Aku yang baru saja menginginkan kehidupan normal setelah bebas dari penjara tiba-tiba terbangun di tubuh seorang Duchess jahat yang selalu hidup berfoya-foya dan menindas yang lemah. Bahkan Duke suaminya sendiri pun ia tindas, hanya karena pernikahan mereka yang terjalin karena pernikahan politik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon $MONEY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 12 Terlalu Berlebihan
Tidak terasa langit sudah menjadi gelap dikukung mendung malam hari. Sejak kepergian Philips dari kamar ini. Seketika jumlah pelayan yang di tugaskan menemani ku saat tidur menjadi bertambah. Jika biasanya para pelayan ini hanya akan berdiri di luar kamar bersama para prajurit, tapi kali ini di setiap sudut kamar ada seorang pelayan yang berjaga. Bahkan para kesatria juga terlihat mengepung kamar ini, seakan-akan aku sedang menjadi tahanan saja di rumah ini.
"Kalian bisa beristirahat di kamar kalian masing-masing, aku tidak suka jika saat aku tidur ada seseorang memperhatikan ku."
"Maafkan kami nyonya, kami akan tetap seperti ini sampai besok pagi!" sahut seorang pelayan
"Biarkan saja nyonya, ini keputusan yang terbaik bagi anda..." Betna angkat bicara
"Tapi aku tidak suka saat tidur di awasi..."
"Anda akan segera terbiasa nyonya, dan ini demi kebaikan anda walaupun kami bersikap lancang seperti ini, saya harap anda tidak mempermasalahkannya..."
"Bagaimana aku bisa tidur jika kalian semua menatapku dengan tajam seperti itu, dan kau juga Betna... Kembalilah ke kamar mu, bukankah kamu mengantuk?"
"Maaf nyonya, saya akan tetap berjaga di samping anda..."
"Apakah kalian semua mengabaikan perintahku?" kali ini aku berbicara dengan nada marah
Semuanya terdiam dan menundukkan kepala "Wa,walaupun anda bersikeras mengusir kami..."
"Diamlah Betna! Sepertinya akhir-akhir ini aku bersikap terlalu lembut pada kalian... Keluarlah kalian semua sebelum aku marah!" kesalku
Mereka semua tidak bergeming sedikitpun dari tempat masing-masing, agak kesal ya melihat mereka yang bersikukuh seperti ini. Walaupun aku sudah berusaha bersikap kejam tapi sepertinya tidak akan mempan. Hingga tanpa sadar tanganku menggapai vas bunga di meja samping kasur, dan melemparnya hingga pecah berkeping-keping. Semua pelayan dan kesatria yang berjaga terhenyak kaget, namun tidak juga pergi meninggalkan kamar.
Aku beranjak dari kasur dan menatap mereka dengan tatapan marah satu-persatu, yang anehnya mereka semua tetap tidak bergeming sedikitpun dari tempat masing-masing. Karena semakin kesal, sekali lagi aku melemparkan kali teko teh yang ada di atas meja ke sembarang arah. Dan membuat pecahan dari teko keramik tersebut melayang hampir mengenai wajah seorang pelayan. Aku sedikit kaget saat melihat pecahan keramik teko itu menancap di dinding sudut salah satu pelayan berdiri, seakan-akan menyilaukan Kilauan tajam.
"Kalian semua benar-benar membuatku marah!"
"Maafkan kami nyonya, kami tidak bisa meninggalkan anda sendirian..."
Belum selesai Betna berbicara, aku melangkah dengan cepat keluar kamar yang ternyata ada jejeran pelayan memenuhi lorong. Hanya karena aku kadang tidak sadar akan waktu, bisa-bisanya Philips bertindak seheboh ini, apa ada sesuatu yang tidak di katakan dokter padaku namun di katakan nya pada Philips.
Melihat kecemasan yang berlebihan ini aku menjadi semakin naik pitam nih, marah sangat aku pada Philips yang membuat para pelayan harus berdiri semalaman seperti ini hanya untuk mengawasi ku tidur. Sedangkan aku tidak suka jika diperhatikan oleh orang saat tidur, karena rasanya seperti akan ada yang menyakitiku jika insting ini merasa sedang di awasi.
"Dimana Philips sekarang?" tanya ku tanpa menyebut gelar Philips lagi
"Tu,tuan Duke ada di kamar beliau nyonya..."
Dengan langkah cepat aku segera menuju kamar tidur Philips di ikuti oleh seluruh pelayan. Rasanya saat berjalan di depan seperti ini, aku seperti menjadi kepala ular dan diikuti oleh para pelayan yang berjalan di belakangku secara memanjang. Setelah sampai di depan kamar Philips aku mendobrak pintunya, walaupun di bantu para penjaga di depan kamarnya untuk membuka pintu kamar sebesar ini. Philips yang sedang sibuk memeriksa tumpukan dokumen bersama kepala butler dan kesatria tanpa nama, terlihat kaget dengan kedatangan ku.
Aku hanya menunjuk ke arah para pelayan yang berbaris saat mereka menatapku penuh tanya "Apa-apaan ini semua?"
"Apakah mereka melakukan kesalahan?"
"Ya, mereka melakukannya... Mereka membuat saya tidak bisa istirahat karena mereka berdiri seperti patung di setiap sudut kamar saya!"
"Tapi mereka diperintahkan langsung oleh ku... Maafkan aku istriku, jika itu membuatmu tidak nyaman!"
"Kalau begitu, perintahkan mereka semua kembali ke kamar masing-masing, karena saya ingin istirahat dengan tenang..."
"Tidak! Itu tidak bisa kulakukan... Mereka semua harus mengawasi mu sepanjang malam, aku tidak ingin terjadi apa-apa denganmu istriku!"
"Kalau begitu tempatkan satu orang saja..."
"Tidak! Aku tidak akan merasa cukup hanya dengan menempatkan satu orang saja di sisimu!"
"Tapi keberadaan mereka membuat saya terancam..."
"Mohon ampuni kami nyonya... Maafkan kami yang hina ini telah membuat anda merasa terancam..." Mereka serempak berlutut
"Aku akan memberikan mereka hukuman esok paginya karena telah membuatmu merasa terancam... Tapi kamu harus kembali ke kamar dan istirahat istriku!"
"Tanpa mereka."
"Tidak bisa, mereka harus mengawasi..."
"Yasudah, kalau begitu aku akan tidur disini lagi malam ini." Aku berteriak dengan lantang dan segera beranjak menaiki kasur
"Tapi..."
"Kenapa? Anda juga harus merasakan rasa tidak nyaman dan di awasi saat tidur seperti yang saya rasakan"
"Istriku! ini semua demi kebaikanmu... Sekarang kembalilah ke kamar mu bersama para pelayan!"
"Tidak akan!" Aku menutupi seluruh tubuhku dengan selimut
"Baiklah, baiklah... Aku akan mengurangi jumlah pelayan yang akan menjagamu di kamar..."
"Sebelum mereka semua disingkirkan dari kamar saya, saya tidak akan kembali ke kamar."
"Tapi kamu juga akan merasa terganggu jika tidur di sini..." kata Philips memerintahkan para pelayan mengambil posisi masing-masing
"Apa-apaan lagi ini!" kesalku saat para pelayan bergegas mengambil posisi
Sumpah aku benar-benar di buat kesal hanya karena ingin tidur dengan tenang oleh Philips "Ka,kalian..." akhirnya aku hanya bisa kesal dan kesal
"Kembalilah ke kamarmu istriku agar kau bisa beristirahat dengan lebih nyaman... Semua ini kulakukan karena dokter mengatakan jika ada kemungkinan efek samping obat yang kau minum juga akan mempengaruhi emosi mu!" Sekarang aku paham
Aku masih bersikeras akan tidur di kamar Philips, karena aku menebak dengan pasti jika Philips juga akan merasa tidak nyaman jika tidur dengan pengawasan ketat seperti ini. Tapi anehnya dia naik ke atas kasur dengan tenang, setelah memerintahkan kepala butler mengangkut beberapa dokumen ke ruang kerjanya. Sekarang Philips malah benar-benar akan tidur dengan pengawasan seketat ini.
"Baiklah jika kau yang memaksa..." Mungkin karena emosiku benar-benar hilang kendali, aku naik ke atas tubuh Philips dan menempelkan bibir ku ke bibirnya "Sekarang usir semua pelayan ini..."
"I, istriku apa yang kamu lakukan?" Dia terlihat kelabakan dan malu, karena di perhatikan oleh para pelayan
Karena Philips belum juga memerintahkan para pelayan untuk keluar, sekali lagi aku menempelkan bibir ku ke bibirnya kali ini dengan lebih lama, sampai akhirnya para pelayan bergerak keluar kamar. Setelah pintu kamar kembali di tutup aku menarik bibirku dan tersenyum puas karena sekarang tidak ada satupun lagi pelayan yang tersisa. Tapi entah kenapa emosi ku malah berbelok menjadi hasrat yang tidak bisa di prediksi.
Karena terpancing dengan reaksi kaget Philips untuk yang ketiga kalinya aku menempelkan bibirku ke bibirnya lagi dan kali ini agak berbeda, karena aku memintanya membuka mulut dengan gerakan lidahku. Tidak beberapa lama setelahnya kami berdua terlarut dalam suasana panas ini dan terus saling membalas ciuman satu sama lain. Walaupun sosok Philips yang gendut dan tidak rupawan, ternyata bibirnya sangat lembut dan manis hingga membuatku terlena dan ingin lebih.
"Enak..." gumamku setelah ciuman kami terlepas
padahal di tunggu2 update nya🙏🙏🙏
kapan up ?
ceritanya seru.
ku beri sekuntum mawar untkmu thor.