Namaku Alia Sharlyn, aku adalah seorang siswi SMA. Hari ini di sekolahku kedatangan guru baru, yang sangat muda dan tampan.
Oh ya, kalian pasti tau bukan, bahwa jodoh itu sudah ada yang mengatur. Kalian gak akan menyangka, bahwa aku adalah wanita yang sgt beruntung bisa menikahi guru baru tersebut. Jika kalian penasaran dgn kisah cintaku, kalian bisa baca cerita ini sampai detail.
Aku fikir saat aku menikah muda dengannya, hidupku akan bahagia. Tapi ternyata aku salah. Dalam berumah tangga, banyak sekali ujiannya.
Pasti kalian gak akan percaya, jika aku mengatakan, aku menikah lagi di saat statusku masih menjadi istri dari guru yang mengajar di sekolahku.
Gila! Ya aku gila, tapi ini bukan rencanaku. Aku pun juga tak mau seperti ini. Lalu apa aku bisa mengelak dari takdir yang sudah di tetapkan padaku?
Kadang aku merasa takdir begitu kejam, aku ingin marah tapi kepada siapa? Kisah cintaku begitu rumit. Rumah tangga yang aku jalani juga tak kalah rumitnya. Haruskah aku menyerah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evi Tamala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jalan Bareng Kevin
Setelah habis sholat maghrib, Alia ingin melanjutkan ngedit vidio yang belum selesai. Namun ia terganggu dengan suara ketukan pintu di luar kamarnya.
Tok...Tok...Tok...
"Ia tunggu sebentar." ujar Alia sambil mengesave editan vidio yang belum terselesaikan dan mematikan laptopnya agar tak ada yang curiga. Setelah selesai, Alia pun pergi membuka pintu kamarnya.
"Ada apa bang?" tanya Alia, melihat Kevin yang ada di depan pintunya.
"Ikut aku yuk dek." Ajak Kevin.
"Gak ah, aku sibuk." Jawaab Alia, yang memang males untuk keluar rumah.
"Ayolah dek, ikut aku." Ajak Kevin sedikit memaksa.
"Emang mau kemana sih bang?" tanya Alia.
"Ke rumah temen." Jawab Kevin.
"Temen siapa bang?" tanya Alia.
"Temen abang, dulu dia adalah kakak kelas, alias senior di kampus abang tapi sekarang dia sudah lulus kuliah. Dia juga sudah bekerja menjadi seorang guru di SMA." Jawab Kevin panjang lebar.
"Tapi bang, aku males untuk keluar. Emang kenapa sih kalau bang Kevin keluar sendirian?" tanya Alia.
"Gak enak dek, gak seru kalau gak ada temennya." Jawab Kevin.
"Tapi nanti kalau bang Kevin ngobrol sama temen abang, aku pasti di cuekin." Ujar Alia.
"Gak akan, abang janji. Lagian kan abang bukan ngedate, tapi cuma sekedar ngobrol aja, melepas rasa kangen. Temen abang juga cowok kog, buka cewek."Ucap Kevin berharap adiknya itu mau di ajak keluar.
"Emang kalau aku nurutin kemauan abang, abang mau ngasih apa ke aku?" tanya Alia.
"Nanti, pulangnya kita makan di kaffe. Gimana?" tanya Kevin.
"Oke deh. Iya udah abang nunggu di ruang tamu gih, aku mau ganti baju dulu."
"Jangan lama lama."Ujar Kevin.
"Iya bang."
Setelah itu, Alia pun menutup pintunya kembali. Dia segera mengganti bajunya dan tak lupa memakai hijab yang sedikit panjang. Ia juga memoles sedikit wajahnya agar terlihat lebih cerah dan cantik. Ia juga memoles sedikit lipstik agar bibirnya tak terlihat pucat. Setelah selesai ia pun segera pergi menemui Kevin yang sudah menunggu dirinya.
"Ayo bang." ujar Alia.
"Ijin dulu dong ke mama." ucap Kevin.
"Iya udah abang aja yang ijin, kenapa harus aku?" tanya Alia.
"Gak ah, takut di tanyain ini dan itu. Nanti di kira abang mau ketemuan sama cewek lagi. Mama kan gitu orangnya, kamu aja yang izin bilang mau jalan jalan bareng abang gitu." Jawab Kevin.
"Iya deh" Alia pun mengalah karena males debat. Ia pergi ke kamar mamanya.
"Ma?" panggil Alia dari luar pintu.
"Iya sayang." Jawab Shareen sambil membuka pintu.
"Aku mau jalan jalan ya bareng bang Kevin." Ujar Alia.
"Mau jalan jalan kemana sayang?" tanya Shareen.
"Kemana aja ma, sumpek di rumah terus." Jawab Alia.
"Ya sudah, tapi pulangnya jangan malam malam ya."
"Iya ma."
"Hati hati di jalan."
"Oke ma."
Setelah itu Alia pun segera menghampiri Kevin yang sibuk mengetak ngetik sesuatu di hp nya.
"Ayo bang." Ujar Alia.
"Sudah izin sama mama?" tanya Kevin.
"Sudah bang."
"Iya udah ayo."
Mereka berdua pun segera pergi dengan menggunakan sepeda motor.
"Jauh gak bang?" tanya Alia ketika mereka berdua sudah berada di jalan raya, Alia sedikit meninggikan suaranya di telinga Kevin, takut jika Kevin gak dengar omongannya.
"Gak kog, bentar lagi nyampek."Jawab Kevin santai.
"Oke deh."
Alia pun hanya pasrah, dirinya mau di bawa kemana oleh sang kakak.
ȷძ mᥲᥣᥱ ᑲᥲᥴᥲᥒᥡᥲ🤧
orang ke gitu mah g bisa menghargai karya orang lain,dikira bikin novel itu gampang.
smngat thor jngn dengerin orang yg cuma bisa ngomong💪🏾💪
lha ini uniknya ilang karena lupa ingatan
kalaupun di balikin keunikan nya ga nyambung juga soalnya lupa ingatan dan di vonis ga bisa balik ingat lagi soalnya ingatan nya...
mungkin ini penyebab like mu menurun