NovelToon NovelToon
Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Status: tamat
Genre:Pengganti / Cerai / Cinta Seiring Waktu / Selingkuh / Tamat
Popularitas:422.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: Triana mutia

Rara yang tidak tau apapun harus terbangun dengan tubuh yang polos di samping seorang laki-laki yang ternyata kakak iparnya sendiri

Berbagai konflik akan mulai terjadi saat Rara di minta untuk menikah dengan mantan kakak iparnya sendiri, membangun sebuah rumah tangga yang tidak di dasarkan oleh perasaan cinta

Lambat laun semua mulai berubah karena kedua orang itu tetap harus tinggal di satu atap, dan semua kebenaran pun akan terbongkar

Dengan semua lika liku yang menanti perjalanan hidup Rara

Apakah Rara akan berakhir bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triana mutia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hanya Di Dalam Hati

Apa yang Rara lakukan pada saat itu berhasil membuat harga diri seorang Aditya Putra Erlangga menjadi jatuh, dia pun merasa malu dan memaki dirinya sendiri atas kebodohan yang baru saja dia lakukan

"Seorang Aditya Putra Erlangga dengan bodohnya bisa di kerjain sama anak kecil!! dia bisa ketawa dengan puas kalau tau aku tunggu dia dari tadi padahal dia sudah pergi!!"

Adit yang tak ingin harga dirinya semakin jatuh pun segera masuk ke dalam kamarnya, dengan cepat dia mengganti pakaian yang sebelumnya dia gunakan. Adit pun segera keluar dari dalam kamar dan mendudukkan tubuhnya di tempat semula untuk menutupi kebodohan yang telah dia lakukan

"Tunggu aja Ra!! saya pasti balas kamu"

Detik demi detik terus berlalu tetapi Rara belum juga menunjukkan batang hidungnya di tempat itu, sedangkan perut Adit semakin terasa lapar

"Beli apa sih anak itu? kenapa harus selama ini? seharusnya dia beli makanan siap saji aja dong, aku kan lapar." gerutu Adit di dalam hatinya

Adit yang masih merasa malu bercampur jengkel pun langsung meraih ponselnya dan memesan makanan untuk makan malam, Adit sempat merasa sedikit bimbang untuk memesan makan berapa porsi

"Kalau dia lama begini pasti dia beli bahan makanan bukan makanan siap saji, ya udah lah aku pesan untuk dua orang aja. Ga mungkin juga aku biarin dia kelaparan di tempat ini," ucap Adit di dalam hatinya

Adit pun memesan makan malam untuk porsi dua orang dan tak selang berapa lama kemudian makanan yang Adit pesan pun tiba di tempat itu

"Makanan yang aku pesan aja udah datang tapi dia belum pulang juga, kemana sih anak itu?" gumam Adit

Adit mulai menyiapkan semua peralatan makan yang dia butuhkan dan mendudukkan tubuhnya di ruang tamu, hingga semua makanan yang Adit pesan sudah siap untuk di santap tapi Rara masih juga belum kembali

"Astaga!! belanja di mana sih anak itu? sebaiknya aku makan duluan aja, anggap aja ini balasan untuk yang tadi"

Selain rasa malu sebenarnya rasa lapar di perut Adit juga sudah mulai tak bisa dia tahan, dia pun mulai memakan makanan yang telah tersedia di hadapan matanya. Hingga Adit selesai makan pun Rara belum juga kembali ke apartemen tersebut, Adit mulai melirik ke arah jam dan sudah satu jam lebih Rara meninggalkan apartemen tersebut

"Apa jangan-jangan anak itu kabur? bagus juga sih kalau dia sampai kabur berarti aku ga perlu kesal saat melihat wajah anak itu," gumam Adit sambil tersenyum tipis

"Tapi kalau baru menikah sudah kabur itu sih namanya dia bikin aku malu dong, apa nanti kata Adel sama Dirga?"

Adit pun langsung meraih ponselnya untuk menghubungi Rara, sesaat sebelum dia berhasil menghubungi Rara terdengar suara pintu apartemen tersebut terbuka dan Rara pun muncul dari pintu tersebut

"Maaf ya mas kalau agak lama, ternyata swalayan terdekat dari tempat ini lumayan jauh." ucap Rara dengan nafas yang masih memburu

Adit hanya melirik sekilas ke arah Rara tanpa memberikan jawaban apapun

"Aku kira kabur anak ini, ternyata masih ada pikirannya juga dia." ucap Adit di dalam hatinya

Dengan bersusah payah Rara membawa semua bahan-bahan makanan yang baru saja dia beli ke arah dapur, Rara meletakkan itu semua dan mulai menyiapkan peralatan untuk makan. Ternyata Rara juga sudah membeli beberapa makanan siap saji untuk makan malam

"Semoga aja mas Adit ga marah karena aku siapkan makanan siap saji untuk makan malam, aku cuma takut kelamaan kalau aku baru mau mulai masak untuk makan malam." ucap Rara di dalam hatinya

Tanpa tau apapun Rara menyiapkan semua makanan yang sudah dia beli di atas meja makan, dia pun segera melangkahkan kakinya ke arah Adit. Dan semua yang ada di hadapan Adit mengatakan dengan jelas bahwa orang tersebut sudah selesai makan malam

"Kamu sudah makan ya mas?"

Adit pun menatap tajam ke arah Rara

"Apa kamu berniat membuat saya mati kelaparan? apa kamu ga tau sekarang jam berapa?" tanya Adit dengan sinis

"Maaf ya mas," jawab Rara lirih

Hanya kata maaf yang bisa Rara ucapkan pada saat itu walau pun sebenarnya hatinya terasa sedikit sakit, karena dengan Adit melakukan hal tersebut membuktikan bahwa semua yang telah dia lakukan menjadi tidak artinya sama sekali

Sedangkan Adit tanpa rasa bersalah sama sekali memfokuskan dirinya ke ponselnya, seolah dia tidak perduli dengan semua yang telah Rara lakukan pada saat itu

"Ya sudah kalau kamu sudah makan, aku makan dulu ya mas"

Lagi-lagi Adit hanya melirik sekilas tanpa memberikan jawaban apapun dari bibirnya, tak mau membuat masalah baru Rara pun segera menuju ke arah meja makan dan mulai menyantap makanan yang telah tersedia seorang diri

"Tadi dia buat aku tungguin dia seperti orang bodoh, aku juga harus siapkan makan malam sendiri dan sekarang dia makanan dia sendiri. Ngapain juga tadi aku sempat mikirin makan malam untuk dia dong?" gerutu Adit di dalam hatinya

Pada saat itu sebenarnya Adit masih belum bisa mengendalikan hatinya, yang pasti dia akan selalu merasa jengkel saat melihat Rara. Yang pasti semua yang Rara lakukan akan selalu salah di mata seorang Aditya Putra Erlangga

Adit pun langsung bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya ke arah Rara, setelah berada di dekat Rara dia pun mulai menatap ke arah Rara dengan tajam. Sedangkan Rara yang melihat hal tersebut langsung mengehentikan semua yang sedang dia lakukan pada saat itu

"Ada apa ya mas? apa kamu butuh sesuatu?" tanya Rara dengan hati-hati

Adit pun memberikan sebuah senyuman yang terlihat sinis

"Walau pun kamu berhasil mendapatkan saya dengan cara yang kotor tapi kamu jangan lupa kalau status kamu saat ini adalah seorang istri, jadi saya harap kamu akan melakukan semua tugas kamu sebagai seorang istri dengan baik." ucap Adit dengan tegas

"Aku minta maaf kalau aku ada melakukan kesalahan mas," jawab Rara lirih sambil menundukkan kepalanya

"Banyak kesalahan yang kamu lakukan pada hari ini dan saya minta kamu untuk tidak mengulangi itu semua, selama kamu menjadi istri saya lakukan semua tugas kamu dengan baik. Kecuali naik ke atas tempat tidur saya, kamu paham?" ucap Adit penuh penekanan

"Ya mas"

Adit yang tidak ingin terpancing emosi lebih jauh memilih untuk langsung melangkahkan kakinya ke arah kamar dan meninggalkan Rara begitu saja, sedangkan Rara hanya bisa terdiam sambil menatap punggung laki-laki yang telah menjadi suaminya tersebut

"Kenapa kamu selalu mengingatkan aku untuk tidak naik ke atas tempat tidur kamu mas? sedikit pun aku ga ada niat untuk melakukan hal tersebut mas, apa kamu ga bisa menghargai aku sedikit aja sebagai sesama manusia mas?" ucap Rara di dalam hatinya

Tetapi sudah pasti itu semua hanya berani Rara ucapkan di dalam hatinya tanpa bisa keluar dari bibirnya sama sekali

1
nissa
lanjut
nissa
coba saja kalau kamu mampu joe menagoda rara habis kamu
nissa
alah si adit takut bener ara di ambil orang hehe
nissa
ribut sono
nissa
nah lho ra berani gak
nissa
rara raral tidur kamu nyenyak banget ya
nissa
waduh kena tampol si rara lucu banget si adit, ceo kena tampol hehe
nissa
biarin aja dit, nanti kalau ical tau ke lakuan jonathan nant kkb ical pasti mencari kamu
nissa
modus tu si adit
nissa
nyesel kan sekarang dit
nissa
makan tu del
nissa
cemburu si adit
nissa
ngeri juga ya rara kalau marah hehe
nissa
bodoh kamu dit itu pasti rencana adel
nissa
bagus ra
Bunda
kebanyakan berkata didalam hati
Bunda
Luar biasa
Bunda
baru mampir kak🙏🏻
A Yes
orang pintar blm tentu bijak ya kamu ini Del, sudah pernah gagal berumah tangga kenapa akan diulang lagi, sok2an mentingin karier kurang bersyukur sdh punya 2x pasangan yg bisa mencukupi kehidupannya, otomatis keluarga dipertaruhkan keharmonisannya
A Yes
lagian mentingin kuliah mau kelar dulu, tapi rajin sisiram sawahnyabya otomatis mau panen lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!