Pertemuan pertama yang tidak mengenakan di toilet cewek dimana seorang cowok bernama Revan Sanjaya tengah bersembunyi dari kejaran fans cewek yang memujanya tanpa dia sadari di toilet ada seorang gadis kecil yang bernama Kiara Putri, setelah menyadari ada seseorang dia meminta bantuannya karena tidak melihat reaksi apapun dari gadis itu dia yang ada malah sikap cuek yang diberikannya sehingga Revan merasa tertarik dengannya dan langsung mengajaknya menikah tetapi ditolah. Sehingga suatu kejadian yang mengharuskan mereka menikah. Apakah Kiara akan menerima pernikahannya dan belajar mencintai Revan? atau dia akan membencinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jenar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 12
Assalamu' alaikum Wr. Wb.
Selamat membaca semuanya.
----------
baru 5 melangkah sudah ada segerombolan cewek yang berteriak histeris melihat Revan dan langsung menyamperin mereka, Revan yang melihat Ara ketakutan memeluknya dan mengenggam tangan kanannya.
“ Revan.” Panggil salah satu cewek dari ketiga cewek yang bersamanya memakai pakaian seksi yang memperlihatkan sebagian lekukan tubuhnya, lalu Revan dan Ara menghentikan langkahnya melihat kearah sumber suara.
“ Donita.” Ucap Revan yang mengenal cewek itu.
“ Van ngapain ada di sini?.” Tanya donita setelah berada didepan Revan.
“ Jalan-jalan.” Jawab Revan.
“ Kenapa gak ajak aku sih Van kalau mau jalan-jalan.” Ucap Donita manja.
“ Maaf ya Nit inikan malam minggu jadi aku gak bisa ngajak kamu.” Ucap Revan sambil melirik ke arah Ara dan diikuti Donita.
“ Van siapa cewek ini? kenapa dia pake pegang-pegang lu Van? .” Tanya Donita dengan wajah kesel melihat gengaman tangan Ara dan Revan lalu dia berjalan ingin melepas gemgaman itu, tetapi gengaman itu semakin kuat.
“ Nit kamu apa apa sih, dia itu calon istri saya.” Jawab Revan tidak suka dengan apa yang dilakukannya dan membuat semua orang yang berada disana terkejut mendengarnya.
“ Kamu itu yang apa apaan Van, bergandengan dengan cewek lain didepan calon istrimu. Aku calon istrimu bukan dia, ingat kita sudah di jodohkan.” Bentak Donita dan berusaha untuk menampar Ara, tetapi langsung dicegah oleh Revan.
“ Kak Revan.” Ucap salah satu cewek yang baru datang karena melihat kerumunan orang sedangkan Revan hanya melihat sebentar kearah orang yang memangilnya barusan.
“ Dengarin ya Nit kamu itu sudah saya anggap sebagai adik saya sendiri, jadi jaga kelakuan kamu jangan sampai hubungan kita rengang karena kelakuanmu sendiri.” Ucap Revan dingin dan tegas dengan tatapan mata tajam dengan wajah datar.
“ Tu lihat calon istrimu marah, lu perkenalkan cewek lain dihadapan dia. Apa lu selalu saja seperti itu kalau bosan tidak dibuang?” Tanya Ara berbisik di kuping Revan membuat Revan terkejut mendengarkan ucapanmya.
“ Saya tidak seberengsek itu, saya menghargai wanita seperti saya menghargai ibuku sendiri. Jadi jangan berfikir macam-macam tentangku sayang, perlahan kamu akan mengetahui semua tentangku.” Ucap Revan serius sambil menatap Ara meyakinkan.
“ Van kita itu sudah dijodohkan sama kedua orang tua kita, sehingga aku harus mengingatkanmu lagi agar kamu tidak lupa. Aku akan kasih tau ini semua ke orang tuamu, kalau cewek ini sudah mengodamu.” Ucap Donita berteriak karena tidak bisa lagi menahan marahnya.
“ Dia tidak pernah mengodaku sama sekali, justru saya yang mengodanya, bahkan saya yang memaksanya untuk menjadi calon istriku dan hanya dia yang akan menjadi istriku selamanya tidak ada yang lain. Kalau sampai ada yang mencelakai calon istriku dia akan menerima akibatnya dan untuk urusan kedua orang tua kita yang kamu bilang menjodohkan kita itu urusan mereka, saya bahkan tidak pernah mendengar ataupun orang tuaku membahas soal perjodohan sama saya. Kalaupun kita dijodohkan saya akan menolaknya, karena kita dibesarkan bersama dan saya menyayangimu sebagai adik saya tidak lebih dari itu.” Ucap Revan dingin dengan wajah datarnya serta tatapan mematikannya seolah ingin membunuh mangsa yang berada di depannya membuat semua orang menundukkan kepala takut.
“ Ini semua pasti gara-gara diakan, dasar perempuan j****g perebut calon suami orang. Sudah berapa cowok yang lu tidurin hah.” Ucap Donita dengan emosi yang mengebu-gebu.
“ Apa aku salah dengar, kamu gak ngaca apa dengan penampilan kamu sendiri. Liatlah pakaianmu seperti itu apakah pakaianku yang seperti ini bisa mengoda cowok.” Ucap Ara santai tetapi berbeda dengan Donita yang merasa dirinya telah dipermalukan didepan umum sedangkan Revan disampingnya tersenyum senang dia melepaskan genggamannya, lalu menarik pinggang Ara agar lebih dekat lagi dengannya dan mencium bibirnya Ara didepan umum. Ara kaget mendapatkan serangan tiba-tiba dan berusaha memberontak agar ciuman mereka terlepas, tetapi tengkuk kepalanya ditahan dengan satu tangan Revan, jadi dia hanya pasrah sampai Revan menghentikannya.
“ Sayang bibirmu manis banget aku suka, kamu harus menjaganya untukku jangan sampai ada yang mencicipinya selain aku.” Ucap Revan di telinga Ara setelah melepaskan ciumannya, lalu dia mengigit kecil telinga Ara. Hal itu sukses membuat wajah Ara yang putih menjadi merah seperti tomat dan semua orang yang sedang memperhatikan mereka terkejut karena mereka tidak menyangka bahwa Revan akan melakukan hal itu didepan umum, bahkan tidak pernah terdengar bahwa Revan sedang dekat dengan cewek manapun karena sifatmya itu yang selalu dingin, cuek, bermuka datar serta tidak peka dengan perasaan orang lain atau mau menang sendiri.
“ Lu berani banget main cium gue sembarangan, awas aja akan gue buat perhitungan sama lu.” Ucap Ara geram.
“ Aku tunggu sayang hukumanmu, pasti akan lebih mengasikkan.” Ucap Revan lalu agak menjauh wajahnya dengan bibir yang tersenyum, tetapi tangan tetap erat merangkul pinggang Ara.
“ Apa apaan kamu Van, apa kamu gak takut entar ada yang masukin foto kalian bahkan vidio kalian ke media sosial.” Ucap Donita.
“ Udahlah Nit gak usah dilanjutkan lagi, apa kamu gak malu menjadi pusat perhatian banyak orang sekarang.” Ucap Revan menghentikan perdebatan yang bisa di pastikan tidak akan selesai dan yang pastinya melihat sekelilingnya banyak orang melihat ke arah mereka.
“ Oiya saya gak takut kalau foto maupun vidio ini tersebar malah bagus mereka bisa melihat bahwa Revan Sanjaya sudah mempunyai calon istri yang begitu cantik.” Ucap Revan dengan mengelus pipi Ara dan tatapan mata yang begitu dalam membuat semua orang tidak percaya dibuatnya, bahkan mereka melihat tatapan mata tulus dengan penuh kasih sayang.
“ Tapi Van kamu lihat perempuan seperti apa yang kamu pilih ini, tidak ada sopan santun dan lihat pakaiannya tidak bermerek pasti dia cuman mau mamfaatin kamu aja.” Ucap Donita ingin membalas ucapan Ara dengan memanas manasin dan Revan langsung melihat ke arah Ara dari ujung kepala sampai ke ujung kaki.
“ Cukup Nit, saya rasa tidak ada yang salah dengan pakaiannya malahan saya suka dengan penampilan dia seperti ini. Kalau pakaiannya tidak bermerek saya bisa membelikannya bahkan semua harta saya akan saya kasih kalau dia mau.” Ucap Revan tegas dengan tangan yang mengengam erat tangan Ara dengan tatapan mata tulus menatap gadis kecil yang berada disebelahnya, serta senyuman manis yang dia tunjukkan yang membuat cewek disana menjadi histeris sendiri melihatnya.
“ Dasar cewek gak tau diri udah di tolak juga dan selamat buat kak Revan sudah menemukan pujaan hatinya, aku patah hati deh.” Ucap seorang wanita yang memanggil Revan kakak.
Eh Dira ada di sini juga?." Tanya Revan yang baru menyadari.
Yaelah kakak aku dari tadi disini gak dianggap, jangan dilihatin terus tu ceweknya dan tangannya dilepas dong gak bakalan hilang dianya." Ucap Dira menggoda.
" Enak aja kamu bilang gak ada yang namanya lepaskan tangannya, selama saya disampingnya gak akan saya biarkan. Bahkan saya akan membawanya pulang dan saya kurung agar orang lain tidak bisa melihat wajahnya dan menyentuh bahwa menyakitinya." Ucap Revan dengan mempeerat pelukannya sehingga tidak ada jarak antara dia dan Ara.
" Haha... sudah jadi bucin ternyata." Ucap Dira dengan tertawa geli.
“ Kamu pasti akan mendapatkan yang lebih baik lagi dari pada saya, yaudah saya permisi dulu.” Ucap Revan.
“ Dan untuk kalian semua yang menyaksikan kejadian ini, jangan ada satu orang pun diantara kalian yang berani mempublikasikan foto dan video ke media sosial atau semacamnya. Termaksud tentang calon istri saya, apa lagi sampai saya mendengarkam ada orang yang menjelek-jelekkan calon istri saya. Dia akan menerima akibatnya karena saya tidak akan melepaskan siapapun yang melakukan itu, bahkan saya tidak akan segan-segan membuat orang yang melakukannya menderita seumur hidupnya. Sekarang saya harap kalian semua hapus foto serta vidio yang kalian ambil tadi, karena saya tidak akan bermain-main dengan ucapanku barusan.” Teriak Revan mengancam dengan nada dingin, tatapan mata tajam dan wajah datar yang menakutkan, mendengar ucapan Revan membuat semua orang bergindik ngeri dan menundukkan kepala mereka karena takut untuk melihat Revan yang seakan ingin membunuh mereka semua yang berani membantah ucapannya.
Hal itu dia dilakukan setelah dia berbicara dengan Donita yang tidak terima kalau dia menolak perjodohan mereka, karena dia khawatir kalau akan ada orang yang mengetahui kejadian sekarang. Apa lagi sampai tersebar luas ke masyarakat, mereka pasti akan mencari tau cewek yang lagi dekat dengannya yang mereka yakini itu adalah calon istrinya dan itu bisa membahayakan gadis kecil yang sudah mendapatkan hatinya untuk pertama kalinya.
Revan tidak ingin membuang kesempatan yang berharga mengingat dirinya tidak mudah untuk berdekatan dengan cewek, disentuh saja dia sudah merasa murka sampai dengan memutuskan kerja sama bahkan sampai membuat cewek tersebut tidak bisa diterima bekerja dimana saja karena dia memblacklistnya. Apa lagi dia sendiri yang malah menyentuh dan menciumnya, lebih parahnya lagi dia menciumnya dibibir bahkan sampai sekarang dia belum bisa percaya kalau dia melakukannya.
Bahkan gadis kecil yang berada disebelahnya ini tidak perlu bersusah payah mengodanya untuk mencari perhatiannya, dia yang malah sebaliknya mencari perhatian gadis kecil itu mungkin saja dia terkena karma karena sering eh salah lebih tepatnya setiap kali bertemu dengan cewek dia selalu bersikap cuek bahkan dingin kecuali dengan satu cewek yaitu ibunya kalau dia bersikap seperti itu dengan ibunya sendiri durhakalah dia.
----------
**Lanjut di episode selanjutnya.
Maaf jika ada yang tidak suka dengan cerita ini dan bagi yang suka semoga kalian gak bosan dan maaf jika terdapat tipo dalam penulisan. Kalian juga bisa kasih kritik dan saran kalian ya ....
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan like, tekan gambar love, komentar dan yang pastinya vote ya teman-teman biar autor-nya tambah semangat Upnya... **.