NovelToon NovelToon
Suamiku Tak Mencintaiku

Suamiku Tak Mencintaiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:495.6k
Nilai: 4.2
Nama Author: rizal sinte

" Aku mencintaimu, Adibah." Reza.

" Stop mengatakan cinta padaku, Reza. Kamu itu adalah suami adikku!" Adiba.

Aisyah tanpa sengaja mendengar pernyataan yang sangat begitu amat menyakitkan hatinya mendengar suaminya menyatakan cinta kepada kakaknya sendiri.
lalu bagaimana dengan perasaan Aisyah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rizal sinte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 12

Reza membawa Aisyah ke pusat perbelanjaan dengan paksa. Reza kembali mengancam akan menciumnya lagi jika Aisyah tetap memilih menonton drakor ketimbang berbelanja membeli segala kebutuhan rumah, seperti stok makanan agar istrinya itu mau kembali memasak. Dan kali ini dia akan bener-benar memakannya.

" Kenapa harus sekarang sih?" Kesal Aisyah, dia masih belum selesai menonton drama kesukaannya itu. Selama Reza tidak pernah pulang awal dirinya selalu puas lantaran bisa menonton sampai selesai film itu.

" Kalau gak sekarang kapan lagi, nanti malam kita makan apa kalau stok makanan di rumah pada gak ada," jawabnya sambil fokus menyetir mobil.

Aisyah menaikan sebelah alisnya menatap suami.

" Kita! Sejak kapan kita pernah makan bareng?" Ejeknya mengingatkan fakta bawah mereka memang tidak pernah makan bersama, jadi tidak ada kata kita dalam rumah tangga Mereka.

" Ya, mulai dari sekarang kita bakalan makan bersama," jawabnya.

" Kenapa, apa karena sudah bosan makan di luar? Atau kehabisan menu makanan," sindirnya dengan nada mengejek. Ada saja yang di jawab oleh Aisyah hingga membuat Reza bungkam tak bisa berkata apa-apa lagi.

Mobil mereka sudah terparkir di halaman parkir pusat, Reza dan Aisyah sudah keluar dari mobil dan berjalan bersama memasuki pusat perbelanjaan. Mereka hanya berjalan beriringan saja tanpa bergandengan tangan, terkadang Aisyah berjalan lebih lambat karena matanya selalu tertarik pada setiap toko yang mereka lewati.

" Ada sesuatu yang pengen kamu beli?" Tanya Reza menghentikan langkahnya, dia melihat Aisyah yang sedang memperhatikan barang-barang di toko yang berupa tas.

" Tidak, ayo lanjut jalan lagi." Kemudian Aisyah yang memimpin jalan.

" Tapi serius, kalau kamu mau beli sesuatu ambil aja, nanti aku yang bayar." Reza mengikuti dari belakang.

Aisya memutar balik tubuhnya, dia berjalan mundur dengan tangan kebelakang. " Memang sudah sepatutnya kamu yang bayar," ledeknya sambil menjulurkan lidahnya lalu kembali berjalan seperti semula.

Reza tersenyum sambil geleng-geleng kepalanya. Semakin kenal dengan Aisyah ternyata orangnya asik juga, lumayan menarik pikir Reza.

" Kita langsung mau beli stok bahan makanan di rumah?" Tanya Aisyah saat mereka menuruni eskalator menuju lobby lantai bawah karena di sana ada supermarket.

" Kamu beneran nggak ada yang kepengen dibeli?" Reza malah balik tanya.

" Nggak kepikiran mau beli apa. Aku lagi kalau ada kamu, rasanya canggung," ceplosnya jujur. Untuk pertama kalinya mereka berbelanja bersama tentu rasanya sangat canggung hingga tak tidak mau terpikir apapun dibenaknya apa yang ingin dibeli.

" Ya sudah kalau begitu, kita keliling aja dulu, siapa tau menemukan barang yang menarik," usulnya. Jarang-jarang dirinya pergi ke pusat perbelanjaan jadi sekalian saja pikirnya.

Aisyah mengangguk, matanya terus melihat-lihat barang disekitar. Tetapi rasa keinginan untuk berbelanja itu tidak ada, entah karena ada Reza di sampingnya atau mungkin minat berbelanjanya sedang tidak berselera.

Saat Aisyah dan Reza melewati bioskop, seseorang memanggil Aisyah.

" Aisyah, Aisyah." Orang itu memanggil sambil melambaikan tangan dengan senyum yang menerka.

Merasa namanya dipanggil Aisyah pun menoleh begitupun juga dengan Reza.

" Ah, hay ..." Aisyah pun membalas lambaian tangannya kemudian dia menghampiri.

" Kamu abis beli tiket?" Tanya Aisyah sambil melihat brosur film yang akan ditayangkan di bioskop.

" Tara ..." Orang itu mah menunjukkan dua buah tiket.

" Wow, Avengers," sorak Aisyah. " Satunya lagi buat siapa?" Tanyanya melihat temannya itu membeli dua buah tiket.

" Tu ..." Dia menunjuk ke arah laki-laki memakai kacamata sedang antri membeli popcorn dan juga minuman.

" Ow, jangan bilang kalau kalian sedang berkencan," bisik Aisyah.

" Hus, ngacok! Masa jeruk makan jeruk. Ayolah, kami hanya memiliki selera film yang sama, itu aja," jelasnya, laki-laki itu bernama Hendra.

" Iya deh, percaya," ucapnya sambil menahan senyum dengan wajah yang tak percaya sama sekali. Pasalnya Hendrik dan juga Victor laki-laki berkacamata itu digosipkan memiliki hubungan yang spesial atau bisa dikatakan gay. Tetapi mereka selalu membantah, Aisyah pun antara percaya atau tidak karena mereka memang selalu berdua kemana-mana kecuali pulang ke rumah masing-masing.

" Gak percayaan banget. Mending kamu ikutan nonton deh bareng sama kita, kamu juga suka kan filmnya!" Ajak Hendra.

" Suka sih, tapi kayaknya nggak sekarang deh." Aisyah menoleh ke arah Reza yang sedari tadi hanya memperhatikan.

" Kamu ke sini bareng sama siapa?" Hendra juga melirik ke arah Reza.

" Oh, bareng sama kakak!"

Deg ... Perasaan aneh apa ini saat dirinya dianggap kakak oleh Aisyah pada temannya. Seharusnya ini tidaklah masalah, toh pernikahan mereka tidak diketahui oleh publik. Jadi wajar saja jika Aisyah memperkenalkan dirinya sebagai kakak bukan suami kepada orang-orang di sekitar. Tetapi kenapa hatinya menjadi tidak tenang dan perasaan ingin marah.

" Yaudah kalau begitu semoga kalian bersenang-senang. Salam buat Viktor!" Ucap Aisyah pamit ingin melanjutkan jalan-jalan mereka.

" Oke, see you." Sambil melambaikan tangan kemudian Aisyah dan juga Reza melanjutkan jalan-jalan mereka dengan menaiki eskalator.

" Itu tadi siapa?" Tanya Reza.

" Teman!" Jawab singkat Aisyah dia memainkan handphonenya saat menaiki eskalator.

" Fokus Aisyah!" Reza reflek memegangi tangan Aisyah hingga membuat wanita itu melompat karena sudah di ujung eskalator.

" Hehehe, terima kasih." Sambil menyengir kuda Aisyah melepaskan tangannya dari genggaman tangan Reza.

Reza melihat tangannya sebentar kemudian dia simpan kembali ke dalam saku celana.

" Kamu itu ya, jangan main hp kalau lagi dijalan. Berbahaya," nasehatnya.

" Iya, cuma sebentar kok." Aisya pun memasukkan kembali hp-nya kedalam tas.

Mereka terus berkeliling tapi tak ada satu barang pun yang mereka beli kemudian melihat sebuah kursi tunggu yang gosong Aisyah langsung berlari agar bisa duduk lebih cepat sebelum keduluan orang.

" Istirahat dulu Mas, capek banget sumpah," ucapnya sambil meringis. Aisyah membuka hak sepatunya ternyata tumitnya lecet. Pantes saja sedari tadi ia merasakan perih.

" Kamu tunggu di sini aku belikan minuman dulu." Reza mencari minuman agar istrinya itu tidak merasa kehausan ternyata dia cukup peka juga.

" Emm, jangan sampai nyasar." Sama seperti meneriaki bocah kecil yang tidak tahu jalan yang bisa benar-benar menjadi sorotan dari orang-orang.

Beberapa menit kemudian, Reza masih saja belum kembali dari membeli meminum.

" Di planet mana mas Reza membeli minuman?" Herannya. Padahal tidak terlalu jauh jaraknya tetapi suaminya itu masih belum kembali juga.

" Jangan bilang beneran nyasar!" Aisyah merogoh HP-nya dalam tas hendak menelpon.

" Lah, itu orangnya." Panjang umur sekali, Reza muncul dari arah yang berbeda seraya menenteng peperbag dan minuman di kiri kanannya.

" Kamu beli sesuatu dulu, aku pikir nyasar," ucapnya setelah Reza sudah berada didekatnya sambil memberikan minuman.

Reza berjongkok tepat dihadapan Aisyah, laki-laki itu tidak menjawab.

" Mas, apa yang kamu lakukan?"

1
Nurjanah Tapsir
g jelas banget cerita nya.. kenapa jadi beda 😡😡😡
Yogi
INI SERIUS GA ADA LANJUT ANNYA CINTA. AISYAH
Mana Tika
baru kali ini baca novel gk nyambung endingnya😀
Sumiati Lisa ermia
bingung 😕😕
Siti Kholifah
Thor ko ngakak up LG kelanjutan Aisyah,,nya udah kangen nih udah nunggu ada 2 tahun
Hari Saktiawan
ini cerita nya apa kok banyak iklan nya
Tsalis Fuadah
moga aja duo laknat hancur,,,,, n aisyah bahagia dh yg lain,,,,,, jijik aq klo ahirnya aisyah kembali ke reza,,,,,,,
Tsalis Fuadah
jijik aq sama lelaki kek gitu,,,,, jijik juga sama yg penyakitan juga sama umi n abinya,,,, g punya hati apa mereka,,,,,, aisyah sendiri juga klo mereka g bs melihat sakit hatinya kenapa pula hrs bertahan,,,,,,, salah sendiri
pipit pitria
gak jelas
Pulau Layang: gak nyambung......
total 1 replies
Devi Devy
baru kli ini baca novel menguras emosi, bukan karena cerita intinya, tp karena campur aduk, klo gado-gado campur aduk pasti enak, tp ya sudah lahhh.... 🙏🙏
Saniah Yusuf Achmad
critanya keluar dari jalur ya tor
dwi handayani: padhl ceritany bagus bgt menarik tapi ,di campur² SM cerita lain jd bingung,,
total 1 replies
tresna
jelek ..novel kok campur" Ra jelas gantung critane
tresna
ora jelas novel e...novel kok campur campur.... kalau mau cerita lain buat judul lain... gak banget nyesel novel gantung campur campur gak jelas
A Yes
ciiiiiih🤮🤮🤮🤮🤮
A Yes
Sholat Istikharoh ,,, memohon petunjuk ketetapan pilihan hati diantara pilihan
A Yes
Bismillah

Assalammu'alaykum
A Yes
omongan kakak gak punya hati begini nih, memalukan
A Yes
kslimat kakaknya absurd bangetz🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️ bikin senewen koq ya ada seorang kakak sdh jelas2 salah langkah membiat adeknya terluka, masih nanya " marah enggak" ckckckck
Annida Annida
lanjut tor
Boma
lanjut dong cerita aisyah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!