kita semua akan bantu, lo nggak usah sungkan cerita apa-apa sama kita."

Ucap Yaya yang meyakinkan Gilang jikalau Gilang memiliki masalah di tempat tersebut.

"Thanks bro, kalian memang Best friend for me."

"Does not matter."

Jawab yaya yang meyakinkan kepada Gilang, dengan Argi yang menganggukan kepala nya emang iya kan ucapan Yaya.

1
Zay Zay
plis dech,kl g' ad niatan up lg mendingan g' usah buat cerita dech.percuma dong kl lg asik" nya baca trs hrs nunggu lamaaaaaaaaaaaa bnget up nya,ngegantung org aj.😡😡😡😡😡😡
^°•jerryAw•°^: 😅😅🙏🙏🙏sorry untuk keterlambatan nya dikarenakan host nya sedang melakukan perjalanan jauh jadi belum bisa up, tapi akan tetap di usahakan untuk up lagi kok 🙏🙏
total 1 replies
Dom Way
Luar biasa
Dhe'Rholland
ghhj
Redmi Gray
ni novel kok gak update update ya?
Riszkuma
ini pasti si penulis penonton 7 Manusian Harimau ya😂
Riszkuma: Saya pribadi bahkan menyukai legenda ini😁 meski saya bukan Orang Sumatera terlepas itu nyata atau tidak soalnya hal seperti ini kan biasanya dari cerita mulut kemulut orang tua zaman dulu. saya tahu Legenda ini pun gara-gara baca novel tahun 70-an yang mengisahkan 7 Manusia Harimau itu mungkin penulisnya juga yang karya Motinggo Busye itu terinspirasi dari legenda ini juga dan mulai Habis baca novel itu meski bahasanya itu Uh kita tahu sendiri novel lama itu apalagi yang berlatar belakang Sumatera itu campuran bahasa melayunya itu banyak sekali dan secara ejaan pun sangat berbeda jauh dengan ejaan sekarang tapi saya berusaha memahami isinya itu sampai jadi tugas bahasa Indonesia Saya waktu sekolah😅😅 Tapi jujur saya memang menyukai salah satu legenda Sumatera yang tentang harimau ini dan di sana juga Kan katanya hewan harimau itu sangat dihormati ya sama orang Sumatera Coba deh Kakak author kalau punya inspirasi cerita dari legenda ini coba buat cerita yang lain gitu Kayaknya seru juga tapi temanya nggak jauh-jauh beda gitu dari Manusia Harimau ini itu kalau Kakak punya waktu atau dapat inspirasi ya😅🙏
total 5 replies
Peras
Ondeh, ko carito leluhur den, lah lamo den mancaliak carito macam ko, trimo kasih salam dari si kumbang Pariaman
^°•jerryAw•°^: 😅😅 terimakasih jangan lupa di dukung terus yah..
total 1 replies
Alpha
hmmmmmmmmm
dewi
ini keren loh
dewi
cerita ini bagus, kayaknya ada masa depan hahaha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!