NovelToon NovelToon
Melawan Restu

Melawan Restu

Status: tamat
Genre:Cinta Murni / Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Keluarga & Kasih Sayang / Chicklit / Tamat
Popularitas:139.9k
Nilai: 5
Nama Author: Novi rahajeng

Setelah dua tahun tak pernah bersua, akhirnya Anneta bertemu kembali dengan kakak angkatnya, Brian Leonard Marsello di acara pameran tunggal pertamanya.

Sejak pertemuan itu, hubungan antara keduanya semakin dekat sampai timbul benih-benih cinta pada diri Anne. Namun, perbedaan keyakinan, budaya serta penyakit yang pernah diderita Brian, membuat hubungan mereka di tentang oleh keluarga Anne.

" Meski aku tak bisa melawan restu sang semesta, setidaknya kamu adalah langitku dan satu-satunya wanita yang aku cintai sampai akhir nafas ini."

" Aku tak pernah tahu bagaimana semesta dalam menuliskan kisah cintaku. Alih-alih bisa melupakan masa lalu, aku justru terus terjerat di dalam belenggu cinta masa lalu. "

Akankah Anne dan Brian bisa mendapatkan restu serta bersatu dalam satu keyakinan dan dunia yang sama?

Follow ig author : Novi_Rahajeng08

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi rahajeng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MR Bab 12 : Cinta dalam diam

" Kak ... Kak Brian ..." panggil Anne saat melihat Brian hanya diam saja sejak tadi. Bahkan sampai makanannya pun belum ia sentuh.

" Iya, ada apa?" tanya Brian bingung.

" Makanannya jangan dianggurin lama-lama, kasihan dia mai segera di makan," canda Anne seraya menunjuk makanan Brian.

" Oh, iya."

Brian hanya bisa menghembuskan nafas panjang tatkala apa yang ia bayangkan sejak tadi, tidak terjadi secara nyata.

Anne ... Jika kamu tahu kalau aku menyukaimu dalam diam, apakah kamu akan tetap bersikap seperti ini saat bersamaku? Atau justru menjauh?

Meskipun jarang bersama, diam-diam Brian sering mencari tahu soal Anne. Jadi, dia tahu kalau Anne belum pernah menjalin sebuah hubungan dengan seorang pria.

" Anne, boleh aku bertanya sesuatu?"

" Boleh," jawab Anne dengan tersenyum.

" Emm ... sepertinya tidak jadi."

"Kak Brian!" kesal Anne saat Brian mulai iseng kembali.

" Katakan atau aku akan marah sama kakak!" ancam Anne. Namun, Brian hanya menggeleng dan melanjutkan makannya. Membuat Anne semakin merasa kesal, dia adalah tipe orang yang tidak suka di buat penasaran.

" Membuat orang penasaran itu, nanti bisa bintitan lho! " ketus Anne yang asal nyeplos. Entah, dapat kalimat dari mana, intinya kata itu yang spontan melintas dalam pikiran Anne.

" Apa itu?" tanya Brian dengan dahi berkerut.

" Tau, ah. Pokoknya cepat bilang atau___" Anne sudah bangun dari tempat duduknya bersiap untuk pergi.

"Oke ... Oke ... duduklah," ujar Brian dengan tangan yang menyuruh Anne untuk duduk kembali.

Setelah melihat Anne duduk kembali ke tempatnya, Brian mulai membuka pembicaraan.

"Begini, misalnya ... jika ada seorang pria yang menyukaimu. Tapi, kalian berbeda keyakinan, apakah kamu akan menerimanya?" tanya Brian dengan wajah serius. Begitupun dengan Anne yang antusias mendengarkan.

" Beda keyakinan?" ulang Anne dan di angguki oleh Brian.

" Tergantung, "jawab Anne singkat.

" Hanya begitu? "tanya Brian memastikan lagi. Masak iya, Anne hanya menjawab dengan satu kata tergantung? Tidak ada penjelasannya lagi?

Anne tersenyum.

" Lagian ... Kenapa Kakak bertanya seperti itu? Apa jangan-jangan kakak suka dengan gadis beda keyakinan ya ... " goda Anne semvari menggoyangkan garpu ya ke arah Brian.

Beginilah Anne, selalu saja bercanda jika di ajak serius.

" Jelaskan dulu jawabanmu tadi," desak Brian. Sedangkan Anne hanya mencebik.

" Ya ... Tergantung karena kita itu hidup di dunia yang penuh dengan perbedaan sehingga tidak dapat di pungkiri jika akan ada hal seperti itu terjadi. Untuk aku pribadi, no problem. "

" Jadi kamu akan menerimanya?" tanya Brian yang masih bingung dengan jawaban Anne.

" Em ... Bisakah jika tidak membahas soal itu?"

" Why? "

" Karena____" Anne jadi bingung mau menjawab apa. Jangankan menerima yang beda keyakinan, yang sesama saja belum pernah.

Melihat Brian yang seperti sedang menunggu jawaban darinya, membuat Anne menjawab sebisanya saja. Toh, Brian juga kakaknya sendiri.

" Jika aku tidak menyukainya tentu akan aku tolak."

" Jika kamu mencintainya?"

" Mungkin bisa di bicarakan. sudahlah ... Jangan membahas soal seperti itu karena sangat sensitif," tukas Anne dengan wajah yang mulai tidak nyaman.

Apa arti dari kata bisa di bicarakan?

Selesai makan, Brian segera mengantarkan Anne pulang ke rumah. Sedangkan ia, harus bertemu dengan seseorang.

...***...

Keesokan paginya, selesai bersiap-siap. Anne segera turun ke lantai bawah untuk sarapan bersama dengan Papa Mamanya.

" Selamat Pagi, Ma ...," sapa Anne seraya menarik sebuah kursi untuk ia duduki.

" Selamat pagi juga sayang," sahut Mama Dira. Melihat anak dan Ayah yang masih perang dingin, tanpa saling sapa satu sama lain. Membuat Mama Dira merasa canggung dan aneh. Pasalnya, mereka tak pernah bersikap seperti ini sebelumnya.

" Di hari weekend kok kamu sudah rapi sekali, Anne? Mau kemana?" Mama mencoba membuka pembicaraan agar suasana di meja makan lebih mencair sedikit.

" Oh, mau ke tempat pameran dong, Ma. Hari ini akan ada tur dari anak-anak sekolah seni," ujar Anne.

" Kok ke tempat pameran lagi? Memangnya kakimu sudah tidak tidak sakit buat beraktivitas terus-menerus?"

" Enggak kok, Ma. Lagian, banyak beraktivitas itu justru akan memacu otot-otot dan persendian agar tidak kaku. Jadi, Mama nggak usah khawatir."

" Beneran? " tanya Mama Dira yang sedikit ragu.

Anne mengangguk." Iya, Ma. Jadi, Mama Nggak usah terlalu cemas. Lagian, Anne tidak bekerja keras atau banyak gerak kok. Hanya menyambut kedatangan mereka saja. " Anne mencoba mencari alasan agar Mamanya tak terlalu cemas dan menghalangi dirinya untuk pergi.

Selesai Makan, Mama Dira terus memberi kode agar Papa Ken segera memberitahu keputusannya agar hubungan mereka kembali seperti semula. Sejak penolakan Papa Ken beberapa hari lalu, serta tak ada pembicaraan yang mengarah tentang persetujuan kuliah ke luar negeri, Anne jadi bersikap lebih dingin.

" Anne," panggil Papa Ken tatkala Anne baru beranjak dari tempat duduknya.

"Ada apa, Pa?"

" Bisakah duduk sebentar? Ada yang ingin Papa bicarakan," pinta Papa Ken.

Anne sedikit ragu antara duduk atau pergi karena dia sudah waktunya untuk berangkat ke tempat pameran. Saat melihat Anne sedikit bingung, Mama dira segera memberi kode dengan matanya agar Anne duduk.

" Memangnya mau bicara apa, Pa? Soalnya Anne sudah buru-buru. Kalau___"

" Apa kamu masih mau ikut pertukaran mahasiswa itu?" sela Papa Ken.

Mendengar kata pertukaran mahasiswa, membuat Anne seketika mengangguk.

" Kalau kamu masih mau, silahkan duduk dulu." Anne segera duduk kembali ke kursinya.

Melihat tingkah Anne yang begitu patuh , membuat Papa Ken ingin tertawa.

" Setelah Papa pikir-pikir kembali, Papa akan___" Papa Ken sengaja mengehentikan ucapannya agar sang putri menunggu terlebih dulu. Dan benar saja, Anne terlihat sangat antusias mendengarkan dan menunggu kelanjutan ucapannya.

"Akan apa, Pa?" tanya Anne yang sudah penasaran dengan keputusan Papanya. Semoga, keputusan itu adalah kabar gembira.

" Papa akan mengizinkan kamu ikut tapi___

" Hore ... " sorak Anne tanpa menunggu Papa Ken menyelesaikan ucapannya. Anne segera berjalan menghampiri Papa Ken dan menghujani wajahnya dengan ciuman bertubi-tubi. Anne sudah seperti orang yang mendapatkan jackpot. Sedangkan Mama Dira hanya bisa tertawa terbahak-bahak melihat tingkah menggemaskan putrinya serta wajah pasrah suaminya.

"Anne ... Berhenti! Wajah Papa bisa kusut!" titah Papa Ken agar sang putri berhenti menciumnya.

Melihat wajah Papa Ken penuh dengan noda bekas lipstik membuat Anne dan Mama Dira tertawa bersama.

" Kenapa kalian tertawa sampai segitunya? Apa ada yang lucu?"tanya Papa Ken yang masih dalam mode bingung. Sedangkan Mama dira dan anne mengangguk bersama.

" Sudah, jangan ketawa lagi. Kamu boleh mengambil program itu, tapi dengan syarat! " tukas Papa Ken.

" Kenapa masih ada syaratnya sih, Pa? "rengek Anne. Wajah bahagianya seketika menjadi cemberut.

" Ya ... Kamu mau apa tidak? Kalau tidak ya...

" Mau ... Mau ...," potong Anne yang tidak ingin kehilangan kesempatan langka itu.

" Papa akan setuju asalkan ada seorang asisten sekaligus bodyguard untuk menjaga kamu di sana selama 24 jam! " Semua itu, Papa ken lakukan juga demi kebaikan dan keselamatan Anne. Dia tahu bahwa putrinya itu belum pernah hidup sendiri, apalagi di negeri orang.

" Apa?! " teriak Anne yang terkejut tatkala mendengar syarat dari Papanya. Padahal, Anne sudah berangan-angan untuk bisa hidup mandiri dan bebas. Namun, semua angan-angan itu seakan sirna tatkala mendengar kata asisten sekaligus bodyguard yanga akan menjaganya selama 24 jam.

" Anne tidak salah dengar 'kan, Pa?" Anne mencoba memastikan kembali.

Papa Ken menggeleng yang menandakan bahwa dia serius dengan ucapannya. Tubuh Anne seketika melemas, ia melirik ke arah Mamanya seakan minta bantuan. Namun, Mama Dira justru memberikan kode bahwa dia harus setuju.

...****************...

1
falea sezi
dia bakal dpet bidadari surga bukan wanita kayak annete yg ortunya sombong
Eka Widya
pangerankah..
Eka Widya
nahkan..nahkan mama dira jd curigation kan pa.bagaikn makan buah simalakama
Eka Widya
baru pertama mampir ke karya kak novi.tapi langsung d buat nano2 rasanya...sukses kak😊😊😊
Mega
bukan jah hudup itu terus berjalan,,,,???? cinta boleh tp jgn jd kan cinta untk membelnggu masa lalu terus,di sini lah letak ke dewasaan seseorang akan di uji,sanggup apa menyerah,,,, dan tanda2nya anne tidak sedewa sm yg selallu di omongkan,,
Mega
bagus
Mega
justru aku malah menunggu kelanjutannya antara pangeran dan anne thorr,,,
Mega
justru dgn km pergi mlh km memupuk dosa anne,ingat skrg km adalah istri,maaf dalam ajaran islam istri keluar rumah tanpa ijin dr suami hukumnya udh jelas,lalu km dgn se enaknya pergi bgtu saja dgn alasan menenangkan fikiran km,lalu buat apa km punya keyakinan kl km meninggal kan ajaran dr keyakinan km,terpaksa atau tidak,suami itu hukumnya wajib di hormati dan di layani,,,,
Mega
dan bener2 terjadi sptri apa yg papanya anne katakan,bagai mana kl anne sudah menikah sm brian dan anne di tinggal untuk selama2nya, sptri itu lah mkn perasaan papa anne,tp istrinya sendiri berfikir beda,lalu skrg kl terjadi mau ngomong apa,,, anne mau bunuh diri atau depresi di tinggl suami pdhl cintanya sudah mati,maaf bukan menghujat tp dorongan moril dr keluarga jg penting buat brian,tp tidak di haruskan menikah jg dgn anne karna kondisinya jg udh kelihatan,untngnya brian sadar sndri dan melepaskan anne,coba kl brian memaksa,apa malah ngk jd kacau di tengah2 ijab brian sekarat,,, jd segi positifnya itu ortu pasti melakukan yg terbaik buat anak,kl ortunya bener2 sayang sm anak dan keluarga yg sptri papa anne ini,bukan memaksa tp mem flesbek penggalaman pribadi buat pelajaran,dan mmg itu pasti banyak rintangan,tp lihat semua apa yg papanya anne lakukan terbukti bukan omongkosong dan isapan jempol,,,
Mega
nah skrg km faham kan anne,ortu dan keyakinan km jg udh jelas,lalu km akan melawan takdir yg sudah jelas,silakan kl km mau melawan,tp itu jg ada konsekkuensinya,,,,
Mega
memang cinta tdk bisa memilih dan jg jagan salahkan cinta mau berlabuh pd siapa. tapi perlu di ingat jg,kita sndri yg bisa mengngontrol dan mengngedalikan cinta itu,banyak ko novel2 yg lain hanya karna cinta mereka melawan ortu dan ujung2nya jg hancur,,,, mmg ngk tau ke depannya sptri apa,tp 1 hall yg pasti,kepercayaan kita itu lebih mulia drpd cinta buta,cinta mati itu hanya kepada tuhan kita bukan terhadap sesama manusia,jd kita sbgai bembaca dan punya keyakinan pasti faham lah,,,,, tidak akan ada ujungnya kl pd saling mempertahan kan keyakinan masing2,karna pd dasarnya jg setiap keyakinan melarang pernikahan beda keyakinan,,,,
꧁✯☞︎︎︎𝘼𝙇𝙒𝙄𝙇☜︎︎︎✯꧂
no komet
꧁✯☞︎︎︎𝘼𝙇𝙒𝙄𝙇☜︎︎︎✯꧂
Bye jgk Kak Nov.
smoga Di Novel Anne Yg Slanjutnya Tdak Mnguras Air mata ku lagi.
Capek tau kak nangis trus.
Tpi ya. gomana ya. gk Nangis Jgk Gk Bisa. airmata klao Udah Kluar Gk Bisa di Tahan.🥺
꧁✯☞︎︎︎𝘼𝙇𝙒𝙄𝙇☜︎︎︎✯꧂
Baguslh Anne qm pergi.
Qm memang prlu mnenangkan Hati Dan Pikiran mu Lbih dulu.
.
Kalo Pangeran Stia Dan Tulus mncintaimu.
dia Pasti akn Mnunggu mu smpai Qm kmbali. Ntah Itu Kpan. aq jgk tdk tau
꧁✯☞︎︎︎𝘼𝙇𝙒𝙄𝙇☜︎︎︎✯꧂
nah itu tu hukuman buat ppa ken.
sana pergi cari kamar lain🙄
꧁✯☞︎︎︎𝘼𝙇𝙒𝙄𝙇☜︎︎︎✯꧂
Slmat jlan Brian.
smoga Allah mnempatkn Mu Di Syurganya.
Bahagia lah Qm Di Sana.
Skrang qm sdah tdak sakit lagi.
.
.
Bner bner mnghabiskan Tisu🥺
Tukanghalu(Ig:Novi_Rahajeng08): Maafkan daku 🤭🙏
total 1 replies
꧁✯☞︎︎︎𝘼𝙇𝙒𝙄𝙇☜︎︎︎✯꧂
Jujur. ini hanya Novel dan Hanya Tulisan Tnpa Visual Aktor.
tpi knpa Mampu Mmbuat Air mata ini Trus Mngalir.
Dan Dada Ini Jgk Bgitu merasa sngt sesak sekali.😭😭😭😭😭😭😭
Tukanghalu(Ig:Novi_Rahajeng08): Berarti anda menghayati
total 1 replies
꧁✯☞︎︎︎𝘼𝙇𝙒𝙄𝙇☜︎︎︎✯꧂
ini sih Bner bner Mnguras Ksbaran Dan Air mata🥺🥺🥺
꧁✯☞︎︎︎𝘼𝙇𝙒𝙄𝙇☜︎︎︎✯꧂
gak mungkin kan Itu Pangeran
꧁✯☞︎︎︎𝘼𝙇𝙒𝙄𝙇☜︎︎︎✯꧂
Pergi sna yg jauh Anne😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!