Proses revisi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon harsupi fakihudin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akhirnya Menikah
Beberapa hari setelah ulang tahun oma
Oma, Ahmed serta Anand, datang keapartemen milik Gaby
Erik yang seharusnya hari ini lembur, iapun harus pulang kerumah, dimana keponakannya tinggal disana
Ditemani Lizet disana. Gaby, Erik, Dan juga Lizet, menerima tamu yaitu bos mereka, datang kerumah yang sempit ini
Oma Suzan memperkenalkan diri "Perkenalkan, nama saya Suzan. Saya nenek dari Ahmed. Kedatangan kami kemari, untuk memenuhi janji kami yaitu melamarkan gadis, untuk cucu saya" Tunjuk oma pada Gaby
"Oh, iya nyonya"
"Anda kakaknya atau... " Ucapannya digantung karena oma tidak tau
"Saya pamannya. Nama saya Erik"
"Oh, walinya"
"Iya. Tetapi maaf"
"Kenapa"
"Saya tidak berhak untuk menjadi wali nikah, karena saya adik dari ibunya"
"Oh iya betul-betul, singkat saja. Cucu saya sudah jatuh hati pada Gaby. Dan sepertinya, Gaby juga tidak menolak. Betul nak Gaby?" Tanya oma memastikan
Gaby tersenyum malu
"Gunanya?" Erik menyiku lengan Gaby "Bener, kau bersedia dilamar bos kamu?"
Gaby tersenyum samar
"Eh, ditanya kok malah gitu. Mana om tau"
"Ih om. Nanyanya jangan keras-keras" Ujar Gaby, membuat ketiga tamunya tersenyum simpul
"Mereka tanya padamu Gaby, Jawab dong. Atau gini aja deh"
Gaby langsung menatap Erik "Apa??"
"Kamu aku jodohkan aja sama mandor, yang perutnya bunting nggak lahir-lahir"
"Ih, pilihannya jelek banget"
"Makanya jawab dong"
"Eh ehm. Iya Gaby, jawab. Soalnya, Ahmed juga sudah tua"
"Oma" Protes Ahmed, membuat Anand ingin tertawa
Ahmed menoleh kearah Anand "Kamu kenapa Nand, senyum- senyum nggak jelas"
"Nggak tuan. Mana berani saya lakukan itu" Jawab Anand agar bosnya fokus kembali pada lamaran
"Oma sih, nurunin harga diriku aja" Ucap Ahmed kesal
"Tapi kan cakepan cucu oma, ya Gaby?" Oma meminta dukungan Gaby "Maksud oma, kamu nggak gendut kayak cerita Erik barusan" Oma mengabsen Gaby lagi "Oiya Gaby, bagaimana? Lamaran Ahmed ditolak? Apa diterima?" Ucap oma sedikit mendesak
Erik dan Gaby kembali senggol senggolan
"Eh.. Ditanya malah senggol senggolan gitu. Ya sudah, anggap saja lamaranku diterima ya"
Gaby dan Erik saling tatap
"Sebagai lamaran.." Oma menyerahkan box berisi uang dan seperangkat emas "Ini sebagai simbol, bahwa Gaby bakal calon mantu saya. Dan untuk pernikahan, saya rasa dipercepat saja, karena mereka sudah sama-sama dewasa. Bagaimana Erik?"
"Tapi, maaf nyonya"
"Iya"
"Gaby gadis yang tidak punya apa-apa, dan tidak punya siapa-siapa. Hanya saya saudara yang ia punya. Apa nyonya tidak malu menjadikan Gaby sebagai menantu"
"Kenapa harus malu. Jodoh, rezeki, dan kematian, hanya Allah yang tau. Selagi calon untuk cucuku dari keluarga baik-baik, dan cucuku juga suka, orang tua macam saya harus ngikut. Betul nggak"
"Iya nyonya"
"Nah, terimalah" Oma kembali menyerahkan box tersebut, karena sejak tadi, Erik belum mau menerima
-
Seminggu setelah lamaran
Menikah termasuk salah satu ibadah, salah satunya untuk mencari keturunan yang shalih.
Dalam pernikahan terdapat ijab kabul.
Hari yang diidam idamkan Ahmed datang juga.
Ahmed didampingi oma, asisten Anand, adiknya Anand yaitu Ilham, serta kedua orangtua Anand, dan juga beberapa pelayan, datang memasuki hotel
Gabypun demikian. Ia ditemani pamannya yaitu Erik, serta kawan-kawannya seperti Lizet, Tata, Agus, dan juga beberapa rekan kerja lainnya.
Ijab kabul ini dihadiri oleh rekan terdekat saja. Karena Gaby hanya mempunyai paman Erik, sebagai keluarga satu-satunya. Itupun tidak berhak menjadi wali nikahnya. Karena Erik, adik kandung dari ibunya. Bukan bapaknya
Calon mempelai putri berada dikamar hotel, sedang akad nikahnya, dilaksanakan diruang tamu hotel dekat kamar mempelai.
Setelah dirasa siap, Ahmed duduk didepan pak penghulu.
Pak penghulu menanyakan, mau pakai bahasa apa? maharnya apa? Dan berapa jumlahnya.
Ahmed menyerahkan uang ratusan ribu sejumlah 300 lembar yaitu tigapuluh juta rupiah, dan seperangkat perhiasan emas.
Setelah dirasa siap, Ahmed berjabat tangan dengan pak penghulu.
Dengan lantang Ahmed mengucap "Qobiltu tajwijaha wanikahaha linafsi bidzalik"
Pak penghulu "Sah??"
"Sah"
"Sah"
"Sah"
Jawab saksi serempak.
"Alhamdulillah"
Setelah sah menjadi pasangan suami istri, Ahmedpun beranjak masuk kekamar, untuk menemui istrinya yang barusan sudah sah dinikahi
Ahmed mendekati sang istri. Memegang ubun-ubunnya, seraya berdoa
"Allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa alaih wa a'udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha 'alaih"
Yang artinya
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu, kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya, dan aku berlindung kepadaMu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya"
Ahmed mengambil cincin perkawinan mereka, dari saku jaznya.
Gaby memakaikan cincin dijari manis sang suami, lalu mencium punggung tangan suaminya
Ahmed juga sama. Ia menyelipkan cincin kawin ke jari manis sang istri, lalu mencium kening.
Setelah selesai, Ahmed menggandeng istrinya keluar, untuk menemui para tamu undangan, yang tadi menyaksikan ijab kabul mereka
"Bagaimana nak Ahmed, sudah lega?" Tanya mama Kavita mamanya Anand dan Ilham
"Iya bu, lega banget"
"Cie.. Biar kerjanya makin rajin ya tuan?" Anand ikut-ikutan meledek
"Iyalah. Daripada kamu, masih jomblo aja"
"Iya nih, Ilham sudah dapet cewek, kakaknya belum laku-laku " Saut mama Kavita lagi
"Mama.. Jangan buka kartu didepan bos ma"
"Memangnya kenapa. Siapa tau nak Ahmed punya stok karyawan yang cantik dan sholeha"
"Ish ma. Sudah dong ma. Ntar beneran aku dipaksa buat nikahin cewek pilihannya, mama mau tanggung jawab"
"Yaiyalah tanggung jawab untuk nikahin kamu sama gadis yang baik"
"Sudah ma, jangan diledek terus. Ntar beneran nggak mau nikah dia" Selah papa Nadem, ayah dari Anand dan Ilham "Mama ingat nggak waktu Anand masih kecil"
"Apa sih pa" Protes Anand
"Mau dikhitan saja nungguin kelas 6"
"Ya sudah, yang penting kan sudah khitan"
Hahaha
Semua orang menertawai Anand
"Kirain belum, aku bersedia mengantar deh"- Ahmed
"Jangan ikut-ikutan menghina tuan"
"Menghina bagaimana??"
"La itu, mentang-mentang sudah menikah saja, ngejeknya sampai kesitu"
"Tenang Nand, ntar aku carikan gadis, sesuai selerahmu"
"Tuan sanggup, untuk mencarikan saya pasangan. Ah, nggak-nggak tuan, saya tidak mau dicap sebagai bawahan yang kurang ajar"
"Ahaha free Nand, betul"
-
Tiga jam kemudian
Pesta pernikahan Ahmed dan Gabypun digelar dengan meriah
Para tamu sudah antri untuk mengucapkan selamat kepada pasangan pengantin baru ini
"Nak, selamat ya. Semoga pernikahan kalian langgeng, dan segera diberi momongan" Ucap mama Kavita
"Iya, biar segera nyetrum pada Anand ya ma, nak" Goda papa pada Anand
Anand mendengus kesal
"Tuan, kalau tuan bukan atasan saya. Sudah saya tinggal dari tadi" Ancam Anand
"Kakak kok ngancam" - Mama Kavita
Anand membuka mulutnya ingin protes
Plok
Ilham menabok lengan Anand
"Sabar kak, bagaimanapun, mama harus menang. Dan kakak harus kalah"
"Mengalah Ilham"
Ahaha
BERSAMBUNG.........
walau pun di setiap bab gak comend🤭