NovelToon NovelToon
I'M Not Ara

I'M Not Ara

Status: tamat
Genre:Teen Angst / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Misteri / Tamat
Popularitas:39.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bhebz

Aku bukan Ara melainkan Florenza Kiara Wijaya, tapi aku akan membantu memecahkan misteri terbunuhnya Ara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bhebz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 Darah Segar

Ara tak henti-hentinya menatap sekeliling ruangan yang ditempatinya sekarang. Dia susah bergerak karena kaki dan tangannya terikat. Sudah satu jam lebih dia berada ditempat ini, tidak ada lagi harapan untuknya pulang ke rumah.

Menghela napas sejenkak, “Kalo kayak gini gue beneran mati disini,” Ujarnya lelah.

“Coba sekali lagi deh.” Gumamnya.

“TOLONG! ADA ORANG GAK DILUAR? TOLONGIN GUE PLIS!” Teriaknya dengan kencang.

Dia memperhatikan sekitarnya, tatapannya jatuh pada pecahan kaca yang tidak jauh dari tematnya duduk. Dia mulai berusaha mendekatkan diri dan menggeser sedikit demi sedikit kursi yang di dudukinya.

“Ayo Ra, dikit lagi.” Ujarnya menyemangati diri.

Brukh

“Aduh,”

Dia terjatuh saat menggeser lebih kencang kursinya, dia kesulitan meraih pecahan kaca tersebut karena tangannya yang berada di belakang kursi. Saat ini posisinya menyamping dengan kursi yang terjatuh.

“Aduh gimana sih ini. Susah banget.” Ujarnya kesal karena belum mendapatkan pecahan kaca tersebut.

Dia menggerak-gerakkan tangannya berharap dapat menggapai kaca itu. Tangannya bahkan sampai mengeluarkan sedikit darah karena gesekan antara tali yang diikatkan.

“Hah, akhirnya,” Ara bernapas lega ketika mendapatkan apa yang diinginkan.

Kini dia berusaha memotong tali yang mengikatnya. Ga gampang ternyata, pikirnya.

Saat fokus Ara untuk membuka ikatan tali ditangannya, tiba-tiba saja pintu ruangan terbuka menampilkan sosok wanita yang tadi mendatanginya. Wajahnya terlihat marah saat melihat Ara berusaha untuk kabur.

Dengan langkah yang tergesa-gesa dia menghampiri Ara. “Apa yang kau lakukan?” Ucapnya marah.

“Melepaskan diri.” Bukannya takut, Ara semakin menyulut emosi si wanita.

“Gadis bodoh.” Wanita itu langsung memanggil anak buahnya untuk segera menahan kembali Ara. Namun tali yang mengikat tangan Ara sudah lebih dulu terbuka karena Ara yang dengan cepat memotong talinya.

“Wanita gila!” Ara yang emosi pun langsung menarik masker yang dikenakan oleh wanita tadi. Kini wajah wanita tersebut benar-benar terlihat oleh mata Ara.

“Lepaskan bodoh.” Teriak wanita tadi saat maskernya diturunkan paksa oleh Ara.

Plak!

Suara tamparan mengisi ruangan itu, wajah Ara menoleh kesamping karena tamparan keras yang dilayangkan wanita tadi. Keadaan menjadi hening selama beberapa detik, sebelum Ara membalas perlakuan tadi dengan cara menjambak rambut wanita itu.

“Rasain nih!” Dendam Ara, dia tidak terima jika dirinya ditampar.

“Argh, lepaskan saya.” Rintih wanita itu, terasa sangat sakit karena gadis di depannya menjambaknya terlalu keras.

“Lepaskan saya sialan!!” Teriaknya frustasi. Kepalanya benar-benar pusing sekarang.

Ara yang melihat itu makin menarik kasar rambut wanita itu. Beberapa menit kemudian masuk dua orang pria tadi lalu memisahkan keduanya. Mereka mengikat tangannya kembali seperti semula. Ara tersenyum puas, setidaknya dia sudah membalas perbuatan wanita licik itu.

“Kalian kemana saja hah?! Saya sudah hampir mati karena kalian.” Ujarnya marah. Punya anak buah gak becus banget, batinnya emosi.

Keduanya hanya mengatakan maaf berkali-kali kepada bos-nya itu.

“Kamu!” Tunjuknya ke arah Ara yang saat ini menatapnya remeh.

“Tidak lama ketemu, kamu makin berani dengan saya!”

Ara hanya mengangkat alisnya bingung, jadi Ara udah pernah ketemu sama wanita ini sebelumnya? Batinnya bertanya.

Wanita itu mulai mengambil pisau kecil yang ada disakunya, mengarahkan ke tangan Ara.

“Anda mau ngapain?” Panik? Tentu saja. Dia tidak mau sesuatu yang ada dipikarannya sekarang terjadi kepadanya.

“Bermain dengan gadis kecilku.” Wanita itu menyeringai.

“Arrgh” Teriak Ara saat tangannya digores oleh pisau yang wanita itu bawa.

“Ini akibatnya jika kamu bermain-main dengan saya.” Bisik wanita itu ditelinga Ara.

Darah segar mengalir ditangan mulusnya. Ara memejamkan mata saat rasa sakit itu semakin menjadi. Dia melihat celananya yang berwarna brown kini bercampur dengan darah merah miliknya. Dia menatap tajam wanita di depannya, tangannya terkepal kuat menahan sakit, marah, dan emosi menjadi satu dalam dirinya.

“Cepat mati ya sayang.”ujarnya dengan kekehan dan meninggalkan Ara sendirian di kamar.

🍀🍀🍀

*Bersambung.

Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?

Nikmati alurnya dan happy reading 😍

1
gambir dua
Luar biasa
yusuf syaifullah
Maudy ira
yusuf syaifullah
bpknya pemilik sekolah.lah jd si Ara asli bego bin tolol dong masa dibuli habis'an diem aja
yusuf syaifullah
dasar kakak lelet
yusuf syaifullah
jd ingat waktu sma
Nami chan
ih uni cerita singkat tp menarik banget..
makasih untuk karyanya
Bhebz: makasih akak. mampir dicerita lainnya ya 😍
total 1 replies
Nami chan
jangan2 yg mau bunuh Ara malah Ira?
Ayunda Cinta Wahyuni
anjing
🇧 🇮
temannya Azka bilang, pakaiannya Ara biasanya ketat... lah disini Ara dibilang cupu.... cupu sama berpakaian ketat itu gk nyambung toorr....
Mammeng
motifx apa sihhh???...jd penasaran thorr....😇
Susilawati Rela
tamat lagi...ga kerasa ya, othor ini sangat produktif ya....ada 🌹🌹🌹 buat pasangan Gevan dan Ara....🥰🥰🥰🥰😍😍😍😍😘😘😘😘♥️
Susilawati Rela: okey....wokeh....kutunggu....🥰🥰🥰
total 2 replies
penggemar novel onlen
mawar 🌹 merah untuk Kiara
Mammeng
penasarannnn....🤣
Bhebz: baca mi kodong
total 1 replies
Susilawati Rela
dilema ini, bisa saja menjadi rebutan dua keluarga atau malah menyatukan dua keluarga...udah biar ga bingung Azka jadiin aja Ama Kiara...kan menyatukan dua keluarga...🥰 kalo emak reader yg nni emang maunya Happy ending Mulu, jadi gak setres dan darting...🤭🤭🤭
Susilawati Rela: manstaf......🥰🥰😘
total 4 replies
Susilawati Rela
ooh....ternyata gevan cukup peka ya.... hmmmm 😏
Bhebz: hemmm
total 1 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
bungkus doang donk.. kan ringan... seperti kapas
Susilawati Rela
oh...masih back street toh...cape dech...🤦
penggemar novel onlen
lanjutkan
penggemar novel onlen
semangat Thor
Susilawati Rela
hmmm....romantisnya...tapi kok Ara ga ingat yg ini ya, apa dibuku hariannya ga dituli ttg hubungannya dengan Davin...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!