NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Hamil

Tiba-tiba Hamil

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:14.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: reni

WARNING!!
INI HANYA SEKEDAR CERITA KHAYALAN SEPINTAS. TANPA MENGIKUTI NORMA HUKUM DAN AGAMA.

BIJAKLAH DALAM MEMBACA, KHUSUS YG SUDAH MENIKAH SAJA.

Apa yang harus di lakukan, jika tiba-tiba gadis yg belum menikah, dan merasa tidak pernah melakukan hubungan badan dengan seorang lelaki manapun, tetapi tiba-tiba di perut nya ada janin yang sudah tumbuh.

"Tidak,, ini semua mustahil, apa iya di jaman sekarang masih ada perempuan yang hamil, tanpa lelaki. Seperti jaman Siti Maryam."

Naura menangis sambil menekuk kakinya, dia bingung dengan apa yang menimpanya.


PENASARAN???
BACA CERITA PERTAMA AKU YA,,
MOHON MAAF, SAYA PENULIS PEMULA, PASTI BANYAK SALAH-SALAHNYA, MOHON MAKLUM, DAN JANGAN LUPA KRITIKNYA..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12

"Naura, pulang nanti kita bareng ya, gue antar elo." Naura dapat menebak, sahabat nya itu sedang di landa kepo yang maksimal, Naura hanya mengangguk sambil mengangkat jari, pertanda oke.

***

Di tempat lain, seorang lelaki berdiri di depan pintu besar yang tertutup. Sebenarnya, bisa saja jika lelaki itu langsung masuk. Tapi, dengan keadaanya yang seperti ini, dia hanya diam dengan ragu-ragu, antara mengetuk, atau pulang lagi.

Mobil sport warna putih berhenti tepat di samping pemuda itu. Vino turun dari mobilnya, lelaki itu mengerutkan dahi saat matanya menangkap sosok sepupunya yang terlihat sangat mengenaskan, kemeja warna putih yang beberapa kancingnya terlepas, dasi longgar yang hampir copot, serta baju yang tidak di masukan, jangan lupakan, wajah kusut juga rambut yang acak-acakan.

Aldi yang hendak melangkah untuk kembali masuk ke mobilnya, tiba-tiba membatalkan niatnya itu, saat tangan Vino menarik dan merangkulnya.

Tanpa kata, Vino menuntun sodaranya itu untuk masuk ke Rumah nya.

Anita yang melihat kedatangan dua anaknya itu, langsung datang menyambut mereka, meskipun Aldi hanya anak dari adik iparnya. Tetapi, Anita tidak membedakan kasih sayang di antara keduanya.

"Wahh, anak-anak mama yang ganteng, udah pada pulang ternyata," melihat Vino yang masih merangkul pundak Aldi, Anita hanya mengerutkan kening, pasalnya Anita lebih sering melihat keduanya itu selalu tidak akur, boro-boro merangkul, yang ada saling mengejek dan tak jarang saling memukul.

Meskipun Anita tau, sebenarnya keduanya saling menyayangi. Bahkan Vino sangat peka dengan keadaan Aldi, jika sepupunya itu sedang terluka. Melihat Vino yang bertingkah seperti itu, Anita dapat menebak, pasti ada sesuatu yang terjadi dengan Aldi.

Penampilan Aldi yang seperti itu, semakin membenarkan dugaan Anita, "Vino, kamu ke kamar dulu sana, ganti baju, mandi!"

Vino yang memang berniat ingin segera mandi, karena badannya sangat lelah, ditambah tadi di kantor di adakan rapat, yang menguras otaknya, langsung melangkah menuju tangga, hendak ke lantai dua, dimana letak kamarnya berada.

Anita tersenyum ramah ke arah keponakannya. "Aldi, kamu ikut Tante yuu, Tante punya kue yang enak loh, resep baru, kamu pasti suka."

Mata Aldi berbinar, dia langsung mengikuti langkah kaki tantenya, menuju teras belakang.

Anita dan Aldi duduk di bangku taman. Didepannya, ada kolam ikan, terlihat ikan berwarna yang sedang saling berkejaran.

Anita menyodorkan piring berisi kue coklat yang ditengahnya terdapat selai rasa blubery, Aldi mengambil potongan kue itu, menggigitnya sampai beberapa kali.

Melihat Aldi yang begitu lahapnya, Anita tersenyum, keponakannya itu memang sangat hoby makan kue, apa lagi kue yang di buat tangannya sendiri.

"Kamu ada masalah hemm?" Anita mulai bertanya, di usapnya bahu milik Aldi. Aldi yang mendapat perlakuan seperti itu, langsung menyimpan potongan kue di tangannya yang masih tersisa.

"Tante sama Om, pernah gak, merasa menyesal telah melahirkan Vino?" tanya Aldi dengan wajah yang terlihat sendu.

Di tanya seperti itu, Anita hanya mengerutkan dahi. "Enggak, bahkan tante sangat beruntung." Anita menatap Aldi yang terlihat mnghela napas.

"Beruntung banget ya Tan, jadi Vino. Aku aja sampai iri." Aldi tersenyum miris, mengingat hidup nya dan hidup Vino yang sangat berbeda, Vino, yang punya orang tua yang lengkap, ibu yang selalu perhatian, ayah yang selalu mendukungnya, sedang kan dirinya.

Anita langsung memeluk tubuh Aldi, dia semakin mengerti, pasti ada yang sudah terjadi antara Aldi dan papanya, Anita tau, gimana perjuangan seorang Arya Saputra, membesarkan Aldi seorang diri, Aldi dan Arya memang sering bertengkar, tapi, Anita tidak pernah berpihak pada siapapun. Karena Anita tau, mereka hanya salah paham, dan butuh waktu, untuk membuat semuanya membaik.

Di meja makan, Anita sudah duduk dengan Aldi, Andre yang baru datang langsung duduk setelah mengecup kening istrinya, mereka memang sangat romantis, meskipun dengan umur yang sudah tidak lagi muda, Aldi hanya menyaksikan sambil tersenyum, "ekhemmm adegannya di sensor dong Om, Tante, ada anak di bawah umur nih."

Vino yang baru saja datang, langsung duduk di samping Aldi. "Di bawah umur, tapi maenannya sama cewek mulu di atas ran-,"

Aldi yang tau akan kemana arah omongan Vino, langsung menyumpal lelaki yang ada di sebelahnya itu dengan sambal.

"Anj*r, pedes banget beg*! gak kira-kira lo!" ucap Vino yang mulai merasa panas di bagian bibirnya.

Aldi tertawa puas, "mulut lo lebih pedes etan!"

Vino hampir saja membalas perlakuan Aldi, tapi Andre langsung menghentikannya.

"Sudah, cepet makan! becanda mulu kalian." Aldi tersenyum meledek, sedangkan Vino memutar bola matanya malas.

Dentingan sendok dan garpu berganti dengan suara Andre, mereka memang sudah menyelesaikan acara makan malamnya.

"Tadi siang, kayaknya Om lihat kamu di pinggir jalan deh Al?" tanya pria itu, sambil mengingat kembali.

Aldi yang merasa di tanya, langsung mendongak, "Om lihat aku dimana emang?"

Andre tampak berpikir, "di depan Mall yang dekat hotel Mutiara," jawab pria itu dengan yakin.

Aldi sedikit mengingat kejadian tadi. "Oh iya, tadi Aldi memang sempat lewat sana."

Aldi mengingat kejadian tadi, sebelum kesini, aldi memang sempat menemui salah satu kekasihnya, tapi gara-gara Aldi salah menyebut nama perempuan itu, akhirnya mereka bertengkar, berakhir Aldi meninggalkan perempuan itu begitu saja.

"Halah, palingan sama pacar nya, biasa Pah, cewek nya minta belanja ke mall, tapi dianya bokek, jdi malah ngajak ke hotel," cibir Vino yang berhasil mendapat tatapan tajam dari sepupunya.

"Awww!" Vino mengerang saat kaki nya tiba-tiba di tendang dengan keras oleh Aldi. Lelaki itu melotot tajam ke arah Aldi, "bangke, siala* lo ya! dua kali lo dzolim ke gua. Liat aja, gua bales lo." Vino berlari, mengejar Aldi yang sudah lari duluan.

Andre dan Anita hanya geleng-geleng kepala melihat kdua pemuda itu.

****

Setelah Vino berhasil menghadang Aldi, dan berakhir dengan kepala Aldi yang habis di jitak. Sekarang keduanya berdiri di balkon, depan kamar yang biasa Aldi tempati.

"Minggu depan, perusahaan lo, bakalan ngerayain ulang tahun 'kan, Vin?"

Vino hanya mengangguk sebagai jawaban, "kenapa emang?"tanya lelaki itu dengan kening yang mengerut.

Aldi terlihat berpikir sejenak, "boleh dong, kalau gua datang?"

mendengar pertanyaan yang tidak pnting itu, Vino hanya mengedikkan bahu. "Biasanya lo juga datang, tanpa ijin dulu ke gue," jawab lelaki itu dengan malas.

Aldi nampak nyengir kuda, sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Tapi gue mau datang bareng Naura, kayaknya gue makin penasaran deh, sama tuh perempuan."

Degg...

Vino jadi teringat sama perempuan itu, perempuan yang berhasil membuat perasaan aneh pada dirinya.

"Kayak nya lo beneran suka sama tuh cewek?" Vino memicingkan matanya, menunggu jawaban dari Aldi.

Aldi tersenyum sambil membayangkan wajah perempuan yang akhir-akhir ini mengganggu pikirannya. Dia tersenyum menyeringai, saat mendapatkan ide jahat, untuk membuat gadis itu menjadi milik nya.

Sebenarnya cerita ini sedang otw ke intinya, jadi, dukung terus ya, terimakasih yang masih setia.

yang udah like, makasih banget, kalian buat aku semangat 🤗🤗

Salam, Semangat...

1
Wiek Soen
vino Naura
Wiek Soen
Naura kecapean karena di gencet vino dan efek obat
Wiek Soen
lanjut mam
Wiek Soen
lanjut thor
Wiek Soen
sy baca saja thor no komen
anita
vino jtuh cinta jg
anita
meski awal karyamu bagus thor bahasamu gk bertele2
Langit biru: Terimakasih🙏🙏 Semoga bisa lebih baik 🤲 Sehat² buat kaka, ya🤲🙏🤗
total 1 replies
Evi Juwita
baru baca blm bisa kasi comen
Nur Hayati
sangat bagus
Siti Komariah
baru tau ada es. cream rasa sate....
may89
ceritanya seperti sungguhan biasanya novel itu indentik dgn dunia halu ,,tp ini aku baca kaya sungguh
may89
ceritanya seperti sungguhan biasanya novel itu indentik dgn dunia halu ,,tp ini aku baca kaya sungguhan
Ai Hodijah
😂😂😂😂😂😂😂😂aldi ada-ada aja
Ai Hodijah
visualnya cocok
Ai Hodijah
saya kasih like aja dulu mau pokus sama ceritanya
Ai Hodijah
untung ada teman baik ya
Ai Hodijah
si aldi bikin ksel aja
Ai Hodijah
kayanya sama yang lemaren tuh😘
Ai Hodijah
lanjutkanlah thor,saya baru baca nih
Ai Hodijah
mampur ah,pas baca udah ikut berdebar,hey playboy cap cicak tidak semua perempuan mau di jadikan pacarmu,
emang enak🤪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!