NovelToon NovelToon
Cinta Anyelir

Cinta Anyelir

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:106.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nopani Dwi Ari

Tahap Revisi

Tak pernah terpikirkan untuk Anyelir, bahwa mencintai seorang Dika akan semenyakitkan ini. Di tambah perbedaan status sosial di antara dirinya dan Dika, awalnya dia bahagia. Namun, saat ke munculan Jenny dan ancamannya membuatnya pergi dari jangkauan Dika.

"Aku takut cinta membuat ku lemah, walau aku tau cinta itu bisa membuat ku kuat."

*Harap membaca Twin's lebih dulu agar tidak ada yang bingung

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.12

Kabar pertunangan Dika yang akan dilaksanakan dua minggu lagi, pun sudah sampai pada Dela. Dela berdecak kesal, kenapa Dika menerima wanita seperti Jenny.

"Aku gak habis pikir sama Dika, kok dia mau nerima wanita kaya, gitu?" tanyanya pada Auriga, kini mereka tengah bersantai di balkon kamar mereka.

Sementara Lula dan Ara, mereka belum bangun. Cuaca dingin di perkebunan, membuat mereka enggan beranjak dari selimut hangatnya.

"Bisa-bisanya Dika, lupain Anyelir. Katanya mau berjuang," omel Dela, Auriga pun membawa Dela duduk di sisinya lalu memeluk Dela.

"Sudah sayang, jangan marah-marah terus. Nanti mood mu jelek," ujar Auriga.

"Tapi aku kesal," rengek Dela.

"Kalau mereka jodoh mau bagaimana, hem? Kita doakan yang terbaik untuk mereka oke."

Dela pun diam dengan wajah cemberutnya, dia menyandar pada dada bidang Auriga yang sangat nyaman. Entah mengapa kini dia ingin Auriga mengusap perutnya.

"Sayang," panggilnya manja.

"Hemm..."

"Elus perut ku dong," pinta Dela.

Auriga pun menurut mengelus, perut rata Dela. Berharap akan segera tumbuh anak laki-lakinya.

"Sepertinya kamu harus segera tes kehamilan sayang," cetus Auriga.

"Memang kenapa?"

"Kamu sudah lama tidak datang bulan kan?"

"Iya harusnya minggu lalu, tapi ini mau satu bulan aku belum datang bulan." Ujar Dela berpikir.

"Pulang dari sini, kita periksa." Putus Auriga, Dela pun mengiyakan lalu meminta Auriga mengelus kembali perutnya.

***

Sementara itu Anyelir tidak berjualan dulu, karena harus mengurus kepulangan Sekar pagi ini. Setelah dokter melakukan pemeriksaan yang terakhir.

"Aku banyak merepotkan kamu Cinta," lirih Sekar, kini dia pun sudah nampak segar dan infus pun sudah habis.

"Tidak masalah bu, aku sudah menganggap kalian seperti keluarga ku. Karena kalian, yang membantuku saat datang pertama kali ke sini." Papar Anyelir.

Dia pun sudah selesai menata sarapan untuk mereka berempat, Anyelir memberikan bubur pada Sekar. Kemudian dia membangunkan Lilya dan Adam.

"Cuci muka dulu, abis itu kita sarapan bersama. Kak Cinta udah beliin kalian bubur," ujar Anyelir.

"Baik ka," jawab Lilya dan Adam kompak.

Tepat pukul delapan, Sekar sudah dibolehkan pulang. Anyelir pun membayar biaya selama Sekar dirawat, dan menebus obat. Sekar dan anak-anak pulang menggunakan becak, sedangkan Anyelir dia berjalan kaki.

Anyelir meminta Sekar dan anak-anaknya, untuk tinggal di rumahnya sementara. Agar Anyelir mudah memantau mereka sekaligus.

Beberapa menit kemudian Anyelir sudah sampai, dan betapa terkejutnya dia bertemu kembali dengan Dela. Lengkap dengan kedua anak Auriga, mereka baru kembali dari pasar minggu.

"Astaga bagaimana, ini? Apa aku putar balik, saja? Tapi jika putar balik, kentara banget. Kalau aku jauhi mereka," batin Anyelir, namun dia memutuskan untuk berjalan saja.

Saat Anyelir keluar dari gang, dan otomatis mereka berpapasan, Anyelir pun mengangguk dan di balas pula oleh Dela dan Auriga.

"Tunggu," suara Dela, menghentikan langkah Anyelir.

Anyelir pun berbalik dengan jantung berdebar, dan menyunggingkan senyumnya.

"Iya, ada apa?" tanya Anyelir, berusaha menormalkan rasa gugupnya.

"Kamu yang namanya, Cinta kan?" tanya Dela, dia sudah tau dari Auriga.

"I-iya."

"Oh, syukurlah kita bertemu di sini. Tadi aku ke rumahmu dan maaf waktu itu. Aku sempat menuduh mu, pacar dari paman ku." Kekeh Dela.

"Bunda ayo, kita sambil jalan saja." Panggil Lula, yang sudah jauh didepan bersama Ara.

"Lebih baik kita sambil jalan saja," ajak Auriga pula, dia pun berjalan paling belakang mempersilahkan Dela dan Anyelir di depan bersama Lula dan Ara.

"Warga sini bilang, kamu pandai masak dan masakannya enak. Aku jadi ingin coba," ujar Dela.

"Boleh, nanti saya kirim ke Villa anda Nona."

"No, kamu masak di Villa kami." Pinta Dela.

"Tapi..."

"Tidak ada tapi, tapi. Cinta," ujar Dela.

"Maaf Nona, bukan saya menolak. Kerabat saya sedang sakit dan mungkin dia sudah sampai rumah." Jelas Anyelir.

"Oh begitu, ya sudah bawa saja mereka ke Villa sekalian." Balas Dela.

"Dan jangan panggil aku Nona, panggil aku Dela," lanjutnya lagi.

"Baik Dela."

Anyelir pun sudah sampai di depan kontrakannya, di sana Sekar, Lilya dan Adam. Sudah menunggu, Anyelir mengenalkan Dela pada Sekar. Anyelir pun memberitahu Sekar, bahwa dia akan memasak di Villa milik Dela.

Dan disinilah mereka sekarang, berada di dapur. Dela begitu antusias membantu Anyelir masak, sementara Sekar diizinkan istirahat di kamar tamu.

Dan anak-anak sedang bermain di awasi oleh Auriga. Anyelir dan Dela, memasak untuk makan siang.

"Kamu kerja apa selain menjual, makanan?" tanya Dela.

"Saya memetik teh," jawab Anyelir yang sedang sibuk memarinasi ayam dan ikan. "Tapi hari ini saya kebetulan libur."

Dela mengangguk sebagai jawaban, dia memperhatikan Anyelir yang sedang memasak.

***

Sementara Dika, dia berjanji akan bertemu dengan Jenny. Dan akan memperkenalkan Dika pada Tara sang adik.

Menurut Jenny adiknya tersebut mengalami depresi, saat berumur lima belas tahun menurut dokter. Itu sudah terjadi saat Alderik ayah mereka menikah lagi, dan selalu menyalahkan Tara. Atas kepergian ibu mereka tentu saja dengan bumbu yang ditambah oleh Linda istri baru sang ayah, lalu Tara juga memiliki riwayat penyakit Asma.

Dan saat kecil, adik dari Jenny tersebut mengalami gangguan kemampuan komunikasi. Gangguan kemampuan komunikasi adalah anak yang mengalami penyimpangan dalam bidang perkembangan bahasa bicara, suara, irama, dan kelancaran dari usia rata-rata yang disebabkan oleh faktor fisik, psikologis dan lingkungan, baik reseptif maupun ekspresif.

Dika tak menyangka, seorang Jenny Sanova mengalami hal yang sangat berat saat masih kecil. Harus bekerja keras dari remaja, hingga dewasa. Kemewahan yang dimiliki dari sang ayah, diatur oleh Linda. Sedangkan penghasilannya sendiri untuk sang adik.

"Maaf lama," ujar Jenny masuk kedalam mobil.

"Jadwal pemotretan ku padat," lanjutnya lagi.

"Tidak apa-apa,"

Dika pun melajukan mobilnya membelah jalanan ibu kota, kurang lebih dua jam. Mereka sudah sampai, di salah satu perumahan elit. Tempatnya yang nyaman dan asri, membuat siapa saja akan betah tinggal di sini.

Mobil pun berbelok di salah satu rumah yang cukup mewah, di perumahan ini cukup privasi.

"Disini cukup privasi, karena penjagaannya sangat ketat. Dan tidak sembarangan orang yang masuk, jika mau mereka harus atas izin pemilik rumah," papar Jenny, Dika pun hanya mengangguk.

Saat tiba di dalam rumah, mereka melihat gadis mungkin berumur sekitar dua puluh tahun.

"Tara," pekik Jenny.

Namun, gadis yang di bernama Tara tersebut tak merespon hanya fokus pada objek di depannya.

Jenny pun duduk di sisi sang adik, dia mengelus lembut rambut Tara dengan sayang.

"Tara," panggil Jenny lembut, dan Tara pun menoleh sekilas. Dia sibuk menggambar di buku gambar kesayangannya.

Padahal Jenny sudah membelikan Tara, alat lukis namun dia tak pernah mau. Tara tinggal bersama seorang perawat khusus, dan dua pelayan rumah tangga. Yang sabar melayani Tara, salah satunya yang mengasuh Tara dari kecil.

"Kamu selalu gitu, kalau kakak panggil. Kamu suka gak denger," keluh Jenny cemberut.

Dan semua itu tak luput dari perhatian Dika, Jenny nampak sabar menghadapi adiknya. Tara pun masih sibuk dengan gambarnya.

"Oh... Kakak mau kenalin kamu, sama calon tunangan kakak." Kata Jenny dengan tersipu.

Barulah Tara menoleh pada Jenny, lalu bertanya dengan isyarat yang hanya Jenny dan bibi Maura yang mengerti.

"Namanya Randika, itu orangnya." Tunjuk Jenny.

"Dia tampan," balas Tara dengan suara yang tak jelas.

"Iya dia tampan dan baik, setelah kakak menikah. Kakak akan selalu menjagamu," ujar Jenny memeluk sang adik.

Dika pun tersenyum pada Tara, namun Tara nampak cuek.

"Bi tolong temani Tara."

"Baik Non."

"Maafkan adikku, dia memang begitu. Jangan pernah paksa dia dan mengganggunya," kata Jenny.

"Jika tidak, emosinya akan meledak. Dia akan melukai siapapun yang di dekatnya," sambungnya lagi.

"Tidak apa, aku mengerti." Jawab Dika singkat.

"Sekarang kamu sudah tahu tentang kehidupanmu, makasih sudah menerima ku dan adik ku Dika." Lirih Jenny.

Namun, ada satu fakta lagi yang Jenny sembunyikan biarlah dia pendam sendiri. Yang penting kini ada seseorang yang sudi menjaga Tara, saat dia tak ada nanti.

bersambung…

Maaf typo

1
Eva Nietha✌🏻
Terimakasih thor karya mu keren
Eva Nietha✌🏻
Luar biasa bnyk tokoh d cerita mu thor
Eva Nietha✌🏻
Ameera hatinya julid ga bersyukur banget
Eva Nietha✌🏻
Ameera kelakuannya buruk sih
Eva Nietha✌🏻
Keren
Eva Nietha✌🏻
Semoga mereka menjadi keluarga
Eva Nietha✌🏻
Seru
Eva Nietha✌🏻
Klo ga hafal2 banget bingung bnyk banget tokohnya .. scara kluarga besar ya 😁😁 terimakasih ya thor bagus ceritanya
AriNovani: Heheh
aku pun kadang bingung kakk, mampir di karya ku yg lain 100 Hari Mengejar Cinta suami mohon dukungannya ya kak 🙏
total 1 replies
Eva Nietha✌🏻
Dela merajuk 😁
Eva Nietha✌🏻
Bapak pecundang tuh alderik
Eva Nietha✌🏻
Baba jimi lg puber Shay
Eva Nietha✌🏻
Ckkk murahan banget Riana
Eva Nietha✌🏻
Ehmm baba jimi jodoh bu sekar
Eva Nietha✌🏻
Lanjut lagi
Eva Nietha✌🏻
Wah dela mulai tanda2 hamidun
Eva Nietha✌🏻
Anye pergi uncle Dika galau
Eva Nietha✌🏻
Seru banget
Eva Nietha✌🏻
Msh stay
Eva Nietha✌🏻
Dari twins menclok kemari 😀😀
wily andriani
apa cuma aku aja yg agak bingung dengan tokoh dalam novel ini.

apakah ada novel sebelumnya yg berhubungan novel ini??
AriNovani: ada Twins judulnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!