Sebuah kisah tentang senja, ketulusan, dan penghianatan. Kebohongan mampu tercipta di depan siapa saja, tapi hati adalah cermin kejujuran. Membohongi hati adalah usaha terkonyol yang membutuhkan ekstra tenaga dan perjuangan.
Viola, seorang gadis yang kehilangan ingatannya dan diselamatkan oleh seorang bernama Sean. Ketika seberkas ingatan mampu ia ingat, isinya adalah sebuah kenangan paling menyakitkan dalam hidupnya. Ia telah dikhianati oleh tunangan dan sahabatnya sendiri. Sebuah rasa sakit dan kecewa yang dalam, menyelinap dalam hati Viola, membuatnya ingin berjuang untuk menjadi sosok yang kuat. Sebuah hati yang terluka, yang berharap suatu saat menemukan ketulusan dan cinta.
"Sepotong hati diujung senja adalah hatiku yang menyimpan segala rasa. Rasa yang tak mampu kuungkap terkurung dalam bisu jiwa. Hanya isyarat yang terlaku oleh tubuh yang rapuh. Berharap kasihmu berlabuh memberi segenap kedamaian yang teduh."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoemi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Senja yang Berbeda
"Bagaimana menurutmu senja di tempat ini?" Kak Sean telah berdiri di sampingku, ikut melihat senja.
"Ini tak kalah indah dengan senja di tepi telaga, Kak".
"Melihat senja dari sini memang indah. Kak Zi sangat suka melihat senja dari tempat ini. Dia pecinta senja seperti".
"Kak Zi? Siapa dia?"
"Zianeta Rose, pemilik tempat ini. Bukankah Erin sudah menceritakannya?"
"Hehehe... Maaf, Kak. Tadi aku banyak bertanya pada Erin".
Begitu setianya kah orang-orang di sini padamu, Kak? Sampai-sampai pertanyaanku pun diceritakan padamu. Untung saja aku tak menuruti rasa penasaranku dan bertanya lebih banyak lagi atau bercerita banyak hal pada Erin. Jika tidak aku pasti akan kena malu di hadapan Kak Sean. Memang hanya senja sepertinya yang bisa menyimpan segala rasaku. Kataku pada diri sendiri.
"Selain senja, Kak Zi juga sangat menyukai mawar. Dia selalu ingin menikmati senja di antara rumpun mawar. Karena itu, dia menanam banyak bunga mawar di atas sini. Lihatlah, senja di sini terlihat lebih romantis bukan?"
Aku memerhatikan sekelilingku. Orang-orang yang membawa pasangan mereka ke sini. Sebagian bersenda gurau dengan hangat sambil menikmati hidangan yang telah dipesan. Sebagian lagi tampak asyik mengabadikan momen senja bersama pasangannya dengan mengambil beberapa foto. Semua memang tampak romantis. Ditambah lagi bunga-bunga mawar yang bermekaran ini. Juga setangkai mawar merah yang tampaknya sengaja ditaruh di vas bunga di tiap meja. Ah, meraka membuatku iri dan cemburu.
"Iya, senja di sini memang berbeda, Kak. Senja yang romantis. Apalagi jika menikmati senja ini bersama seorang kekasih, pasti rasanya ingin waktu berhenti saja. Seandainya saja..."
Kak Sean tiba-tiba memegang tanganku dan memotong ucapanku. "Seandainya saja ada seorang pangeran yang memegang tanganmu lalu berkata "aku mencintaimu" di saat senja sedang jingga sempurna seperti ini, pasti kamu akan sangat bahagia. Benar begitu bukan, Tuan putri pelamun?" Kak Sean tersenyum meledek.
Aku tersipu malu. Apa yang diucapkan Kak Sean memang tepat seperti apa yang aku pikirkan. Tapi entah kenapa, tiba-tiba hatiku berdebar kencang saat Kak Sean memegang tanganku. Perasaan ini, tak dapat ku jelaskan dan belum pernah kualami sebelumnya...
"Sekarang ayo kita pulang," Kak Sean melepas pegangan tangannya.
"Tapi pelanggan sepertinya semakin ramai. Apa kita tak membantu hingga agak sepi?"
"Kalau begitu kamu berencana untuk menginap di sini? Aku akan pulang sendiri jika itu rencanamu".
"Maksud Kak Sean?" aku kembali keheranan.
"Ini akhir pekan, hingga subuhpun tempat ini tak akan sepi. Apalagi sepertinya malam ini akan cerah tanpa hujan, pasti akan lebih banyak yang datang. Melihat bintang yang berhamburan dari tempat ini juga sangat indah, apalagi jika ada bulan purna. Kau pasti tidak akan mau beranjak jika melihatnya".
"Eemmm... Rasanya aku jadi penasaran ingin melihatnya juga," kataku sambil tersenyum.
"Kapan-kapan kau bisa melihatnya. Maafkan aku, tapi sekarang kita harus pulang. Ada sesuatu yang harus ku kerjakan di rumah".
"Baiklah, Kak. Aku lihat besok saja. Aku kan mulai bekerja di sini, jadi setiap hari aku bisa ke sini dan melihatnya disela-sela aku bekerja".
"Hahaha... Siapa yang membolehkanmu bekerja di sini?"
"Bryan". Aku bingung. Bukankah tadi Bryan telah memberiku pekerjaan. Kak Sean pasti juga tahu kan? Seharian ini aku juga bekerja dengan baik merangkai bunga dan melayani pelanggan. Apa ada salah dengan yang kukerjakan lalu sekarang aku dipecat?"
"Kalau begitu biar aku memecat Bryan terlebih dahulu baru kubiarkan kau bekerja di sini". Kak Sean beranjak pergi menuruni tangga.
Aku mengejarnya. "Kak Sean tunggu. Apa maksud Kakak? Kenapa Bryan harus dipecat?"
Bruuukkk...
Aku menubruk tubuh Kak Sean yang tiba-tiba berhenti. "Eh, maaf, Kak?" aku meringis. Hidungku terasa sedikit sakit.
"Sekarang Kau jadi sangat cerewet ternyata. Baiklah, kau boleh bekerja di sini tapi tidak setiap hari. Bryan akan membuatkan jadwal dan Elin akan menjemputmu jika kamu masuk kerja".
"Eh, tidak setiap hari, ya? Baiklah, tidak apa-apa.. aku menurut saja, terima kasih Tuan Muda. Tapi Bryan tidak dipecat 'kan, Kak?" aku sedikit cemas.
Sepertinya aku terlalu lancang. Lebih baik menurut. Aku tidak memiliki hak untuk protes atau menuntut. Kak Sean sudah terlalu baik. Jika Bryan sampai benar-benar sampai dipecat gara-gara aku, aku pasti akan mengutuk diriku sendiri karena sudah mencelakai orang.
"Akan kupecat dia jika kamu berani memanggilku tuan muda lagi!" Kak Sean berjalan menuju pintu keluar denga ekspresi yang agak menakutkan.
Eh, kenapa memangnya? Aku salah berucap lagi? Tapi aku benarkan? Semua orang juga memanggilnya tuan muda... Kenapa Kak Sean tiba-tiba marah? Ah, sudahlah... mungkin Kak Sean hanya bercanda saja. Aku menghibur diri sendiri.
Kulihat Kak Sean sudah berada di dekat mobilnya. Bryan juga sudah mematung menunggu. Aku segera bergegas berjalan menuju mereka setelah sempat berpamitan pada Erin dan beberapa karyawan lain. House of Roses. Rasanya aku sudah rindu akan senja romantis di tempat ini meski aku belum beranjak pergi meninggalkan tempat ini.
Oh iya, ada koreksi nih thor ...
Klo minum barengan aka toast, ngomongnya "cheers" yah ....
Good Luck for your next work!!!!
Ganbatte Kudasai (頑張ってください)
Jiā Yóu 加油
Hwaiting 화이팅
Keep up the good work!!!
sehat sll thoorrr...
misssssssss....sooo muuuuccchhhhh