Budayakan membaca❤️
'Gue akan pergi jika lo nyuruh gue pergi' _Alden Gavin
Raymond
'Sejauh apapun lo pergi,selama apapun lo hilang gue akan tetap menunggu' _Adelia Safarana
#
'Lo gak pernah sadar segila apa gue ngelihat lo sakit' _Devan Septian
'Gue tau perasaan lo itu nyata' _Giana Zafra
'Gue gak ngizinin lo pergi lagi' _Giofandi Zafrano
'Cinta tau kemana dia harus pulang'. _Sisilia Zeha
Penasaran ceritanya kan?? ikutin yokk:)
Novel baru aku:) mohon dukungannya^*^
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayunda Tri Wardani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HSLS 12
HAPPY BIRTH'DAY ADENA DWI SAFARANA KRISMANTARA .......... Teriak semua orang yang berada di dalam gudang itu , Dena tidak bisa berkata - kata lagi dia hanya terharu dan menangis .
" Hahh kalian semua ada disini ." tanya Dena dengan mata yang berkaca-kaca . Banyak yang saling mendo'akan Dena di sana .
" Iya sayang ini rencana kakak kamu sama pacar-pacar kalian. " ucap ayah Steve dengan lembut .
" Jadi Fano cuekin aku itu termasuk rencana kalian juga? ." tanya Dena penasaran .
" Hehehe maaf sayang. " ucap Fano cengengesan sambil mengeluarkan liontin yang sangat indah dengan berlian yang sangat mewah .
" Sini aku pasangin , ini hadiah buat kamu jangan pernah dilepas apapun kondisinya ya. " jelas Fano . Dena hanya menurut perkataan Fano .
Setelah itu Fano tiba-tiba berlutut sambil mengeluarkan cincin dari dalam sakunya , semua orang yang berada di sana di buat kaget oleh Fano kecuali Farel dan Rendy yang memang mempunyai rencana yang sama .
" Maukah kamu menerima semua kekurangan aku sayang? Maaf aku hanya bisa mengikatmu sekarang seperti ini , tunggu aku sukses aku akan segera menikahimu ." ucap Fano dengan lantang , Dena yang tidak bisa berkata-kata lagi dia hanya melihat kedua orang tuanya dan kakak tersayangnya mereka semua hanya mengangguk menyetujui niat Fano .
Dena mengangguk bertanda siap menerima lamaran Fano . Setelah itu Rendy juga melakukan hal yang sama dengan Fano sambil memegang tangan Sasya .
" Sya gw tau ini terlalu cepat tapi gw gamau kehilangan cewe langka kayak lo , lo mau jadi tunangan gw ?." tanya Rendy . Sasya yang sangat terkejut langsung mengangguk mendengar ucapan Rendy saking bahagianya dia melupakan semua orang yang ada di sana .
Setelah itu semua orang yang ada di sana menikmati hidangan mewah yang di persiapkan keluarga Krismantara , Dena mendapat mobil mewah dari Dea yang akan langsung di kirim ke Jakarta , sedangkan ayah Steve dan bunda Anggi memberikan jet pribadi seperti yang Dea miliki , awalnya Dena menolak tapi karena itu semua pemberian orang yang dia sayang Dena dengan senang hati menerimanya .
Malam ini merupakan hari bahagia Dea dan Sasya karena di lamar oleh pujaan hatinya . Tiba-tiba Farel pamit untuk membawa Dea keluar dari gudang itu , Dea hanya menuruti permintaan Farel .
Setelah itu mereka berdua sampai di taman sekitar gedung itu , Farel mengajak Dea duduk di kursi taman sementara Farel langsung berjongkok di hadapan Dea tanpa Dea sadari semua keluarga dan temannya memperhatikan mereka berdua sesuai dengan rencana Farel .
Farel menggenggam tangan Dea , Dea sudah biasa merasakan detak jantungnya ketika sedang bersama Farel , dan Dea juga sudah menyadari perasaannya tapi dia tidak mau berharap banyak .
" De lo mau hubungan kita gw ikat kayak Dena dan Sasya?. " tanya Farel dengan serius Dea hanya menatap dalam ke dalam mata Farel . " Gw tau De ini terlalu cepat tapi perasaan gw udah dari awal ke lo , gw sayang sama lo , gw cinta , gw takut kehilangan lo , tapi mungkin lo bakalan gak percaya sama gw De , tapi ini lah nyatanya lo mau nerima gw yang apa adanya ini?. " ucap Farel dengan serius .
" Maaf Rel gw gabisa. " ucap Dea dengan lancarnya .
Seperti ribuan jarum menusuk ke dalam hati Farel , pertama kalinya dia di tolak cewek , Farel merasa tidak berguna lagi pasalnya Farel sudah berjanji kepada kedua orang tuanya untuk membawa Dea pulang ke rumah sebagai tunangannya .
Dea pergi meninggalkan Farel , Farel yang pikirannya kacau hanya berjalan dengan pikiran kosong sambil menatap kepergian Dea .
Tiba-tiba .....
Bruakkkkkkkkkkkkkkkk....
Farel jatuh berlumuran darah , iya Farel di tabrak lari oleh orang yang tidak di kenal mungkin karena salah Farel yang tidak terlalu fokus .
" Nooo Farellllll ...... " teriak Dea sambil berlari ke arah Farel .
Dea segera menghampiri Farel , Farel yang setengah sadar memperhatikan Dea yang menangis karena dirinya , ada rasa bahagia yang luar biasa di hati Farel , Farel hanya tersenyum sambil menahan rasa sakitnya , keluarga Dea pun menyusul mereka dan melihat keadaan Farel.
" No , Farel jangan sekarang gw minta maaf ini semua salah gw , jangan pergi ninggalin gw , gw juga sayang sama lo , gw juga cinta , gw juga takut kehilangan lo gw mau hubungan kita di ikat. " jelas Dea sambil menangis .
Farel yang mendengarnya sangat bahagia , dia tidak menyangka Dea akan mengatakan hal itu padanya , Farel mengeluarkan kembali cincin yang sempat Dea tolak tadi dan memasangkan ke jari Dea , setelah itu Farel tidak sadarkan diri .
" Farell.... Bunda ayah ayo bawa Farel , Dea gamau kalau sampai terjadi apa-apa sama Farel. " teriak Dea .
Singkat cerita mereka sudah sampai di rumah sakit yang didirikan oleh Dea sendiri di London . Sedari tadi Dea mondar-mandir di depan ruang IGD .
" Sabar sayang Farel pasti baik-baik saja. " ucap bunda Anggi menenangkan anaknya .
" Gimana Dea mau tenang bun ini semua gara-gara Dea bun , kalau saja Dea ga pergi dari taman itu tadi , Farel gak bakalan kayak gini bun , hiks...hiks....hiks " ucap Dea sambil menangis .
" Kak Dea yang tenang ya kak Farel pasti kuat , kakak harus tenang ." ucap Dena sambil memeluk kakaknya di ikuti oleh Sasya .
" Iya De Farel itu orangnya kuat percaya sama gw. " ucap Fano menenangkan Dea .
Sementara ayah Steve sedang mengabari keluarga Farel , Papa dan mama Farel tidak bisa menyusul ke London karena mama Farel yang sedang sakit . Papa Farel hanya menitipkan Farel kepada Steve .
Beberapa saat kemudian , Doktet keluar dari ruangan UGD .
" Bagaimana keadaan anak kami dok. " tanya ayah Steve .
" Syukurlah tuan Farel segera di bawa kesini karena tuan Farel kehilangan banyak darah , tetapi tenang saja stok darah yang sama dengan tuan Farel banyak di sini , kalau begitu saya permisi."
" Baik terimakasih dok ." ucap mereka .
Farel sudah di pindahkan ke ruang rawat vvip atas permintaan Dea .
Saat akan masuk ke ruang rawat tiba-tiba Dea pingsan dan tidak sadarkan diri , Dea memiliki trauma yang sangat besar ketika melihat orang terdekatnya terluka , karena dulu keadaan Farel sama dengan keadaan Dava yang sudah meninggal .
" Kak Deaaaa. " teriak Dena dan Sasya .
" Bawa Dea ke kamar Farel saja pasti dia syok dan trauma itu datang lagi ." ucap lembut bunda Anggi .
Fano langsung menggendong Dea menuju sofa yang ada di ruang rawat Farel .
Ayah Steve dan bunda Anggi pamit untuk kembali ke rumah mereka karena sudah merasa lelah , Dena , Sasya , Fano , dan Rendy masih ingin menjaga Farel dan Dea di rumah sakit .
Dea masih tidak sadarkan diri , selain fikirannya lelah dia mengalami trauma yang hebat seperti dulu lagi . Dena dengan setia menemani kakaknya sambil bercerita kepada Fano dan Rendy kenapa Dea sampai seperti ini , jika Sasya dia sudah tau sejarah keluarga Krismantara .
" Dulu saat kak Dava kecelakaan kondisinya sama seperti kak Farel tadi , makanya kak Dea mengira akan kehilangan kak Farel sama dengan kak Dea kehilangan kak Dava , waktu itu kak Dea sampai pingsan selama 7hari karena trauma yang besar di dalam dirinya , dia tidak bisa melihat orang terdekat apalagi orang yang paling di sayanginya tersakiti karena kak Dea akan berfikir akan berakhir seperti kak Dava , makanya kak Dea selalu menjaga aku dan Bunda , karena kak Dea tidak mau kehilangan orang yang di sayangi lagi cukup kak Dava aja ." ucap Dena panjang lebar , tanpa mereka sadari Farel mendengar semua ucapan Dena , dia merasa bersalah kepada Dea karena sekarang Dea trauma lagi karena dirinya sendiri .
" Eh calon istri gw jangan di kerubungi terus dong entar dia pengap ." ucap Farel , sontak mereka semua melihat ke arah Farel .
.
.
.
Happy reading guys♡
ap