NovelToon NovelToon
The Secret Of The Blood Moon

The Secret Of The Blood Moon

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Romansa Fantasi / Action
Popularitas:158.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ananda Dina oktafia

Yang dia inginkan hanyalah kehidupan normal sama seperti yang lainnya, sesekali ia berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan keinginan sederhananya namun masih juga di abaikan.

Sejenak ia berhenti bertanya pada mereka yang memburunya, ia selama ini lari dari tanggung jawab namun saat ia lelah ia berhenti berlari, berbalik kemudian menyambut mereka.

"Saya lelah jadi akhiri saja di sini"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Dina oktafia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Aku, Tapi Mereka (2)

Amarah serta hasrat ingin balas dendam rupanya sudah tak bisa lagi mereka tahan, tanpa di beri aba-aba pun mereka langsung melakukannya sendiri, "GAAAH... APA YANG KALIAN LAKUKAN HAH!!" teriak Teo saat tiba-tiba saja dirinya diikat dan kemudian di sumpal dengan sebuah kain di mulutnya.

Tatapan penuh kebencian mulai menguasai siapa saja yang ada di hadapannya, "Mati saja kau" mungkin itulah yang mereka pikirkan saat melihat sosok yang sangat mereka takuti juga sangat mereka benci sudah tidak berdaya lagi, "Ini hanya permainan bagimu, tapi tidak bagi kami" dan semuanya pun menjadi kalap serta menghajarnya habis-habisan.

Rasa benci yang terpendam sekian lama mulai menguasai diri mereka saat ini, senyuman yang mengembang jauh lebih menakutkan dari apa yang di bayangkan, mata merah menahan amarah di tambah dengan gertakan gigi yang menandakan kalau mereka sudah tidak tahan menjadi pemandangan yang menarik bagi seorang gadis kecil di sana, "Hehehe" hanya dengan melihatnya tersiksa saja sudah membuat Nana bahagia.

Namun di sisi lain ia juga sedikit kasihan, "Kenapa yah?" gumam Nana mulai bangkit dari duduknya serta melangkahkan kakinya mendekat ke arah Teo yang sudah babak belur namun masih menjadi samsak mereka.

"Bagaimana?" tanya Nana menghentikan mereka semua dalam menghajar Teo.

"I-ini sangat menyakitkan, maafkan aku... ampuni aku..." rengek Teo yang nampaknya sudah tak mampu bersikap sombong sama seperti sebelumnya, saat mengedarkan pandangannya ke sekitar Nana hanya mendapati tatapan penuh kebencian masih saja menguasai mereka, "Apa boleh buat" gumam Nana mulai berjongkok.

"Aku ingat, waktu itu kau yang mendorong mereka jatuh ke sana bukan?" gumam Nana melirik ke arah jurang yang membuat semua orang terbelalak kaget, mengingat jurang dimana saat ini mereka berada merupakan lokasi dimana rekan mereka tewas, "I-itu bukan ulahku" layaknya pencuri yang kepergok warga Teo masih saja mengelak padahal hanya dengan melihat raut wajahnya saja sudah bisa di pastikan kalau dialah pelakunya.

"Hari itu, saat kalian membantai semua orang di tempatku aku melihat orang yang membantai itu dilarak ke sini baru kemudian di dorong sampai ke sana" ujar Nana mulai menjelaskan runtutan peristiwa yang sangat tidak ingin ia ingat, "Lalu kau berteriak 'Ah sialan... aku benar-benar tak bisa menahannya lagi, aku benar-benar senang' begitu katamu, apa kau ingat?" gumam Nana mulai membawa Teo pada saat dimana ia mendorong ketiga rekannya sampai tewas di jurang.

"I-itu hanya kecelakaan" kata Teo masih mengelak, perlahan tapi pasti tatapan mereka yang semula hanya kebencian biasa kini semakin tertumpuk hingga membentuk kebencian yang luar biasa, "Oh benarkah? bagaimana kalau kali ini juga kecelakaan?" kata Nana menatap Teo dengan tatapan menyeringai.

"A-apa maksudmu... " ketakutan setengah mati, "Bukan aku, tapi mereka" mengalihkan pandangannya ke sekitar pada mereka yang sudah bersiap-siap untuk melanjutkan aksinya.

"GAAAAHHH...." tanpa aba-aba mereka langsung membawa Teo sampai ke ujung jurang, "HEY HENTIKAN!!!! KALIAN TIDAK BISA MELAKUKAN INI!!! HENTIKAN!!!" teriak Teo meminta pengampunan namun semuanya sudah terlambat, hanya dengan satu dorongan ia pun langsung jatuh.

"AWAS!!" namun di saat yang bersamaan Nana melihat ada sebuah peluru meluncur tepat melaluinya dan langsung menembus jantung Teo barulah Teo jatuh ke jurang, "S-siapa?" wajah Nana menjadi pucat.

CRASHH...

"K-kalian" meski mampu bergumam ia sama sekali tidak bisa bertahan lama, penderitaan yang ia alami benar-benar membuat sosok yang saat ini tersenyum lebar menjadi puas, "Ah rasanya sangat nikmat" gumam meeeka yang merasakan adanya kepuasan dalam diri mereka masing-masing, namun lain halnya dengan Nana "Apa-apaan tadi, siapa yang melakukannya? apakah ini di sengaja atau-" mulai berpikir macam-macam.

"Dan dia-" Nana pikir ia akan bisa melihat sedikit kehidupan Teo namun saat ia melihatnya, "Ah sial dia sudah mati" saat ia melihatnya Teo sudah terlebih dahulu tewas.

Setelah melenyapkan parasit itu Nana memutuskan untuk kembali ke pemakaman keluarganya untuk merawat mereka namun ia di halangi.

"Tunggu sebentar" ujar Laura menghentikan Nana yang kini menatapnya datar, "Ya?" memiringkan kepalanya, "Ke-kenapa kau-" menghentikan kata-katanya saat Nana langsung menyerobot kesempatannya untuk menjelaskan, "Semua orang ingin dia mati tak terkecuali dengan kalian yang juga punya dendam bukan? jadi gampang saja dia sudah tidak ada jadi kalian seharusnya sudah puas kan? atau jika memang kalian belum puas kalian bisa mengambil jasadnya laku mencabik-cabik nya atau bahkan memberikannya kepada binatang buas itu pasti akan menyenangkan bukan?" ujar Nana yang langsung membuat siapa saja yang mendengarnya pucat.

Sisi kegelapan yang haus akan dendam membuatnya menjadi sedikit gila, "Rasanya sangat menyenangkan melihat dia sekarat tadi" sambung Nana tersenyum lebar yang semakin membuat Laura ketakutan, "K-kau" menjaga jarak.

"Jadi? apa kau masih ingin menghalangiku?" gumam Nana mendekatkan dirinya pada Laura yang langsung menjaga jarak begitupun dengan orang-orang di sana, "Nah begini baru bagus" kata Nana yang girang akan apa yang ia dapatkan.

"Ternyata menjadi orang yang di takuti lumayan juga" pikir Nana dalam hati saat melihat mereka semua menatapnya dengan penuh rasa takut.

Meski di sisi lain ia juga memikirkan tentang peluru yang menewaskan Teo tadi, "Siapa sebenarnya orang tadi?" pikir Nana mengedarkan pandangannya ke sekeliling namun tak menjumpai orang yang mencurigakan.

1
rista angel
sangat ironis
rista angel
kok bisa ya
rista angel
bkenapa jadi pada bingung
rista angel
rasa benci memang bisa menguasai siapapun. tak terkecuali
rista angel
menghilang tanpa jejak. apa jangan jangan diculik kunduruwo?
rista angel
bagaimana cara nana berhasil masuk
rista angel
akan kah ia mampu?
Kinara (Hiatus)
Semangat.... 😁
mahesa
udah bom vote kak 66
mahadheva
mampir vote
sangga
boom vote
Chaca Lee💗
kalimatnya rancu
vina
boom like untuk author semangat terus yah ngetiknya. ditunggu feedback-nya di ELANG untuk ALAN 🙏
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
semangat terus Kak Dina 😍😍😍😍😍😉😉😉
🕷yeni²🕸
mampiirr
🕷yeni²🕸
mampir
🕷yeni²🕸
oks
🕷yeni⁴🕸
lagi
🕷yeni⁴🕸
ok
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
semangat selalu ya kak Dina
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!